jump to navigation

Liqo’ Nggak Wajib November 9, 2005

Posted by fauzan.sa in Uncategorized.
trackback

Temen-temen dari Gerakan Tarbiyah punya cara unik dalam pengkaderan. Mereka menyebutnya halaqah (yang berarti lingkaran) atau liqo’ (pertemuan). Cara ini mirip dengan sistem sel, yang katanya dipake sama organisasi-organisasi teroris. Sekelompok kader berjumlah lima sampai enam orang berkumpul di hadapan seorang pemandu. Kemudian, pemandu memulai liqo’ dengan bacaan Al-Quran, disusul dengan tausiyah dan pemberian materi pembinaan. Kadang-kadang, dalam liqo’ ini, diberikan tugas-tugas oleh pemandu, yang bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas kadernya. Karena metode ini merupakan metode utama dalam proses pembinaan dan pendidikan mereka, sering mereka menyebut secara sempit metode ini dengan nama Tarbiyah (dan itulah asalnya mereka menyebut dirinya Gerakan Tarbiyah, kurasa).

Pernah suatu saat saya bertemu dengan salah seorang kadernya. Waktu kami sedang berbincang-bincang, suatu saat dia bilang, “Liqo’ itu wajib lho.”. Terus terang saya agak tersentak ketika dia bilang begitu. Memang sih, saya melihat bahwa metode ini bisa dibilang adalah andalan utama proses pembinaan mereka. Tapi, saya tidak menyangka ada di antara kadernya yang bersikap seekstrem itu dengan mengubah statusnya menjadi sebuah kewajiban. Dan ternyata dia bukan satu-satunya. Pernah saya memancing orang lain dengan mengatakan, “Nggak usah liqo’ nggak papa. Yang penting kita sholih saja”. Dia bilang, “Masya Allah. Liqo’ itu khan sebagai basis yang paling dasar …”. Dia nggak meneruskan lagi.

Sebenarnya, bukannya saya tanpa dasar ketika mengatakan demikian. Gerakan ini mempunyai sebuah underbouw sebuah organisasi mahasiswa. (keliatannya begitu. Soalnya yang di dalam hampir 100% orang-orang mereka sih). Saya pernah denger, salah seorang mantan pengurusnya bilang, bahwa rekannya sesama pengurus bilang, “Nggak usah liqo’ nggak papa. Yang penting kita sholih saja”. Saya fikir, metode ini opsional bagi mereka. Ternyata mereka menganggapnya wajib toh. Yang bikin saya kurang sreg, mereka telah menaikkan status amal sholih yang bentuknya khusus ini, menjadi wajib. Kalo begitu, benar kata-kata orang Wahabi. Liqo’ ini bid’ah. Soalnya, mereka sudah menganggapnya wajib. Padahal, Allah dan Rasul-Nya tidak pernah mengatakan wajibnya hal ini. Kalo hal seperti ini ini dianggap sebagai hal yang wajib, tentu saja hal ini menyalahi pendapat seorang ulama besar mereka, yaitu Yusuf Qardhawi. Yusuf Qardhawi kalo nggak salah berkata, “Yang dinamakan ekstrem itu bukannya memakai cadar, mengangkat celana di atas mata kaki, ato memakai fiqh yang keras. Salah satu ciri-ciri orang yang ekstrem adalah, mewajibkan sesuatu yang tidak diwajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya”.

Sebenarnya, secara umum, saya menganggap metode ini baik sebagai salah satu upaya pembinaan. Kalo difikir-fikir, metode cukup efektif dan efisien. Bagaimana tidak. Dibandingkan dengan kajian umum mingguan misalnya. Kajian umum/rutin biasanya butuh orang banyak. Itu berarti, butuh lebih banyak tenaga untuk mengumpulkan mereka. Kemudian, dalam kajian umum/rutin, komunikasi berjalan tidak seimbang, dan kontrol ustadz terhadap mustami’nya sangat rendah. Nggak kaya’ liqo’ ini. Komunikasi bisa berjalan full dua arah, bahkan nggak hanya itu, hal-hal yang dibahas pun bisa sangat fleksibel, sesuai kebutuhan pesertanya. Bahkan, katanya ada sesi curhat segala lho. Seringkali terjadi para kader curhat macem-macem, dari masalah kuliah sampe orang tua. Kayaknya, pemandu udah jadi orang tua kedua (atau bahkan ke-0?). Bagi pesertanya sendiri, metode ini bisa sangat menyenangkan. Sampai-sampai, ada yang kecanduan liqo’ segala. Kalo nggak liqo’, rasanya lungkrah, lesu, lemes, bete, begitu katanya.

