Gugon Tuhon kok Diopeni Desember 3, 2005
Posted by fauzan.sa in Uncategorized.trackback
Belakangan ini teman-temanku mendapatku sebuah rekaman mp3 berisi cerita seram. Ceritanya tentang sekelompok peneliti yang mendengar jeritan dari neraka ketika mereka mengebor perut bumi. Yang bikin lebih seram, suara dari jeritan orang-orang tersebut berhasil direkam. Sebenarnya, sebelum teman-temanku memberitahuku tentang cerita ini, aku sudah pernah mendengarnya. Aku pertama kali mendengar cerita ini di milis sebuah partai Islam. Kalo dilihat dari isinya, pertama kali orang mungkin akan merasa terkejut dan tercengang-cengang. Tapi, saya merasa ada yang salah dengan cerita ini. Apalagi ketika cerita ini didahului dengan prolog panjang seorang ustadz mengenai azab qubur.
Cerita ini dimulai dengan prolog seorang ustadz. Dia menjelaskan tentang hadits-hadits dan atsar-atsar yang berkaitan dengan azab qubur. Diantaranya adalah masalah di manakah ruh orang kafir yang sudah meninggal, dan sebagian siksa qubur yang ditampakkan kepada manusia. Setelah prolognya selesai, dilanjutkan dengan cerita tentang Dr. Azzacov yang memimpin ekspedisi penelitian ke sebuah gurun di Siberia. Di sana, mereka melakukan pengeboran sedalam 14 km dan suhu pada mata bor mencapai 1100 derajat Celcius, Ndilalahnya, ketika mereka mereka mendengar suara aneh dari dalam tanah. Mereka kemudian mengambil mikforon dan merekam suara tersebut. Setelah diperhatikan, ternyata suara tersebut adalah suara jeritan orang. Seolah-olah jutaan orang berkumpul dan menjerit bersama. Anak buah Dr. Azzacov shock dan kaget karena mengira suara jeritan tersebut adalah jeritan orang dari neraka. Pagi harinya mereka melakukan pengeboran ulang. Dan ternyata, mereka melihat bayangan seperti kelelawar muncul dari dalam lubang. Cerita tersebut berakhir sampai di sini. Selanjutnya, ditunjukkan dalam rekaman tersebut, suara “jeritan dari neraka” yang berhasil direkam. Bahkan, sampai-sampai, untuk menunjukkan adanya lafadz Allahu Akbar, ada bagian tertentu yang diulang sampai tiga kali. Selain itu, sebagai pembanding, rekaman dari radio BBC dan sebuah rekaman berbahasa Arab ditunjukkan. Keduanya menunjukkan suara jeritan yang serupa dengan yang diperdengarkan pertama kali.
Yah, memang berita kontroversial dan sensasional selalu menjadi bahan pembicaraan orang. Entah itu benar atau tidak. Yang jelas, jenis berita seperti ini cepat sekali menyebar. Adanya cerita jeritan dari neraka (sang ustadz menganggapnya sebagai suara orang-orang dalam qubur yang disiksa) dimanfaatkan oleh ulama tertentu untuk lebih memperkuat iman kaum muslimin. Niatnya sih baik, tapi, niat saja tidak cukup. Caranya juga harus benar. Ikhlas aja nggak cukup, tapi harus juga disertai dengan ilmu. Trus, bagaimana masalah ilmu jeritan dari neraka ini? Marilah kita bahas bersama-sama.
Pertama-tama, sang ustadz memulai dengan sebuah prolog panjang. Dia menceritakan tentang hadits-hadits dan atsar-atsar yang berkaitan dengan adzab qubur. Sayangnya ada yang bermasalah dalam hal ini. Dia tidak pernah menyebutkan shahih tidaknya hadits dan atsar yang dipakai dalam prolog tersebut. Selain itu, dia juga tidak menyebutkan hadits dari dua Ahli Hadits terkenal, yaitu Sahih Bukhari dan Muslim. Dari satu sisi ini saja, argumen pendukung terhadap jeritan dari neraka tidak memberikan dukungan yang cukup kuat.
