jump to navigation

Tidak Ada Pacaran Islami (Between Myth and Fact) November 9, 2005

Posted by fauzan.sa in Tulisan Luar.
trackback

Pacaran sebuah kata yang sangat menarik untuk dibicarakan. Sekan tak ada usainya, sepanjang roda dunia ini masih berputar. Pro-kontra mengenainya pun sudah ada sejak pacaran itu sendiri ada, yang menurut saya sudah ada sejak diciptakannya Hawa –ibu bangsa manusia. Adalah hal yang wajar bagi generasi muda untuk selalu ingin tahu tentang segala sesuatu, bahkan akan menjadi aneh bila orang muda tidak ingin banyak tahu. Demikian juga tentang pacaran, generasi muda Islam saat ini pun seringkali menanyakan hal pacaran. Namun kebanyakan yang ditanyakan adalah mengenai fikih pacaran. Intinya kebanyakan mereka bertanya, “Sebenarnya boleh tidak sih, pacaran itu?�? atau, “Ada tidak sih pacaran yang Islami itu?�? dan pertanyaan lain yang senada. Jawaban sang ustadz pun berbeda-beda. Ada yang dengan keras melarang dengan mengatakan “Pacaran itu haram!�? ada juga yang agak “remang-remang�? boleh lah asal tidak kebangetan. Namun saya sangat tertarik dengan jawaban Ustadz Wijayanto mengenai pertanyaan ini. Beliau menjawab pertanyaan itu dengan jenaka dan diplomatis, “Dalam Islam tidak ada larangan maupun anjuran untuk berpacaran. Tidak ada dalil yang mengatakan ‘wala pacaranu inna pacaranu minassyayatiin’ atau ‘fapacaranu, inna pacaranu minattaqwa’ .�? Saya sepakat mengenai hal ini, karena memang pacaran itu sendiri tidak jelas definisinya. Cobalah Anda tanya pada beberapa anak SMP atau SMA dari berbagai komunitas dan kelompok. Pasti akan muncul berbagai definisi berbeda mengenai pacaran. Ada yang bilang pacaran itu jalan bareng sama seseorang yang kita cintai dan mencintai kita. Wah berarti jalan bareng sama bapak ibu juga pacaran dong? Yang lain bilang pacaran itu menyepi, ngobrol berduaan dengan kekasih hati. Nah yang ini malah sering dilakukan sama Pak Ustadz dan santri-santrinya saat sepuluh hari terakhir Ramadhan, alias iktikaf. Ada juga yang bilang pacaran itu ketemu dengan orang yang kita cintai, entah rame, entah sepi, pokoknya ketemu trus ngobrol, bertukar pikiran, atau diskusi. Naah… yang ini malah mirip acaranya anak-anak TSC* saban sore tuh! Sementara yang lain bilang pacaran itu jalan bareng, makan, atau nonton, atau shopping di mall bareng kekasih hati. Yaaa… yang ini sih acaranya anak borju, kelaut aje…. So, karena gak ada definisi jelas tentang pacaran, maka hukum pacaran sendiri jadi gak bisa begitu saja diputuskan. Kata Dr. Yusuf Qardhawi jangan mudah mengharamkan sesuatu, apalagi yang belum jelas definisinya. Nah, sekarang coba kita rumuskan definisi umum pacaran, alias akan adakah benang merah yang dapat kita tarik dari timbunan terigu kebingungan kita. Atau tepatnya, kita mencoba mencari irisan dari semua himpunan definisi yang tadi udah kita cari, yang ternyata jumlahnya banyak dan beda-beda semua. Akan saya coba rumuskan bahwa pacaran itu adalah interaksi antara dua orang manusia berbeda jenis kelamin yang saling mencintai sebelum menikah. Karena dari berbagai definisi tadi yang cukup mewakili untuk disebut sebagai irisan adalah kata interaksi, saling mencintai dan berlainan jenis kelamin, serta belum menikah. Atawa kita sebut aja interaksi pra-marital dengan dasar saling ketertarikan atau saling mencintai. Nah dengan definisi ini akan mudah bagi kita untuk mengetahui hukum pacaran itu, atau adakah pacaran yang Islami itu. karena sekali lagi dalam Islam tidak pernah diatur, atau ada dalil yang melarang “pacaran�?. Yang ada dalam Islam adalah aturan-aturan dalam berinteraksi dengan manusia. Bagaimana kita berinteraksi dengan orang tua, dengan teman, guru, Nabi, semua ada aturannya dalam Islam. Interaksi yang sesuai dengan kaidah Islam berati Islami, sementara yang tidak sesuai adalah tidak Islami. Dengan definisi dasar bahwa pacaran itu adalah interaksi dan saling mencintai, maka pacaran secara dasar hukum adalah netral. Karena interaksi dalam Islam itu adalah netral, akan tergantung bentuknya. Sementara tidak ada larangan bagi umat Islam untuk mencintai lawan jenisnya. Dengan demikian sekali lagi pacaran adalah netral, tergantung bagaimana kita melakukannya. Dengan netralnya pacaran, berarti pula ada pacaran yang Islami dan ada pacaran yang tidak Islami. Lebih lanjut lagi jika kita tinjau dari segi asal kata, pacaran berasal dari kata dasar “pacar�?, yang artinya kurang lebih adalah seseorang –lawan jenis tentunya- yang kita cintai namun belum menikah dengan kita. Maka semakin jelaslah bahwa pacaran itu adalah netral. Karena sekali lagi bahwa mencintai seseorang lawan jenis adalah tidak terlarang dalam Islam. Seperti kisah Umar bin Abu Rabi’ah tentang seorang pemuda Arab yang lagi jatuh cinta, yang dilukiskan dengan begitu indah di dalam buku “Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu�?, yang terkenal itu. Baca sendiri dah kisahnya, gak kalah romantis sama kisah Romeo dan Juliet yang fiksi itu. Selanjutnya pula berati pernyataan bahwa tidak ada pacaran Islami, atau tidak ada pacaran dalam Islam itu kurang tepat. Atau lebih tepatnya, adalah sepihak pernyataan yang menyatakan tidak ada pacaran Islami itu, karena setelah kita kaji lebih lanjut, ternyata kata pacaran itu sendiri bersifat netral, seperti halnya seni. Seni dalam Islam adalah netral, tergantung bagaimana kita melakukannya, bisa jadi seni itu haram, ketika seni tersebut tidak sesuai kaidah Islam, namun juga sebaliknya. Namun kemudian muncul pandangan baru yang menyatakan tidak boleh mencintai lawan jenis sebelum menikah! Sebuah pernyataan yang agak naif dan sulit untuk dibenarkan. Selain tidak ada dalil naqli-nya, juga sangat lemah dalam logika manusiawi. Sederhana saja, Nabi memerintahkan kita “Wanita-wanita dinikahi karena kecantikannnya, hartanya, nasabnya, dan agamanya….�? dan seterusnya sampai akhir hadits. Dari potongan hadits tadi dapat kita simpulakn bahwa Nabi menyuruh kita untuk memilih wanita –dalam hal ini untuk pria- yang akan kita nikahi. Apa artinya memilih? Memilih artinya mengunakan kecendrungan –rasa- untuk memutuskan pilihan dari beberapa variabel yang ada. Misalnya saja saat Anda ingin membeli mie ayam, dari sekian banyak warung mie ayam, Anda akan memilih warung yang paling Anda sukai (baca: cintai). Adapun mengapa Anda membuat pilihan itu, akan ada banyak variabel yang membuat Anda menentukan pilihan itu. Misalnya saja karena rasanya enak, warungnya bersih, atau karena penjualnya ramah. Nah akumulasi dari variabel yang Anda jadikan ukuran itu disebut rasa, hasrat, atau cinta. Artinya Anda lebih mencintai untuk makan mie ayam di tempat X ketimbang di tempat lain. Demikian juga dalam memilih pasangan hidup, Andapun akan punya banyak variabel yang menjadi ukuran dalam menentukan pilihan Anda. Misalnya saja, Anda memilih yang cantik –ini pun akan sangat subjektif, misalnya saja cantik menurut Anda adalah yang tinngi, semampai, manja dan imut-imut serta ceria-, yang muslimah, yang kaya, atau yang anak Pak Lurah. Nah akumulasi dari kriteria yang Anda jadikan ukuran inilah yang disebut dasar cinta atau sebab cinta. Anda akan lebih mencintai seorang gadis yang cantik, muslimah, kaya, dan anaknya Pak Lurah, ketimbang gadis lain yang tidak sesuai dengan kriteria Anda ini. Artinya apa? Tidak mungkin Anda memilih seorang istri atau suami tanpa mencintainya terlebih dahulu sebelum menikah! Jika tidak, maka Anda akan segera bercerai! Kisah ini sudah ada di zaman Nabi dahulu. Dimana perceraian rumah tangga seorang sahabat terjadi karena memang sang istri tidak mencintai sang suami. Seperti dalam kisah pernikahan Tsabit bin Qais dengan Habibah binti Sahl yang terpaksa harus berakhir karena Habibah tidak mencintai Tsabit. Dan ini diperkenankan Nabi. Artinya Nabi jelas menginginkan suatu rumah tangga itu dibangun atas dasar saling cinta. Nah untuk mencegah perceraian yang cukup tragis seperti ini perlulah sebuah pernkahan itu dibangun atas dasar saling mencintai. Sebenarnya inti dari resistensi kalangan aktivis yang menolak pendapat saya adalah, bahwa mereka menganggap terobsesi pada seseorang akibat cinta mendalam itu adalah sebuah dosa. Mereka menganggap bahwa mencintai seseorang sampe gak bisa tidur, gak doyan makan, adalah sebuah big sin, dosa gedhe. Alasannya, nanti kalao ibadah ntar jadi gak ikhlas, niatnya karena si yang dicintai itu, bukan karena Allah. Ujung-ujungnya ntar bisa syirik. Whii syerem gitu. Padahal kalau mau jujur, sebenarnya bukan cuma cewek or cowok kita yang bisi bikin niat kita jadi gak bener. Ustadz, babe, nyak, engkong, encing, dosen, murabbi, temen, jamaah di masjid, semua bisa bikin kita punya niat jadi gak lurus. Bahkan anak-anak dan preman yang nongkrong di pinggir jalan dan sering godain kita, saat kita brangkat ke masjid bisa bikin kita jadi brubah niat jadi arogan dan pengen dikatain “Tuh yang ahli surga, kerjanya ke mesjid mulu!�?. Sementara di dalam hati tanpa sadar kita bilang “Ntar loe pade jadi kerak nerake, gare-gare kagak pernah jamaah di masjid, mampus loe!�?. Artinya sale besar kalo menjadikan cinta kita pada kekasih kita menjadi satu-satunya penyebab utama melencengnya niat kita. Sementara itu gak pernah ada yang bingung dan ribut melarang kita punya murabbi, dosen, guru, temen, yang juga bisa bikin niat kita melenceng. Padahal kalau mereka membaca sejarah para sahabat, seharusnya mereka tidak mempunyai pendapat seperti itu, banyak juga para sahabat yang truly, madly, deeply, loving a woman. kita simak lagi sejarahnya Abdullah bin Abu Bakar yang begitu love-nya sama Atikah sehinga saat dipaksa bercerai (yang artinya saat itu Atikah bukan apa-apanya Abdullah, tidak ada ikatan pernikahan) oleh ortunya –yang khawatir Si Abdul jadi over loving her and forget Lord- jadi seperti orgil. Suka ndomblong di depan rumah dengan tatapan kosong, ra doyan maem, bikin syair tentang rindu. Toh gak ada yang nuduh Abdullah jadi rada sesat gara-gara itu. Malah akhirnya mereka dirujukkan kembali, artinya babenya Abdul tidak ngelarang cinta mereka. Ini juga menyangkal anggapan mereka yang mengatakan boleh cinta tapi tidak boleh mengekspresikannya sebelum menikah. Buktinya Abdul juga bikin puisi cinta, dan juga ekspresi sedihnya yang jelas menunjukkan kerinduannya pada sang kekasih hati. Dengar juga komentar sang Pintu Kota Ilmu, Ali bin Abi Thalib, saat pernikahan Atikah dengan Umar bin Khattab. Minta ijin sama si suami tuk sekedar nginjen manten perempuan and bilang, “Wahai wanita yang berada di tempat yang tinggi, aku bersumpah tak akan mengalihkan pandanganku darimu agar kulitku menguning…�? what a love?!! Belum puas? Baca kisah Umar bin Abdul Aziz yang terobsesi pada seorang budak yang cantik, walaupun akhirnya dia mengembalikannya pada keluarganya. Baiknya jangan menjadi orang yang ramutu dan mengingkari fitrah dan mengada-adakan dalil yang ngelarang kita mencintai lawan jenis sebelum menikah. Bahkan Utsman bin Affan pun berkata bahwa dirinya adalah seseorang yang amat suka pada wanita. Mencintai bukanlah sebuah dosa. Dosa itu adalah ketika kita, melakukan khalwat, bersentuhan, berkata-kata dengan menggoda, dan zina itu sendiri. Jangan ghuluw dengan membuat batasan-batasan yang tidak pernah disyariatkan oleh Allah dan RasulNya. Cukuplah apa yang Allah dan rasulNya berikan. Ikatan hati sebelum nikah bukanlah sebuah dosa. Dosa adalah perbuatan yang melanggar secara hukum fikih, dan dosa urusan Allah dengan hambanya. Ikatan hati selama dalam koridor syariat tiada berdosa. Namun muncul perdebatan lain. Mencintai lawan jenis akan mengalahkan cinta kita kepada Allah. Saya pikir ini sangat subjektif. Namun dapat kita ukur dengan mudah. Caranya? Mudah saja, ketika Anda mencintai seseorang, apa yang menjadi ukuran Anda untuk mencintainya. Misalnya saja Anda mencintai seorang gadis karena dia seorang gadis muslimah dan berjibab, suka mengaji dan berdakwah, santun akhlaknya. Jelaslah bahwa Anda lebih mencintai Allah ketimbang si gadis. Karena yang menjadi ukuran Anda untuk mencintai si gadis adalah ukuran-ukuran yang telah diberikan Allah. Ketika kemudian si gadis menjadi tidak berjilbab, nakal, dan urakan, maka cinta Anda pada si gadis akan luntur, dan Anda akan bilang pada si gadis, “Kalo Loe kagak berubah, kelaut aje….�? karena si gadis sudah tidak lagi sesuai dengan ukuran-ukuran yang Anda jadikan kriteria untuk mencintainya. Jika Anda memang mencintai si gadis lebih dari Allah maka akan mudah saja. Anda akan menerima si gadis apa adanya. Entah dia ndugal, urakan, pakaian mini, gaul bebas, gak peduli! Yang penting saya cinta dia. Naaah kalau sudah begini barulah cinta ini berbahaya, dan harus segera direvisi. Lain lagi dengan seorang teman saya. Dia mencintai seorang gadis namun karena si gadis ternyata baru memenuhi sebagian dari ukuran-ukuran cintanya, maka dia berkata pada saya “Saya tidak bisa mencintainya karena dia belum sesuai dengan ketentuan Tuhan saya.�? Kemudian saya bilang, “Lo, kenapa tidak Kamu buat dia menjadi sesuai dengan syariat Tuhan, ajarin dia dong! Ajak ngaji. Kan Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu kaum kecuali dia berusaha mengubahnya.�? Dia balas menjawab, “Saya takut saya mengubahnya bukan karena Tuhan saya tetapi karena saya mencintai dia.�? Kedengarannya teman saya ini benar. Namun coba Anda renungkan lagi, sebenarnya dia berbuat itu untuk siapa? Untuk si gadis atau untuk Tuhan? Saya akan dengan mantap bilang “Jika Anda berusaha mengubah dia agar sesuai dengan syariat Tuhan, maka Anda telah berbuat untuk Tuhan!�? mengapa? Karena apa yang Anda lakukan itu agar dia sesuai dengan kehendak Tuhan arinya jelas-jelas Anda lebih mencintai Tuhan ketimbang si gadis. Jika Anda berbuat itu karena si gadis, buat apa repot-repot mengajak ngaji dan sebagainya. Karena Anda kan segera meneriama si gadis apa adanya. Entah dia sesuai atau tidak dengan aturan Tuhan. Nahhh, setelah tulisan yang panjang dan bertele-tele ini, kembali kita ke judul utama. Ada tidak sih pacaran Islami itu? Saya akan berani menjawab ada! Jadi tidak tepat kalau banyak aktivis dakwah secara “madju tak gentar�? mengkampanyekan anti pacaran. Karena memang yang namanya pacaran itu adalah sesuatu yang netral. Lebih tepat kalau aktivis dakwah mengakampanyekan secara progresif tentang aturan berinteraksi di dalam Islam. Sehingga objek dakwah menjadi lebih tahu, apa sih yang boleh dan apa sih yang tidak boleh. Bukannya menambah kebingungan yang berujung sikap menolak dakwah karena apa yang dikampanyekan tidak jelas dasar hukumnya. Gimana? Setuju? Seandainya Anda tidak setuju maka marilah kita dialogkan, mungkin saja saya banyak kekurangan referensi dan kekhilafan logika. Sesungguhnya segala sesuatu itu kembali pada-Nya. Dan hanya Dia lah Yang Maha Benar, pemilik kebenaran sejati. Kita hanya mencoba mengais setetes kebijaksanaan-Nya di tengah samudera Maha Bijak-Nya. Semoga Tuhan mengampuni semua dosa saya, Anda dan saudara kita semua. And semoga saja tulisan saya ini ada manfaatnya… ciao!!! J * (Teladan Science Club, kelompok ilmiah remaja-nya SMU N 1 Yogyakarta yang sering disamperin sama anak-anak PSG) PageSevenGreen™ 2002 (hasil dialog sore hari dg WA)

Komentar»

1. Singularity on the Plane » Blog Archive » Alternatif Pacaran: Jodohan? - November 25, 2005

[...] Teman saya menulis blog berjudul “Pacaran? Basi Tau!“. Setelah itu dia memberikan ke saya artikel-artikel dengan judul “Tidak Ada Pacaran Islami (Between Myth and Fact)” dan “TERNYATA (KATANYA) PACARAN ISLAMI ITU ADA LHO!”. [...]

2. 2t - Desember 9, 2005

menolak kemudharatan lebih baik dari pada mendatangkan kemaslahatan. itu jika kita berada pada dua kondisi antara pacaran dan tidak pacaran islami. tentu saja tidak ada hadis yang menjelaskan tentang pacaran, karena pada saat itu hanya ada dua kemungkinan : nikah atau zina.
posisi Anda (penulis) pasti berbeda dengan orang-orang yang Anda tanggapi, sehingga komentar2 dan argumen yang ada terasa subjektif sekali. Hmmm… jadi ingin berdiskusi.
Kami, yang merasa berkewajiban beramar-ma’ruf nahi munkar, tidak ingin waktu dan tenaga terbuang sia-sia untuk hal-hak yang tidak bermutu. Masih banyak permasalahan umat yang harus dibadapi, dari sekedar repot-repot ngurus masalah hati.
Ruh yang kuat, yang dicari, hanya akan dicapai jika kami mampu membersihkan hati dari keinginan2 duniawi. Pantas saja jika mereka lebih memilih menghindari sesuatu yang mubah (yang jika berlebih2an dapat menimbulkan keburukan) maupun yang subhat (yang telah diperintahkan untuk dijauhi karena lebih dekat kepada haram).
Jangan lupa, selain dalil yang Anda sebutkan, ada juga dalil tentang larangan berikhtilat (bercampur baur antara pria dan wanita) apalagi sampai khalwat (berduaan dengan lawan jenis). Masya Allah, betapa Maha Cemburu-nya Allah.
Yang pasti, saya melihat, Anda masih harus banyak membaca buku dan literatur dari berbagai kalangan muslim. jangan terperangkap pada titik yang sama.
wallahu a’lam bishowaab…
mintalah fatwa pada hatimu. karena tidak selamanya logika itu benar….

3. Jaya’s Blog » Blog Archive » Pacaran? Basi Tau! - Desember 23, 2005

[...] « Liqo’ Nggak Wajib Tidak Ada Pacaran Islami (Between Myth and Fact) » Pacaran? Basi Tau! November 9th,2005 [...]

4. MuRad - Januari 4, 2006

Wah komentataot di atas berati sama sekali tidak membaca tulisan yg dikomentari taua dia tidak paham tulisan itu. apa2 yg dia katakan sudah dijawab semua di dalam tuliasn. kok bisa2nya dia mempertanyakan ttg larangan khalwat dan ikhtilat. Aje gile!!!
Lagian saya lihat basc pemikiran penulis artikel pacran between myth and fact jela sekali ingin meluruskan sebuah penyimpangan hukum yg terjadi. diman sebuah pengharaman dilakukan tanpa ada definisi yg jelas. Pacaran itu apa? kok bisa haram? yg haram itu sudah jelas, tidak perlu menarik2 asumsi yg sepihak dg alasan “menjaga hati” dan sebagainya yg absurd dan tidak sesuai ushul fiqh. dimana pengharaman itu harus jelas dan qath’i dalilnya. bisa dibaca bagaiman metoda Dr5 Yusuf qardhawi mendeterminasi hukum lagu dan nyanyian. disana beliau menunjukkan bagaiman sebuah hadits yg tidak secra qath’i mengaharamkan nyanyian td bisa dijadikan dalil untuk itu. apalagi untuk pacaran yg definisinya sangat beragam. anda tdk bisa menggunakan dalil larangan emndekati zina untuk pacaran, sangat tidak tepat. yg berat ya sepoerti yg sdh disebutkan dlm tulisan, bahwa yg dilarang itu: Khalwat, ikhtilat (u/ yg ini mohon baca bbrp hadits rwyt Muslim yg menunjukkan bhw ikhtilat adl kondisi di mana pria-wanita bersentuhan secra fisik dlm suatu keramaian), membuka aurat, berbicara merayu (sexually attracted), bersentuhan,
sementara apa yg anda keluhkan ttg “masalah hati” itu sangat tidak relevan untuk mengharamkan pacaran. urusan hati tdk bisa mjd standar hukum pengharaman.
Cinta haram sebalum nikah? carikan saya dalilnya!! tidak ada! Nikah bukan menghalalkan cinta tapi menghalalkan jima’. ini ada dalilnya. saya lupa bunyinya tp bisa saudara baca di bukunya M. fauzil adhim.
saya kira perdebatan ini akan lebih adil jika saudara berkenan melepaskan diri dari dogma ustad2 yg mengahramkan pacaran. cukuplah mjd objektif bila saudara bs menunjukkan dalil yg melarang pacaran itu secara qath’i

rudi jogja - Desember 9, 2009

nah kalo pacaran neh …gak ada habisnya ngebahas tiap kali di bahas jatuhnya gitu2 juga mending di nikmati ajalah,yg penting pacaran ada batas2 aja gak harus grusakgrusu yg endingnya wanitalah yg jadi korban kasian tho.pacaran model islami lah yg enak jadi kita bisa saling mengisi satu sama lain ilmu agama mungkin bagi dianya [cewe ato pun cowo ]kurang bisa saling mengingatkan hal itu akan lebih bagus jadi semua kalo ngikutin negara kita akan jadi negara moeslim sejati.ayoooo..pacaran secara islami aja

5. fajar - Maret 29, 2006

setuju

6. mehmed - April 22, 2006

great,the person who can tells us about mars and venus

7. Syarifah - Juni 23, 2006

Wallahu ‘alam bish sawab……..