Bagi para pengikut Gerakan Tarbiyah, liqo’ ini memang sangat diistimewakan, termasuk juga kedudukan pemandu. Sampai-sampai, nikah pun harus melalui pemandu. Sebenarnya nggak harus sih, tapi bagi mereka kayaknya sunnah mu’akkad ya. Suatu saat temen saya bercerita, ada seorang kader gerakan tarbiyah pingin nikah dengan seorang akhwat. Karena pemandunya adalah ustadz senior di Jogja, dan dia sangat sibuk, pemuda tadi disuruhnya melamar sendiri. Ketika pemuda tadi menyatakan keinginannya pada pemandu yang akhwat, pemandu tersebut marah-marah. Dia meminta pemuda tadi untuk melamar lewat “jalur” yang benar. Nah, gantian ustadz senior tadi yang marah-marah pada pemandu akhwat tersebut. Akhirnya, jadi juga mereka dinikahkan.

Ada lagi cerita menarik. Beberapa orang teman saya yang saya nilai cukup kritis, mengetes pemandu barunya, karena pemandu mereka yang lama keluar kota. Mereka mengujinya dengan pertanyaan, “Apa yang dimiliki manusia tapi Allah tidak punya?” dan “Apa yang bisa dilakukan manusia tapi Allah tidak bisa?”. Beberapa orang menganggap hal tersebut kurang sopan. Tapi, menurut saya hal tersebut sah-sah saja. Beberapa orang kader memang mengharapkan untuk mendapatkan sesuatu dari liqo’ tersebut, sehingga tidak ada salahnya mereka berusaha untuk memilih yang sesuai harapan. Karena, kata mereka, tarbiyah itu madal hayah atau seumur hidup. (kayak mau nikah aja). Jadi, kita kalo bisa harus tepat milihnya kalo nggak, bisa-bisa potensi kita tidak termanfaatkan dengan baik, atau kita tidak diarahkan dengan baik oleh pemandu kita.

Saya sendiri bukannya anti liqo’. Saya pernah liqo’ waktu SMA. Dan usaha yang dilakukan pemandu saya cukup memuaskan (Jangan tanya hasilnya. Hasilnya ya saya ini). Untungnya dia adalah seorang yang mempunyai pemahaman fiqh cukup bagus, dan dia cukup cerdas. Walopun saat ini saya sedang nggak liqo’, saya kadang merasa kasihan pada kawan-kawan saya di Gerakan Tarbiyah. Banyak di antara mereka harus melalui fase membosankan pada awalnya, yang artinya, sang pemandu menyampaikan hal-hal yang tidak menarik bagi pesertanya. Sesudah fase membosankan itu berlalu, baru deh mereka merasakan mereka butuh liqo’ dan berpendapat bahwa liqo’ itu wajib. Saya jadi berprasangka buruk, jangan-jangan mereka itu didoktrin sama pemandunya, sampai-sampai harus merasa wajib liqo’ segala. Padahal suasananya khan nggak terlalu menyenangkan. Jangan-jangan, sampai saat ini mereka merasa nggak nyaman juga, tapi hanya sekedar merasa harus.

