jump to navigation

Ulama Geologi Berkata: “…” Oktober 11, 2006

Posted by fauzan.sa in Tulisan Luar.
5 comments

Ada satu ayat Qur’an lagi yang menarik untuk disimak, Qur’an memang bukan kitab sains, namun telah banyak dibuktikan bahwa didalamnya banyak tersirat prinsip-prinsip dasar berbagai sains yang baru terbukti berabad-abad kemudian. Memang terkesan saya agak ‘kuwanen’, tapi melihat dari terjemahannya saja sudah cukup bisa dibuktikan, begini ceritanya: …Dan sungguh diantara batu itu ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya, dan sungguh diantaranya ada yang terbelah, lalu keluarlah mata air daripadanya dan sungguh diantaranya ada yang jatuh karena takut kepada Allah….(QS Al-Baqarah 74)

(lagi…)

Sepatu Kaca Cinderella September 19, 2006

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
53 comments

Tidak ada yang tidak tahu Cinderella. Cerita dongeng klasik yang selalu diperdengarkan dari masa ke masa. Puluhan film dibuat oleh produser yang berbeda, walaupun kadang versinya lain-lain. Tapi, intinya tetap sama. Kebaikan akan menang. Puteri Cinderella yang baik hati, akhirnya hidup bahagia selamanya. Benarkah begitu? Saya tidak setuju.

(lagi…)

When Wisdom Fade Away September 19, 2006

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
add a comment

Beberapa bulan yang lalu, saya baru saja selesai KKN atau kuliah kerja nyata. Kalo anda pengen tahu, saya KKN di daerah gempa, tepatnya di daerah Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Tapi, saya bukannya mau cerita tentang ngapain saja saya di sana. Yang ingin saya ceritakan adalah, apa yang terjadi setelah saya selesai KKN.

Saya mengelus-elus komputer kesayangan yang lama sekali tidak saya hidupkan. Tepatnya, satu setengah bulan. Cukup untuk membuat tangan saya kotor karena debunya. Komputer itu dihidupkan, kemudian Fedora Eclipse dijalankan. Saya membuka project yang dulu pernah saya kerjakan, sebuah voice recognizer sederhana. Dan, saya bingung dan kaget setengah mati! I don’t know what I have to do! Saya lupa bagaimana caranya programming. Sekilas, saya lihat beberapa kurung kurawal itu. Ternyata, saya juga lupa object oriented programming. Akhirnya, hanya ada dua hal yang saya ingat. for loop dan kurung kurawal.

(lagi…)

Lubang Biawak Itu … Juli 21, 2006

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
14 comments

Saya adalah salah seorang yang pertama yang tahu tentang pkswatch. Mas DOS sendiri yang mengumumkan milis itu ke publik. Hingga sekarang, saya masih sering mengikutinya. Terus terang berita-berita yang ada di sana membuat saya sedih terhadap PKS. Namun, saya masih punya harapan. Semoga saja, keanehan-keanehan yang dilakukan oleh para pimpinan di Jakarta sana tidak sampai menular ke bawah. Saya terus menerus berharap, orang-orang daerah adalah orang-orang yang hanif dan hanya menjadi “korban” keputusan PKS pusat. Namun, cerita yang saya dengar terakhir ini benar-benar membuat saya sedih. Cerita ini saya dengar dari sumber pertama, jadi memang sahih kebenarannya.

(lagi…)

Kembali ke Khittah Dakwah April 28, 2006

Posted by fauzan.sa in Tulisan Luar.
15 comments

Bahwa ketika pertama dakwah ini didirikan adalah seruan kepada iman dan islam. Dalam perkembangannya, hal ini kemudian bersangkut paut pula dengan masalah ekonomi, sosial, budaya, dan bahkan juga kekuasaan dan politik. Hal tersebut merupakan konsekuensi logis dari yang kita namakan ‘islam syamil’ –komperehensif, universal, komplit.