Yang jelas sy tau bhw tdk ada dalil yang mengatakan larangan u/ brpacaran…kecuali pacaran tetapisbg sarana u/ berzinah..

Nah, apabila ada insan yang memanfaatkan kt pacaran dg cr islam (krn mrk menganggap tdk adanya dalil yg menyatakan mngenai larangan pacaran) tp mrk menjadikannya sbg sarana u/ pemuas nafsu mereka…. Baru itulah yang dikatakan sebagai HARAM dan DOSA BESAR….

Melainkan adanya dalil tentang dilarangnya u/ para wanita dan pria (bukan muhrimnya) berada di suatu tempat tertutup krn dapat mnimbulkan fitnah dan juga zaniya (zinah). Bukan tentang pacaran. Tp bagaimana pun juga tiap2 kita harus bs membedakan mana yang benar dan mana yang tidak.

Karena sesungguhnya cinta itu hanyalah milik Allah azza wa jalla semata….dan kita pula harus menyerahkannya kembali rasa cinta kita kpd Allah….

8. Aishy Albanna - Agustus 19, 2006

setiap orang yang mengaku beragama islam…
pasti mengucapkan kalimat syahadat…
n sudah pasti tau…hal itu berarti kita yakin bahwa satu2nya tuhan adalah Allah SWT…dan Rasulullah adalah utusan Allah…
salah satu ciri muslim yang baik adalah meletakkan Rasul sebagai Suri Tauladan…

nah yang namanya teladan itu wajib dan harus ditiru…
karena Rasulullah ga pacaran sebelum nikah…
maka saya memilih mengikuti beliau…
coz apa apa yang dicontohkan beliau adalah segala hal yang terbaik

” orang cerdas adalah orang yang bekerja secara profesional, sedangkan kerja profesional itu adalah menyelesaikan masalah tanpa membuat masalah baru ” so ga pacaran termasuk salah satu solusi mencegah terjadinya zina…

“islam memang solusi untuk setiap permasalahan dan kondisi”

” Rasul aja ga pacaran…kenapa saya harus pacaran???”

Amin rahwati - April 21, 2012

Yang gak pacaran setelah nikah keenakan e e h cari Istri2 lg..napsux minta ampun.amit2 deh,gak nyambug bagiku sbg wanita anti polygami

9. ali zainal abidin - Agustus 24, 2006

islam melarang berkholwat, melarang menyentuh selain kulit mahrom(rasul sendiri mengatakan bahwa dirinya labih baik disentuh didihan besi, dari pada menyentuh yang bukan mahromnya), islam juga melarang berkomunikasi dan melihat, lewat apapun terhadap lawan jenis jika ditakutkan menimbulkan fitnah. karena islam menyadari betul akan adanya syahwat dalam tubuh manusia. merekayang menolak tidak diperbolehkannya pacaran mungkin mereka itulah aktivisnya. dan mungkin ALLOH SWT tidak ingin memasukannya kedalam keridhoannya(keSYURGAnya).
bagi mereka yang ingin tetap berpacaran, lebihbaiknya masuk kedalam bingkai pernikahan saja. kalo udah begitu, terserah mao berbuat apa aja. atau jika ingin mengenali calon pasangan, lewat KHITBAH !!!!…..dan yang ditanyain bukan objek(pasangan)nya. karena bisa saja si doi bohong. baiknya tanyain aja ortu, guru saudaranya, atau teman akrab yang bisa dipercaya ooooooooookeeeeeeeeeeeeeee!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

10. ali zainal abidin - Agustus 24, 2006
11. Destie - September 20, 2006

saya ngga tau apa-apa tentang dalil-dali yang melarang unuk pacaran, saya hanya tau dari guru maupun uztad yang sering ceramah untuk saya. Memang sih mereka semua bilang kalo pacaran itu ngga boleh dan haram hukumnya, karena apa-apa yang dilakukan dalam pacaran itu adalah Zina. walaupun ada yang bilang Pacaran itu boleh tapi harus menikah dulu. saya termasuk orang yang berpacaran, akan tetapi pacaran yang sehat. dan saya mencoba dalam gaya pacaran saya itu untuk tidak melakukan zina sedikit pun. tetapi untuk tidak melakukan zina itu tidak hanya dalam pacaran saja, bahkan dalam kehidupan sehari-hari kita. zina itu tidak hanya zina yang secara langsung kontak fisik, tetapi zina itu banyak sekali macamnya seperti zina hati, zina mata, zina tangan dan semacamnya. dalam pacaran saya memang tidak sering bahkan hampir tidak pernah bertemu secara langsung atau atap muka, yang sering kami lakukan hanyalah ngobrol di telpon maupun SMSan, tapi kata-kata yang kami bicarakan tidak romantis dalam arti kata tidak ada kata merayunya. saya sendiri juga bingung itu termasuk Zina atau bukan tapi yang pasti Kemungkinan besar orang yang pacaran maupun tidak dan sebatas suka aja itu akan melakukan zina yaitu zina hati. Jadi Intinya gimana sih agar kita hidup Tanpa Zina apa pun di DUNIA ini? Walaupun kita tidak berpacaran tetap saja kita akan melakukan zina hati jika kita bertemu ataupun tidak bertemu dengan oranng yang kita suka.

Makasih yah….. udah mau di baca. Walauoun mungkin isinya ngga berbobot atau kurang menarik. saya hanya ingin meminta penjelasan.

12. Amanah - September 23, 2006

Saya akhirnya jadi bingung…Sebenarnya dalam islam pacaran tu boleh ga?

Namun, kalau menurut kata hati saya sih, lebih berat ke ga pacaran..

Kalaupun pacaran ya hanya sebatas mengenal dia dan keluarganya secara lebih..

Insya Allah kita semua diberikan Allah yang petunjuk mengenai pacaran itu sendiri dan diberikan kekuatan untuk menghindari zina dan hal-hal yang menjerumuskan kepadanya.

Karena saya yakin Allah akan memberikan yang terbaik untuk hambanya yang beriman…

Semoga Allah memasukkan kita ke jalan yang lurus dan penuh kebahagiaan..

Allah Maha Besar…

13. Djihadul Mubarok - Oktober 10, 2006

saya sepakat kalau ada pacaran islami.
memang yang penting adalah bagaimana dalam berpacaran.
bukan langsung mengharamkan begitu saja.karena Allah pun akan murka ketika kita mengharamkan sesuatu yang Allah SWT halalkan buat hambanya.
Pacaran sesuatu yang netral seperti kita memiliki harta atau anak. Pacaran bisa menjerumuskan kita ke lembah dosa begitu juga memiliki anak dan harta bisa menjerumuskan kita ke lembah kenistaan dan dosa (Karena Harta dan Anak bisa menjadi fitnah)
Kalau Pacaran itu diharamkan, berarti mempunyai anak dan harta haram donk….:)
Wallohu a’lam Bishowab..

14. zulfiana - Oktober 18, 2006

jauhi pacaran, ntar ada azab dari Allah di kemudian hari baru tau rasa,
Naudzu billahhiminzalik

15. ishman - November 7, 2006

cuma ada satu komentar: kalo yg pacaran pasti mndukung istilah pacaran islami, karena itu savely. kalo yang ga pacaran musti menolak istilah pacaran islami. “seprti roda sejarah manusia yg berputar, maka dialog (debat) ini juga ga pernah akan usai.” By: ishman (mazhab ciputat)

16. almaududi - November 7, 2006

definisi pacaran? ya berangkalun, ciuman mesra, sayang-sayangan dan seterusnya lah! “bego amat kalo ampe bingung definisi pacaran, anak SMP juga nyaho” kata mereka “kalo pacaran ga begitu, bukan pacaran namanya… rugi amat…..” ciiiiaaan dech loe.. nah tinggal kasih hukum deh… jelas khan. kalo nt ngajuin istilah pacaran islami, nt kudu bikin SK ke mendikbud dulu, he,he.. ane ga sepakat, mending bikin istilah sendiri. mahabahan keq! (

17. almaududi - November 7, 2006

baca dulu,” jomblo, makanan apaan tuh?” di islahpusat.tk baru nt bikin istilah pacaran islami….. huuuuh! kiss my *%#….

18. zalza - November 15, 2006

klo ga da pacaran islami..knp menikah harus dihalangi??
adik perempuan yang mempunyai kakak perempuan harus menunggu sampai kakaknya menikah dulu. padahal sang adik sudah diajak nikah sang pacar berkali kali…alasan orang tua hanya satu!!!tunggu kakakmu menikah…sementara rencana sang kakak baru 3-4 tahun lagi?? dosakah sang adik menghalangi keinginan pacarnya untuk menikah??dalam kasus ini siapa yang lebih egois?? apa yang seharusnya dilakukan oleh sang adik?? sebagai orang beragama benarkah harus menomor satukan adat(jawa)..g baik nglangkahi kakak perempuan… tolong bantu saya…

19. rino - November 22, 2006

saya kr pacaran itu haram sprti pa yang mengharamkan melihat manusia sbgaimana yang disabdakan oleh nabi saw.

20. Someone - November 27, 2006

Assalamualaikum wr. wb.

Fenomena yg menarik…
Saya menjadi bingung…
Terlalu banyak masukan…
Saya serahkan segala sesuatunya hanya pada Allah SWT…

PS: Almaududi; tulisannya kasar banget. Gak sopan. Malu dong sama nama kamu.

Wassalamualaikum wr. wb.

ans4175 - Februari 10, 2013

betul kang/mbak, saya juga mengamati saja. Tapi tolong yang lain jangan kasar-kasar bahasanya, apalagi ‘islami’ teks dan namanya :)

21. Mar'ah - Desember 13, 2006

Assalamu’alaikum… Teman2 Seiman…

Pacaran? Selama ini tidak ada definisi jelas mengenai hal tersebut. Yang jelas, sekarang ini arti pacaran lebih cenderung pada “Jalan Bareng”. Pergeseran budaya telah menyebabkan arti pacaran lebih dari sekedar mengenal lawan jenis (Ta’aruf). Mungkin di zaman Kakek kita dulu, pacaran hanya sekedar mengenal calon pasangan. Namun, sekarang arti yang berkembang dalam masyrakat kita adalah pacaran berarti “jalan bareng”.

Jika ada seorang laki-laki dan seorang perempuan jalan berdua, mojok di suatu tempat, pergi kemana-mana hanya berdua dalam satu mobil. Ini sudah BERBAHAYA. Walaupun yang bersangkutan berkomitmen untuk tidak melakukan sesuatu yang nggak pantas. Namun, siapa yang bisa menjamin hati dan iman seseorang???!!

Cinta adalah fitrah manusia. Cinta adalah anugrah dari Allah kepada hambaNYA. Jadi boleh-boleh saja kita ada rasa suka terhadap lawan jenis. Nggak salah. Hanya saja kita harus pandai-pandai me-menej rasa tersebut. Labuhkan rasa cinta tersebut hanya kepada Allah, Insya Allah kita bisa me-menej rasa cinta tersebut.

So, Listen to your heart…. Hidup penuh dengan pilihan. Sekarang terserah teman2 semua. Lebih banyak mana mudhorot or manfaatnya? Please Listen to your heart…… and choose the best decision for your life, for your hereafter.

Wallahu’alam bisshawab

Wassalamu’alaikum

22. cAk Kruz... - Desember 19, 2006

kurang setuju karena pacran lebih banyak nilai mudharatnya dari pada nilai positifnya, jadi seharusnyalah kita lerbih berhati-hati dengan apa yang namanya pacaran!!!!!!!!!!!!!!

23. mar'ah - Desember 22, 2006

Begitulah…… Untuk saya pribadi saya merasa kecil sekali manfaat dari pacaran, mudhoratnya sudah jelas buanyak….
So, my choice is “say no pacaran before married”.

24. dealovich - Desember 23, 2006

assalamualaikum

mo nanya masalah pacaran beda agama nihh!!!

coz my prend gak mau diajak kompromi tentang hubungannya ma anak lain aqidah!!!

n temen2 saya juga jadi nge-himpit saya supaya jangan jadi “sok ke-aliman” gitu!!!
jadi bingung nih!!! mohon petunjuk!!!

wassalamualaikum!!!

25. endixx - Januari 9, 2007

pacaran??? seru dechh…
emmm… gmana ya?
mau bilang gak stuju, aq udah ngalami../ moga aj tau diri dehh,,.,. nga ngelakuin zaman kebodohan lagi…

26. Agung Permana - Januari 13, 2007

Wah Bro, tulisanmu diminati banyak orang…
Say no to zina, say yes to pernikahan, say no to claimer, say no to pencari pembenaran, say no to taklider buta, say no to unhonesty,say yes to pencari kebenaran.
Kaping sepisan malih seherek sedaya…
Jangan mencari pembenaran atas klim yang sudah anda bela, carilah kebenaran dalam diskusi ini, dengan hati yang jujur dan bebas dari prasangka. Kalau mau lebih jelas, baca artikelnya Pak HY di situsnya. Judulnya “Agar Bebas dari Prasangka”

27. yudhy - Januari 14, 2007

yah I don’t go With Yours.
karena pasti ujung2nya ke nafsu musuh terhebat dalam diri kita.

28. Nur'afni - Januari 25, 2007

”say no to pacaran n say yes to married”Saya…sgt stju skale….bwt ap pcaran?^_^. .bnyak rugix lg..buang2 wktu n duit…mnding dgunakan u/ ssuatu yg brmamfaat..OC

syifafauziyah - Januari 23, 2010

swa kdekatan ituad enak’e ada g’e’pacaran jg gtu

29. UDINS - Februari 6, 2007

Kenapa seh harus bingung2 berdebat tentang pacaran itu???? Sekarang saya tanya pada yg setuju pacaran islami : Apa dalilnya yg menyatakan bahwa pacaran itu halal????? tolong dijawab kalo bisa ………….”_”
Yg saya pahami dalam pacaran adl menganaktirikan ALLAH karena kita pasti setiap saat akan meridukan dia, pengen ketemu terus ma dia, saat jalan bareng ma dia (walopun banyak org disekeliling kita) pasti ada perasaan deg2an gitu…. BEtul tidak coy?????
Karena pacaran sudah saya alami dan ternyata benar bahwa langsung nikah tanpa adanya ikrar pacaran adl solusi yg paling baik untuk pemuda-pemudi pada zaman sekarang ini……. Tolong untuk direnungkan kembali temen2 sekalian yg setuju akan pacaran islami dan jangan buat kata2 sendiri dong ….. Kalo pacaran yaaaa… Pacaran aja jangan pake embel2 islami dong kan ga ada dalilnya tuh…… Silahkan kritik tulisan saya dan kirimkan ke ieml saya : udins_fkt_ugm@yahoo.com … Semoga kita bisa kembali kejalan yg benar dengan mengatakan Say No to Pacaran……

syifafauziyah - Januari 23, 2010

niat sih uda dlm hti Say No to Pacaran……………..pacran memang bnyak dilakukan olh manusia khusus’epr remaj,sgl seswtu tegantung dr qt,yg ane lakukan skg ma kaum ad hny sbuah ta’aruf sz, pcran’e nntikl sdh ad ikatn yg dresmikan olhislam

ans4175 - Februari 10, 2013

wah, kalau dalil halal itu gak ada bang.
ada juga setiap hal/perkara muamalah itu hukum dasarnya ‘halal’, sampai ada dalil yang meng’haram’kannya.
kalau ibadah mahdoh, baru segala sesuatu awalnya ‘haram’, sampai ada dalil yang meng’halal’kannya.

CMIIW

30. Raufan - Februari 7, 2007

Assalamualaikum,

Maaf sebelumnya saya disini bicara sebagai korban.

saya pernah melihat dalam suatu website yang sjenis web ini ada banner yang bertuliskan
“Cinta adalah waktu…Waktu adalah uang…”
saya kira itu sangat merendahkan anugrah Allah SWT..
Lalu saya membaca dalam sebuah forum..
“saya memiliki tman yang sudah pacaran 4 tahun…lalu ketika menikah baru 4 tahun cinta mrk sudah habis…”
Saya ingin menjelaskan cinta sejati tidak akan habis..semua ciptaan-Nya memiliki frekuensi yang naik-turun.Memang iman kita tidak naik turun?!

jujur saja sebulan yang lalu saya memiliki pacar.19 sudah kita lalui bersama itu dengan damai.Orang tua kami jg sdh tau.Rumah kami jauh saya di timur dan dia di selatan.kemungkinan kami bertemu hanya di sekolah.Saya sudah berniat bersama dia untuk menikah nantinya.Saya buat pacaran itu sbg sarana pembakar semangat blajar buat saya.Mungkin cara saya agak aneh..dimana saya membayangkan bila saya belajar serius dan saya bisa meraih cita2 saya untuk mnjd dokter..maka orang tua dia pasti akan dgn mdh untuk setuju.Dan saya berhasil untuk 19 bulan itu..

tp maaf semenjak kata “pacaran” itu dipermasalahkan kami mulai mengalami masalah.entah apa yang membuat dia berubah dia mengatakan bahwa judulnya saja sudah haram..dan dia berubah sm sekali perbuatannya ke saya sehingga saya diputusin..perasaan saya menjd hancur..

lalu saya mohon kebijaksanaan orang yang mengatakan pacaran itu haram..saya anggap kalian paling mengerti masalah agama kan?

1) Saya harus ngapain?
2) Bagaimana dgn perasaan saya?
3) bagaimana saya membuktikan bahwa dia mutusin saya benar2 karena takut akan dosanya?
(semenjak putus itu perbuatan dia bagai hilang perasaan, thd saya)
4) ok saya menerima bila langsung menikah,tapi bgmn dgn kelakuan dia yang mulai berani dan seakan2 saya diremehkan?
saya takut ketika dia sdh menjadi istri dia mengalahkan saya sbg kepala keluarga…

okay?? lebih baik kalau ingin mengeluarkan pendapat pikirin jg prasaan org y!Skarang siapa yang mau mikirin saya?dulu ada pacar saya tapi dia skarang dah ikut paham pacaran itu haram 100%..gmn?
kalau semua yang bilang haram mau nge-sms in saya buat bilang “smangat blajar y…” setiap hari seperti yang pacar saya lakukan saya ga’ masalah…
Manusiawi dan jgn prasangka buruk dgn sesama manusia,

31. UDINS - Februari 9, 2007

ass raufan…
Saya mencoba menjawab pertanyaan sodara, kalo belum puas bisa mengirim imel ke saya : udins_fkt_ugm@yahoo.com

1. MEndekatkan diri kepada ALLAH SWT saja karena insaallah segala persoalan yg ada dalam pikiran maupun hati manusi, ALLAH pasti lebih tahu daripada orang itu sndiri (Cobalah untuk melaksanakan kewajiban kita sebagai musli spt : SOlat 5 waktu berjamaah dimasjid dan jgn mpek telat, puasa sunah dan melaksanakn ibadah sunah yg lainnya serta lebih penting berduaan dan curhat ma ALLAH di 2/3 malam yaitu melaksanakan solat tahajud)
2.Perasaan anda bisa hilang karena perasaan anda akan tergantikan oleh perasaan anda ke ALLAH. Dg spt aitu anda akan senantiasa dijaga oleh ALLAH karena anda menCINTAI ALLAH dan niscaya ALLAH akan membalasnya
3.Jgn berprasangka buruk dulu ke dia dan alihkan perasaan anda ke ALLAH semata
4.Insa ALLAH dia bukannya berani pada anda tapi dia dia pengen menjaga perasaannya hanya untuk ALLAH semata.

Dan ingatlah menikah karena ALLAH itu jauh lebih baik dan lebih abadi daripada kita menikah karena si dia…….
Saya katakan bahwa bukan hanya pacaran saja yg HARAM tetapi pergaulan pemuda yg kelewat jauh dan mendekati ZINA itulah yg haram
JZK

32. roy - Februari 20, 2007

pacaran tergantung pada diri masing masing insan dalam mw membentengi diri ok.

33. udins - Februari 20, 2007

bwt :ROy
kalo begitu silahkan saja…… Surga dan NEraka juga tergantung pada masing2 insan juga lho……!!!!!!!!!!!!!! OK

34. eni - Februari 21, 2007

Berteman dengan lawan jenis itu sih boleh aja, asal nggak mngarah pd zina. So…..temenan yes, pacaran no….
Say no to pacaran………….
Hidup nikah………….

35. dhamboo - Februari 26, 2007

orang bilang klo pacaran itu termasuk zina karena minimal ketika pacaran kita saling berpandangan dan itu termasuk zina mata. sedangkan menurut sepengetahuan saya zina mata itu adalah zina ketika melihat aurat orang lain, lalu bagaimana dengan orang-orang pada umumnya yang melihat wanita-wanita yang belum menutup auratnya karena wanita-wanita zaman sekarang masih banyak yang tidak menutup auratnya, seperti di kampus-kampus, sekolah-sekolah dan di pusat-pusat perbelanjaan. bukankah itu termasuk zina????oleh karena itu saya yang termasuk pro dalam berpacaran karena secara tidak langsung itu merupakan hak asasi dari individu itu sendiri untuk mengatur kehidupannya sendiri!!!