Apa yang dialami oleh kawan-kawan saya tadi harusnya jadi pelajaran berharga bagi para penyelenggara liqo’. Kayaknya, sebelum seseorang jadi pemandu, harus distandarisasi dulu. Jangan sampe, hanya gara-gara umur ngajinya udah lama, atau karena teman-teman yang lain udah punya liqo’ semua, dia dipaksa harus pegang liqo’. Bukan dia yang kasihan. Tapi, yang akan dipandu yang kasihan nantinya. Mengalami nasib buruk dipandu oleh orang yang nggak mampu. Yah, walopun saya yakin dia pasti akan berusaha untuk melakukan yang terbaik. Tapi, kalo amanah disampaikan pada orang yang nggak bisa memikulnya, bisa berabe.

Balik lagi ke masalah wajib tidaknya liqo’. Saya punya fikiran, jangan-jangan mereka itu salah sangka masalah wajibnya liqo’ ini. Jangan-jangan, yang dimaksud pemandu mereka wajib itu wajib dalam kerangka harokah, bukan dalam kerangka syari’ah. Tapi, orang yang saya tanya memang menganggapnya wajib kok. Buktinya, waktu saya bilang, “Rasulullah nggak pernah mewajibkan kok”, dia bilangnya, ” O iya ya”. Yah, mudah-mudahan dia hanya salah sangka saja. Soalnya, kalo yang dimaksud adalah wajib dalam kerangka harokah, saya nggak bisa bilang itu bid’ah.

Analoginya begini. Karena saya masuk dalam institusi Universitas Gajah Mada, maka saya wajib mematuhi aturan 70% kedatangan dalam suatu mata kuliah. Karena saya punya perjanjian dengan universitas ini. Kalo nggak, saya nggak akan bisa dapat hak saya, yaitu nilai. Sama juga dengan liqo’. Kalo saya masuk harokah ini, maka saya wajib ikut liqo’. Itu khan masalah ‘aqad kita kepada mereka aja. Kalo nggak dipenuhi, ya nggak papa sih. Cuman mereka nggak bisa dapat haknya. Salah satunya, ya jadi pengurusnya (emang iya ya?).

Saya fikir, apa yang dilakukan suatu harokah/jama’ah untuk mewajibkan atau tidak mewajibkan sesuatu itu hak mereka, selama itu nggak bertentangan dengan syari’ah. Metode ini memang cukup bagus untuk mengontrol para kadernya, karena itu mereka memakainya sebagai standar. Tapi, kalo difikir-fikir, kayaknya nggak wajib-wajib amat tuh. Beberapa orang yang saya amati sebagai kader ternyata nggak liqo’. Padahal dia sangat aktif lho. Dan dia memiliki komitmen dan pemahaman yang sangat bagus terhadap Islam. Memang sih, saya nggak pernah melihat mereka memegang posisi penting. Kalo saya berpendapat, liqo’ itu wajib sebagai jaminan komitmen mereka terhadap harokah tarbiyah ini. Sebenarnya bagi kader sendiri, itu opsional. Apalagi jika mereka mendapatkan lingkungan yang cukup Islami. Bapaknya ulama, ibunya perempuan yang sholihah. Masjidnya makmur, dan dia lama tinggal di pesantren yang bagus. Di kampus dia selalu ikut kegiatan-kegiatan keislaman, dan buku-buku Islam sangat banyak di rumahnya. Kalo yang kayak gitu, mereka nggak perlu liqo’ kali ya. Yah, masing-masing harokah/jama’ah khan punya metode sendiri-sendiri. Liqo’ juga salah satu metode. Memang sih, nggak semua orang cocok dengan metode ini. Jadi, kalo menurut saya, memilih jama’ah itu personal preference, sesuai dengan kecocokan masing-masing orang. Selama jama’ah itu selalu beramal sholih, berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta menghindarkan diri dari mencela jama’ah-jama’ah yang lain, saya rasa OK-OK aja, apapun metodenya.

About these ads

Komentar»

1. afoe - Februari 24, 2006

yuh, liqo lagi……
liqo siapa tak takut.