(lagi…)

Di Sepojok Kampus April 28, 2006

Posted by fauzan.sa in Tulisan Luar.
4 comments

Belum lama ini saya berdiskusi dengan seorang teman soal pergerakan dakwah di sebuah sudut kampus di Jogja. Dia ceritakan pengalamannya tatkala bertemu dengan seorang pengikut sebuah jamaah pergerakan. Dia bertanya mengenai hal-hal yang ada pada pergerakan yang diikuti oleh orang itu. Dari jawaban yang disampaikan, menurutnya, ternyata tak ada hal-hal istimewa. Jawabannya rata-rata sama atau hampir sama atau mirip-mirip saja dengan kalau kita ditanya tentang apa landasan kita dalam berdakwah, apa yang mendasari kita berdakwah, dan bagaimana cara kita berdakwah. Dengan sebuah catatan, teman saya itu mendapatkan jawaban-jawaban tersebut secara global.

(lagi…)

Orang Islam Tukang Mbajak Maret 6, 2006

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
80 comments

Salah satu kejahatan paling lumrah di Indonesia adalah pembajakan. Bersama dengan korupsi, kejahatan ini menempati peringkat tertinggi kejahatan paling lumrah di Indonesia. Sayangnya, ketika korupsi terus menerus dikecam dan diperjuangkan agar bisa hilang dari bumi Indonesia tercinta ini, pembajakan tetap terus berjalan. Bahkan, beberapa tidak merasa bahwa yang namanya pembajakan itu adalah salah satu kejahatan yang diakui oleh hukum Indonesia. Yang saya heran, beberapa di antara mereka adalah orang-orang baik yang taat hukum dan taat beragama. Kecuali, tentu saja untuk masalah pembajakan ini.

(lagi…)

Kacangan! Maret 1, 2006

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
9 comments

Mungkin banyak yang pernah mendengar kata-kata “Laris bak kacang goreng”. Nah, kacangan itu artinya nggak jauh-jauh dari itu. Kacang itu kan renyah, gurih, enak lagi. Kalo ada yang sering ikut dalam forum musyawarah warga, pasti pada nyadar, kalo jumlah kacang yang dimakan selalu lebih banyak daripada makanan lainnya. Tapi, kacang itu adalah hal yang dimana-mana ada. Dan, walaupun dinamakan kacang spesial, ya tetap kacang juga. Enak, banyak disuka orang, murah, tapi selalu laku. Jadi, kacangan itu artinya tidak spesial. Walaupun banyak dicari orang, walaupun murah, dan walaupun laku, tapi kacang bukan makanan istimewa. Jarang sekali kita melihat makanan hotel pake kacang. Karena murahan itu tadi.

(lagi…)

Aku Benci Propaganda Maret 1, 2006

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
5 comments

Bukan tanpa alasan aku membenci propaganda. Memang sih, setiap orang melakukan propaganda. Setiap orang berusaha saling meyakinkan dengan orang lain. Itulah yang dinamakan dengan propaganda. Itulah dakwah. Itulah yang namanya menyeru. Tapi, ada konotasi negatif yang disandang kata propaganda. Karena itu aku membenci. Aku tidak tahu apakah aku benar atau tidak. Tanyakan pada ahli bahasa yang lebih tahu. Ketika aku mendengar kata propaganda, yang terbayang adalah di pikiranku adalah yang buruk-buruk. Kecurangan, kengawuran, kelicikan, kebutaan, dan juga kerusakan akal. Dalam kontek itulah aku membenci yang namanya propanda. Memang sih, yang namanya propaganda itu tidak selalu berniat jelek. Propaganda tanpa niat jelek itulah yang biasanya dikatakan sebagai seruan biasa. Sedangkan yang berniat jelek, dikatakan sebagai propaganda gelap. Namun, baik yang pertama atau kedua, menurutku sangat tipis bedanya. Dua-duanya adalah bisa menjadi penyebab kerusakan akal. Dan aku sangat membenci kerusakan akal.