36. Indri.Setyowati & Lisa Annisa - Februari 27, 2007

Pacaran,,,,???? Gmn YaWh,,,?
Smw Tergantung orang nTu sNdri.Klo orang itu Tau tentang Agama,Pacarannya pasti sehat…..

37. udins - Februari 28, 2007

to : indri dkk
wakakak…. Betul juga ya…??? ibaratkan kalo tau agama, pasti pacaran itu sehat???… Tapi dokter aja ga semuanya bisa menyembuhkan(bikin sehat) lhooo??????!!!!!!!!!!!…………… HAyoooo mau jawab apa????

38. udins - Februari 28, 2007

to:dhamboo
Seseorang itu dikatakan zina itu ada aturannya mas….. Tidak semua(aurat) yg kita lihat itu menjadi zina mata……. Seperti kasus yg sering terjadi kalo kita sedang jalan pasti ada aja cewek yg ga menutup auratnya, Itu tergantung kitanya maass…. Kalo kita ga pake nafsu (indikasinya selalu melihat lekak-lekuk tubuh dia atopun melototin dia sampe jauh ga keliatan deh….) itu namanya bukan zina mata…….. Kalo pas pacaran, ngeliat doi ga pake nafsu… yah kalo bisa ngejaga silahkan mas, tapi bisa gak????? Rosulullah aja gak bisa lhoo…..???? soalnya beliau selalu menjaga pandangannya spt di surat an-nur ayat 30 baca deh…… sekalian dipahami yeeee..

Hal tsb dikatakan zina mata apabila dia melihatnya terfokus pada obyek(aurat)yang ditujunya spt : yah yg semua bagian yang tdk ditutup itu lho….. Makanya belajar islam secra kaffah dulu dong baru bisa ngomong dong jangan ngomong dulu …. jadinya kan berabe…. yaaaa… gak?????

Saya katakan sekali lagi bahwa islam tidak mengenal pacaran hanya ada proses mengenal/ta’aruf (kalo udah cinta ma doi) dan mau nikah yah… segera aja menikah…… Soalnya pacaran itu sejarahnya didukung oleh kaum musyirikn (AS) coba kamu semua membaca sejarahnya pacaran deh ……….. Nah kalo sudah kayak gitu:…… ada hadist yg bilang begini : “Akan ada segolongan umatku yg mengikuti perilaku org2 musyrikin dan dia termasuk kedalam golongan mereka” ….
Nah sekarang kalian (umat muslim) apa mau menjadi org2 musyrikin….???????

Tergantung kalian sendiri seh……

39. Agung Permana - Maret 9, 2007

Mas Udin, bolehlah mempertahankan dan menjaga pendapat anda, tapi caranya yang baik dong, jangan pakai analogi yang asal standar ganda (ntar kaya Amerika lho..) saya tak akan menyebutkan yang mana, silakan cari sendiri, saya yakin anda orang cerdas, kan anak UGM…

40. xxx - Maret 10, 2007

dah lah blog ini slesei negara lain dah nyampe di bulan masa kita jalan ditempat kayak gini. Ya udahlah semuanya tergantung kepercayaan masing2.yang nganggep haram ya haram yang biasa ya biasa. dah bersatu knapa sih!yang penting g berlebihan dan g ad yang disakiti.ya bandel si boleh bandel tapi g ngelanggar larangan-nya.

-the end-

41. nita - Maret 17, 2007

Yupzz,,, gw 17 tahun. “Cinta” mang penting bgt dlm menjalani khidupan dengan seseorang. Tapi justru dengan menikah dulu baru cinta itu jg bgus Loh!!!! Palagi kLo dijodohin???? tentunya plihan Ortu da psti mntep dgn standar2 yang menurut ortu kita da Siepp Lah… jujur gw pgen Insya4JJ1 stlah gw sukses gw pgn cpet2 dijdohin. Tapi kLo suatu saat gw mncintai seseorg tentunya dg ijin 4JJ1 gw kan selekasnya menikah Insya4JJ1.

42. may - Maret 17, 2007

hm…..
pacaran?
menurut qt,sbgai remaja yang masih gila2nya ama cinta,,,,,
pacaran itu asalkan sehat ya….boleh lah,,
tapi,,tetep,smuanya jgn sampe kelewat batas..
coz,semua yang kita lakukan pasti ada balasanya suatu saat nanti..
tapi,terserah persepsi kita masing2 aja deh..
yang g setuju silahkan,yg setuju terserah..
gitu aja kok repot….!!!!!!
thanks before..!!

43. nisa - Maret 23, 2007

pacaran??????
duh bagi yang belum merasakan,sebaiknya jauh jauh dari perbuatan itu jangan sampe try…o.k coz dah jelas kan akibat dari pacaran cuma ngotorin hati…so…fastabighol ghoirot yuuksss….ingat Allah selalu mengawasi kita dimanapun kita berada…so….be tehe best…….

44. HAMBA ALLAH - Maret 31, 2007

SUPEEEEEEEEEEEEERR GAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK SEEEEEEEEEEEEEEEEEEEETUJUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU BUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANGGGGGGGEEEETTTTTTTTTTT.

45. HAMBA ALLAH - Maret 31, 2007

MAKSUDNYE SETUJU GITU!!!!!!!

46. HAMBA ALLAH - Maret 31, 2007

setuju aja sich, tapi klo gw sbg anak muda yg namanya pacaran sah – sah aja kok,asal memenuhi proposal yang telah ditentukan.OK!!!!

47. "ian coolZ" - Maret 31, 2007

saya setuju aja. tapi gw sbg anak muda yang namanya pacaran sah – sah aja, asal memenuhi proposal yang telah disetujui.OK!!!!
dengan pacaran lo lo pade bisa ngerasain yang namanya happy N cry.

48. hanny - April 4, 2007

pacaran itu,,makan ati….hati 2x aja deh pacaran.klo boleh nyaranin sih nggak ush,itu bagi kita yang masih skul sih…pacaran iu penghalng….pokoknya jangan dech!

49. awe - Mei 3, 2007

haduh panjang banget ci komentarnya pada,trus yang harus dipercaya itu apa ya????

50. silvy - Mei 16, 2007

ana punya problem neh,mudah2an antum mau nolongin..
jadi gini,ana punya study club gitu di kampus ana, but… sungguh menyedihkan,sobat2 ana di club begitu mencintai budaya “pacaran” n penyakit “pacaran” itu pun sudah sgt mewabah,nah minggu ini ana punya kesempatan tuk amar ma’rufin mereka secara terkonsep melalui presentasi,tapi ana confuse bgt neh, krn tiap kali presentasi kami wajib nyampein nya dalam b.inggris….ana punya masalah pula tuch dalam berbahasa inggris yang baik dan benar. can U help me??? pleazz

51. jasrin - Mei 21, 2007

asssalamualaikkuu

Cara mau menghilangkan perasaan sama si DIA kek mana sich?????????
Terkadang qty mngingat dia teruuusss

52. ADAM_MUJAHID_MUDA - Mei 28, 2007

menurut aq pacaran itu g ada bedanya dengan sahabatan.
bukankah sbagai sahabat kita bisa mencintai,menyayangi,menjaga
so…………
KNAPA MUSTI PACARAN????
lgpula mendingAN nikah dulu j.
bukankah pacaran setelah menikah itu lebih asyik dan tidak dilarang agama.
so. bagi pemuda yang ingin pacran
langsung nikah j y
salam selalalu
ADAM_MUJAHID_MUDA

53. ADAM_MUJAHID_MUDA - Mei 28, 2007

saya tidak setuju adanya pacaran
SELAMANYA SAYA TDK AKAN PERNAH S7
KRNA PCARAN MEMBAWA MAKSIATTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT

54. nue - Mei 28, 2007

kata saya seh pacaran boleh ajah tpe asal ALLAH ga cemburu ia khan……..mank bisa….jde intinya pacaran tuh boleh tapi salah….
pacaranlah karena ALLAH SWT bukan karena hawa nafsu…..
walau qew msh SMU but qew ngarte hukum pacaran……..
ia khan jde jgn maw pacaran hawa nafsu ntar ajah pacaran islamnya pas dah nikah lebih harmonizzzz

55. kudzi - Mei 29, 2007

tulisan bagus jaya, setidaknya tulisanmu memberikan pandangan baru daripada membaca tulisan yang bertipe sama namun isinya hampir sama, ngga ada isinya..
kan lebih bagus bagaimana berpikir diluar kotak daripada didalam kumpulannya…
Keep going on Bro.

56. Curiousity - Juni 1, 2007

Manusia memiliki rasa. Rasa itu adalah fitrah sebagai media interaksi.
entah……
Mungkin jika seseorang belum merasakan apa itu rasa suka, maka dia akan mudah berbicara tidak atau menolak untuk tidak berpacaran.
sungguh…..
ini adalah bagian dari ujian yang kuasa.
kita hidup perlu menggunakan ideologi.
ideologi, ibarat perahu yang membawa kita ke suatu daratan yang akan kita tuju.
hidup adalah pilihan. maka dari itu pilihlah perahu yang sebenarnya menuju daratan yang kita inginkan.
cinta………
cinta kepada lawan jenis sungguh tidak bisa terhindarkan. hanya ideologi-ideologi yang dapat mengarahkan.
maka dari itu putuskan jalan hidupmu menurut ideologi yang kamu yakini dan percayai.

57. muslimah - Juni 11, 2007

bahasan tentang pacaran islami sebenarnya mang dah basi………….tapi kenapa sampai sekarang masih belum ada titik temunya ya..!cos sampai sekarang masih memperdebatkan antara yang halal dan yang haram…jadi keputusanya gimana nih..? n dalilnya apa sih yang menyatakan maram n halal….Tolong bantuan antum semuanya yaaaaaa….sukron qobla wa ba da

58. johnny - Juni 24, 2007

dah dbilangin kan klw pcaran itw netral…
mnurut gw sih y…
pcaran tuh jaman skrg kbanyakan menjurus kpd prbuatan zina spti:pegang”an tgn,bdua”an,ciuman,dll…
Yg namanya zina tuh hrs dihindarin,,jd pcaran yg mnjurus pd per-zina-an ya hrs dihindarin jg…
Itw brarti pcaran yg gx mnjurus pd per-zina-an boleh dong??
Jwbanny boleh,,TAPI apa bedanya sm tmenan byasa cba??
Sblum mlakukan sesuatu cba pkir dlu,,jgn buang” wktu utk hal yg tdk berguna…

59. ari - Juni 26, 2007

askum.
jangan salah bro, pacaran itu ada lho. tapi walimah dulu yee. kan ada aturannya coy pacaran yang dibolehin. yaitu pacaran abis nikah. makanya yang dah pengin punya pacar buruuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaan nikaaaaaaaaaaaaaaaaah yeeeeeeeeeeeeeeeee? abis itu pacar dapet, suami/istri dapet, anak dapet n jangan salah bro puaaaaaaaaaaaaahaaaaaaaaaaaaalaaaaaaaaaaaaa juga pasti dapet. lha wong menikah itu separooooooohnya dieeeeeeeeen. iye kan. so pacaran. oke lah. nikah dulu coy. ok sip.
selamat menikah n selamat pacaran ya.
waskum

60. Heri Setiawan - Juni 28, 2007

Saya nanya,
Apakah Rasulullah pernah Pacaran..? Kalau pernah..dengan siapa..?
Apakah Ali atau Utsman pernah pacaran dengan Putri Rasulullah..?

61. fauzan.sa - Juni 29, 2007

to 60
Kang Hari apakh Rasulullah pernah main internet? apakah Ali dan Utsman pernah main internet dan chatting sama putri rasul?

Hukum Islam itu sudah final.untuk muamalah yg dilarang sudah jelas, yg didiamkan artinya boleh.

lah kalau dalam urusan muamalat pake prinsip Sampeyan ya, gak boleh naik motor, gak boleh sekolah, gak boleh, naik sepeda, gak boleh pake jas, gak boleh pake mobil, gak boleh….

banyakkkk…

62. al_boegizzt - Juli 15, 2007

Paracaran ? !@#%^*&

Boleh aja sih tetapi perlu di ingat, ketika itu hanya sebuah sarana utk memperbanya mudaharatnya (maaf kalo salah tulis) dari pada maafaatnya ya’ mending janganlah,
Dan jangan pcaran hanya karena semua temen udah pernah pacaran, atau semua temen udah pernah ciuman, ini adalah kondisi yang banyak terjadi saat ini,
Dimana gaya cosmopolitan telah menjadi memberangus nilai nilai ketimuran, ketika telah berpacaran dianggap sudah boleh melakukan apa aja kecuali melakukan hubungan suami istri, malah dari hasil tanya jawab rekan saya , mereka telah melakukan hubungan suami istri (maaf)….
apa sebenarnya yang kita cari, ……
kenikmataan bersentuhan atau mencari karakter calon pasangan
???????????????????

63. Shelling Ford - Juli 19, 2007

ari:::
antum ngelindur, coy…
ana kalo pacaran sebelum nikah ga pernah macem2 lho…
lha ini, setelah nikah kok malah disuruh pacaran lagi? terus, kapan ana macem2nya sama istri ana…? mosok seumur hidup pacaran terus? gimana bisa punya anak coba, coy? ;)

dan…emangnya nikah segampang itu? emangnya asal udah bisa ereksi terus harus buruan nikah? emangnya pernikahan itu cuma lembaga pemuas syahwat? ckckckckck… picik sekali pemikiran antum, coy…

nikah ga segampang itu, coy. nikah itu ga cuma buat legalitas buat macem2 sama lawan jenis, coy. antum ngelindur, coy :D

pengen dan nafsu sama lawan jenis itu wajar, coy. wong itu fitrah dasarnya manusia. tapi selain itu, kita juga dikasih akal buat ngendaliin nafsu kita. jadi, bukan lantas begitu konak dan pengen berhubungan badan maka solusinya pasti nikah. nikah itu butuh persiapan matang. bekalnya ga cuma kelamin, coy…

lagian ini kan cuma sekedar “pengen”. niat jelek kalo belum dilaksanakan belum termasuk dosa, setau ana. kebalikan dengan niat baik, yang baru niat aja udah dicatat sebagai pahala. islam itu enak dan mudah. jadi jangan dipersulit dengan solusi2 ngaco, coy.

coba deh, coy, jgn mempersempit definisi pacaran sebagai sesuatu dilarang. coba definisinya pacaran disamakan dulu dengan taaruf. wong intinya sama2 pengenalan :D yg salah dengan pacaran (ga sehat) sekarang ini ya kelakuan oknum2nya, bukan pada istilahnya. gitu loch, coy.

coy…coy…coy… :P

64. Aswanto Prayoga - Juli 21, 2007

Assalamualaikum…
Setuju banget klo pacaran dalam Islam itu gak ada…
But yang hanya ingin ane tanya gmn dgn cara meng khitbah seorang wanita yang baru aj kita kenal supaya pacaran itu bs terhindari..soalnya ane bingung aj..pengen ngutarain hati ini gmn..
abisnya wanita yang ane naksir ni InsyaAllah cakepnya luar dalem…baik cakep rupa maupun ibadah…
Mohon kejelasannya….

Salam dari negeri jauh….(As_one_to).Islam is My Life Forever….

65. Mar'ah - Juli 22, 2007

Hemmm…. banyak banget yang kommen di blog ini, tentang pacaran….

Kalau aku gini aja…. Pokoknya mah definisinya dulu dilurusin. Kalau ta’arufnya aneh2 juga nggak boleh atuh. Kalau dia pakai definisi pacaran tapi lewat ortu gimana, ketemu mesti didampingi ortu, trus emang niatannya jelas. Tapi, memang kalau cuma having fun trus pakai cara yang nggak bener itu yang aku nggak ngebolehin diri aku. untuk kalian, terserah aja…. lah wong dah gedhe, dah bisa membedakan mana yang baik n buruk.

66. Pacaran Ga Haram Kok!! « Parking Area - Juli 24, 2007

[...] Kekekekeke.Bagaimana dengan Pacaran Islami? Ah kalian uruslah itu masing masing, kalau memang Pacaran Islami itu bentuk kegiatannya seperti ke Mesjid/Mushalla bareng, ngaji bareng, kemudian berkenalan dengan [...]

67. Setengah Tuwo - Agustus 9, 2007

Mungkin pada zaman nabi pacaran bukan suatu kebiasaan yang exist dalam kultur jadi tidak ada respons langsung dari ajaran agama.

Bila kita hendak mengukur persoalan ini, boleh kita serahkan pada ahlinya (tanya ulama), atau ditimbang-timbang sendiri (mudah2an ga tersesat).

Menurut hemat saya hubungan dua pribadi yang berbeda itu kompleks dan menguras energi. Maka peristiwa “putus” itu suatu yg sering kita dengar. Dengan pacaran anda akan mengalami romantika hidup mendekati seperti yang di alami orang menikah, tetapi dengan resiko perpisahan yang tinggi karena tidak ada ikatan yang sakral dan formal.

Sebagai orang yang meikah, saya pun mengalami konflik2 rumah tangga sehingga seolah2 saya dan istri sudah “putus” bila kami tidak diikat dengan pernikahan.

Kalau dilihat di masyarakat, sudah banyak “korban” karena fenomena pacaran. Sungguh sangat disayangkan generasi muda diremuk oleh budaya pacaran yg terutama disebar oleh televisi.

Buat orang muda, kalau kalian naksir orang mending diampet dulu sambil puasa Senin Kamis. Kalau kira-kira sudah punya pekerjaan, lamar aja. Kalau udah keburu diambil orang, insyaallah dunia ini gak selebar daun kelor. Masih banyak yg lebih rupawan, lebih cocok dll.

Wassalam

68. xxx - Agustus 16, 2007

test01

69. xxx - Agustus 16, 2007

oioi ada yang tau cara nge-deface ni site g?gw lg mo nyoba2 ni,,ajarin dong kalo ada yang bisa…

70. xxx - Agustus 16, 2007

Welcome

71. xxx - Agustus 16, 2007
72. xxx - Agustus 16, 2007

oioioioio

73. xxx - Agustus 16, 2007

ahhh kata “putus”.!!!jujur aja ya gw diputusin ya gara2 forum ini..sbelumnya juga gw baek2 aj ma cewe gw,.

74. Ana....FeremFuan - Agustus 20, 2007

Yah….ente semua sekalian jangan pada ngemeng aje….!!!!Ga usah Pada ‘muna’ ngomongnye kagak…setuju…padahal…’Astaghfirullah’ anak orang sampe “melentung” sama ustadz muda tetangga ane….! Kita ini “Manusia punya Rasa Punya Hati” coba ballikin pertanyaan itu kediri kita masing2
mang bener pcaran cuman ujung2nya nafsu…tapi banyak temen yg mau nikah…karna takut dosa macem2 ga disetujuin sama ortu or camer gara2 masih kuliahlah, blom kerja lah…. yang pasti ini suatu dilema maksudnya orang tua…baik mereka lebih berpengalaman ga mau anak mereka hidup menderita….kedepan…..nah si anak katanya mau ibadah…!!!(fiyuhhhhhh udah lah….Jalanin aja hidup ini)
yang bisa bilang Mengadili dosa sama Haram Cuma Allah SWT.
Cuma Allah Yang Ber HaK

Pis Love N Gaol ^_*

75. Wijayanto - Agustus 21, 2007

Aduh… sory nimbrung nih….
nurut aku ya…, kalo yg namanya cew ato cow dah ngerasa dasyatnya pacaran. Trus mereka tuh pada bubar gt (karena satu dan laen hal ya…). Dan sampai suatu saat si cew ato cow menikah dengan orang laen yg dicintai tp pasangan yg baru itu ngak seperti yg pasangan yg lama. Pastilah ada rasa ehm.. canggung gt. sedangkan kalo yg namanya cew ma cow belum pernah pacaran trus, ngerasa cocok ‘n nikah.. (wah pengentuh…) salah satu dari keduanya itu ngak pernah tau kenikmatan yg lebih n pasti ngerasa pasangannya sekarang tuh bener2 pasangan paling sempurn… gt….
nurut aku sih…, islam mengajarkan jagalah pandangan dan kemaluan, maksudnya kita diminta untuk tidak membiasakan mata kita jelalatan (kalo jelalatan ‘n trus ngeliat cew yg sempurna dari pasangan kita yg sekarang dan itu berlangsung terus menerus… kapan kita bisa konsisten dan bertanggung jawab).

Kalo 4JJI punya rahasia dibalik semua perintah dan larangan, dan kita di wajibkan untuk membaca; mengerti dan berfikir dengan Otak kita (yang telah dirahmati Allah SWT) atas aturan yg telah diturunkan, bukan berdasarkan pemikiran dangkal. sebaiknya bapak ustad belajar lagi agama.

dalam islam mengajarkan hubungan antara pria dan wanita itu boleh, dengan catatan tidak menimbulkan sahwat dan saling menjaga pengelihatan dan kemaluan masing-masing. gt….

kalo pacaran dengan context berdua-duaan diperbolehkan dengan beberapa alasan yg dibangun berdasarkan pemikiran manusia biasa . rasanya mending pikir2 lagi deh.

Contoh laen:
kalo pacaran diperbolehkan dengan alasan sudah biasa, Apakah seorang muslimah boleh tidak menggunakan jilbab (jaman sekarang pakai jilbab ato tidak, sudah tidak mengganggu syahwat kok). jangan2 30 tahun lagi hubungan diluar nikah juga sudah diperbolehkan lagi. dari jaman dulu sampai detik ini, sudah banyak peraturan-peraturan dalam ajaran islam yg telah dicoba untuk dipelencengakan dengan alasan yg memang masuk akal manusia, tp benar-benar tidak memuliakan manusia.

lebih baik dari pada berdebat panjang x lebar x tinggi, kita kaji aja aturan-aturan atau batasan-batasan dalam hubungan pria dan wanita, dan pria-dengan pria serta wanita-dengan wanita. serta tata cara berbusana yg pantas menurut AL-QUR’AN dan Hadist. Berdosa lho kalo menyampaikan sesuatu tanpa mengerti dengan sebenar-benarnya mengerti.

wassalamu’alaikum wr.wb.
NB1: Mohon maaf kalo ada kata2 yg menyinggung sekalian

NB2: Ikuti jalan Nabi Muhammad SAW, karena nabi diutus sebagai contoh, bukan sebagai anak emas. hamba Allah sebenarnya bisa seperti Rassul tergantung pada ikhtia dan kemampuan kita menggalahkan rasa sombong dalam diri.

