jump to navigation

: PERON : Januari 18, 2006

Posted by fauzan.sa in Tulisan Luar.
6 comments

Manusia itu universal, sama derajat dan martabat. Tak boleh perbedaan-perbedaan agama dijadikan alasan untuk merendahkan martabat manusia. Agama yang demikian –membedakan manusia– karenanya sangat konyol dan berbahaya bagi kemanusiaan.
Begitu tulisku di media. Aku tahu orang akan menentang pendapatku itu. Dan memang demikianlah. Dahulu, orang menertawakan Muhammad yang dianggap gila karena menawarkan suatu perubahan yang mendasar pada masyarakat Arab.
(lagi…)

Semakin Banyak Mata Memandang Januari 6, 2006

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
18 comments

Linus Torvalds mengatakan, semakin banyak mata memandang, setiap kesalahan terlihat semakin jelas. Peribahasa ini dikatakan juga sebagai Linus’s Law. Itu adalah peribahasa yang banyak dipakai di dunia open source. Sebuah peribahasa yang indah dan juga penuh hikmah. Peribahasa inilah yang menjiwai semangat mereka untuk membuat sebuah perangkat lunak yang bermanfaat bagi orang banyak. Peribahasa inilah yang menandai, betapa mereka sangat menghargai orang lain, sehingga mereka mau berbagi dengannya. Sebuah kerendahan hati dari para programmer.

(lagi…)

Islam adalah Candu Januari 6, 2006

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
18 comments

Kalo nggak salah, Karl Marx pernah bilang, agama adalah candu. Itu karena dia melihat realita yang ada di Eropa waktu itu. Kaum agamawan begitu dominannya, sehingga mereka menindas kaum lemah dengan legalisasi agama. Ada yang berpendapat, ucapan itu memiliki konteks yang sangat khusus. Ucapan itu sebenarnya ditujukan untuk para pendeta petinggi agama Kristen. Karena mereka adalah bagian dari sistem yang menindas rakyat. Seperti di Prancis misalnya. Kebanyakan Marxis lebih setuju keumuman lafadz daripada kekhususan sebab perkataan itu. Mereka lebih melihat bunyi perkataan Marx, tidak melihat mengapa dia mengatakan itu. Oleh karena itu, biasanya mereka juga adalah atheis. Saya melihat, Islam sendiri, ternyata juga merupakan candu.

(lagi…)

Gotong-royong Masih Adakah Januari 6, 2006

Posted by fauzan.sa in Tulisan Luar.
18 comments

Gotong-royong sebuah definisi bangsa Indonesia yang selama ini menjadi monumen penting yang selalu diagung-agungkan bangsa Indonesia. Bahkan tetap dijadikan wacana utama dalam tiga periode politik bangsa ini. Sejarah kemerdekaan telah mencatat bahwa kata gotong-royong telah menjadi elemen penting dalam kehidupan bernegara Indonesia. Di zaman Orde Lama gotong-royong merupakan “kata suci�? yang selalu dikumandangkan oleh Sukarno, bahkan pernah dalam salah satu pidatonya, Sukarno menyatakan bahwa bila Pancasila diperas menjadi Ekasila, maka Ekasila itu adalah gotong-royong. Di zaman Orde Baru, walaupun tak segencar di zaman Orla, tetap saja gotong-royong menjadi salah satu kata penting di rezim pembangunan Suharto.

(lagi…)

One Step Behind Januari 6, 2006

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
3 comments

Pernah denger yang namanya Linux? Itu lho, saingannya Windows yang didistribusikan secara bebas. Sebenarnya, dari segi fungsi, keduanya itu sama saja. Sama-sama sistem operasi. Yang berbeda cuman filosofi di baliknya. Windows berkembang dengan filosofi kapitalisme. Karena itu, tidak boleh seseorang mendapatkannya kecuali dengan membeli. Dan, tidak boleh seseorang melihat source codenya. Sedangkan Linux berkembang dengan filosofi kebebasan. Tidak boleh seseorang dilarang untuk mendistribusikannya secara bebas. Dan, tidak boleh seseorang dilarang untuk mengubah dan mengembangkan Linux, dengan melihat source codenya tentunya.Masalah Linux versus Windows memang tidak hanya berhenti pada sistem operasi saja. Tapi juga aplikasi-aplikasi yang dibangun di atasnya. Mulai dari Office, Graphic Editing, sampai multimedia. Sebagian besar pengembang Linux berpandangan, seseorang harus bisa mendapatkan setiap aplikasi secara bebas, baik bebas didistribusikan maupun dikembangkan. Oleh karena itu, sejak awal mula pengembangannya, tujuan utama mereka adalah mengganti semua aplikasi yang berjalan di atas sistem tertutup dan komersial (Windows, UNIX, MacOS) dengan sistem operasi bebas. Terutama mengganti Windows dan aplikasi-aplikasi di atasnya. Karena, yang paling banyak di dunia ya Windows itu. Oleh karena itu, kita sering mendengar banyak aplikasi yang ditujukan sebagai cermin atas aplikasi komersialnya. Misalnya GetLeft untuk GetRight, Ayam untuk Maya, Octave untuk Matlab, R untuk S Plus, Mono/PNET untuk .NET, Beagle untuk Google Desktop Search, dan lain-lain. Mereka memang sengaja dimiripkan dengan aplikasi yang digantikannya, agar pengguna dapat langsung berpindah dari lingkungan Windows ke Linux tanpa perlu belajar apapun. Ada juga aplikasi yang memang dibuat sebagai pengganti, tapi tidak terlalu ketat dalam meniru fitur-fiturnya. Untuk itu ada OpenOffice, KOffice, dan GNOME Office Suite untuk MS Office, The GIMP untuk Adobe Photoshop, K3B untuk Nero. Namun ternyata tidak semuanya bertujuan untuk menggantikan aplikasi komersial yang sudah ada. Ada pula yang lahir sebagai pemenuh kebutuhan atas Linux itu sendiri. Misalnya, ada KDE dan GNOME. Ada pula Filesystem Hierarchy Standard, sebuah aturan untuk hirarki direktori di Linux, Ada pula freedesktop, sekumpulan alat yang bertujuan untuk menstandarisasi desktop di Linux. Selain itu, ada juga RPM untuk sistem pemaketan aplikasi di Linux.

(lagi…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.