(lagi…)

Rekayasa Dakwah Maret 1, 2006

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
4 comments

Pete McBreen mengatakan dalam bukunya, rekayasa perangkat lunak (software engineering) tradisional, memiliki paradigma yang salah dalam mengembangkan perangkat lunak. Metode tradisional atau yang lebih dikenal sebagai metode air terjun (waterfall) berasal dari cara pandang bahwa programmer adalah buruh upahan. Metafora yang dipakai kemudian adalah metafora pabrik. Tugas buruh upahan adalah melakukan pekerjaan-pekerjaan mekanis. Memotong, memasang, dan menyusun. Begitu juga programmer. Programmer hanya melakukan sebuah pekerjaan saja, yaitu menulis kode program.

(lagi…)

Just Write! Maret 1, 2006

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
18 comments

Dulu tulisan hanya untuk menyampaikan pesan. Ya, seperti proses komunikasi dalam ilmu sosiologi itu lho. Di SMA dulu, saya diajari kalo yang namanya komunikasi itu proses menyampaikan pesan dari komunikator kepada komunikan melalui media tertentu. Waktu pertama dengernya, ya agak bingung juga, apa sih maksudnya komunikasi itu? Tapi, karena waktu itu tidak disuruh paham, cuman disuruh hapal saja, ya jadinya nggak masalah. Kalo bisa dihafalkan, kenapa harus dipahami? Sebelum orang mulai kenal tulisan, penyampaian pesan melalui seorang perantara bisa jadi masalah. Sang perantara harus menghafalkan pesan itu. Ingat kuis yang namanya Game Zone? Nah, separah itulah kemungkinannya kalo orang harus belajar secara lisan. Yang saya heran, di zaman sudah banyak tulisan kayak gitu, kok bisa ya Qur’aan dan hadits terus menerus dihapal? Maksud saya, bukan zaman sekarang, tapi zaman Nabi dulu. Jarang sekali kan, Eropa punya tradisi lisan. Liat saja, emang penulisan Bibel punya sanad? Seluruh manuskrip Bibel yang ditemukan masih merupakan anonim.

(lagi…)

Kenapa Harus Percaya Tuhan? Februari 1, 2006

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
30 comments

Proses pencarian Tuhan merupakan hal yang cukup unik bagi saya. Sebelum saya mengenal Islam dengan baik, saya mengenal Tuhan dengan konsep pantheis monotheis. Tuhan meliputi seluruh alam ini. Bahkan diri saya sekalipun adalah bagian dari Tuhan. Gampangnya, wihdatul wujud ala Syaikh Siti Jenar lah. Ketika saya baru-baru saja mengenal Islam, saya mengenal Tuhan sebagai rabb dan ilaah. Saya juga meyakini sifat-sifatnya dengan beberapa prinsip. Maknanya diketahui, bagaimananya tidak diketahui, mengimaninya adalah wajib, menanyakannya adalah bid’ah.

(lagi…)

Mbok Jangan Merengut Februari 1, 2006

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
4 comments

Ada orang pernah bilang, manusia nggak akan sukses kalo nggak bisa lepas dari comfort zone. Orang itu harus merasakan kesulitan baru dia bisa memetik hasilnya. Mana mungkin keberhasilan bisa dicapai dengan berleha-leha? Penderitaan dan siksaan adalah hal yang wajib bagi orang yang ingin mencapai keberhasilan. Keberhasilan itu bisa macem-macem. Keberhasilan karir, pendidikan, rumah tangga, dan bahkan surga. Sayangnya, itu bikin saya jadi agak gimanaa gitu. Masak gitu sih? Soalnya, Islam yang saya kenal itu mudah dan menyenangkan. Njuk piye kalo setiap hari dilalui dengan hal-hal yang tidak menyenangkan.