76. sigit - Agustus 23, 2007

saya bingung. kalau saya membolehkan pacaran nantinya akan terjadi hal yang tidak-tidak.kaya pegangan tangan n berpelukkan di depan publik padahal jelas-jelas mereka belum menikah.kalau ingin saling mengenal kan bisa berteman. pabila sudah mantap barulah bertungan. nah.. dalam pertunangan itulah barulah menurut saya hal di atsa boleh dilakukan, kecuali hubungan suami istri, karena baru tunangan. karena sudah banyak setan-setan yang berkeliaran di jalan terutama pada malam minggu. membiarkan anak pacaran berarti tidak menjaga apa yang di beri oleh Tuhan YME walaupun niatnya untuk lebih salain mengenal. Zaman sekarang syariat susuah diterapkan padahal kita orang Islam, tapi kita lah yang menolaknya juga…..

77. kaezzar - Agustus 26, 2007

Assalamualaikum wr wb

Nah, itulah salahnya pemikiran ttg pacaran
Pacaran kalau dikaitkan dgn mojok bedua2an, pegang2an, peluk2an, ciuman, raba sana sini, sampe ML…itu si g perlu dibahas lagi.
Emang jelas haram ko…
Kalo emang niat ngelakuin gitu, g perlu pacaran ko…temenan pun juga bisa ngelakuin itu. g perlu status pacar bwt ngelakuin kegiatan2 di atas kan? trus gmn? apa itu boleh? kan kita g pacaran?

So, sekarang itu yg salah pacarannya…ataw orangnya???

Wassalam

78. giZha - September 1, 2007

bWat gW pAcaRan siY saH2 aJah. asaL pAcaRan tuch tiDak mEnjuRus ke haL2 yaNg MembaWa kiTa ke dALam maKsiaT. kArena paDa intiNya pAcaraN tuCh taHap daLam mEncAri pAsanGan hiDup.

79. asti - September 2, 2007

assalamu alaikum wr.wb

bagi para remaja-remaji boleh dong saya mengeluarkan pendapat. Menurut saya pacaran dalam islam itu ada, tapi setelah kita menikah atau akad nikah. jangan kan pacaran untuk jalan ber2 aja sama lain jenis aja dah gak boleh apa lagi kalo pacaran.
jika kita masih di bangku sekolah yang intinya kita masih dibiayain ma ortu kita, jangan sekali-kali nyoba yang namanya pacaran karena sekalinya kalian nyoba yang namanya pacaran pasti pertama-tama kalian akan happy bagaikan di dunia ini milik kalian ber2,dan jika dah bosen kalian akan ditinggalkan. dan itu sangat menyakitkan hati. ingat, don’t forget!

80. hoek - September 3, 2007

WOOOIIII….BOLE NANYA NGGAAA?
SEKARANG TAHUN BRAPA?
yg ngga pacaran
1. ngikut Nabi Muhammad SAW –> emangnya nabi muhammad itu hidup di jaman kapan?kalo gitu = Nabi Muhammad SAW kalau pergi-pergi naek onta. kita juga ikot naek onta?
2. pacaran itu zina mata, zina telinga, zina tangan –> kalau gitu antara cowo sama cewe ga bole ngobrol? kalo ngobrol khan zina?terus guru cewe ga bole ngajar murid cowo, soale khan zina?zina mata tuh!
emang pemahaman kalian semua tentang “lelaki” dan “wanita” itu sampai mana segh?
kalau saia ngobrol sama – misal negh ya – aisyah, yang saia hadapi bukan cuma aisyah yang seksi, cantik n manis khan? tetapi juga aisyah yang suka lagu ADA Band, yang suka ngritik, yang pinter ngomong…
dan kesemua itu bukanlah “lelaki” atau “perempuan” khan?

huff…jadi pengen posting negh…
ternyata soal pacaran masih ga selse-selse ya…

ow ya, makasi buat mas fauzan, saia jadi dapet inspirasi negh^^
saia add ke blogroll ya?

81. nUr - September 8, 2007

“kalo kamu menyukai sifat seseorang, maka tunggulah hingga sifatnya yg lain muncul/keluar/kelihatan/ditunjukkan.” Pacaran adalah suatu hal yg haruz dihindari, karena kalo Qt itung2 lebih banyak ruginya daripada untungnya.emang, siapa dia?klo Qt haruz rela berkorban dibanyak hal(waktu,uang,tenaga,air mata,etc).mendingan semua pengorbanan itu Qt berikan pada keluarga Qt.sadar ga sih klo terkadang(bahkan sering) Qt mengabaikan perasaan keluarga Qt hanya demi sang pacar yg ga punya jasa lebih besar dibanding keluarga Qt??? gw pernah mencoba utk pacaran islami,tapi nyatanya??? musuh terbesar manusia lebih mempunyai kekuasaan lebih pada hati Qt yg mempengaruhi perbuatan dan akhirnya mengalahkan hati kecil/pikiran yg mengontrol utk tidak berpegangan tangan.krn saat itu hati yg memegang kebenaran telah menjadi lemah.hati wanita, menjadi sangat lemah jika sedang berada di dekat lelaki yg dicintai.so. tidak pacaran adalah solusi tepat untuk menghindari beberapa perbuatan zina.untuk saudara ‘hoek’ : jika anda berpendapat bahwa Qt mengikuti Nabi SAW hanya di zaman beliau hidup,berarti anda menuhankan Nabi SAW, bukan Allah SWT.krn yg membuat peraturan dalam hidup manusia adalah Allah.ayat2 yg melarang manusia utk mendekati zina adalah hukum yg dibuat oleh Allah SWT. jika demikian, apakah umat islam dizaman ini haruz mencari agama baru yg diajarkan oleh nabi baru??? krn Nabi SAW sudah wafat berpuluh tahun yg lalu.berarti Qt tidak usah mengikuti ajaranNya lagi, BEGITU???.”Islam tidak memerlukan banyak umat tapi tidak berkualitas.Islam adalah agama utk orang yg dapat menggunakan akalnya dengan maksimal.”dan juga cari pengertian zina lebih banyak ya.krn zina yg anda maksud ada diantaranya tidak termasuk zina.

82. boss ndut - September 17, 2007

Assalaamu’alaikum
Gue setuju banget sama penulis . Menurut gue Cinta adalah fithrah Ilahi . Masalahnya ; lebih besar mana cinta kita kepada Allah dan rasul kah atau kepada manusia atau sesuatu ? Jika cinta kepada ALlah dan Rasul dikalahkan oleh cinta kepada manusia atau sesuatu benda . maka sudah terjebak dalam syirik. Na’udzubillah .

rudi jogja - Desember 9, 2009

kok gak nongol lagi mas,bikin artikel yg menarik deh gaya bhs loe gw suka ,kalo ada buku ato novel loe gimana nyarinya n buat ente penting .n tapi jng mahal2 lah yah..hehhehh..gw maunya gratis ato murah beli buku 1 dapat gratis 3 hahhahahh

83. Ibnu fikri - Oktober 3, 2007

Ma Yoos!! bungkus

84. NURM@ - Oktober 23, 2007

PACARAN emang bukan kata yang asing di telinga kita, klo menurut q sicg emang g ada dalil yang melarang qt mencintai lawan jenis tapi juga tidak ada dalil yang memerintahkan istilah lainnya qt buat pacaran, qt kembalikan kepada Alloh, tanyakan kepada hati qt masing-masing, apakah pacaran itu perlu?????????? Alloh sudah menjamin setiap hambanya, baik itu rejeki, umur, mati, dan jodoh. ketika memang sudah saatnya qt dapet jodoh nyante aje pren………qt InsyaAlloh pasti dapet, usahanya melalui ta’aruf.nah, ta’aruf ni yang sering salah ditafsirkan. qt melakukan ta’aruf ketika emang qt dah ada niat bener2 buat nikah, dan udah persiapan lahir batin.

85. araishi_kusanagi - Oktober 24, 2007

Ass

dl wkt ak msh jmn jahiliyah emang pengen banget pacaran. Tp sekarang… masih pacaran juga, bedanya sekarang pacarannya halal, wong wis dadi bojoku kok! Buat temen2 yang pgn bgt pacaran… pacaran setelah nikah itu rasanya lebih nikmat daripada sebelum nikah (dengan istrinya/suaminya sendiri lho, bukan dengan istri/suami/anak orang lain) :hihi: . Terserah tmn2 aja. Kalo ak sih lebih seneng pacaran yang lebih nikmat. Perasaan cinta ketika pacaran setelah nikah itu terasa indah sekali. Cintanya terasa pure, tanpa embel2 nafsu.
Menurut ak sih pacaran boleh2 aja (apalagi pacaran kayak ak). Wong maling yo boleh2 aja. Tinggal tanggung resikonya, ketahuan massa -> dibakar, dipukulin, di-xxx-lah pokoknya; ketahuan polisi dipenjara; n mesti masuk neraka (kecuali tobat). Tinggal gimana orgnya aja, mau ngambil resiko ato mau save? Memang sih dibalik resiko itu ada kenikmatan (walaupun itu sesaat dan/atau semu). Ya terserah aja. Resiko ditanggung sendiri. yang paling enak itu save tapi ada kenikmatan. Gimana caranya? nikah muda. Cinta dpt, ibadah dpt. Enak tho?

Wallahualam
Wass

86. fHeBiE_CuTe - November 3, 2007

@Raufan
ass..jgn sedih raufan…Meztix km bersyukur cz mntn cW mu skrg lbh ber-iman.
Tp klo terxta dy sperti yg km katakn :
” dia berubah dia mengatakan bahwa judulnya saja sudah haram..dan dia berubah sm sekali perbuatannya ke saya sehingga saya diputusin..perasaan saya menjd hancur..”
itu adlh sbuah kemenangan u/kalian.dy sdh lbh mengenal islam,berbahagialah km raufan.jrg bgt ada cw ky dy,yg mw mngorbankan perasaan cintax k km, cm krn tkt cintax dg allah jd terbagi.
“ok saya menerima bila langsung menikah,tapi bgmn dgn kelakuan dia yang mulai berani dan seakan2 saya diremehkan?
saya takut ketika dia sdh menjadi istri dia mengalahkan saya sbg kepala keluarga… “dlm artian yg gmana dy mlakukan kjhatan ma km?klo dy emank beriman&taqwa ma allah,dy pzt akan nurut ma km,g kn ngalahin km,slama km bner, krn suami adl tuhan k2 dlm dunia(di ibaratkan stlah ortu) jd seorg istri yg beriman dg allah kudu taat ma suami,klo km tkt dy sbenerx g iklas bwt beribadah kpd allah sprti halnya pkiran mu Yg bersu’udzon” bagaimana saya membuktikan bahwa dia mutusin saya benar2 karena takut akan dosanya?”tenang raufan..bner apa yg d blg : udins_fkt_ugm@yahoo.com,,meztinya km jg haruz ikutin langkah mntn cwmu itu,mgkin jg dy br dpt hidayah,seperti halnya Aq,dl q doyan bgt pcran,hampir seisi kampuz mencapq sbg “play girl” sk gnt2 cwo’..,sombong,angkuh,itulah sifatq dl,prnah mpe pd akhirnya q disakitin pcr yg bner2 q suka,dr situlah q mlai sadar,sebenernya lbh baik mencintai allah,cz dl krn sbuk mikirin pcr q cm ingat ma allah klo lge solat doank,khusu’x jg klo lge curhat ada mslah,pdhal qt di dunia ini bwt ap sih?wjar jk km cinta bgt m dy,cz cinta adl fitrah allah yg hrz di syukuri(berarti normal),tp jgn mpe cinta mahluk mngalahkan cintamu dg allah,cinta hrta,bangkrut,cinta warna luntur,cinta mahluk,mati,cinta allah abadi,lbh baik lah g sah pcrn sblm nikah,berhusnudzon billah lah kpd allah,krn allah tw apa yg km butuhkan, bukan cm skedar yg km inginkan, maka ia pzt akn mengirimkan jodoh dr surga u/ mu raufan, pzt km akn mndptkan apa yg pnts di dptkan oleh hamba allah yg sbar,patuh dan taat kpd-NYa,bhagia bukan? klo dpt kekasih dunia akhirat??
Ingatlah”jodoh qt tergantung dr akhlak qt,klo akhlak qt baik insy allah akan dpt jdoh yg baik jg,tp klo akhlak qt buruk,gmna bz dpt yg baik(kecuali atz se-izin allah,bz jd u/menyadarkan si akhlak buruk dan jd ujian & ladang amal bgi si akhlak baik mndpt jdoh yg sperti itu)
Wallohu’ alam Bishowab.. ^_^
###s3moga bermanfaat###wass…oya fsq fhebie_slank@yahoo.co.id,

87. muslimahgaol - November 8, 2007

saya seorang yang awalnya punya prinsip pacaran itu setelah nikah, tapi toh akhirnya kebabalsan pacaran juga. tapi sekarang saya dah putus karena ngerasa dah gak nyaman lagi saya dah jauh dari aturan islam. yang awalnya teman saya menyentuh saya gak mau tapi setelah saya pacaran orang tu dah mulai berani
jadi intinya saya setuju pacaran dalam islam itu gak ada adanya ya taaruf aja, karena itu semua toh tuk kebaikan kita juga.
kita sebagai muslim itu punya aturan tersendiri, tapi jangan juga takut gara-gara gak pacaran terus gak dapet jodoh, percaya dech semua itu dah diatur sama yang diatas.ok

88. Raufan - November 13, 2007

hahahahahaha

met berjumpa lagi di ni forum o iy lupa assalamualaikum…
sebelumnya saya berterima kasih pada semua yang menjawab comment dari saya…tapi sayangnya kok kejadianny di alam nyata berbeda banged…bener kan terbukti perasaan gw….ehhh setelah gw pisah karena beda kampus lha dia punya cowo lagi…hahahahhah bner2 muslimah top bgd d dia…untung aj dy gjd istri gw.heheheheh
tapi semua ati2 lho yang ngejawab comment gw……jalan hidup di tangan allah…eh bukan ditangan deng…parah lo emang punya tangan sok tau….

mudah2an tar gw liat sendiri di akhirat dlm keadaan bahagia….hahah thx
wsslam

89. fhebie_cute - November 16, 2007

ass…
@raufan
wahh..wahh…bner neh..mntn lo ky gt?
busyet dachhh..parah jg ya…
qt2 pkir dy mank mw baik..nah..lo,,pnter2 ngambil hikmahnya az fan, alhamdlh allah nunjukkin aslix dy seblm elo nikah ma dy, tw kan?klo manusia berjanji dy sewkt2 bz mengingkarix, tp klo Allah azza wa’jalla yang berjanji pzt di tepatix, ia akan memberi petunjuk bg org yg di kehendaki-Nya, dan menyesatkan bg org yg dikehendaki-Nya pula, subhanallah…
udah..lo jgn sedih lge,,,la tahzan…di setiap kesedihan ada 2 pntu menuju kebaikan dan 2 pint menuju kebahagiaan, dan ingatlah…
“jangan kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita” (Al-Taubah[9]:40)…
dy berdosa sekali raufan, bukan cm dgn km, dengan kita2 yang udah membelanya karna kami pikir dy murni karna allah, yg lillahita’ala, tp…..
dy mengatasnamakan allah…dy menjual nm allah….sungguh allah lah yg pantas mengadilinya, saranq carilah jodoh yang baik..ingat di islam it adanya jodoh bkn pcr, seorg muslimah yg beriman dan taat+patuh pd ajarn2 allah pzt akan sangat tkt membuat-Nya cemburu, km mw gak di cintai Allah???
klo iya…pantaskan kalo dy cemburu pdmu???kan di cintainya, kecuali klo km gak mw di cintaix,
jnj allah” wanita yg baik hanya utk laki2 yg baik, dan laki2 yg baik hx utk wanita yg baik pula,
rasulullah bersabda”…jgnlah kamu sekali2 menikahi wanita karna hartanya, karna Allah niscaya akan melenyapkan hartany dan kecantikannya, dan nikahilah wanita karna akhlakx, niscaya Allah akan mengkaruniakan km kebahagiaan, kekayaan dan kecantikannya…..subhanallah….

90. ruvyana - November 20, 2007

AllahuAkbar Dia yang Maha tau mana yang benar dan mana yang salah,mana yang baik dan mana yang buruk,
Kita kembalikan aja semuanya kepada Allah, memang ilmuku tentang agama tidak dalam tapi satu yang aku yakini dalm hati, segala yang ada ini adalh milik Allah dan segala yang ada ini akan kembali kepada Allah,Allah nggak akan dzalim kepada hamba-hambanya yang ia cintai, Allahlah yang Maha memiliki cinta sjati menciptakan surga dan neraka menciptakan dunia dll dengan cintaNya bahkan nama nabi Muhammad sudah ada sebelum beliau terlahir di dunia ini, begitu pula dengan ruh-ruh kita. CINTA adalh satu hal yang suci, karena sang pemilik cinta sejati hanya ALLAh, so apabila kita mencintai seseorang niatkanlah dalam hati ini mencintai karena ALLAh semata meminta kepada Allah agar cinta kita nggak salah jalan.
Kalau kita yakin dengan itu insyaAllah kita akan memiliki cinta yang sesuai dengan petunjuk Allah, dan bagaimana hubungan kita dengan orang yang kita cintai? niatkan untuk ibadah karena bagaimanapun meskipun dia bukan muhrim kita , tetapi dia adalh saudara kita sesama muslim dan sesama muslim wajib saling menyayangi kan? kita jaga, kita beri perhatian dia dengan ikhlas karena Allah itu aja bisa buat si doi senang,dalam tanda kutip tetap dalam koridor islam, jadikan doi sebagai motifasi kita untuk hal-hal yang positif misal ibadah, sekolah dll yang positif.
Dengan begitu kenapa pacaran diartikan yang aneh-aneh? saling perhatian dalam hal ibadah, menjaga doi ( termasuk saling menjaga dari maksiat) kan juga dapat kita sebut pacaran, dan 7-an dari pacaran adalh agar kita dapt mengetahui calon istri kita kan? apa aja itu tergantung niat kita dalam hati… kalau niat kita benar kenapa harus disalahkan?, bagiku pacaran tergantung si pelaku bagaimana mengartikannyan, kita sebagai muslim yang baik jangan sampai salah mengartikan pacaran, key?!…Sekali lagi kembalikanlah semuanya kepada Allah niatkan segala sesuatu yang baik ini untuk ibadah kepadaNya insya Allah kita mendapatkan jodoh yang benar-benar baik untuk kita bukan hanya di dunia ini tetapi juga sampai di akhirat nanti…
wallahua’lam

91. Lonzzz - November 29, 2007

menurutku intinya pacaran ga ada gunanya. Cuma buang-buang waktu aja. Lebih baik cari kegiatan lain yang lebih bermanfaat. Untungnya aku belum pernah ngerasain pacaran, tapi aku dah tahu cara anak sekarang berpacaran. Jadi, mikir-mikir dulu deh buat ngelaksanain pacaran itu

92. fhebie_cute 繁體中文 | 简体中文 | Español | 日本語 - Desember 5, 2007

@Lonzzz
ass…hmmm…ana s7 bgt ….mending yg blom pernah pcrn gak sah nyoba2 dech….(ky iklan fruity az yach?ckckck)
ehh..iya..mw pcrn tive apa aj teteup gak baek dampakx bwt remaja muslim ky qt2…gw sih…klo nmx pcrn gak sah di kate lge…dr pcrn islami mpe pcrn jahily ud puas…hasilx???hikz….gak guna…
pkkx…gw nyesel sekarang gak suci lge(dlm artian krn ud pernah ngerasain pcrn & pernah nyandang gelar cewekx cowok) nyesel dechhh…klo waktu bz di ulang gw pgn jd remaja& jd wanita yg suci lahir batin dari be4rbagai zina

93. widia - Desember 14, 2007

Dalam Islam mungkin tidak ada istilah pacaran. Katanya diberi solusi dengan cara ta’aruf.bila kita akan menikah, ada proses ta’arufnya. apakah bedanya ta’aruf dengan pacaran?lalu bagaimana jika dalam proses ta’aruf tersebut gagal??

94. vannila eyes - Desember 17, 2007

kalo dalam islampacaran ga ada, trus kalo kita nikah masa mau langsung samber aja tanpa tau babat bibit bobotnya dulu. kaya beli kucing dalem karung dong!jangan terlalu strict deh dalam nilai istilah pacaran, kan masih tergantung tujuannya dulu apa. kalo banyak diantara kalian yang bilang bahwa pacaran cuma buat berdosa2 ria berarti kalian udah su’udzon ma mereka yang memanfaatkan pacaran untuk tujuan pengenalan lebih dalam pasangan masing2 sebelum kejenjang pernikahan!got it??

95. Hajj - Januari 15, 2008

Subhanallah..banyak bgt komennya. ya….ikutan aaaah, hehehe…pertama di 2008 nih…asyiiik…mmmm kalo menurut saya,,,saling menyayangi makhluk Allah itu boleh2 saja….bahkan dianjurkan,,,,agar Qt ga jd musuhan….masalah dosa ato ga…semua kembali pada Qt….mudah saja…rasakan dan tanyakan pada hati….jika kita merasa takut saat melakukan suatu hal dan takut jika orang lain mengetahuinya…InsyaAllah itu termasuk dosa…jadi kalo masalah pacar2an…mmmm kayaknya lebih banyak ragu nya ya…apa ga lebih baik Qt manjaga diri sampai waktu yang tepat untuk kemudian benar2 bahagia bersama orang yang Qt cintai?dg bgtu Ridho Allah pasti menyertai…^_^

96. ana - Januari 18, 2008

kedua niy,,
di thn 2008………..

apalah artinya istilah Islami,,
namun tidak diikuti dgn sikap Islami…?!?!?