“Babat” saja tuh para pemandu yang ga profesional :)

2. Nurul - April 14, 2006

saya sekolah di wageningen university, dan saya liqo ke kota delft yang harus naik kereta dengan ongkos yang tidak murah. Tapi saya punya prinsip bahwa saya harus memperbaiki diri saya sebelum memperbaiki keluarga saya, dan liqo-lah tempatnya

pujay - Agustus 30, 2014

niat anda belajar dan memperdalam Agama bagus, hanya anda salah dalam memilih jalurnya. lebih baik ke pesantren saja Mbak

3. Tyasworo - April 22, 2006

menurut pendapat saya liqo’ itu personally. Artinya setiap orang memiliki kebutuhan dan ‘taste’ yang berbeda untuk liqo’. Dan saya pribadi merasa saya memerlukan liqo’ buat ‘kesehatan ruhani’ saya. Tapi satu hal yang penting dalam bergabung dengan liqo’… buang paradigma ideal dalam kita. Karena bagaimana pun juga liqo’ adalah sekumpulan manusia, murabbi juga manusia, punya lebih dan punya kurang. Wajarlah kalau dalam ber-liqo’ ada yang kurang mengenakkan… apalagi ketika kita berliqo’ kita niatkan karena Allah, gak usah terlalu mengambil hati apapun yang disebabkan oleh manusia. Makanya kalau kita selalu berpegang pada paradigma ideal bisa jadi kita bakalan males liqo’ …kecewa begini… sakit hati begitu…:)

4. Ri2n - Juni 11, 2006

hmm.. liqo ato pertemuan ;or Halaqoh/forum melingkar… Wajib ga sih?
Dalam menjalani hidup qta pasti udah mafhum bahwa apa yang kita lakukan itu harus sesuai dengan aturan Allah. dan juga tiap 2 diri kta punya kewajiban untuk bergabung dengan kutlah2 dakwah lihat Ali Imran: 104. So dari kewajiban itu…. adalah salah satu perintah dari H Syara ,juga seperti yag dikatakan ada kewajiban dalam mentaati aturan yang terdapat di kutlah dakwah tersebut. Karena kutlah dakwah tidak hanya berdiri sekadar berdiri tapi Ia didirikan oleh seorang Mujtahid yang punya pemikiran mendasar terhadap permasalahab umat saat ini. So Ktk Halaqoh bukan mempelajari ide2 tentor tp yang d pelajari ide2 Harokah mlalui tentor sbagai pengawas. Nah harusnya kan gitu! klo kta ga ngaji gimana kta bs tau masalah umay yang sebenarnya? Jangan sampe jadi orang2 pragmatis yang ktika masih menjadi mahasiswa berjuang membela Islam…… Tp setalah lulus KO menghadapi tantangan Jaman Ingat Islam Akan tegak jika para pengembannya juga KUAT ga Loyo!!!

5. patria - Juli 5, 2006

Anda pernah pernah ikut liqo.Dan tentunya selama itu pula anda telah bersama dengan Jamaah.Tenang saja, anda tidak sendirian.Mungkin juga ada orang yg mengalami seperti anda.
Anda boleh saja, mengomentari tentang Tarbiyah ato liqo. Liqo bisa dikatakan “wajib” bagi yg membutuhkan. Sy bertanya kpd anda, apa sama liQO dng menuntut ilmu? Lalu bagaimana dengan hadist Rosulullah yg beliau bersabda, “Barangsiapa menuntut Ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga” ( HR Muslim).
Walau menuntut ilmu beragam caranya,buktinya di jaman Rosul Liqo (cara) ini Efektif. Apabila liqo “tidak difahami secara benar dan proporsional” , maka akibatnya juga akan beragam.

pujay - Agustus 30, 2014

Liqo dengan Ta’lim(menuntut ilmu) itu berbada Mas Patria…
dari pada liqo mending anda ke pesantren saja. inshaAllah anda akan belajar bahasa Arab dan memperdalam agama anda.