(lagi…)

: PERON : Januari 18, 2006

Posted by fauzan.sa in Tulisan Luar.
6 comments

Manusia itu universal, sama derajat dan martabat. Tak boleh perbedaan-perbedaan agama dijadikan alasan untuk merendahkan martabat manusia. Agama yang demikian –membedakan manusia– karenanya sangat konyol dan berbahaya bagi kemanusiaan.
Begitu tulisku di media. Aku tahu orang akan menentang pendapatku itu. Dan memang demikianlah. Dahulu, orang menertawakan Muhammad yang dianggap gila karena menawarkan suatu perubahan yang mendasar pada masyarakat Arab.
(lagi…)

Semakin Banyak Mata Memandang Januari 6, 2006

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
18 comments

Linus Torvalds mengatakan, semakin banyak mata memandang, setiap kesalahan terlihat semakin jelas. Peribahasa ini dikatakan juga sebagai Linus’s Law. Itu adalah peribahasa yang banyak dipakai di dunia open source. Sebuah peribahasa yang indah dan juga penuh hikmah. Peribahasa inilah yang menjiwai semangat mereka untuk membuat sebuah perangkat lunak yang bermanfaat bagi orang banyak. Peribahasa inilah yang menandai, betapa mereka sangat menghargai orang lain, sehingga mereka mau berbagi dengannya. Sebuah kerendahan hati dari para programmer.

(lagi…)

Islam adalah Candu Januari 6, 2006

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
18 comments

Kalo nggak salah, Karl Marx pernah bilang, agama adalah candu. Itu karena dia melihat realita yang ada di Eropa waktu itu. Kaum agamawan begitu dominannya, sehingga mereka menindas kaum lemah dengan legalisasi agama. Ada yang berpendapat, ucapan itu memiliki konteks yang sangat khusus. Ucapan itu sebenarnya ditujukan untuk para pendeta petinggi agama Kristen. Karena mereka adalah bagian dari sistem yang menindas rakyat. Seperti di Prancis misalnya. Kebanyakan Marxis lebih setuju keumuman lafadz daripada kekhususan sebab perkataan itu. Mereka lebih melihat bunyi perkataan Marx, tidak melihat mengapa dia mengatakan itu. Oleh karena itu, biasanya mereka juga adalah atheis. Saya melihat, Islam sendiri, ternyata juga merupakan candu.

(lagi…)

Gotong-royong Masih Adakah Januari 6, 2006

Posted by fauzan.sa in Tulisan Luar.
14 comments

Gotong-royong sebuah definisi bangsa Indonesia yang selama ini menjadi monumen penting yang selalu diagung-agungkan bangsa Indonesia. Bahkan tetap dijadikan wacana utama dalam tiga periode politik bangsa ini. Sejarah kemerdekaan telah mencatat bahwa kata gotong-royong telah menjadi elemen penting dalam kehidupan bernegara Indonesia. Di zaman Orde Lama gotong-royong merupakan “kata suci�? yang selalu dikumandangkan oleh Sukarno, bahkan pernah dalam salah satu pidatonya, Sukarno menyatakan bahwa bila Pancasila diperas menjadi Ekasila, maka Ekasila itu adalah gotong-royong. Di zaman Orde Baru, walaupun tak segencar di zaman Orla, tetap saja gotong-royong menjadi salah satu kata penting di rezim pembangunan Suharto.

(lagi…)