Smoga saja yg mengatakan dirinya gak PACARAN tapi,,
pacaran Islami,, ato
ta’aruf,,,
tidak menyalahgunakan istilah tersebut n tetep sesuai dgn syariat…. :)

97. ROMI - Januari 21, 2008

ya menurut saya pacaran itu wajar 2 saja sebb manusiawi lagi! kata pepatah kan kalau g’ di cri jodoh mangka jodoh gakkan datang dengan sendirinya. ya kalau g’ dengan pacaran dengan apalagi ya kan. tapi yang saya g’ setuju itu tentang adanya adegan yang g’ perlu dibahas kali. iya………………………………kan kawan?
RoMi STMIK-AMIK PEKANBARU

98. wn - Januari 23, 2008

yap!! Semua tergantung dari niat dan tujuan qta serta bagaimana qta memanajemen diri qta dalam melaksanakan suatu hal. YAng penting semua dalam batas yang dibolehkan Allah.
Malah, dengan pacaran yang sesuai syariat Islam, qta dapat melatih diri qta untuk menahan diri dari nafsu, pendewasaan diri, serta kesabaran hati.
KAlau bersamanya semakin membuat kita mengenalNya dan menghargai ciptaanNya, apakah itu dosa? JAnganlah melihat sesuatu dari sisi gelapnya, tapi ambillah setiap hikmahnya. Dan saya pikir, tulisan mas fauzan di atas sudah cukup jelas,bahwa gak setiap pacaran itu dosa!

99. sinyoegie - Februari 2, 2008

Dear

Sejak masih remaja sinyo sudah tahu tentang perdebatan boleh tidaknya pacaran, bahkan saat internet semakin meluas perdebatan tentang ini semakin mudah ditemukan dan dibaca. Istilah yang digunakan pun mulai bertambah banyak.

Sinyo awam tentang hukum Islam secara mendalam, namun cukup tahu bahwa ikatan resmi/syah antara dua insan berlainan jenis yang bukan sedarah hanya “pinangan” dan “nikah”.

Selain itu maka ikatan dalam bentuk dan definisi apapun antara dua orang insan berlainan jenis yang bukan sedarah tidak resmi/syah secara Islam. Tentunya kita semua tahu apa yang dimaksud dengan “mengikatkan diri” tentunya.

Nah daripada pusing, memikirkan pacaran boleh atau tidak, ayukk segera dipinang dan langsung nikah saja hehehe… ;) , kayak pengalaman sinyo.

Salam
Sinyo

100. sinyoegie - Februari 2, 2008

Maaf bang admin, itu salah ketik url: seharusnya http://sinyoegie.wordpress.com mohon digantikan dan terima kasih.

101. oki - Februari 6, 2008

Wanita-wanita dinikahi karena kecantikannnya, hartanya, nasabnya, dan agamanya….? Kayaknya yang bener ‘Wanita-wanita dinikahi karena agamanya,nasabnya,hartanya,dan kecantikannya.”

102. joko - Februari 6, 2008

assalamu’alaikum.
ya Allah ya Rabb. jadikanlah cinta yang ada dalam hati ini menjadi suatu wujud manifestasi cinta kepadamu.
“Al-fatiha.”
af1, minta tolong dong, bagi kalian saudaraku yang mempunyai artikel2 tentang masalah yang relevan, kirimin ke e-mail aku.
coz buat menambah bahan2 utk nigsi mading.
thanks before.
jazakallah
e-mailku : djoko_rimba@yahoo.com

103. thea - Februari 12, 2008

ass…
bahasan yang menarik ya…
saya setuju sekali bahwa dalam islam tidak mengenal adanya pacaran. dan saya yakin sepenuhnya semua orang pun faham itu,,,tapi bagaimana dengan orang-orang yang masih menjalankan pacaran,selanjutnya dia mencari pembenaran dari apa yang dia lakukan?
kasarnya kan sekali ga ada, ya ga ada istilah pacaran dalam islam.
keep istiqomah all
jazakallah

104. hamba allah - Februari 23, 2008

assalamu’alaikum wr.wb
bagi kamoe2 yang lagi pacran mendingan putusin ja cowok u. aku yakin dengan u putusin pacarmu hidupmu lebih bermakna & jauh dari zina. tau g’ pacaran tu cuma bikin qta berbuat zina. lagian pacran tu di haramkan. sebaiknya jika u pengen pacran kawin dulu ja?????

105. Randy - Februari 28, 2008

Assalamualaikum wr. wb.

@Sinyoegie:
>>Nah daripada pusing, memikirkan pacaran boleh atau tidak, ayukk segera dipinang dan langsung nikah saja hehehe

Meminang dan menikah memang baik, bila sudah waktunya. Namun maksud dari pacaran adalah interaksi sebelum menikah, yang tentunya diharapkan masih dalam batasan Islami.

@Thea:
>>kasarnya kan sekali ga ada, ya ga ada istilah pacaran dalam islam

Sesuai pendapat anda, memang tidak ada istilah pacaran dalam Islam. Berarti pacaran itu tidak dilarang dalam Islam, wong katanya istilahnya aja ngk ada. Berarti kita harus menjelaskan dulu pacaran itu apa. Sepertinya kita semua memandang dari sudut pandang masing2, lebih parahnya lagi, kita masing2 melihat sesuatu yg berbeda.

@
>>aku yakin dengan u putusin pacarmu hidupmu lebih bermakna

Kalau memang demikian, benar. Tapi bila sebaliknya? Bukankah dg merasa hidup bermakna kita akan lebih bersyukur.

>>tau g’ pacaran tu cuma bikin qta berbuat zina

Nggak tahu..
apalagi dengan kata “cuma bikin”
Jangan generalisir pacaran seperti itu, suudzan..

Wassalamualaikum wr. wb.

106. ghani arasyid - Maret 1, 2008

assalamu’alaikum.

pacaran?
gimana ya?

kayaknya gak deh…

pacaran lebih nikmat kalo kita udah nikah.

tapi, sebelum nikah memang harus saling mengenal dulu.
dan caranya nggak boleh seperti temen-temen kita saat ini yang begitu bebasnya…

harus terjaga.

mengenal seorang calon istri / suami.
bukan pacaran…

Wallahu a’lam

107. Hamba_Mu - Maret 3, 2008

” Wahai jiwa-jiwa yang tenang jangan sekali-kali kamu mencoba menjadi Tuhan dengan mengadili dan menghakimi… , Bahwasannya kamu memang tak punya daya dan upaya, serta kekuatan untuk menentukan kebenaran yang sejati ”

Apa yang kamu yakini sebagai sebuah kebenaran mungkin bukanlah sebuah kebenaran buat yang lainnya….

Shine on… lets make harmony for a better future

108. susi - Maret 5, 2008

pcaran?????msih diambang keraguan,haram atau ga.dan wajib atau ga…saya kadang takut untuk menjalaninya,terlalu banyak dosa2 yang akan kta perbuat tanpa disadarinya…….ya allh…….tapi kita ga menjalani pacaran dibilang orng2 ga laku lah,pilih2lah..dll….subhanallh saya nunggu jodoh aj dengan cwo yang mengerti pacaran yang islami tanpa ada sentuhan2,itu yang paling saya takutin>!!!!

109. Tri - April 9, 2008

Hehehehe…
Panjang banget sich,agak pusing.
Tapi ternyata akhirna dateng jg bukti bhw pcrn itu boleh!

110. ckz - April 30, 2008

Y Allah….

blon ktemu titik terang ne ttg pacaran……

111. Nur Miftah Hanifa - Mei 9, 2008

Semoga kita t’masuk k dlm gol as-sunnah waljamaah..
amin…
Kita juga lupa hrus jaga pandangan…(it’s important)
Pacaran tu haram
Pacaran
Kebanyakan orang sebelum melangsungkan perkawinan
biasanya “Berpacaran” terlebih dahulu, hal ini
biasanya dianggap sebagai masa perkenalan individu,
atau masa penjajakan atau dianggap sebagai perwujudan
rasa cinta kasih terhadap lawan jenisnya.

Adanya anggapan seperti ini, kemudian melahirkan
konsesus bersama antar berbagai pihak untuk
menganggap masa berpacaran sebagai sesuatu yang lumrah
dan wajar-wajar saja. Anggapan seperti ini adalah
anggapan yang salah dan keliru. Dalam berpacaran sudah
pasti tidak bisa dihindarkan dari berintim-intim dua
insan yang berlainan jenis, terjadi pandang memandang
dan terjadi sentuh menyentuh, yang sudah jelas
semuanya haram hukumnya menurut syari’at Islam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Jangan sekali-kali seorang laki-laki
bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si
perempuan itu bersama mahramnya”. (Hadits Shahih
Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim).
Jadi dalam Islam tidak ada kesempatan untuk berpacaran
dan berpacaran hukumnya haram.
Jazakumullahukhairan…ya…

112. muhammadilham - Juni 3, 2008

uda mas….
jangan mengingkari hati sampeyan

misalkan mas sudah cinta sama seseorang, tiap hari ketemu dia
walaupun sampeyan gak pacaran…
perasaan sekedar ingin ‘berbagi kasih sayang’ pasti ada
paling gak memandang wajah dsb, walaupun memandang wajah gak haram, tapi kita jelas2 di perintahkan menundukkan pandangan
kecuali anda punya kelainan, jadinya nafsu birahi hampir gak ada

taaruf sama pacaran jelas bedalah mas,
taaruf itu dilakukan kalo kedua insan uda siap nikah….
jadi taaruf paling lama cuma 1-2 bulan.

hati-hati kalo mas berargumen itu. bisa-bisa banyak orang yg tadinya bner malah jadi sesat setelah baca tulisan anda. apa gak takut dosa? :). kalo ada yang tadinya menganggap pacaran haram trus membaca tulisan sodara jadi pacaran. apa mas mau akhirnya kisah akhwat kita yang hijabnya menutupi seluruh auratnya ternyata sudah 3 kali pacaran? naudzubillah….
harus wanita mana lagi yang terjaga kesucian diri dan hatinya?

uda jelas-jelas zaman nabi, saat semua ayat qur’an dan hadits diturunkan gak ada seorangpun yang pacaran. itulah makanya tidak ada satu ayat pun yang ada kata pacarannya :)

ok mas, mari kita sama-sama berpikir dengan ayat dan hadits yang ada. dan melihat bagaimana sahabat-sahabat nabi mengimplementasikan. jangan hanya mengikuti keinginan semu atau nafsu belaka.

BTW mas pacaran gak?

113. Venty N!eh - Juni 6, 2008

ASSALAMUALAIKUM
waduh kok jadi ribet ya?
pusing….pusing….pusing…
Ya ALLAH tuntun Hamba ke jalanMu. Amien
Tunjukkan Hamba Hal yang Benar dan Hal Yang Salah…
i believe in you my luvly GOD

114. F@I KAZUMI - Juni 7, 2008

pacaran memang gk ada dalam islam tapi yang adanya tu Taa’ruf yaitu mengenal lebih dekat tanpa melanggar apa yang allah langgar. menurut saya lebih baik niatnya Taa’ruf dan mengenal lebih dekat dengan maksud tuk mengkhitbahnya tapi juga harus menjalankan syarat2nya dan Taa’ruf nya jangan berlebihan kaya jaman cekarang lebih baik sesuai dengan syariat islam dan sesuai dengan adab-adab islam ketika lelaki dan wanita. bertemu !!!!!

115. N.Aini Nadhifah - Juni 7, 2008

di Islam gk ada pacaran tapi ada juga Taaruf yaitu mgnal lbh dekat tanpa melanggar apa yg Allah langgar, juga kita berniat untuk mengenalnya lebih dekat tuk bermaksud mengkhitbahnya tapi apabila dia jodohnya…kan jodoh di tangan Allah mnusia cm bs brusha and berdoa.dan melakukannya dengan benar-benar berniat Taaruf juga mengenalnya jangan seperti orang pacaran ky jmn ckrg tp mnrt syarat2 Taaruf yaa mengenalnya cukup lewat Sms or teleponan paling kalau ktmu senyum aj dh cukup. jadi jangan berlebihan kalau berlebihan malah jadi dosa kan ???? F.N.A

116. alfajri - Juli 13, 2008

assalamualaikum,…
aku orang paling g setuju kalau ada yang bilangm PACARAN ISLAMI,
karena bagi aku dalam islam tidak pernah dia ajarkan mengenai pacaran,..jd bagi teman2 semua hindarilah pacaran, karena pacaran adalah salah satu sumber kejahatan,.,..

117. alfajri - Juli 13, 2008

Pacaran Islami, Adakah?

Pacaran, setiap kali kita mendengarnya akan terlintas dibenak kita sepasang anak manusia yang tengah dimabuk cinta dan dilanda asmara, saling mengungkapkan rasa sayang serta rindu. Lalu kenapa harus dipermasalahkan? Bukankah “ada pacaran islami” tanpa harus melanggar batasan-batasan syariat?

CINTA, FITRAH ANAK MANUSIA
Manusia diciptakan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala dengan membawa fitrah (insting) untuk mencintai lawan jenisnya. sebagaimana firman-Nya, artinya,
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu Wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Âli-‘Imrân: 14).
Berkata Imam Qurthubi, “Allah memulai dengan wanita karena kebanyakan manusia menginginkannya, juga karena mereka merupakan jerat-jerat setan yang menjadi fitnah bagi kaum laki-laki, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Tiadalah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhârî dan Muslim).
Oleh karena itu, wanita adalah fitnah terbesar dibanding yang lainnya. (Lihat Tafsîr al Qurthubî 2/20). Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun, sebagai manusia, tak luput dari rasa cinta terhadap wanita. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Disenangkan kepadaku dari urusan dunia wewangian dan wanita.” (HR. Ahmad dan selainnya dengan sanad hasan).
Karena cinta merupakan fitrah manusia, maka Allah menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan nikmat yang dijanjikan bagi orang-orang beriman di surga dengan bidadarinya.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim).
Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, artinya, “Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.” (QS. Ar-Rahmân: 70).
Namun, Islam sebagai agama paripurna para rasul, tidak membiarkan fitnah itu mengembara tanpa batas, Islam telah mengatur dengan tegas bagaimana menyalurkan cinta, juga bagaimana batas pergaulan antara dua insan lawan jenis sebelum nikah, agar semuanya tetap berada dalam koridor etika dan norma yang sesuai dengan syari’at.

ETIKA PERGAULAN LAWAN JENIS DALAM ISLAM
1. Menundukan Pandangan terhadap Lawan Jenis
Allah memerintahkan kaum laki-laki untuk menundukan pandangannya, sebagaimana firman-Nya, artinya, “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An- Nûr: 30).
Sebagaimana hal ini juga diperintahkan kepada wanita beriman, Allah berfirman, artinya, “Dan katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluan-nya.” (QS. An-Nûr: 31).

2. Menutup Aurat
Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.” (QS. An-Nûr: 31).
Juga firman-Nya, artinya, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzâb: 59).

3. Adanya Pembatas Antara Laki-laki dengan Wanita
Seseorang yang memiliki keperluan terhadap lawan jenisnya, harus menyampaikannya dari balik tabir pembatas. Sebagaimana firman-Nya, artinya, “Dan apabila kalian meminta sesuatu kepada mereka (para wanita) maka mintalah dari balik hijab.” (QS. Al-Ahzâb: 53).

4. Tidak Berdua-duaan dengan Lawan Jenis
Dari Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali wanita itu bersama mahramnya.” (HR. Bukhârî 9/330, Muslim 1341).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duaan dengan seorang wanita, karena setan akan menjadi yang ketiganya.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzî dengan sanad shahih).

5. Tidak Mendayukan Ucapan
Seorang wanita dilarang mendayukan ucapan saat berbicara kepada selain suami. Firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala, artinya, “Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzâb: 32).
Berkata Imam Ibnu Katsîr—rahimahullâh, “Ini adalah beberapa etika yang diperintahkan oleh Allah kepada para istri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam serta para wanita Mukminah lainnya, yaitu hendaklah dia kalau berbicara dengan orang lain tanpa suara merdu, dalam artian janganlah seorang wanita berbicara dengan orang lain sebagaimana dia berbicara dengan suaminya.” (Tafsîr Ibnu Katsîr: 3/530).

6. Tidak Menyentuh Lawan Jenis

Dari Ma’qil bin Yasâr t berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi itu masih lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrânî dalam Mu’jam al Kabîr: 20/174/386).
Berkata Syaikh Al-Albânî—rahimahullâh, “Dalam hadits ini terdapat ancaman keras terhadap orang-orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Ash-Shohîhah: 1/448).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak pernah menyentuh wanita meskipun dalam saat-saat penting seperti membaiat dan lain-lain. Dari ‘Aisyah berkata, “Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat.” (HR. Bukhârî 4891).
Inilah sebagian etika pergaulan laki-laki dengan wanita selain mahram, yang mana, apabila seseorang melanggar semuanya atau sebagiannya saja akan menjadi dosa zina baginya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. zina mata dengan memandang, zina lisan dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan serta berangan-angan, lalu farji yang akan membenarkan atau mendustakan semuanya.” (HR. Bukhârî dan Muslim).
Padahal Allah Subhaanahu wa Ta’ala telah melarang perbuatan zina dan segala sesuatu yang bisa mendekati perzinaan. (Lihat Hirâsatul Fadhîlah oleh Syaikh Bakr Abu Zaid, hal. 94-98). Sebagaimana firman-Nya, artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al-Isrâ': 32).

HUKUM PACARAN
Setelah memerhatikan ayat dan hadits di atas, maka tidak diragukan lagi bahwa pacaran itu haram, karena beberapa sebab berikut:
– Orang yang sedang pacaran tidak mungkin menundukan pandangannya terhadap kekasihnya. Awal munculnya rasa cinta itu pun adalah dari seringnya mata memandang kepadanya.
– Orang yang sedang pacaran tidak akan bisa menjaga hijab.
– orang yang sedang pacaran biasanya sering berdua-duaan dengan kekasihnya, baik di dalam rumah atau di luar rumah
– Wanita akan bersikap manja dan mendayukan suaranya saat bersama kekasihnya
– Pacaran identik dengan saling menyentuh antara laki-laki dengan wanita, meskipun itu hanya jabat tangan.
– Orang yang sedang pacaran, bisa dipastikan selalu membayangkan orang yang dicintainya. Perhatikan kembali etika pergaulan dengan lawan jenis dalam Islam yang telah kami sebutkan di atas. Berapa poin
pelanggaran yang dilakukan oleh orang pacaran? Dalam kamus pacaran, hal-hal tersebut adalah lumrah dilakukan, padahal satu hal saja cukup untuk mengharamkan pacaran, lalu bagaimana kalau semuanya?

SYUBHAT DAN JAWABANNYA
Sebenarnya, keharaman pacaran lebih jelas daripada matahari di siang bolong. Namun begitu, masih ada yang berusaha menolaknya walaupun dengan dalil yang sangat rapuh, serapuh rumah laba-laba Di antara syubhat itu adalah:
Syubhat pertama: Tidak bisa dipukul rata bahwa pacaran itu haram, karena bisa saja orang pacaran yang Islami, tanpa melanggar syariat.
Tanggapan : Istilah “Pacaran Islami” itu cuma ada dalam khayalan, dan tidak pernah ada wujudnya. Anggaplah dia bisa menghindari khalwat (berduaan), menyentuh serta menutup aurat, tapi tetap tidak akan bisa menghindari dari saling memandang. Atau paling tidak membayangkan dan memikirkan kekasihnya. Yang mana hal itu sudah cukup mengharamkan pacaran.
Syubhat kedua : Orang sebelum memasuki dunia pernikahan, butuh untuk mengenal dahulu calon pasangan hidupnya, baik sisi fisik maupun karakter, yang mana hal itu tidak akan bisa dilakukan tanpa pacaran, karena bagaimanapun juga kegagalan sebelum menikah akan jauh lebih ringan daripada kalau terjadi setelah nikah.
Tanggapan: Memang, mengenal fisik dan karakter calon istri maupun suami merupakan suatu hal yang dibutuhkan orang sebelum
memasuki biduk pernikahan, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari, juga tidak terkesan membeli kucing dalam karung. Namun, tujuan ini tidak bisa menghalalkan sesuatu yang haram. Ditambah lagi, bahwa orang yang sedang jatuh cinta akan berusaha menampakkan segala yang baik dengan menutupi kekurangannya di hadapan kekasihnya. Juga orang yang sedang jatuh cinta akan menjadi buta dan tuli terhadap perbuatan kekasihnya, sehingga akan melihat semua yang dilakukannya adalah kebaikan tanpa cacat. (Lihat Faidhul Qodîr oleh Imam Al-Munâwî: 3/454).

ini aq dapat dari browsing2 di internet smoga bermanfaat…

118. arief_dj™ - Juli 21, 2008

..mas faujay kurang membahas tentang definisi dan hal-hal yang dapat di-kategorikan dengan zina.. kita bukan hanya dilarang melakukan zina, tapi bahkan dilarang untuk mendekatinya.. para ulama yang mengharamkan pacaran, karena mereka khawatir dengan apa yang namanya ‘mendekati zina..’.. lagipula, gaya pacaran anak2 jaman sekarang kan dah ‘gak beres’.. hehe.. jadi, kalo mau pacaran yang islami, ya menikahlah, dengan kata lain, PACARAN YANG ISLAMI ITU = MENIKAH…

119. NDIEK - Juli 26, 2008

” Wahai jiwa-jiwa yang tenang jangan sekali-kali kamu mencoba menjadi Tuhan dengan mengadili dan menghakimi… , Bahwasannya kamu memang tak punya daya dan upaya, serta kekuatan untuk menentukan kebenaran yang sejati ”

Apa yang kamu yakini sebagai sebuah kebenaran mungkin bukanlah sebuah kebenaran buat yang lainnya….

Shine on… lets make harmony for a better future

120. It4 - Juli 30, 2008
121. fitria - Juli 30, 2008

assalammualaikum
menurut saya pribadi pacaran sih memang nggak ada,tapi ada sebagian ikhwan yang beranggapan bahwa pacaran itu boleh.katanya 2 bulan setelah khitbah.memang benar gitu ya…!
tolong donk penjelasannya yang lebih lengkap.