Yang kedua, berkaitan dengan tujuan dibacakannya prolog tersebut. Prolog tersebut dibacakan, dengan tujuan untuk mendukung dan membenarkan fenomena jeritan dari neraka. Ketika kita mempelajari dan mengimani tentang adzab qubur, maka yang pertama kali harus dilakukan adalah, kita mempelajarinya dari Al-Qur’aan dan Hadits Sahih. Karena, masalah qubur adalah masalah ghaib. Yang dilakukan oleh sang ustadz, dia mendengarkan dulu rekaman tersebut, baru menyusun sebuah prolog untuk mendukung kebenaran prolog tersebut. Hal ini jelas nggak benar. Ustadz tersebut telah terlebih dahulu memiliki prasangka tentang adzab qubur, baru dia mencari hadits-hadits yang sesuai. Bukan hadits-hadits yang shahih.
Yang, ketiga lagi-lagi masalah prasangka. Andaikan kita tidak mendengar cerita tentang Dr. Azzacov dan kemudian mendengarkan suara jeritan tersebut, akankah kita akan tahu bahwa itu adalah suara jeritan dari neraka? Saya yakin tidak. Suara-suara semacam itu bisa berasal dari apa saja. Dan bisa direkayasa oleh siapa saja. Hanya dengan suara itu saja, tidak bisa membuktikan apakah itu suara jeritan dari neraka atau bukan. Kalopun itu benar suara jeritan orang, kita nggak bisa tahu pasti apakah tempatnya di neraka ataupun di alam qubur. Ada yang lebih parah tersebut. Ustadz tersebut mencoba bermain asumsi dengan mencari-cari lafadz Allahu Akbar di dalamnya. Padahal, ketika saya dengarkan benar-benar, yang ada hanya suara pendek yang nggak jelas bunyinya. Juga masalah bayangan kelelawar yang muncul dari dalam lubang. Dia mengasumsikannya sebagai lafadz Allah. Ini juga permainan prasangka yang menyesatkan.
Yang keempat, masalah materi rekaman tersebut. Perlu diadakan penelitian oleh seorang ahli audio untuk membuktikan keaslian rekaman tersebut. Apakah rekaman tersebut hasil rekayasa audio atau bukan. Walopun tidak bisa membuktikan apakah rekaman tersebut asli ato nggak, paling tidak kita tahu itu adalah asli dari rekaman, bukan hasil rekayasa audio.
Yang kelima, masalah ilmu geologi. Saya memang bukan ahli geologi, tapi saya heran terhadap dua hal dalam rekaman tersebut. Adakah memang benar ada yang bisa melakukan pengeboran sampai 14 km? Itu khan dalam banget? Alat secanggih apakah yang bisa mengebor sampai sedalam itu. Selain itu, suhunya mencapai 1100 derajat? Itu khan panas sekali? Mesin bor apa yang bisa tahan sampai sepanas itu? Trus, mikrofon apa yang bisa bekerja dalam suhu yang sangat panas itu? Saya memang bukan ahli geologi, jadi untuk masalah ini lebih baik ditanyakan kepada ahli geologi atau geofisika saja. Sayangnya, kita tidak tahu persisnya kapan cerita ini terjadi, sehingga kita tidak bisa menentukan apakah teknologi yang dipake dalam cerita tersebut sudah bisa mengebor sedalam itu ato nggak.