One Step Behind Januari 6, 2006

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
3 comments

Pernah denger yang namanya Linux? Itu lho, saingannya Windows yang didistribusikan secara bebas. Sebenarnya, dari segi fungsi, keduanya itu sama saja. Sama-sama sistem operasi. Yang berbeda cuman filosofi di baliknya. Windows berkembang dengan filosofi kapitalisme. Karena itu, tidak boleh seseorang mendapatkannya kecuali dengan membeli. Dan, tidak boleh seseorang melihat source codenya. Sedangkan Linux berkembang dengan filosofi kebebasan. Tidak boleh seseorang dilarang untuk mendistribusikannya secara bebas. Dan, tidak boleh seseorang dilarang untuk mengubah dan mengembangkan Linux, dengan melihat source codenya tentunya.Masalah Linux versus Windows memang tidak hanya berhenti pada sistem operasi saja. Tapi juga aplikasi-aplikasi yang dibangun di atasnya. Mulai dari Office, Graphic Editing, sampai multimedia. Sebagian besar pengembang Linux berpandangan, seseorang harus bisa mendapatkan setiap aplikasi secara bebas, baik bebas didistribusikan maupun dikembangkan. Oleh karena itu, sejak awal mula pengembangannya, tujuan utama mereka adalah mengganti semua aplikasi yang berjalan di atas sistem tertutup dan komersial (Windows, UNIX, MacOS) dengan sistem operasi bebas. Terutama mengganti Windows dan aplikasi-aplikasi di atasnya. Karena, yang paling banyak di dunia ya Windows itu. Oleh karena itu, kita sering mendengar banyak aplikasi yang ditujukan sebagai cermin atas aplikasi komersialnya. Misalnya GetLeft untuk GetRight, Ayam untuk Maya, Octave untuk Matlab, R untuk S Plus, Mono/PNET untuk .NET, Beagle untuk Google Desktop Search, dan lain-lain. Mereka memang sengaja dimiripkan dengan aplikasi yang digantikannya, agar pengguna dapat langsung berpindah dari lingkungan Windows ke Linux tanpa perlu belajar apapun. Ada juga aplikasi yang memang dibuat sebagai pengganti, tapi tidak terlalu ketat dalam meniru fitur-fiturnya. Untuk itu ada OpenOffice, KOffice, dan GNOME Office Suite untuk MS Office, The GIMP untuk Adobe Photoshop, K3B untuk Nero. Namun ternyata tidak semuanya bertujuan untuk menggantikan aplikasi komersial yang sudah ada. Ada pula yang lahir sebagai pemenuh kebutuhan atas Linux itu sendiri. Misalnya, ada KDE dan GNOME. Ada pula Filesystem Hierarchy Standard, sebuah aturan untuk hirarki direktori di Linux, Ada pula freedesktop, sekumpulan alat yang bertujuan untuk menstandarisasi desktop di Linux. Selain itu, ada juga RPM untuk sistem pemaketan aplikasi di Linux.

(lagi…)

Jangan Mau Dipuji Desember 26, 2005

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
4 comments

Apakah yang pertama kali terpikir atau terasakan ketika anda dipuji oleh orang lain? Ketika misalnya orang tersebut bilang pada anda, “Wah, anda baik sekali”. Atau, “kerja anda bagus”? Kalo saya, saya akan merasa senang dan bangga. Saya akan merasa dihormati dan dihargai. Saya akan terus mengingat-ingat kata pujian tersebut hingga saya yakin bahwa saya memang layak dipuji. Saya kira nggak hanya saya. Semua orang pastinya juga begitu. Ketika orang dipuji, dia merasa senang dan bangga. Tentunya dalam kondisi normal lho. Bukan dalam kondisi ketika dia merasa bahwa apa yang telah dia lakukan jelas-jelas bukan suatu yang bagus. Kalo begitu, maka dia akan marah ketika dipuji.

(lagi…)

Mintalah Fatwa Pada Hatimu Desember 23, 2005

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
4 comments

Salah seorang teman saya meminta saya menyuruh saya untuk melakukannya. Memang sih, redaksi kata-kata tersebut berasal dari Rasulullah SAW. Tapi, saya nggak bisa melakukannya. Soalnya, saya nggak begitu kenal dengan yang namanya hati. Dalam fikiran saya, hanya ada dua jenis data, yaitu prasangka dan ilmu. Ketika dia menyuruh saya melakukannya sebagai alternatif menggunakan ilmu, itu berarti dia menyuruh saya menggunakan prasangka. Eh, tampaknya tidak seperti itu. Bahkan dia menyuruh saya menggunakan hati untuk menggantikan logika. Padahal, saya tahu, kalo nggak ada logika, nggak ada hal yang bisa diputuskan. Semua orang bisa seenaknya sendiri. Nggak ada yang namanya standar kewarasan. Yang saya tahu hati itu dekat dengan perasaan. Sedangkan perasaan itu susah dipisahkan dari nafsu. Meminta fatwa pada hati, berarti meminta fatwa kepada sesuatu yang dekat dengan nafsu. Padahal, nafsu lah yang harus dikendalikan oleh logika dan akal. Bukannya logika dan akal yang harus dikendalikan oleh nafsu.

(lagi…)