122. muhammad - September 4, 2008

assalamu’alaikum
masalah pacaran selalu dibicarakan, namun saya sendiri tidak setuju kalo dikatakan bahwa ada pacaran islami sebelum nikah. Pacaran yg islami adanya setelah akad nikah, walaupun dalil yang secara langsung mengatakan “Diharamkan bagi kalian pacaran” atau yang semisalnya tidak akan kita temukan.
bukankah Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (Qs. Al-Isra: 32)
Ibn Katsir mengatakan dalam tafsirnya: “Allah SWT melarang hamba-Nya berzina dan mendekatinya, yaitu dengan melakukan sebab-sebab dan pendorong2 yang menghantarkan seseorang pada perzinaan…”

PACARAN SEBELUM NIKAH
adalah pendorong dan sebab yang yang menghantarkan seseorang pada perzinaan.
maka tidak ada alasan untuk berpacaran sebelum nikah, walaupun dengan dalih sudah tunangan (khitbah).
Rasulullah SAW bersabda, “Jangan sekali-kali seorang laki2 berduaan dengan perempuan, karena yg ketiganya adalah syetan.”

123. Diari Hati » Blog Archive » Buku Harian 19 Mei 2006 - September 7, 2008

[...] Untuk masalah pacaran, mba Sinta memberikan kami selembar brosur yang iya dapatkan dari browsing internet. Inilah yang aku postingkan. Jadi, Pacaran dalam islam ada, asalkan….(lihat posting Tidak Ada Pacaran Islami (Between Myth and Fact) [...]

124. the miss broken - September 7, 2008

aku putus ma pacarQ karna kita tau pacaran itu haram
aku sayang ma dya meskipun kita udah putus
Qta masih saling sayang….
Qta sepakat untuk nggak pacaran….
tapi kita tetep saling smsan …
mungkin salah untuk kalian yang kaffah…
haram…
tapi kita nggak ketemu…
kita cuma smsan
Qta bahkan udah rencana married…
tanpa mengulangi kesalahan kita dulu, pacaran….

tapi…
mungkin kita bukan jodoh ya….
Ortunya nggak setuju…
nggak masalah…
karna aku masih punya ALLAH kan????

125. Thinker - September 8, 2008

Hehehe…
masihbanyak banget yang ngotot menggunakan argumen dnegan logika yang salah.

sebuah slippery slope, lereng miring yang licin dan menjatuhkan:
Jika pacaran maka bla-bla-bla, lalu bla-bla-bla, kemudian bla-bla-bla, sehingga akan bla-bla-bla, dan akhirnya kamu berzina.

sebuah kemampuan berpikir yang amat rendah dan tidak dewasa. dengan cara berpikir seperti ini maka semua hal bisa menjadi haram.

bahkan perkara yang sunnah pun bisa menjadi haram dengan cara berpikir konyol dan brutal seperti itu.

silaturahmi adalah haram jika digunakan cara berpikir brutal seperti itu.
Saat silaturahmi kita sebagi manusia biasa kadang tak bisa menghindar dari keceplosan, yangkadang menyakiti hati saudara kita, kadang juga ghibah secara tak sadar terungkapkan. akibatnya keburukan yang ada disana, bertambah lagi jika kemudian ucapan2 kotor terucap, semakin buruklah silaturahmi itu. karena itu silaturahmi adalah haram hukumnya…

126. Jagal Abilawa (Werkudara undercover) - September 12, 2008

Thinker sama dengan Gunawan…hayo ngaku!

127. fhieaa_cute_zzzT - Oktober 12, 2008

assalamualaikum wr.wb
zebeloemnya q mow bhilangz tingkyooouuu pheryye muuchh bwt yk dach nuli ez t artikel…. stdknya q jd lbh tew ttg hakekat pacaran,, yk awainya q bener2 bgg dgn chemowaa itoew…n kini q jd lbh icha ngerti… chekale laghee thankzzzzt buangetzzzzzzzzz!!!!!

128. ieZtia_na - Oktober 22, 2008

oooowh,, owwwh,,,,
pacaran udah mewabah di indonesia!! sungguh terlalu bagi ana, setidaknya pacaran itu bole, tapi pacaran yang baik, jangan kalah ma nafsu,, putusin aja kalo si dia keterlaluan,,
okhey,,
saran saya..
sebaiknya menikah saja daripada pacaran, itu solusi yang bagus kok…
:))

129. portgas.......... - Oktober 28, 2008

ASSALAMUALAIKUM SEMUANYA………
maaf sebelumnnya klo saya ampe ikod nimbrung niyh….
dari semua perdebatan di atas,saya sendiri yg dari awal masih bingung semakin bingung.Saya ga tau apa yang harus saya lakukan dengan ‘pacaran’ apakah boleh apakah tidak……..
seperti yg di bilang di awal forum,pacaran itu netral selayaknya anak dan harta.nah tergantung perkembangan pada diri masing2.apakah ke arah positif apakah ke arah negatif.
saya bisa mengerti mengapa pacaran jaman sekarang di larang berdasarkan telaah dari saudara alfajri yg tgl 13 juli 2008.memang segala kriteria2 itu tidak bisa dan tidak akan pernah bisa di hindari.berdasarkan hal2 itu maka pacaran menjadi terlarang(HARAM). saudara UDINS pun bilang kalo rasul aja ga sanggup menahan dari kriteria2 yg bisa jadi bakal beliau alami kalo beliau berpacaran sebelum menikah.so, pacaran sebelum nikah bisa jadi di haramkan donk……
tapi saya jg tertarik dengan pernyataan dari saudara x(maaf saya lupa yg mana komentar anda dan bingung mencarinya lg karena komentar di blog ini kebanyakan) yg mengatakan kalo dia pacaran hanya dengan saling telepon dan sms dengan frekuensi bertemu yg jarang.klo begini kemungkinan pacaran bisa jadi boleh di lakukan.
dan seperti komentar2 yg lain yg mengatakan bahwa semua perdebatan ini ga ad akhir, maka saya hanya mo menyatakan seperti kalimat pertama saya,bahwa pacaran itu netral layaknya anak dan harta.tinggal bagaimana cara kita mengolahnya.apakah ke arah positif apakah ke arah negatif…..
ALLAH Maha Tahu akan segala sesuatu,jadi hanya DIA yang tahu apa apa yang kita tidak ketahui.
dan ALLAH Maha Pengampun, jd klo ad kata-kata saya yg keseleo,kata2 teman2 semua di forum ini yg menimbulkan sakit dan luka hati,semoga ALLAH ampuni.amin…..
look trough your heart until it’s deepest.and you will look the truth…..

130. 0no - November 4, 2008

asalamualaikum.
lngsng aja y. ko bisa pacaran th haram.? kalaw kata w th g mna kita menjalaninya., bwt w th pacaran ibadah, kan kita menyayangi dan mengasihi. maaf klo w th slh.wasalam.

131. pE.a - November 6, 2008

assalamualaikum.
i likeee!!!!
akhrny dpet jga pngetahuan pcrn islami t ky gmn..

thnkz bgd yhh..
wassalamualaikum.

132. melati - November 18, 2008

Assalammu’alaikum
pndpt rekan2 skalian emang bgs..
tp sy cenderung utk g pacaran..
apakah dikau bisa menjamn utk tak tergoda dr syaitan saudara/iku??

133. Anisa F - November 20, 2008

Assalammua’alaikum

Saya sangat setuju dengan artikel ini, coz kita g bisa melebel apakah itu haram atau tidak,,,apalagi tidak ada dalil yang jelas untuk mengatakan hal itu haram atau tidak. Tapi,,alangkah baiknya kita mengikuti apa yang Rasulullah kerjakan semasa hidupnya,,contohnya beliau tidah melakukan pacaran sebelum menikah yang ada hanya ta’aruf,,.tapi 1 hal yang penting jangan sampai rasa cinta kita kepada seseorang yang kita cintai lebih besar daripada rasa cinta kita kepada Allah. Dan 1 hal lagi bagaimana kita berinteraksi dengan sesama..kita juga harus bisa menjaga hijab.

Maaf kalau tulisan saya kurang berkenan,,tapi 1 hal yang saya ingat bahwa perbedaan adalah rahmat

Wassalammua’laikum….

134. alanshar - Januari 3, 2009

ASSALAMUALAIKUM,
mungkin untuk pacaran memang tidaka ada. tapi, satu yang anda harus ketahui yaitu firman ALLAH yang menyatakan:
“…..sesungguhnya telah kami jadikan kamu bersuku-suku berbangsa-bangsa dan bernegara supaya kalian saling kenal-mengenal.”
nah beginilah kurang lebih bunyinya kalau salah tolong di betulkan!
dari sini kita mengetahui bahawa pacaran itu tidak ada. yang ada hanya kita disuruh untuk saling kenal-mengenal. itupun dalam batas-batas yang telah di tentukan oleh syariat islam.
wassalam,

135. afan - Januari 12, 2009

saya tidak menyebutkan kalau pacaran itu haram,tapi kalo emang pacaran lebih menjurus kepada hal yang enggak-enggak, kenapa kita melakukan hal tersebut???

136. EKO ARI WIBOWO - Januari 14, 2009

BOLAEH DONG PACARAN??? YANG PENTING KITA TAU BATASANNYA SOB..

137. dodiet - Januari 14, 2009

Siapa bilang pacaran ga boleh? Kan dengan pacaran qta bisa mengenal lebih jauh sifat dari pasangan qta masing2, tergantung dari niat awal qta pacaran. Memang kalo dari sisi agama istilah pacaran tidak kenal, jadi intinya kembali ke diri qta kuatkah qta menahan godaan selama pacaran?

138. Akmal - Januari 23, 2009

Yg namax pcrn 2 adl bwtn setan tp cinta yah seruan tuhan,iya kan

139. yd.i - Januari 24, 2009

Blog yang menarik, penuh dengan informasi penting.
Sukses buat anda

140. helmi - Januari 24, 2009

assalamualaikum
memang ga’ ada yg namanya pcaran dalam islam. apalagi yang namanya pacaran islami. ambil dari mana tuh phrase? buat temen2 remaja-remaji semuanya, hati2 ya, semua kata yang dimbel-embeli islami 2 ga’ berarti halal lo. memangnya pacaran islami 2 yg gimana? pacaran sambil ngaji? ato sebelum pacaran berdoa dulu? aoooo… sadar dunnnkz!! eh, mugkin ada yang bilang kalo pacaran islami 2, yg klo pacaran berjauh-jauhan, terus ga’ pernah pegang2an, g’ pernah ciuman, gitu? halah3X… ngarang tuh namanya plend. gini wez, kalo ada pacaran islami,, kenapa g’ ada MALING SLAMI, PEMBUNUH ISLAMI, KORUPTOR ISLAMI ajh yua? sbel deh, liat jaman sekarang ne. pacaran 2, dg kata apapun, dg cara apapun tetep haram plend. plizzz duech!!! en. jangn suka pula mengKAMBING HITAMKAN kata islami ya? jangn senaknya mempermainkan agama. Allah bisa murka lo. itu sama ajh dg menfitnah Islam. Udh deh, dalam surat Al-Ahzab (32-33) udah diterangin klo wanita harus menjaga kelakuan agar g’ di kejar2 cwo. coba cari ajh di AlQuran n hadis manapun yang nulis “pakailah perhiasan yang mencolok agar para pria tertarik padamu” ato “pakailah ponds age miracle agar cwo-cwo pada klepek-klepek padamu”. g’ ada kan? kalo ada, sini wez, minta apa ajh tak kasih!!! iblis memang semakin pintar sekarang ini. pake ngembel-ngembeli pacaran islami segala. NAUZUBILLAH… sekarang juga marak kata-kata “mencari seseorang yang punya inner beauty”. hah? edan. sekarang banyak cwe-cwe berjilbab, laki2 alim yg pacaran. ya itu!! gara-gara iner beauty itu. karena merasa sama-sama baik, mereka pun pacaran. mereka merasa bisa saling menjaga diri. bukan itu masalahnya. bukan salng menjaga dirinya, bukan masalah hamil/tidaknya. tapi karena hubungan antara wanita dan pria itu memang HARAM hukumnya, apalagi yg bukan muhrim. gitu… ah, sulit untuk dijelaskan semua ini di jaman jahiliah modern ini. mungkin saya terlalu emosi untuk menjelaskan semua ini. jadi cukup sekian ajh deh. makacih y…
wassalamualaikum

141. Imleh - Februari 5, 2009

HELMI NGARANG!
perlu belajr ushul fiqh dulu Kang, jangan asal cuap2 berdasar “nasehat” guru ngajimu yg masih amatir itu.

142. Jacro 200 - Februari 18, 2009

@140: ngarang polll……seenaknya ngutip dalil….

143. syi~sya - Februari 28, 2009

gmn yah? aku jg bingung, tapi kata orang di sampingku, ada. dia kan mengalami hal itu. but with me.hehehehehe

144. sisca - Maret 16, 2009

ass maaf yang terhormat Bapak ataupun Ibu yng ada di tempat maaf saya bingung sebenarnya
pacaran itu boleh pa tidak?
dan apa hukukmnya kira- kira?
trimaksh

145. sabrina - Maret 16, 2009

emang bnr pacaran tuh enak..?
klu kata tmnk sich, enak2 aja…!
(mohon dijawab! kudu,harus,wajib)

146. Ady_Az_zumar - Maret 30, 2009

PACARAN …. KHALWAT …. ZINA ….. DOSA = NERAKA!
tafsirkan oleh antum ya Akhi fillah.
Islam itu Indah, Islam itu Mudah, Islam itu tidak memberatkan apalagi membingungkan Hamba-hambanya.
Jika anda dahulunya hidup di dunia pacaran, saya akui logika anda untuk semua itu. tapi jika anda hidup dibukan dunia pacaran dan memberikan pencerahan tentang pacaran yang membuat Ghozul Fikr. Na’u Zubilllah.
semoga kelak ana tidak Qaburomakktan indallah… (Doakan agar ana selalu istiqomah) ana adalah orang yang diajarkan oleh dakwah bahwa hidup mulia lebih indah daripada hidup penuh kemudhoratan.

147. Gugunz - April 4, 2009

to 146 Ady_Az_Zumar

belajar ushul fiqh dulu ya, sekalian baca buku tentang logika yang baik karangan Prof Madsen Pirie, banyak kok di toko, biar sedikit terbuka wacananya.

148. sabrina - April 9, 2009

MAKSUD…?????????

149. Gilang KN - Mei 23, 2009

Assalamu’alaikum..
Saudara-saudara seimanku yang mengatakan TIDAK terhadap PACARAN,

Sudahlah, dari pada kita terus bercuap-cuap dengan saudara kita yang lain yang memperdebatkan larangan-Nya (PACARAN) adalah baik, ok2 saja, boleh atau apapun yang berlawanan dengan perintah-Nya lebih baik kita bermuhasabah terhadap diri kita sendiri, mereka-mereka ini bukan tanggungan kita yang wajib kita ingatkan tentang kebenaran Islam. Namun, bukan berarti kita tidak peduli terhadap masalah ini, berdo’a dan munajat kepada-Nya untuk menyadarkan saudara-saudara kita yang telah keliru memahami Islam. Punteun, saya bukan ahli agama tapi saya juga mengingatkan saudaraku sekalian dan khususnya diri saya sendiri untuk selalu mengingat akan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Untuk saudara kita yang keliru tersebut, do’akanlah agar disadarkan akan kekeliruannya dalam pandangannya terhadap PACARAN (naudzubillah)! Allah jua yang pastinya akan menyadarkan mereka semua.. Amin Ya Rabb..

Allahu Akbar..!!!

150. sibuhun - Mei 23, 2009

Wama Takrabuzzinaa innahu kana fahiisatan……………………..

151. Gugunz - Mei 23, 2009

sejak kapan PACARAN adalah LARANGAN-NYA? Ente Nabi ya?

152. Gilang KN - Mei 23, 2009

ehm, yg dilarang bukan pacarannya, tp aktivitasnya kawan..

153. Nenden - Mei 23, 2009

asLmkum………..
emang pacaran itu banyak madzorotx tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
lebih baik ta`aruf dzah oc”_”

154. hamdah - Mei 24, 2009

jika dirimu berharap ingin menjadi kepribadaian yang tangguh maka bresiap-siaolah dengan ujian yang lebih dahsyat..slm knal

155. Gilang KN - Mei 26, 2009

Contoh aktivitas yang ada dalam pacaran nih kawan..

Pertama, dalam pacaran pasti ada aktivitas pandang memandang aurat, atau memandang disertai syahwat antar dua insan. Ini jelas melanggar aturan Allah Swt agar gadhul bashar (lihat QS An-Nur: 30). Kalau pacarannya pake jilbab dan ikhwannya pake koko lengkap plus pecinya, sambil nunduk lagi, gimana? Ah, itu sih akal-akalan aja!

Kedua, kalau pacaran, berarti bakal pergi berdua-duaan alias mojok. bin khalwat. Padahal itu kan melanggar syara’. Nabi bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat dengan wanita yang tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga diantara keduanya adalah setan” (HR Ahmad).

Ketiga, pasti ada pembicaraan yang di luar masalah muamalah alias masalah intim. Misalnya ngerumpiin soal perasaan masing-masing, soal hobi, soal keluarga, dll. Padahal, interaksi laki-perempuan dibatasi syara’ hanya untuk masalah muamalah seperti masalah jual beli, pendidikan, pengurusan umat, dakwah, dll. Yah, kecuali kalau udah khitbah, boleh tuh ngomongin soal keluarga atau rencana pernikahan.

Masih banyak lagi yg bisa ditambahkan buat bilang NGGA sama yg namanya PACARAN!!!

156. Candra F - Mei 26, 2009

Aku SETUJU!!!!!

157. Gugunz - Mei 30, 2009

masalahnya ente menggeneralisasi aktivitas pacaran itu Bro. yang tidak boleh sudah jelas, seandainya pacaran tetep menutup aurat, tidak ber khalwat, tidak berbicara dg mendayu [seperti tulisan utama] tentu pacaran tidak haram. yang haram ya aktivitas yang melangga itu tadi. dan itu bukan pacaran. pacaran bukan selalu seperti itu

158. erwin Wynata - Juni 1, 2009

asllm.. gax usah bingung2… al Quran dan Hadist Rasulullah saw tuntunanya….. Msh Bnyk Hal2 lain yg Brdosa Besar>> Dn mnyebbkn Msuk NeraKa… Syirik Misalny….
….. Gax ad yg perlu di Debatin… Yg penting Batasi diri mana yg Bkn Hak…. Jauhi Zina Mata,telinga,hati,tgn..kaki dsbny….
…. Wsslm…

159. Dakwah Assalafiyin penegak sunnah dan Kitabullah - Juni 6, 2009

Pacaran = zina (itu sudah pasti)..! ana tidak bohong

160. Yugo (Only a truth seeker) - Juni 19, 2009

Bismillahirrahmanirrahim,

Maaf neh kalo udah ada yang tanya. Soalnya comment-nya banyak banget…

Ngomongin tentang definisi, sebenernya pacaran yang islami itu yang kayak apa? Apakah pacarannya gak pake pegang-pegangan tangan, saling menundukkan pandangan, dan dari pihak wanita didampingi muhrimnya, gitu?

Btw, postingannya dikasih paragraf yang baek donk, biar gk pusing bacanya… *_*

161. ricky_eka - Juli 22, 2009

hahaha,,

lupa neh, lam knal..

hahaha,

pendapat dirikuw saat semester 1, pacaran itu boleh, asal….. … … .. ..
panjang dh daftarnya yg ga bleh dilakuin,,

pendapat semester 13 (blom lulus, hiks..)
klo ente mau pacaran, ya pacaran aja tp tanggung resiko sendiri klo dtengah jalan kpleset,,
klo menurut gw sh, nikah aja.,klo blom mampu ya sabar aja.. puasa,
tp klo tetep mau pacaran ya jalanin aja ga perlu nyari dlu dalil syari’atnya buat pembenaran cz klo tu salah mau sejuta dalil yg dipaksakan untuk benar tetep hati lo bakal ga kan 100% sreg. ,

^_^

162. shafwan - Juli 25, 2009

Dalam Islam, hubungan antara pria dan wanita dibagi menjadi dua, yaitu hubungan mahram dan hubungan nonmahram. Hubungan mahram adalah seperti yang disebutkan dalam Surah An-Nisa 23, yaitu mahram seorang laki-laki (atau wanita yang tidak boleh dikawin oleh laki-laki) adalah ibu (termasuk nenek), saudara perempuan (baik sekandung ataupun sebapak), bibi (dari bapak ataupun ibu), keponakan (dari saudara sekandung atau sebapak), anak perempuan (baik itu asli ataupun tiri dan termasuk di dalamnya cucu), ibu susu, saudara sesusuan, ibu mertua, dan menantu perempuan. Maka, yang tidak termasuk mahram adalah sepupu, istri paman, dan semua wanita yang tidak disebutkan dalam ayat di atas.

Uturan untuk mahram sudah jelas, yaitu seorang laki-laki boleh berkhalwat (berdua-duaan) dengan mahramnya, semisal bapak dengan putrinya, kakak laki-laki dengan adiknya yang perempuan, dan seterusnya. Demikian pula, dibolehkan bagi mahramnya untuk tidak berhijab di mana seorang laki-laki boleh melihat langsung perempuan yang terhitung mahramnya tanpa hijab ataupun tanpa jilbab (tetapi bukan auratnya), semisal bapak melihat rambut putrinya, atau seorang kakak laki-laki melihat wajah adiknya yang perempuan. Aturan yang lain yaitu perempuan boleh berpergian jauh/safar lebih dari tiga hari jika ditemani oleh laki-laki yang terhitung mahramnya, misalnya kakak laki-laki mengantar adiknya yang perempuan tour keliling dunia. Aturan yang lain bahwa seorang laki-laki boleh menjadi wali bagi perempuan yang terhitung mahramnya, semisal seorang laki-laki yang menjadi wali bagi bibinya dalam pernikahan.