Yang terakhir, the origin of history. Kalo dalam ilmu hadits, berarti meneliti sanadnya. Padahal, sanad ini yang paling penting dalam ilmu hadits. Kalo sanadnya tertolak, maka hadits tersebut tidak diakui. Begitu juga dalam cerita ini. Kalo asalnya tidak jelas, mendhing nggak usah diakui saja. Dalam milis yang sama, saya mendapatkan sebuah balasan atas pertanyaan masalah jeritan dari neraka ini, yang menunjukkan ke sebuah link truthorfiction.com. (Lebih baik anda membacanya). Ternyata, yang mengejutkan, cerita ini berasal dari orang-orang Nasrani! Cerita ini sudah muncul sejak sekitar tahun 90-an, dan entah kenapa baru akhir-akhir ini muncul kembali. Di dalam situs itu diceritakan, penyelidikan mereka untuk melacak sumber berita ini telah gagal. Dari media Nasrani ke media Nasrani yang lain, cerita ini coba dilacak. Tapi, semuanya berakhir kepada pencarian tak berujung. Tidak ada yang pernah tahu sumber asli cerita ini. Yang jelas, dalam situs ini tidak ada suara rekaman mp3. Entah bagaimana penerima sumber berita ini, mendapatkan rekaman mp3 jeritan dari neraka tersebut. Yang saya heran, bagaimanakah sebuah cerita yang tadinya tidak punya bukti audio, berubah menjadi mempunyai bukti audio?
Yah, begitulah ketika kita tidak hati-hati mengutip sumber berita. Akhirnya, kita jadi orang-orang yang mudah dibodohi oleh cerita bohong menyesatkan. Apalagi ketika kita mengutip hadits-hadits untuk mendukung cerita ini. Bisa-bisa, ketika cerita ini terbukti salah, alam qubur milik orang Islam jadi terseret ikut-ikutan disalahkan. Namun, tidak semua cerita-cerita semacam ini selalu bisa dianggap bohong. Apalagi ketika kemunculannya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah. Misalnya kayak cerita dalam sinetron Rahasia Ilahi. Kalo kemunculan suatu kasus banyak dan konsisten, maka cerita itu bisa dijadikan dasar hukum. Misalnya, cerita tentang koruptor tanah yang kuburnya tidak pernah cukup. Kalo banyak kasus terjadi seperti itu, bolehlah cerita itu kita percaya dan kita ambil hikmahnya. Namun, kalo cerita itu hanya diceritakan oleh satu orang saja, saya nggak akan menjadikannya sebagai dasar hukum. Apalagi untuk memperkuat iman orang lain.
if u don’t know nothing either, just dont talk to much,
tolong kirimin file mp3-nya dong, jd penasaran aku..!!
benereannnnnnnnnnnn ga seh jd tatut……..
kalo dasarnya udah ga iman(percaya)apa saja bisa dijadikan alasan, orang arif itu bicara dengan ilmu, kalo anda pikir itu cuma rekayasa,apa anda punya buktinya, kumpulkan dulu baru bikin artikel lagi……….dasar dari suatu kepercayaan adalah iman, dasar dari agama ini adalah tauhid, dimana anda kuliah?perbaiki dulu tauhid anda, ulangi dulu ….ok dan yang terpenting tanya hati nurani anda? kalo sudah tidak yakin ya out aja, be honest aja deh…..setiap perbuatan, perkataan kita akan dipertanggung jawabkan kelak, so ati-ati aja de…….
Orang Arif itu bicara dengan ilmu, Ustadz tadi tidak bicara dengan ilmu, wong dia bukan ahli audio ataupun multimedia, apalagi ahli geologi…gitu mas Nieno. saya beriman tidak dengan hal-hal bombastis namun berbau penjerumusan n pendangkalan akal.
Buat mas Fauzansa: pengeboran terdalam memang bisa mencapai 14 km, alat sounding di dasar sumur juga ada, untuk mengurangi suhu bawah permukaan disuntikkan lumpur ke dalam sumur, sekaligus untuk mengurangi keausan bit (mata bor). Yang saya heran, masa di Siberia ada gurun ,mungkin anda salah mengutip, setahu saya Siberia itu isinya tundra.
Buat mas Nieno: anda tak mau mengakomodasi perbedaan pendapat ya? (semoga saya salah). agama bukan barang kaku, ada kesan anda menerapkan hukum take it or leave it, gelem yo ngene ra gelem yo wis. Apakah nabi dulu mengajarkan seperti itu?
