Jangan Mau Dipuji Desember 26, 2005
Posted by fauzan.sa in Uncategorized.6 comments
Apakah yang pertama kali terpikir atau terasakan ketika anda dipuji oleh orang lain? Ketika misalnya orang tersebut bilang pada anda, “Wah, anda baik sekali”. Atau, “kerja anda bagus”? Kalo saya, saya akan merasa senang dan bangga. Saya akan merasa dihormati dan dihargai. Saya akan terus mengingat-ingat kata pujian tersebut hingga saya yakin bahwa saya memang layak dipuji. Saya kira nggak hanya saya. Semua orang pastinya juga begitu. Ketika orang dipuji, dia merasa senang dan bangga. Tentunya dalam kondisi normal lho. Bukan dalam kondisi ketika dia merasa bahwa apa yang telah dia lakukan jelas-jelas bukan suatu yang bagus. Kalo begitu, maka dia akan marah ketika dipuji.
Mintalah Fatwa Pada Hatimu Desember 23, 2005
Posted by fauzan.sa in Uncategorized.4 comments
Salah seorang teman saya meminta saya menyuruh saya untuk melakukannya. Memang sih, redaksi kata-kata tersebut berasal dari Rasulullah SAW. Tapi, saya nggak bisa melakukannya. Soalnya, saya nggak begitu kenal dengan yang namanya hati. Dalam fikiran saya, hanya ada dua jenis data, yaitu prasangka dan ilmu. Ketika dia menyuruh saya melakukannya sebagai alternatif menggunakan ilmu, itu berarti dia menyuruh saya menggunakan prasangka. Eh, tampaknya tidak seperti itu. Bahkan dia menyuruh saya menggunakan hati untuk menggantikan logika. Padahal, saya tahu, kalo nggak ada logika, nggak ada hal yang bisa diputuskan. Semua orang bisa seenaknya sendiri. Nggak ada yang namanya standar kewarasan. Yang saya tahu hati itu dekat dengan perasaan. Sedangkan perasaan itu susah dipisahkan dari nafsu. Meminta fatwa pada hati, berarti meminta fatwa kepada sesuatu yang dekat dengan nafsu. Padahal, nafsu lah yang harus dikendalikan oleh logika dan akal. Bukannya logika dan akal yang harus dikendalikan oleh nafsu.
Belief versus Knowledge Desember 23, 2005
Posted by fauzan.sa in Uncategorized.1 comment so far
Saya pernah membaca artikel karya Stephen D. Schafersman. Dia adalah seorang dosen geologi di Miami University. Waktu itu, saya mencari artikelnya dalam rangka menyusun kurikulum untuk pendidikan menulis di TSC. Ada hal yang membuat saya tertarik dalam artikel yang ditulisnya tahun 1997 tersebut. Dia bilang, belief dan knowledge itu nggak bisa dibedakan. Terjemahannya, iman dan pengetahuan itu nggak bisa dibedakan. Kalo saya fikir-fikir, yang dia bilang itu ada benernya juga. Kadang-kadang memang, belief sama knowledge itu bedanya sangat tipis. Setipis sutera dibelah tujuh (emang ada?).
Jaya’s Manifesto Desember 23, 2005
Posted by fauzan.sa in Pengumuman.4 comments
Sebenarnya saya juga nggak tahu arti manifesto. Saya cuman kira-kira aja. Kalo nggak salah, artinya pernyataan sikap. Nah, arti itu yang saya pake di sini. Tapi, sebenarnya kalo dibilang pernyataan sikap juga kurang tepat. Soalnya, kalo pernyataan sikap itu biasanya pendek-pendek dan tegas. Nah, rencananya yang mau saya tulis ini agak panjang dan nggak tegas. Saya pake judul manifesto biar keren aja. Sebenarnya, ini bukan pernyataan sikap tentang diri saya secara umum. Tapi, lebih khusus kepada sejarah blog ini.
Pakai Akal Donkz! Desember 15, 2005
Posted by fauzan.sa in Uncategorized.16 comments
Beberapa orang Islam takut dengan yang namanya logika dan akal. Tingkatannya beragam sih. Mulai dari yang menyuruh untuk menjauhi, membatasi pemakaiannya, sampai mengharamkan secara total. Menurut saya, hal ini aneh dan lucu. Ketika Al-Qur’aan banyak berbicara tentang ‘aql, ‘ilmu, fikr, dan fiqh, orang Islam malah mencoba menjauhinya. Bahkan mereka selalu mengkait-kaitkannya dengan filsafat orang Yunani. Yah, memang ada banyak kesamaan, tapi tidak seluruhnya sama. Bagi saya, filsafat Islami adalah sesuatu yang mungkin. Tidak hanya mungkin bahkan. Tetapi, filsafat Islami adalah sesuatu yang selalu digunakan oleh ulama dalam memutuskan hukum dan mengambil kesimpulan, tapi, mereka sendiri tidak sadar. Soalnya, mereka tidak pernah pake kata filsafat. Sebenarnya, masalah logika dan akal bukanlah masalah yang terlalu rumit. Apalagi ketika dikatakan penuh dengan prasangka. Tidak. Bukan yang seperti itu. Logika dan akal adalah sesuatu yang selalu menafikan prasangka. Masuknya sebuah pernyataan prasangka ke dalam logika, akan mengakibatkan rusaknya pernyataan yang dibangun.
Akulah Pusat Dunia! Desember 6, 2005
Posted by fauzan.sa in Uncategorized.4 comments
Pernah dengar tentang teori alam semesta di jaman Yunani? Waktu itu, ada bermacam-macam teori yang dikemukakan. Ada geosentris, ada heliosentris, dan ada juga antroposentris. Antroposentris? Manusia sebagai pusat dunia? Teori dari mana lagi itu? Aku juga nggak tahu. Aku cuman pernah dengar teori itu. Yah, memang, kadang-kadang filsuf punya fikiran aneh. Coba saja ide mereka tentang partikel. Partikel kubus, partikel limas, partikel bola, semuanya itu ide mereka tentang partikel yang menyusun alam. Gara-garanya, mereka itu suka sekali berfikir, tanpa terlalu banyak mempertimbangkan bukti empiris. Hasilnya lebih sering hipotesis-hipotesis, bukan sebuah bukti ilmiah. Mungkin, karena mereka belum kenal metode berfikir ilmiah saja.
Gugon Tuhon kok Diopeni Desember 3, 2005
Posted by fauzan.sa in Uncategorized.23 comments
Belakangan ini teman-temanku mendapatku sebuah rekaman mp3 berisi cerita seram. Ceritanya tentang sekelompok peneliti yang mendengar jeritan dari neraka ketika mereka mengebor perut bumi. Yang bikin lebih seram, suara dari jeritan orang-orang tersebut berhasil direkam. Sebenarnya, sebelum teman-temanku memberitahuku tentang cerita ini, aku sudah pernah mendengarnya. Aku pertama kali mendengar cerita ini di milis sebuah partai Islam. Kalo dilihat dari isinya, pertama kali orang mungkin akan merasa terkejut dan tercengang-cengang. Tapi, saya merasa ada yang salah dengan cerita ini. Apalagi ketika cerita ini didahului dengan prolog panjang seorang ustadz mengenai azab qubur.