Hubungan yang kedua adalah hubungan nonmahram, yaitu larangan berkhalwat (berdua-duaan), larangan melihat langsung, dan kewajiban berhijab di samping berjilbab, tidak bisa berpergian lebih dari tiga hari dan tidak bisa menjadi walinya. Ada pula aturan yang lain, yaitu jika ingin berbicara dengan nonmahram, maka seorang perempuan harus didampingi oleh mahram aslinya. Misalnya, seorang siswi SMU yang ingin berbicara dengan temannya yang laki-laki harus ditemani oleh bapaknya atau kakaknya. Dengan demikian, hubungan nonmahram yang melanggar aturan di atas adalah haram dalam Islam. Perhatikan dan renungkanlah uraian berikut ini.

Firman Allah SWT yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra: 32).

“Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki: ‘Hendaklah mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya ….’ Dan katakanlah kepada orang-orang mukmin perempuan: ‘Hendaknya mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya …’.”
(An-Nur: 30–31).

Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa kendali sehingga dapat menelan merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya yang beraksi. Pandangan dapat dikatakan terpelihara apabila secara tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat mengulangi melihat lagi atau mengamat-amati kecantikannya atau kegantengannya.

Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, ‘Palingkanlah pandanganmu itu!” (HR Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi).

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah).

“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari).

Rasulullah saw. berpesan kepada Ali r.a. yang artinya, “Hai Ali, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh.” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Al-Hakim meriwayatkan, “Hati-hatilah kamu dari bicara-bicara dengan wanita, sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada mahramnya melainkan ingin berzina padanya.”

Yang terendah adalah zina hati dengan bernikmat-nikmat karena getaran jiwa yang dekat dengannya, zina mata dengan merasakan sedap memandangnya dan lebih jauh terjerumus ke zina badan dengan, saling bersentuhan, berpegangan, berpelukan, berciuman, dan seterusnya hingga terjadilah persetubuhan.

Ath-Thabarani dan Al-Hakim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah berfirman yang artinya, ‘Penglihatan (melihat wanita) itu sebagai panah iblis yang sangat beracun, maka siapa mengelakkan (meninggalkannya) karena takut pada-Ku, maka Aku menggantikannya dengan iman yang dapat dirasakan manisnya dalam hatinya.”

Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi saw. bersabda yang artinya, “Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita malainkan dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan, seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya.”

Di dalam kitab Dzamm ul Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan dari Abu al-Hasan al-Wa’ifdz bahwa dia berkata, “Ketika Abu Nashr Habib al-Najjar al-Wa’idz wafat di kota Basrah, dia dimimpikan berwajah bundar seperti bulan di malam purnama. Akan tetapi, ada satu noktah hitam yang ada wajahnya. Maka orang yang melihat noda hitam itu pun bertanya kepadanya, ‘Wahai Habib, mengapa aku melihat ada noktah hitam berada di wajah Anda?’ Dia menjawab, ‘Pernah pada suatu ketika aku melewati kabilah Bani Abbas. Di sana aku melihat seorang anak amrad dan aku memperhatikannya. Ketika aku telah menghadap Tuhanku, Dia berfirman, ‘Wahai Habib?’ Aku menjawab, ‘Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.’ Allah berfirman, ‘Lewatlah Kamu di atas neraka.’ Maka, aku melewatinya dan aku ditiup sekali sehingga aku berkata, ‘Aduh (karena sakitnya).’ Maka. Dia memanggilku, ‘Satu kali tiupan adalah untuk sekali pandangan. Seandainya kamu berkali-kali memandang, pasti Aku akan menambah tiupan (api neraka).”

Hal tersebut sebagai gambaran bahwa hanya melihat amrad (anak muda belia yang kelihatan tampan) saja akan mengalami kesulitan yang sangat dalam di akhirat kelak.

“Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua mengajakku keluar. Maka, aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga hampir keluar. Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, ‘Apa ini?’ Kedua orang itu berkata, ‘Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan zina.” (Isi hadis tersebut kami ringkas redaksinya. Hadis di ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

Di dalam kitab Dzamm ul-Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa Abu Hurairah r.a. dan Ibn Abbas r.a., keduanya berkata, Rasulullah saw. Berkhotbah, “Barang siapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka. Barang siapa yang memandang seorang wanita (yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barang siapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan dibelenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka. Dan, barang siapa yang bersenda gurau dengan seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki (yang) haram (untuknya), sehingga lelaki itu terus membarengi dirinya, mencium, bergaul, menggoda, dan bersetubuh dengannya, maka wanitu itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh lelaki tersebut.”

‘Atha’ al-Khurasaniy berkata, “Sesungguhnya neraka Jahanam memiliki tujuh buah pintu. Yang paling menakutkan, paling panas, dan paling bisuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang melakukan perbuatan tersebut setelah mengetahui hukumnya.”

Dari Ghazwan ibn Jarir, dari ayahnya bahwa mereka berbicara kepada Ali ibn Abi Thalib mengenai beberapa perbuatan keji. Lantas Ali r.a. berkata kepada mereka, “Apakah kalian tahu perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Jalla Sya’nuhu?” Mereka berkata, “Wahai Amir al-Mukminin, semua bentuk zina adalah perbuatan keji di sisi Allah.” Ali r.a. berkata, “Akan tetapi, aku akan memberitahukan kepada kalian sebuah bentuk perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Tabaaraka wa Taala, yaitu seorang hamba berzina dengan istri tetangganya yang muslim. Dengan demikian, dia telah menjadi pezina dan merusak istri seorang lelaki muslim.” Kemudian, Ali r.a. berkata lagi, “Sesungguhnya akan dikirim kepada manusia sebuah aroma bisuk pada hari kiamat, sehingga semua orang yang baik maupun orang yang buruk merasa tersiksa dengan bau tersebut. Bahkan, aroma itu melekat di setiap manusia, sehingga ada seseorang yang menyeru untuk memperdengarkan suaranya kepada semua manusia, “Apakah kalian tahu, bau apakah yang telah menyiksa penciuman kalian?” Mereka menjawab, “Demi Allah, kami tidak mengetahuinya. Hanya saja yang paling mengherankan, bau tersebut sampai kepada masing-masing orang dari kita.” Lantas suara itu kembali terdengar, “Sesungguhnya itu adalah aroma alat kelamin para pezina yang menghadap Allah dengan membawa dosa zina dan belum sempat bertobat dari dosa tersebut.”

Bukankah banyak kejadian orang-orang yang berpacaran dan bercinta-cinta dengan orang yang telah berkeluarga? Jadi, pacaran tidak hanya mereka yang masih bujangan dan gadis, tetapi dari uisa akil balig hingga kakek nenek bisa berbuat seperti yang diancam oleh hukuman Allah tersebut di atas. Hanya saja, yang umum kelihatan melakukan pacaran adalah para remaja.

Namun, bukan berarti tidak ada solusi dalam Islam untuk berhubungan dengan nonmahram. Dalam Islam hubungan nonmahram ini diakomodasi dalam lembaga perkawinan melalui sistem khitbah/lamaran dan pernikahan.

“Hai golongan pemuda, siapa di antara kamu yang mampu untuk menikah, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih memelihara kemaluan. Tetapi, siapa yang tidak mampu menikah, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat mengurangi syahwat.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darami).

Selain dua hal tersebut di atas, baik itu dinamakan hubungan teman, pergaulan laki perempuan tanpa perasaan, ataupun hubungan profesional, ataupun pacaran, ataupun pergaulan guru dan murid, bahkan pergaulan antar-tetangga yang melanggar aturan di atas adalah haram, meskipun Islam tidak mengingkari adanya rasa suka atau bahkan cinta. Anda bahkan diperbolehkan suka kepada laki-laki yang bukan mahram, tetapi Anda diharamkan mengadakan hubungan terbuka dengan nonmahram tanpa mematuhi aturan di atas. Maka, hubungan atau jenis pergaulan yang Anda sebutkan dalam pertanyaan Anda adalah haram. Kalau masih ingin juga, Anda harus ditemani kakak laki-laki ataupun mahram laki-laki Anda dan Anda harus berhijab dan berjilbab agar memenuhi aturan yang telah ditetapkan Islam.

Hidup di dunia yang singkat ini kita siapkan untuk memperoleh kemenangan di hari akhirat kelak. Oleh karena itu, marilah kita mulai hidup ini dengan bersungguh-sungguh dan jangan bermain-main. Kita berusaha dan berdoa mengharap pertolongan Allah agar diberi kekuatan untuk menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Semoga Allah menolong kita, amin.

Adapun pertanyaan berikutnya kami jawab bahwa cara mengetahui sifat calon pasangan adalah bisa tanya secara langsung dengan memakai pendamping (penengah) yang mahram. Atau, bisa melalui perantara, baik itu dari keluarga atau saudara kita sendiri ataupun dari orang lain yang dapat dipercaya. Hal ini berlaku bagi kedua belah pihak. Kemudian, bagi seorang laki-laki yang menyukai wanita yang hendak dinikahinya, sebelum dilangsungkan pernikahan, maka baginya diizinkan untuk melihat calon pasangannya untuk memantapkan hatinya dan agar tidak kecewa di kemudian hari.

“Apabila seseorang hendak meminang seorang wanita kemudian ia dapat melihat sebagian yang dikiranya dapat menarik untuk menikahinya, maka kerjakanlah.” (HR Abu Daud).

Hal-hal yang mungkin dapat dilakukan sebagai persiapan seorang muslim apabila hendak melangsungkan pernikahan.
1. Memilih calon pasangan yang tepat.
2. Diproses melalui musyawarah dengan orang tua.
3. Melakukan salat istikharah.
4. Mempersiapkan nafkah lahir dan batin.
5. Mempelajari petunjuk agama tentang pernikahan.
6. Membaca sirah nabawiyah, khususnya yang menyangkut rumah tangga Rasulullah saw.
7. Menyelesaikan persyaratan administratif sesui dengan peraturan daerah tempat tinggal.
8. Melakukan khitbah/pinangan.
9. Memperbanyak taqarrub kepada Allah supaya memperoleh kelancaran.
10. Mempersiapkan walimah.

demikianlah penjelasan tersebut.. smoga dapat dimengerti dan dipahami..

163. candra/cakur - Juli 30, 2009

laperrrr……….

Assalamualaikum.Wr.wb.
setau saya sih emang ga ada pacaran yg islami, tapi dri ilmu yg gw dpet…
ada cra islami utk brpacaran yg sebenernya lebih sering kita sebut temenan/sahabatan…..

seingat saya sih gtu, tpi i2 trgantung yg pcaran juga sih, maw nyadar ga???

klo ga sadar2, ya maw gmna lagi…..
laperr……..

mohon maaf apabila ada salah2 kata….
laperr…….nyaa………

wassalamualaikum.Wr.wb.
cak_032@yahoo.co.id

164. Fajar - Agustus 22, 2009

Aku tak sepakat dengan tulisan ustad diatas….tulisan tersebut ahistoris dan cenderung apologi..berbahasa cinta tentu ustad lebih tahu tantang Kalimat Tauhid..jika ustad bandingkan dengan dalil-dalil pada masa rasulullah, tentu tak ada bahasa atau dedinisi jelas seperti apa itu pacaran ada dalil atau tak ada dalil saya pikir lebih baik kita kembali kepada kalimat tauhid Tiada Tuhan selain Allah..menurut saya ustad harus menyentuh persoalan cinta dan pacaran ini dari berbagai sudut..bukan dari berbagai dalil…jenis-jenis cinta…hakikat cinta..ketika ini dibahasakan tentunya akan mengarah kepada Tauhid.aku senang dengan kalimat sulaikha ketika melakukan pertanyaan kepada Rabbi ” Tuhan aku ingin sekali membelai rambutmu,tapi akupun juga sangat ingin membelai rambut Yusuf, Tuhan aku sangat ingin mencintaimu tapi aku juga sangat mencintai Yusuf, Tapi Tuhan aku tak mau berbuat musyrik kepadaMu”.apa maksud perkataan tersebut diatas tak lain adalah hati-hati terhadap cinta yang tak bernilai kepada landasan tauhid…gimana dengan pacaran???aku pikir ini adalah konsep pembenaran yang dilakuan oleh para pencinta budaya pacaran…betul Nabi gak ada yang pacaran.itu sunnah yang harus diikuti.pertanyaanya…apa budaya lebih kuat ketimbang agama???Tulisan usta diatas aku setuju penjelasannya akan tetapi deklarasi terhadap ada dalil atau tidak ada dalil saya pikir, kita lemah dalam hal ini. ini masalah budaya…yang mengusik ketentraman ummat.wallahu alam bissawwab

165. kyubi - September 3, 2009

pacaran??
siapa bilang itu haram, relatif dari pribadi masing-masing bagaimana memaknai sebuah kata “pacaran”…
wallahu alam bissawwab..

166. SAY NO TO PACARAN BEFORE NIKAH - September 4, 2009

Pacaran? Pikir Lagi, Deh!

Pacaran, sepertinya telah dinobatkan oleh remaja saat ini sebagai satu-satunya ekspresi cinta kepada lawan jenis. Otomatis ikatan baku syahwat ini sedikit banyak mempengaruhi jalinan persahabatan cewek-cowok. Makin sulit ditemukan hubungan dekat remaja-remaji yang murni pertemanan. Selaluuu aja ada benih-benih cinta di hati yang tersemai tanpa mereka sadari. Nggak heran kalo banyak remaja yang terprovokasi oleh komplotan Project Pop dan Chrisye dalam hits terbaru mereka, �burkat’ Buruan deh katakan �. Makanya Yovie dan Nuno juga nggak tahan untuk bilang, � inginku�tidak hanya jadi temanmu�ataupun sekadar sahabat ‘. Pengenya jadi apa dong?
Pacar. Yup, status pacar yang banyak diburu kaum jomblo sebagai simbol kemenangan dan kebanggaan. Begitu pentingnya status ini hingga dijadikan �mata pelajaran’ rutin oleh media massa bagi para pemirsanya. Walhasil, para pelajar berseragam putih biru donker pun menjadikan tempat belajarnya sebagai Sekolah Mencari Pacar (SMP). Parah tenan iki!

Sobat, banyak remaja yang ngerasa kalo jadi pacar atau punya pacar bikin hidup terasa lebih indah. Katanya sih, mereka udah nemuin soulmate alias belahan jiwanya. Seseorang yang memanjakan perasaan cintanya; yang menjaga dan melindunginya; yang begitu perhatian dan peduli padanya; yang menyediakan a shoulder to cry on ; yang mengulurkan tangannya saat salah satunya down ; hingga rela berkorban untuk memenuhi permintaan sang buah hati. Pokoknya romantis abis!

Selanjutnya, hari-hari mereka lalui dengan kebersamaan. Acara jalan bareng sambil gandengan tangan atau mojok berdua untuk saling bertukar cerita jadi menu wajib. Di kampus, sekolah, mal, halte, bioskop, atau di bawah guyuran hujan nggak masalah. Kalo nggak bisa jalan bareng, minimal mengobral kata-kata cinta via SMS. Inilah penyakit orang kasmaran. Enggan berpisah walau sesaat. Bawaannya kangen mulu. Padahal doinya cuma permisi ke toilet. Waduh!

Tapi sobat, apa bener pacaran itu selamanya indah?

Banyak rugi di balik pacaran

Kalo diperhatiin sekilas, bisa jadi orang mengganggap pacaran itu nggak ada ruginya. Padahal, banyak juga lho ruginya. Makanya jangan cuma sekilas merhatiinnya. Nggak percaya? Simak deh poin-poin berikut:

1. Rugi waktu

Sobat, coba kamu iseng-iseng nanya ke temen yang pacaran, berapa banyak waktu yang dia berikan untuk pacarnya? A. satu jam B. dua jam C. satu hari D. satu minggu (kayak soal ujian aja pake multiple choice ). Jawabannya: nggak ada yang cocok! Sebab ketika ikatan cinta di antara mereka diucapkan, masing-masing kudu terima konsekuensi untuk ngasih perhatian lebih buat sang pacar. Itu berarti, harus stand by alias siap setiap saat jika diperlukan doi (sopir taksi kaleee!). Ini yang bikin repot.

Gimana nggak, waktu yang kita punya nggak cuma buat ngurusin sang pacar. Emang sih teorinya nggak seekstrim itu. Biasanya mereka mencoba saling mengerti kalo kekasihnya juga punya kepentingan lain. Tapi kalo masing-masing minta dimengerti, bisa-bisa muncul sikap egois. Merasa dirinya paling penting dan paling berhak untuk diperhatikan. Ending -nya, teori dan praktek sangat jauh panggang dari api. Tetep aja mereka terpaksa ngorbanin waktu untuk sekolah, kantor, keluarga, atau teman sebaya biar doi nggak ngambek. Kalo sudah begini, demi mempertahankan pacaran, urusan lain bisa berantakan. Betul?

2. Rugi pikiran

Sehebat-hebatnya manusia mengelola alokasi pikiran dan perhatian untuk ngurusin hidupnya, belum tentu dia mampu mengendalikan rasa cintanya. Asli. Ketika kita jatuh cinta, nggak gampang kita mikirin urusan laen. Semua pikiran kita selalu mengerucut pada satu objek: Pacar. Mau ngapain aja selalu teringat padanya. Seperti kata Evi Tamala, � mau makan teringat padamu�. mau tidur teringat padamu� lihat cheetah teringat padamu�. ‘ Ups! Sorry , jangan ngerasa di puji ya. Gubrak!

Nggak heran kalo sitaan pikiran yang begitu besar dalam berpacaran bisa bikin prestasi belajar menurun. Itu juga bagi yang berprestasi. Bagi yang nilainya pas-pasan, bisa-bisa kebakaran tuh nilai rapot. Mereka sulit berkonsentrasi. Meski jasadnya ada dalam kelas belum tentu pikirannya nangkep penjelasan dari guru. Yang ada, pikirannya tengah melanglang buana ke negeri khayalan bersama sang permaisuri pujaan hati. Dan nggak akan sadar sebelum spidol atau penghapus whiteboard mendarat dengan sukses di jidatnya.

3. Terbiasa nggak jujur

Lucu. Kalo kita ngeliat perilaku standar remaja yang lagi kasmaran. Di rumah dia uring-uringan karena sakit perut (tapi bukan diare lho), tapi akibat makan cabe tapi lupa makan goreng bakwannya karena saking asyiknya nonton Dora the Explorer . Sang ibu pun terpaksa telpon ke sekolah untuk minta izin. Menjelang siang, tiba-tiba pacar telpon. Nanyain kabar karena khawatir. Terus dia bilang, �sayang ya kamu nggak sekolah. Padahal nanti siang aku minta di antar ke toko buku terus hadirin undangan temenku yang ulang tahun di KFC�’

Tak lama berselang, keajaiban terjadi. Tiba-tiba sakitnya sembuh dan siap nganterin doi. Padahal sebelum ditelpon pacarnya, sang ibu minta tolong dibeliin minyak tanah di warung sebelah rumah, jawabnya: � nggak kuat jalan Bu. Kan lagi sakit ‘.

Ini baru contoh kecil. Seringkali orang yang pacaran secara otomatis berbohong, agar terlihat baik bin perfect di mata pacar.

4. Tekor materi

Sobat, dalam berpacaran, keberadaan materi sangat menentukan mati hidupnya itu hubungan. Meski ngakunya nggak begitu mentingin materi, tetep aja kalo nraktir bakso di kantin sekolah atau nonton hemat di twenty one kudu pake duit.

Yang bikin runyam, kebanyakan dari remaja yang berpacaran perekonomiannya sangat tergantung dengan jatah yang dikasih ortu. Pas lagi ada duit, jatah uang saku sebulan ludes dalam hitungan jam di malam minggu pertama setiap bulan. Kalo lagi nggak punya duit sementara pacar ngajak jalan, bisa nekat mereka. Nilep uang SPP atau terlibat aksi kriminal. Repot kan?

Nah sobat, ternyata pacaran tak selamanya indah. Ada juga ruginya. Banyak malah. Rasanya nggak sebanding dong kalo kita harus kehilangan waktu luang, prestasi belajar, teman sebaya atau kedekatan dengan keluarga, karena waktu, pikiran, tenaga, dan materi yang kita punya, banyak dialokasikan untuk sang pacar. Belum lagi dosa yang kita tabung selama berpacaran. Padahal pacar sendiri belum tentu bisa mengembalikan semua yang kita korbankan ketika kita kena PHK alias Putus Hubungan Kekasih. Apalagi ngasih jaminan kita selamat di akhirat. Nggak ada banget tuh. Rugi kan? Pasti, gitu lho!

Pacaran, dilarang masuk!

Sobat muda muslim, meski dalam al-Quran tidak terdapat dalil yang jelas-jelas melarang pacaran, bukan berarti aktivitas baku syahwat itu diperbolehkan. Pacaran di- black list dari perilaku seorang muslim karena aktivitasnya, bukan istilahnya.

Orang pacaran pasti berdua-duaan. Padahal mereka bukan mahram atau suami-istri. Yang kayak gini yang dilarang Rasul dalam sabdanya: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat (bedua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita itu tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah setan” (HR Ahmad)

Kehadiran pihak ketiga alias setan sering dicuekin oleh orang yang lagi pacaran. Padahal bisikannya bisa bikin mereka gelap mata bin lupa diri. Cinta suci yang diikrarkan lambat laun ber- metamorfosis menjadi cinta birahi. Ujung-ujungnya mereka akan dengan mudah terhanyut dalam aktivitas KNPI alias Kissing , Necking , Petting , sampe Intercousing . Dari sekadar ciuman hingga hubungan badan. Naudzubillah min dzalik ! Makanya Allah Swt. telah mengingatkan dalam firmanNya:

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS al-Isr� [17]: 32)

Kalo masih ngeyel dengan peringatan Allah Swt. di atas, dijamin kesengsaraan bakal menimpa kita. Banyak kok fakta yang berbicara kalo gaya pacaran sekarang lebih didominasi oleh penyaluran hasrat seksual. Akibatnya, secara tidak langsung pacaran turut membidani lahirnya masalah aborsi, prostitusi, hingga penyebaran penyakit menular seksual. Karena itu, pacaran dilarang masuk dalam keseharian seorang muslim. Akur? Kudu!