Ustadz-ustadz tadi maksudnya benar, tapi caranya kurang baik dan terkesan asal (othak-athik gathuk), itu hal wajar, wong mereka juga manusia yang bisa salah. Kalau kita memang punya ilmu untuk membenarkannya mengapa tidak?
kalo benar kirimin dong file mp3-nya
Assalamualaikum….! Saudara-saudara di Indonesia
Untuk Saudara Fauzan & yang lain-lain, kami (khususnya saya) dari Malaysia juga ada mempunyai Audio dalam bentuk ‘Real Player’ (yang saya download sendiri dari Website asal) rakaman yang dibuat oleh Dr Azzacove seorang Scientist (Geologist) dari Russia semasa membuat kajian geologinya di Siberia. Dr. Azzacove membuat penggerudian dan menurunkan microphone ke bawah adalah bertujuan untuk mendengar dan mengkaji pergerakan ‘Plate Bumi’ (Plate Movement Sound). Kedalaman penggerudian (drilling) adalah 2000 kaki (feets) dan temprature nya 2000 degree ferenhait. Bila Alat Gerudi (yang saudara sebut sebagai ‘BOR’) sampai ke paras 2000 kaki pusingan alat penggerudi tadi jadi meliar….. dan untuk cerita seterusnya layarilah website : http://www.geocities.com/hyperdigm/hellhole.html (Saudara dan sesiapa saja dapat download Suara yang dirakam oleh Dr. Azzacove di Website ini) Suara yang terdapat dalam website ini dalam format Real Player (ra) saudara boleh convert ke format mp3 dengan menggunakan Jet Audio.
kalaupun lah itu rekayasa manusia, apakah anda gak sadar kalau yang rekayasa aja seperti itu apa lagi yang aslinya. akhir-akhir ini Allah telah menampakkan kekuasaanya. Apa sih yang gak bisa dilakukan Allah untuk menunjukan kekuasaanNya. jadi intinya azab kubur itu ada, dan memang benar itu adalah suatu yang ghaib. Tapi kalau Allah berkehendak ingin menunjukan yang ghaib itu, anda mau apa?
Allahuakbar, Allah maha besar. Sebaiknya kita tidak hanya mennggunakan otak untuk berpikir, tapi gunakan hati dan iman.
sekian, wassalam.
iya…setuju…
mari kemabli ke jalan yang benar
Assalammualaikum Wr wb
Yang jelas Siksa kubur itu ada,dan saya sangat sependapat dengan mba annisa Chita, Allahuakbar.semoga dengan adanya berita ini manusia kafir,setengah kafir, murtad, Sombong pokoknya yang sebangsanya mendapatkan hidayah dari Allah SWT
Amiiiiiin
Wassalam
ngaranng bebas ya…
namanya hidayah itu bukan asal datang dangan sebuah berita bohong. sebuah awal yang salah tidak membawa pada keimanan, tapi cuma ketertipuan.
kalau Antum masih suka percaya dan mengimani serta beriman dnegan cara yang “aneh-aneh” dan ghaib, baiknya segera jadi umatnya Sai Baba atau David Copperfield, lebih shakti lagi, gak cuma nyebar mp3 tapi membuktikan secra nyata kesaktian dan keajaiban mereka.
hehe… hari gini masih mau dininabobokan sama hoax?
ford dealer houston tx
SebEnarnya Mungkin Maksud dari Penulis ada benArnya Juga aGar kIta tidak tertipu…….tp jg tidak sEpenuhnya membenarkan tulisan penulis
Jadi Netral aja lah…
tetapi yg Namanya Kebesaran Alloh dan Hidayahnya tu datangnya tidak bisa kita ukur dan kira-kira ato dengan cara apapun…
Inget Alloh kan juga Goib,,,Kita sBgai Muslim mesti wajib Prcya kepada yg goib cZ tu kan jg Masuk ke rUKUN IMAN….
