Jadilah Orang Lain Mei 22, 2007
Posted by fauzan.sa in Uncategorized.6 comments
Salah satu episode Oprah yang menarik bagi saya adalah ketika diceritakan bahwa anak-anak yang berumur sekitar 5 tahun sudah terobsesi dengan kecantikan. Bacaan anak-anak itu bukanlah komik atau majalah anak-anak, tetapi katalog Victoria’s Secret. Anak-anak itu terobsesi menjadi orang lain, yaitu menjadi para model dengan segala kesan glamor yang ditampilkannya. Di akhir acara, Oprah berpesan, kamu bukanlah yang kamu pakai. Sehingga, yang paling penting adalah menjadi diri sendiri.
(lagi…)
Beranjak Dewasa Mei 22, 2007
Posted by fauzan.sa in Uncategorized.7 comments
Apakah arti kedewasaan bagi seorang manusia? Dan apakah batas-batasnya? Ketika saya mencoba melihat referensi tentang ini dari film-film picisan ala Frame Ritz, jawabannya sungguh dangkal. Orang dewasa itu kalo dia tidak melakukan tindakan konyol, pendiam, dan tidak bikin malu orang. Yah, bagaimana tidak? Dewasa hanya diukur dari penampilan luar saja. Ketika saya membaca The Order of Phoenix, kedewasaan berarti kesabaran. Dumbledore yang sabar dan berpikiran panjang, melawan Harry Potter yang gelisah dan berpikiran sempit. Kalo teman saya bilang, dewasa itu berarti mau mengerti orang lain. Saya sendiri pernah punya kesan pribadi, bahwa dewasa itu berarti kompromistis dan lamban bertindak.
Kedengarannya Bagus Mei 4, 2007
Posted by fauzan.sa in Uncategorized.5 comments
Mengejar kebahagiaan adalah tujuan setiap manusia. Kapan pun dan di mana pun, mereka mencoba mendapatkannya. Bagi orang-orang materialis, kebahagiaan artinya nafsu. Harta, Tahta, Wanita, dan segala kesenangan yang lainnya adalah satu-satunya tujuan mereka hidup. Orang-orang biasa hidup dengan cara yang biasa-biasa saja, karena biasa itu adalah kebahagiaan. Sekolah, kuliah, kerja, menikah, punya anak, mendidik anak, dan kemudian menikmati ketenangan di hari tua. Itulah arti kebahagiaan bagi mereka. Tapi, kadangkala kebahagiaan seperti itu kurang. Karena itu, mereka mencari kebahagiaan di antara terapi-terapi jiwa. Yoga, Kundalini, Buddha, Islam, dan agama-agama yang lain dijadikan pengisi kekosongan spiritual yang ada dalam “kebahagiaan-kebahagiaan” mereka. “Aku beragama agar hatiku tenang”, begitu kata mereka.
Konflik adalah Solusi Mei 4, 2007
Posted by fauzan.sa in Uncategorized.5 comments
Seringkali saya berdiskusi dengan bapak saya tentang berbagai hal. Mulai dari ide tentang nasionalisme hingga kesatuan agama-agama. Dalam diskusi itu kami mencurahkan ide-ide, berusaha mencari jawaban yang memuaskan bagi yang lain, menguji kebenaran berbagai pendapat dengan cara yang menurut kami ilmiah. Tidak ada permusuhan yang terlibat di sana. Meskipun perdebatan kami kadangkala jadi sengit, tapi tidak ada rasa benci yang terlibat. Tapi, ada satu pihak yang selalu terganggu dengan kegiatan yang sama-sama kami nikmati ini. Siapa lagi kalau bukan ibu saya. Apapun bentuknya, ibu saya selalu tidak tahan jika pembicaraan kami mulai seru. Akhirnya, jadilah selama setahun ini kami terpaksa “gencatan senjata” karena PBB selalu mengawasi.
Pahlawan Super Mei 4, 2007
Posted by fauzan.sa in Uncategorized.12 comments
Cerita-cerita pahlawan super memang selalu menarik. Walaupun mungkin pada asalnya ditujukan untuk anak-anak, cerita-cerita semacam ini selalu bisa dinikmati oleh orang dari berbagai kalangan. Bahkan, ada kecenderungan baru saat ini. Pahlawan-pahlawan DC Comics dan Marvel mulai merambah ke usia-usia yang lebih tua. Sebut saja Superman dengan Smallville dan versi Dean Cain – Teri Hatcher. Smallville jelas untuk remaja, sedangkan kisah Superman ala Dean Cain? Akting sensual mereka jelas bukan untuk anak-anak. Kisah Spiderman juga begitu. Adegan ciuman Mary Jane dan Peter Parker jelas tidak bagus jika ditonton untuk anak-anak. Hey, jangan protes dulu atas penilaian saya! Saya tidak melulu menilai umur berdasarkan adegan seksnya. Tapi, kisah Peter Parker yang kutu buku dan susah membagi waktu adalah khas anak remaja.