Agar cinta nggak bikin sengsara

Sobat muda muslim, perlu dicatet kalo Islam melarang pacaran bukan berarti memasung rasa cinta kepada lawan jenis. Justeru Islam memuliakan rasa cinta itu jika penyalurannya tepat pada sasaran. Sebab Allah menciptakan rasa itu pada diri manusia dalam rangka melestarikan jenisnya dengan kejelasan nasab alias garis keturunan. Karena itu hanya satu penyaluran yang diridhoi Allah, dicontohkan Rasulullah, dan pastinya tepat pada sasaran. Yaitu melalui pernikahan. Rasulullah saw bersabda: “Wahai sekalian pemuda, barang siapa yang sudah mempunyai bekal untuk menikah, menikahlah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat memejamkan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang belum mempunyai bekal untuk menikah, berpuasalah, karena puasa itu sebagai benteng baginya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Untuk mengendalikan rasa cinta pada diri manusia, Islam juga punya aturan maen yang meminimalisasi fakto-faktor pembangkit rasa itu. Secara umum, interaksi antara pria dan wanita dalam Islam hanya diperbolehkan dalam aktivitas yang mengharuskan kerjasama di antara mereka. Seperti ketika jual beli di pasar, berobat ke dokter, belajar di sekolah atau kampus, bekerja di kantor, dsb. Dengan catatan, ketika aktivitas di atas selesai, maka masing-masing kudu kembali kepada habitatnya. Nggak pake acara curi-curi kesempatan berduaan sehabis sekolah bubar, mau pergi ke pasar, atau pas berangkat kerja.

Kalo pas lagi ada keperluan mendesak dengan lawan jenis, kita bisa ajak teman biar nggak berduaan. Selain itu, kita juga diwajibkan menjaga pandangan biar nggak jelalatan ketika bertemu dengan lawan jenis. Sebab jika pandangan kita terkunci, sulit mengalihkannya. Seperti kata A. Rafiq, � lirikan matamu�. menarik hati� ‘ (dangdut terus neh! Tadi Evi Tamala. Hihihi..)

Nggak ketinggalan, Islam juga mewajibkan muslimahnya untuk menutup aurat secara sempurna dan menjaga suaranya agar tidak mendesah bin mendayu-dayu ketika berkomunikasi dengan lawan jenisnya. Sebab bisa memancing lawan jenis untuk berinteraksi lebih jauh.Wah, di sinilah perlu jaga-jaga ya.

Sobat muda muslim, selain dosa, ternyata pacaran juga banyak ruginya. Makanya kalo virus merah jambu mulai meradang di hatimu, cuma ada satu solusi jitu: merit binti menikah. Nggak papa kok masih muda juga. Tapi kalo ngerasa belum mampu, kamu bisa rajin-rajin berpuasa untuk meredam gejolak nafsu. Dan tentunya sambil terus belajar, mengasah kemampuan, dan mengenali Islam lebih dalam, jangan lupa perbanyak kegiatan positif: ngaji dan olahraga, misalnya. Moga kita sukses di dunia dan di akhirat ya. Mau kan? Mau doooong! Siip.. dah!

167. Siddiq - September 14, 2009

PACARAN, salah satu kata yang kontroversi yang dianggkat oleh penulis yang mencoba membuat artinya menjadi TIPIS antara HALAL&HARAM. Fenomena yang terjadi saat ini, sebahagian kaum Muslim&muslimah lebih banyak mengambil sesuatu yang BAIK2x SAJA dan sependapat dengan mereka, tetapi ketika mereka dihadapkan kepada SESUATU YANG DILARANG mereka berusaha menentang dengan SEGALA ILMU YG MEREKA PUNYA dengan MENTAFSIRKAN menurut AKAL PIKIRAN mereka.

Wallohualam…..

168. uya - September 15, 2009

Alhamdulillah, yang dikatakan itu benar hanya dzat mulia yang tau kan kebenarannya, tapi menurut saya pacaran itu tidak boleh!!!!

169. Fachreza - Oktober 3, 2009

yup… kalau PACARAN dengan gaya umumnya (sok perhatian, gombal, gandengan, ciuman dll) saya ga’ setuju, jelas dilarang…

tapi kalo orang punya hubungan Pranikah tanpa disertai hal-hal seperti itu, (bedua’an aja nggak mau) itu sih masih boleh saja menurut saya…

tidak ada dalil pelarangannya…
jadi, yang skarang sudah punya pacar, segeralah ubah gaya PACARAN / CARA BERHUBUNGAN anda dengan cara yang baik… sambil persiapkan diri anda untuk segera menikah, segera… amiiin…!!!

bersemangatlah untuk belajar menjadi lebih baik teman2 kaum muda, semoga Allah selalu bersama kita… :-)

170. Ikhsanul Hakim - Oktober 5, 2009

Assalamu’alaikum wr wb..

Beberapa waktu lalu saya mempunyai pasangan yang memang sudah saya niat saya nikahi.

Saya juga ga mau terlalu lama penjajakan, saya terima kondisi dia yang terbaik dan yang terburuk dari dia.

sms dari dia “Aku akan nikah dengan pilihan mama. Siapapun itu orangnya aku terima dengan ikhlas dan bahagia. Karena niat awal untuk bahagiakan orang tua terutama mamaku. Aku hanya tunggu kata2 dari beliau. Aku sudah lelah”

Wajarkah saya bila saya yang pertama secara langsung meminta ke keluarga pacar saya ? Mulai dari kakaknya.. kemudian ibunya ?

Lebaran kemarin saya berbicara dengan ibunya, malah ibunya sebetulnya menyerahkan pilihan ke anaknya, ada sedikit trauma ibunya ttg perjodohan.

Saya bingung dengan sikap yang akan saya ambil..
Mohon saran-saran nya

wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

shosan kami - November 13, 2009

pacar itu dalam artian teman yg ber bahaya bagi lawan jenisnya
dan lebih baik berteman da jangan sampai sahwat kita keluar.krna sangat ber bahaya

171. nuryati - Desember 9, 2009

menurut saya pacaran hanya membuat kita dekat dgn setan….
dan menurut saya enak’n temenan daripada pacaran…
karena lw pacaran kadang berakhir jadi musuh…

172. CiePudhan - Februari 1, 2010

saya setuju dengan tanggapan sodara Murad dan dijahul mubarok, semua kembali pada hati dan niat kita masing2.

173. 160 - Februari 5, 2010

Ajang Pacaran di Indonesia Sudah seperti di Amerika, dengan Adanya Pacaran Mereka bisa “Berbuat Zinnah”
dalam negri demokrasi Mempunyai 4 kebebasan;
1 Kebebasan beragama.
2. Kebebasan berpendapat.
3. Kebebasan kepemilikan.
4. Kebebasan bertingkah laku

Padahal dlm islam sudah ada segala aturan.
inilah yg menjadi feedback pacaran Buruk.

“karna Selama tahun 2008 lalu angka perceraian dan kehamilan sebelum atau di luar nikah cukup tinggi. Data di Pengadilan Agama Wates menyebutkan, angka perceraian mencapai 234 kasus sedangkan angka kehamilan sebelum atau di luar nikah mencapai 238 pasangan.
(www. suaramerdeka.com)

dalam islam sudah ada istilah tersendiri untuk menentukan pasangan yaitu : Ta’aruf yg sudah jelas dan terperinci bagaimana aturannya.
karna dalam islam prilaku manusia sudah ada aturannya.

buat apa kita susah2 memperdebatkan sesuata yg baru yg belum jelas hukumnya sementara sudah ada yg jelas.
jd Tinggalkan yg blm jelas dan laksanakan yg sudah jelas ketentuannya

174. Nur Jannah - April 1, 2010

Pacaran Islami ??
Menurut ku yang tergolong org awam ini, “Merasakan Cinta” atau suka dengan lawan jenis sih sah2 aja. Malah kalo gak gitu “Gak Normal” dung namanya. Bisa jadi termasuk golongannya kaum Nabi Lut, Wadaauu…
Nah yang gawat daruratnya jk nurut,tunduk,patuh sm rasa cinta itu sendiri. seperti kata pepatah “Cinta itu dari mata turun kehati” trus klo dah gitu pasti punya rasa untuk memiliki org yang dicintainya itu. Hayo ngaku…
Saya sadar sekali, sebagai anak sekolahan yang sudah berani merasakan cinta pasti ada 2 cara bwt menyalurkan rasa itu adlh dgn “pacaran” atau “melupakan rasa itu”.Bgmn tidak, emang ada sekolah sederajat S3(sd,smp,sma) memperbolehkan muridnya menikah??
Trus sekarang ada yg nmny “pacaran Islami” lg! Pacaran yg bagai mana pula itu. Padahal kita tahu sendiri, kalo Pacaran itu identik dgn; gandengan tangan, pelukan,ciuman, berdua2an, deelel yg tentu aja berhubungan dengan fisik. Menurut sy itu bukan lah cinta yang digunakan, tapi “Nafsu” Gak percaya?? ngintip aja gy pacaran jmn sekarang.gak usah kekuburan ke tempat umum aja di pantai,alun2 kota,mall, sekolahaan, pingir2 jaln tak jarang kita disuguhi pemandangan yg Syuuurrrr.
Jadi mustahil sekali jk ada pernyataan, adanya pacaran yang Islami. Padhl anda tahu sendiri Islam melarang pria-wanita bersentuhan secra fisik (kecuali mahrom), membuka aurat, berbicara merayu (sexually attracted).
Lalu pacaran Islami itu yang seperti apa??
Seperti di awal,Kalo cuman saling punya rasa suka(slng mencintai) antara lawan jenis sih rasanya sah2 aja. Itu hak dia kok! Hak dia pula untuk menyatakan atau memendam saja. Tapi gak usah sampai ngajak pacaran. Sekedar biar siDia tau aja, dan bikin hati kita lega. Sy kira itu masih aman. Namun jika pernyataan itu + ngajak pacaran!! nak itu dia yang bikin gawat. Padahal kita Islam,Pilih pacaran Islami aja!! Wah pacaran yang bagai mana itu??
1.Pacaran yg gak gandengan tangan & kontak fisik lainnya
2.Pacaran yg hanya kedip2pan mata dan tebar senyum
3.Pacaran yg di perbolehkan duduk berdua,asal gak pegang2an
4.Pacaran yg boleh ngobrol lwt telpon
Hay hay…. itu sih sama aja Bung!! Sama aja Bohong.
orng sono bilang, peluk-cium itu adl bumbunya cinta ibarat sayur kurang enak kalo gak ada garam.
Pilih yg No.3?? Emang yakin cuman berdua nih, Kata nenek jgn ddu2k berdua2an krn yang ketiga adl The Masternya Kesesatan “SETAN” Jd jgn nyesel kalo awalnya duduk berdua jaranknya 1meter lama2 jd sepanjang telunjuk aja.
Pilih No.4?? Lah ini lagi, toh ujung2nya ngerayu jg. “Suara kamu lembut ky bulu kucing”,”senyum mu renyah kyk krupuk” Jiah…. Gombal!! Pdl td ktnya gak boleh ngerayu tuh
Kesimpulan dr sy yg org awam tp dikit2 ngerti agama Islam ini, Cinta pd manusia (lawan jenis) bak Berlian di toko Emas. Boleh dilihat gak boleh di sentuh. Boleh Dimiliki asal duit udah ada. Begitu pula cinta, Boleh dirasa tak boleh dicoba. Boleh dimiliki jk memang udh wktunya dan udah siap lahir batin.
Namun cinta yng paling Indah, cinta yang takkan mampu dibandingkan dgn apapun, yg hanya bs di bayar dgn ketulusan hati&Jiwa, Cinta Hakiki, yaitu cinta dari sang Maha dr sgl Maha ya cm 1 Cintanya Allah.
Jadi tetep, Pacaran itu Haram krn didlmnya terdapat tindakan2 haram(bersentuhan, peluk cium, merayu,bhkn bs smpe freesex) TAPI, ada tapinya yg halal itu rasanya. Rasa cinta pd lawan jenis.
So,semua kembali pd diri kita masing2. Toh kalo dah ngebet pengen nikah, ya Ta’aruf aja. Ada yang halal ko pilih yang haram sih. ^^v

175. Nur Jannah - April 1, 2010

Pacaran Islami ??
Menurut ku yang tergolong org awam ini, “Merasakan Cinta” atau suka dengan lawan jenis sih sah2 aja. Malah kalo gak gitu “Gak Normal” dung namanya. Bisa jadi termasuk golongannya kaum Nabi Lut, Wadaauu…
Nah yang gawat daruratnya jk nurut,tunduk,patuh sm rasa cinta itu sendiri. seperti kata pepatah “Cinta itu dari mata turun kehati” trus klo dah gitu pasti punya rasa untuk memiliki org yang dicintainya itu. Hayo ngaku…
Saya sadar sekali, sebagai anak sekolahan yang sudah berani merasakan cinta pasti ada 2 cara bwt menyalurkan rasa itu adlh dgn “pacaran” atau “melupakan rasa itu”.Bgmn tidak, emang ada sekolah sederajat S3(sd,smp,sma) memperbolehkan muridnya menikah??
Trus sekarang ada yg nmny “pacaran Islami” lg! Pacaran yg bagai mana pula itu. Padahal kita tahu sendiri, kalo Pacaran itu identik dgn; gandengan tangan, pelukan,ciuman, berdua2an, deelel yg tentu aja berhubungan dengan fisik. Menurut sy itu bukan lah cinta yang digunakan, tapi “Nafsu” Gak percaya?? ngintip aja gy pacaran jmn sekarang.gak usah kekuburan ke tempat umum aja di pantai,alun2 kota,mall, sekolahaan, pingir2 jaln tak jarang kita disuguhi pemandangan yg Syuuurrrr.
Jadi mustahil sekali jk ada pernyataan, adanya pacaran yang Islami. Padhl anda tahu sendiri Islam melarang pria-wanita bersentuhan secra fisik (kecuali mahrom), membuka aurat, berbicara merayu (sexually attracted).
Lalu pacaran Islami itu yang seperti apa??
Seperti di awal,Kalo cuman saling punya rasa suka(slng mencintai) antara lawan jenis sih rasanya sah2 aja. Itu hak dia kok! Hak dia pula untuk menyatakan atau memendam saja. Tapi gak usah sampai ngajak pacaran. Sekedar biar siDia tau aja, dan bikin hati kita lega. Sy kira itu masih aman. Namun jika pernyataan itu + ngajak pacaran!! nak itu dia yang bikin gawat. Padahal kita Islam,Pilih pacaran Islami aja!! Wah pacaran yang bagai mana itu??
1.Pacaran yg gak gandengan tangan & kontak fisik lainnya
2.Pacaran yg hanya kedip2pan mata dan tebar senyum
3.Pacaran yg di perbolehkan duduk berdua,asal gak pegang2an
4.Pacaran yg boleh ngobrol lwt telpon
Hay hay…. itu sih sama aja Bung!! Sama aja Bohong.
orng sono bilang, peluk-cium itu adl bumbunya cinta ibarat sayur kurang enak kalo gak ada garam.
Pilih yg No.3?? Emang yakin cuman berdua nih, Kata nenek jgn ddu2k berdua2an krn yang ketiga adl The Masternya Kesesatan “SETAN” Jd jgn nyesel kalo awalnya duduk berdua jaranknya 1meter lama2 jd sepanjang telunjuk aja.
Pilih No.4?? Lah ini lagi, toh ujung2nya ngerayu jg. “Suara kamu lembut ky bulu kucing”,”senyum mu renyah kyk krupuk” Jiah…. Gombal!! Pdl td ktnya gak boleh ngerayu tuh
Kesimpulan dr sy yg org awam tp dikit2 ngerti agama Islam ini, Cinta pd manusia (lawan jenis) bak Berlian di toko Emas. Boleh dilihat gak boleh di sentuh. Boleh Dimiliki asal duit udah ada. Begitu pula cinta, Boleh dirasa tak boleh dicoba. Boleh dimiliki jk memang udh wktunya dan udah siap lahir batin.
Namun cinta yng paling Indah, cinta yang takkan mampu dibandingkan dgn apapun, yg hanya bs di bayar dgn ketulusan hati&Jiwa, Cinta Hakiki, yaitu cinta dari sang Maha dr sgl Maha ya cm 1 Cintanya Allah.
Jadi tetep, Pacaran itu Haram krn didlmnya terdapat tindakan2 haram(bersentuhan, peluk cium, merayu,bhkn bs smpe freesex) TAPI, ada tapinya yg Halal itu rasanya. Rasa cinta pd lawan jenis secara wajar dan alamiah,seperti diawal tadi.
So,semua kembali pd diri kita masing2. Toh kalo dah ngebet pengen nikah, ya Ta’aruf aja. Ada yang halal ko pilih yang haram sih. ^^v

venty - April 19, 2010

like this :)

176. CROCS Murah - April 18, 2011

semua nya tergantung dari manusia itu sendiri :)

177. nurrochim - Agustus 19, 2011

kyakny yg hrus diperjelas disini adalah mana yang jawaban ustadz wijayanto dan mana yang tulisan penulis sndiri, saya gak s7 kl dicampur adukan, sy bisa s7 dg jawban ustadz wijayanto tp sy blum bisa s7 dg kesimpulan yg penulis tulis,

178. buku dakwah - September 23, 2011

bismillah…lebih baik menikah saja….pahalanya itu lho yang luarbiasa

179. susantibachtiar - Oktober 11, 2011

daripada pacaran knp ngk nikah saja??? kan enak sdh halal…

180. Hamba - November 4, 2011

Yg jelas dlm islam, pacaran tdk dibenarkan, karna hnya dlm berpandangan aja yg bkn muhrimnya hukumnya sudah termask zina,kalau ada yg bilang pacaran adlah netral itu adalah salah besar

181. PUJAKESUMA - November 8, 2011

Assalamualaiqum…

Kalau yang sudah terlanjur pacaran dan sekarang sedang menjalaninya gimana….?
kalo qta putusin tanpa sebab yg dia tau pasti sidia sakit hati dan terluka…
jadi tolong jelaskan solusinya….

wassalam..
terimakasih….

182. Andhy Q Rastafara - Desember 30, 2011

gitu aja kok repot??? semuanya sudah jelas dalam penjelasan diatas..
halal haramnya tergantung apa yang kita lakukan.

kok masih ada yang gak ngerti ya??
jila selalu mengedepankan emosi masalah tidak akan menemukan solusi..
cobalah berpikir dgn hati yg jernih..
terimakasih
wassalam..

183. Enda Uncue - Maret 9, 2012

Assalamu’alaikum.Wr.Wb
Saya mau tanya,bagaimana sikap kita menghadapi teman
yang menjalani pacaran di depan kita(bersama kekasihnya
di ruang tamu namun ada saya di kamar,saya terlibat
obrolan santai bersama mereka)?
Mohon di balas bagi ukhti/ikhwan yang paham hal ini :)
Tmakasih..

184. Dariyono MasDar - September 11, 2012

Hablumminallah wa Hablumminannas
di seimbangin aja….

185. Bintang S'langit - Februari 5, 2013

Yang di haramkan itu berzinahnya,
bukan pacarannya,
zinah bisa terjadi dan sering terjadi dalam pacaran,
bisa terjadi dan sering terjadi dalam ta’aruf,
bisa di mana saja di pondok pesantren sekalipun.
di kembalikan pada kualitas keimanan seseorang,
bukan karena keilmuan agamanya,
banyak ko terjadi perzinahan di pondok pesantren.
berapa banyak kyai menghamili santri putrinya…?
bahkan seorang yang namanya habibpun menyodomi santri putranya,

ini sekedar memberi tahu yang saya ketahui,
Kata “Pacaran” berasal dari bahasa jawi kuno/sansekerta.
berasal dari kata dasar ”pacar” yang artinya calon pengantin.
kemudian mendapatkan akhiran ”an” yang bermakna persiapan./kegiatan
jadi makna pacaran adalah ”kegiatan /persiapan calon penganten”
dari ta’aruf sampai menikah,

dan yang namanya persiapan pasti sebelumnya bukan sesudahnya,
maka aneh klo ada pacaran setelah menikah,
setelah menikah itu bukan pacaran tapi bulan madu.
haramkah kegiatan persiapan untuk menikah,,?
Dan dalam proses itu berpotensi timbulnya zinah,
berkedok ta’aruf sekalipun zinah terjadi juga.
Klo pacaran itu di haramkan maka dari proses ta’aruf sampai khitbah adalah haram..bila kita mengambil makna asalnya.

haramkan zinahnya bukan pacarannya,
seorang yang melakukan sholat, puasa,haji. kemudian orang itu melakukan maksiat,
haramkan maksiatnya bukan mengharamkan ibadahnya.

186. Risanty - November 13, 2013

Assalamualaikum Wr.wb (yg gak jawab salam dosa loh hehe “maksa”)

setau aku PACARAN dalam ISLAM itu boleh, kita diperbolehkan ciuman, apalagi hanya pegangan tangan, pandang2an, dan LEBIH dari itu juga boleh kok dalam ISLAM.. malah di anjurkan :)
asalkan semua itu kita lakukan dengan LAWAN JENIS, bukan sesama jenis (iiiiih jijik hahaha) dan paling penting asalkan lawan jenisnya itu sudah menjadi suami/istri kita yg “sah” (yg sah loh yaaah, bukan yg ngaku2 sah suami istri hanya lewat sms, lantas memanggil pasangan dengan sebutan “mama papa” naah ini juga jijik nih blm nikah udh ada gelar hahaha) jadi menurut saya pacaran itu boleh… asal udah nikah (ea ellllaah sama aja dong :D mending gak usah komen haha)

hari gini kalian mo nemuin “orang pacaran” tanpa pegangan tangan dmna.?? pacran tanpa boncengan dmn.??? pacaran tanpa sms’an yg gak jelas dmna??? lubang semut.?? :D semut aja kalo pcran mungkin msih brgandengan tangan nyari ‘gula’ bareng hahaha (mulai ngaco nih,,)
jadi intinya pacaran itu harus pake “nafsu” juga karena itu emang dr sononye, nah makanya biar pahalax double, NIKAH dulu dah baru pacaran bebas :D

ya udah lah min mampir di blog ku juga ya “mimin”. di tunggu :) :) :)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: