jump to navigation

A Little Glimpse of Why Agustus 20, 2011

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
trackback

Tahukah anda apa itu program komputer? Alat yang mempermudah kehidupan? Seperti layaknya mesin ketik, pulpen, dan kertas pada jaman dahulu kala? Atau, seperti sebuah kalkulator. Menghitung tabel-tabel pemasukan dan keluaran. Apa lagi? seperti TV? Bisa memutar VCD, DVD, maupun film yang didownload sendiri? Ya, boleh saja dianggap seperti itu. Tapi, tahukah anda apakah program komputer itu sebenarnya? Apakah anda tahu keistimewaan dari perangkat lunak? Perangkat lunak adalah sebuah karya seni, yang memancarkan keindahan yang ingin disampaikan penciptanya. Sebuah perangkat lunak, seakan-akan jiwa yang hidup dalam tubuh sebuah mesin. Menyapa kita, selalu siap sedia untuk melayani. Kadangkala, tidak ada seorang manusia pun melihatnya. Si perangkat lunak tetaplah seorang pelayan bagi tuannya. Si pencipta, mengerahkan jiwanya kepada perangkat lunak agar dia bisa melayani para tuan melaluinya. Si perangkat lunak adalah manfaat yang diberikan kepada para tuan, agar para tuan bisa menjadi lebih bermanfaat kepada orang lain.

Ketika manusia bertemu manusia, maka tidak heran karya seni akan tercipta. Jangan heran dengan betapa sederhana bentuknya. Karena boleh jadi, keindahannya terletak pada kesederhanaan yang memiliki manfaat nyata. Jangan pula sembarangan menilai para pencipta sebagai manusia tanpa teman. Mungkin mereka hanya ingin menyapa ramah dengan karya-karyanya. Ketika orang bilang, manajemen ada dalam segala hal, maka saya akan bilang keindahan ada dalam segala hal. There is a little bit of art in everything. Saya seniman, saya juga pencipta perangkat lunak. Tidak perlu memisahkan keduanya. Logika berpadu dengan rasa, jauh lebih kuat daripada masing-masing menyatakan dirinya.

Sayangnya, banyak para programmer tidak mau menyadarinya. Mereka tidak memikirkan siapa yang menggunakannya. Akhirnya, para tuan dipersulit oleh pelayannya. Akhirnya, jadi barang mati teronggok tak berguna. Mereka tidak memikirkan pencipta lainnya, melemparkan logika demi logika ke dalamnya. Akhirnya, berantakan semuanya. Sampah bercampur dengan yang berguna, para programmer menciptakan monster yang menyerang mereka. Juga menyerang para tuannya. Mereka adalah programmer yang membenci buatannya. Juga membenci para pengguna yang suka rewel dan selalu minta macam-macam.

Para programmer es ini tidak semuanya menciptakan monster. Ada juga mereka yang berlindung di balik prosedur, tandatangan, dan dokumen kebutuhan pengguna. Mereka disiplin, mereka mengatur diri dengan baik, tapi mereka sebenarnya tidak peduli dengan pengguna. Setiap perubahan adalah tambahan uang. Setiap permintaan ada harganya. Ketika tiba saatnya penyerahan, para pengguna kebingungan. Bukan ini yang dimaksudkan, walaupun ini yang diminta. Mereka kecewa, tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena ketidakmengertian mereka.

Mengapa semuanya harus seperti ini? Bagaimana caranya memperbaiki ini semua? Yang seperti ini tidak akan begitu parah, jika para pencipta muda ditunjukkan cara untuk mencintai karyanya. Ketika itulah, saya mulai mendengar tentang “Why The Lucky Stiff”. Seorang pencipta luar biasa yang sangat mencintai karyanya. Juga seorang guru yang menularkan cintanya kepada murid-muridnya. Karena itu ciptaannya sangat indah. Disukai oleh para penggunanya, yang membangun karya di atasnya. Sederhana, tapi mempunyai kekuatan. Canggih, tapi mudah dimengerti. Jika ada lebih banyak orang seperti dia, tentunya akan lebih banyak lagi pelayan-pelayan yang ramah untuk kita. Sayangnya, justru dia menghilang sejak 19 Agustus 2009 lalu. Dua hari setelah hari kemerdekaan kita, orang-orang yang pernah mengenalnya merayakannya sebagai hari “Why”.

Inspirasi inilah yang menggerakkan saya. Seseorang pencipta biasa saja yang mengaku seniman. Seseorang yang lulus komputer biasa-biasa saja. Juga yang bekerja sebagai programmer yang biasa-biasa saja. Saya bukan Why yang jenius. Tapi, di waktu luang saya, ingin sekali mengubah dunia perangkat lunak ini menjadi sedikit lebih baik. Hackety Hack harus berlanjut menjadi lebih baik lagi. Dan, saya ingin anak-anak Indonesia bisa menikmatinya. Mencintai programming sebagaimana mereka mencintai mainannya. Itulah yang akan membuat mereka hebat nantinya. Semoga Allah memudahkan saya.

Komentar»

1. duzix27 - September 3, 2011

like this..


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.