BANYAKIN DUNK SERITA – SERITA ISKANINYA BIAR ORANG-ORANG TAMBAH YAKIN TTG KEJADIAN YANG ALLAH BERIKAN KEPADA KITA
MAAF SALAH TULIS, MAKSUDNYA CERITA ISLAMINYA. HEE………….. MAAF SIH
Islam masih banyak mengajarkan hal-hal yang logis. Kita pun harus kritis, ga gampang tertipu oleh hoax. Tambang terdalam di dunia adalah TauTona di Afrika Selatan (silahkan baca Wikipedia) yang dalamnya cuma 3.6 KM. Bila ada orang yang bisa menggali nyampe 14 KM kayaknya akan dikenal di dunia. Paling tidak kita harus hati-hati terhadap informasi yang tidak ada yang yang mau bertanggung jawab terhadap informasi tersebut. Kita juga penasaran, penambang tersebut namanya siapa? Perusahaannya apa? karena kita juga tau, ngegali nyampe 14 Km mah bukan kerjaan orang iseng. Yang jelas, saya ga tega kalau agama saya jadi bahan tertawaan oleh orang-orang yang memang telah menciptakan hoax tersebut. Ingat, audacity bisa diperoleh dengan mudah. Wallahu alam.
Tau Tona itu tambang terdalam untuk open mine (untuk tambang batubara, batumulia, permata, emas, dll), kalau untuk ngebor-ngeboran minyak itu sudah nyampe lebih dari 10 km, (silakan belajar tentang mining dan drilling).
Sorry kalau oot..tapi ini hanya mengingatkan info yang salah.
OK, Terima Kasih… Info nya “Baru nyampe 10 Km” Tapi bukan 14 Km kan? Dan saya baca juga di salah satu situs Nasrani, ternyata rekaman tersebut dijadikan alat pembenaran mereka, tentu saja mereka tidak menganggap tentang bunyi samar “Allahu Akbar” (orang yang disiksa bagusnya istigfar ya? atau takbir). Oya, saya juga baru cari kata kunci “Azzacove” di Wikipedia, ko ga dikenal ya. Dia kan orang hebat… yang telah menggali sampai 14 Km. Bahkan sambil ngerekam suara pada suhu 2000 F. Ngomong-ngomong dalam sistem periodik, zat padat apa sih yang bisa bertahan di suhu tersebut. Wabillahitaufiq wal hidayah…
Lebih dari 10 km mas/mbak, jadi bisa sampai 14 km an. Saya juga gak percaya tentang hal cerita-cerita padanya….
Material padat yang tahan pada suhu 2000 degF, banyak tuh, kerak bumi yang dibor itu juga padat, bit (mata bor) nya padat, inti bumi juga padat lho (Nickel dan Ferrum). Tapi untuk material elektronik buatan manusia yang untuk ngrekam saya gak tahu, tanya saja orang teknik elektro…Thanks…
setuju,..,meningan baca yang jelas kebenerannya.Masyarakat islam harus maju!!!!
hello… Saya Mahendra…
Semua itu adalah rahasia Tuhan, kita telah diberi kesempatan untuk sekedar tahu tentang rahasiaNYA…jadi pergunakanlah dengan baik…Buat semua itu sebagai perenungan untuk menjadi manusia yang lebih baik…
Terlepas dari benar dan tidaknya.. Hal seperti ini jgn menjadi bahan perpecahan diantara umat Islam sendiri. Itu yg pertama. Yang kedua, masih banyak hal yg lain yg harus kita pikirkan. Sibuklah memperbaiki diri. Klo cerita itu benar, kita kembalikan ke diri kita sendiri. Apakah kita termasuk yg mengalami spt apa yg diceritakan..? Klo pun salah, biarlah kita ambil sisi positifnya aja.
Intinya masih banyak hal2 prinsip yg harus kita perhatikan. Yg paling disesalkan adalah ketika kita menganggap diri kita benar dan menyalahkan sebagian lain dikarenakan hal2 yg masih samar.
Salut untuk penulis karena sudah membuka wacana seperti ini kepada kita terutama kepada saya. Yang haq adalah milik Allah Swt. Wallahu’alam..
Maaf kalau membangunkan post lama. Menurut saya, ada yang benar, ada yang miss juga.
Silakan cek:
http://en.wikipedia.org/wiki/Well_to_Hell_hoax
Untuk informasi lebih lanjut tentang Project Kola Superdeep Borehole silakan buka:
http://en.wikipedia.org/wiki/Kola_Superdeep_Borehole