6. bahri - Juli 8, 2006

Aslkm.
Akhina Fauzansa yang dimuliakan Allah.
Pemahaman nt tentang status liqo sudah bener, bahwa liqo secara seremonial jadi wajib dalam kerangka berharokah, bukan syariah. maka tidak berdosa jika seorang peserta liqo tidak hadir liqo. Cuma dalam liqo biasanya ada beberapa aturan yang disepakati oleh anggotanya sendiri, aturan itu gunanya untuk kemaslahatan bersama. Misalnya, kalo terlambat 30 mnt didenda Rp. 500. atau wajib setor hafalan, atau traktir jus alpukat buat anggota liqo yang lain. Aturannya bisa apa saja, sanksi atas pelanggarannya juga bisa apa saja. jelas ini bukan hukum syariat, dibuatpun berdasarkan kesepakatan. begitu juga soal hukum hadir/tidak.

Nah, kalau sudah ada seseorang bilang dia merasa liqo sudah jadi kewajiban, itu artinya dia memang menikmati liqonya. liqonya telah memberikan arti bagi dia. itu saja. tidak usah didebat dengan mengatakannya sebagai bid’ah. antum pun pernah merasakan liqo yang seperti itu kan akhi??

Makanya, yang namanya liqo jangan diartikan sebatas seremonial, atau ritual. sesuatu dilakukan tanpa makna. nanti kita jadi seremonialist atau ritualist.
Bagi setiap orang peserta liqo bisa memaknai liqo berbeda-beda. Si A memaknai liqo sebagai tempat untuk berdiskusi tentang masalah pemikiran dan politik, si B memaknai sebagai suplai spiritualisme yang dapat membuat jiwanya lebih tenang. Si C memaknai liqo sebagai lingkungan yang baik buat dia, ia nyaman bergaul dengan orang-orang yang hanif. Si D memaknai liqo untuk mencari ilmu agama,fiqih,tafsir, hadist. dsb.

Masalahnya:
apakah sang pembina mampu mengakomodir semua kebutuhan dan pemaknaan dari setiap binaannya. bisa ya bisa tidak. tapi jangan berhenti liqo hanya karena pembina antum ga bisa memberikan yang antum mau. antm justru bisa menyalurkan minat antum pada bidang tertentu kepada teman-teman antum.

Pembina liqo sy lulusan sastra rusia, sy lulusan ilmu politik, teman sy yang lain ada yang lulusan Hubungan Internasional, Administrasi fiskal, dan satu orang lulusan kesehatan masyarakat. ada yang lulusan pesantren yang fasih bahasa arabnya dan ada yang kemampuan baca alqurannya masih sangat terbatas. Semua punya basic pengetahuan dan paradigma berpikir yang berbeda-beda. latar belang berbeda. tapi ga masalah. semua bisa beraktualisasi dalam sesi diskusi dan bedah buku. kita bisa diskusi politik, diskusi ekonomi, sosial budaya, sejarah kontemporer, kesehatan. dll.

Dengan latar belakang dan interest yang berbed-beda, kami semakin kaya dengan pengetahuan dan produktif. sekedar info, bukan riya tapi tahaddust binni’mah, dari kelompok liqo kami sudah membuat satu buku yang diterbitkan tentang kekhawatiran, harapan dan ide-ide kami tentang bangsa ini. walau masih banyak kekurangan dan tidak cukup laris di pasaran, buku itu tetap suatu produk dari proses pembelajaran kami di liqo.

Oia. pastikan bahwa liqo memiliki makna buat Anda, buat kelompok liqo Anda, buat bangsa Anda, dan buat Islam. itulah mengapa seseorang mau datang liqo setiap pekan walaupun jaraknya cukup jauh. walaupun badan agak kurang sehat. dan walaupun-walapun yang lain.

Apakah cukup dengan liqo saja, tentu saja tidak.
banyak media lain sebagai proses tarbiyah diri kita. Olah raga adalah tarbiyah jasadiyah, Mabit adalah tarbiyah ruhiyah, Tastqif adalah tarbiyah tsaqofiyah, ada bedah buku, seminar, qiyamullail, tadabbur Al Quran, tafakur alam, dll.

7. adi ajeng h - Juli 24, 2006

beramal jamai itu kewajiban,liqo adalah salah satunya. baca surat 62 ayat 2.

8. miki koishikawa - Juli 26, 2006

Aslm
kayanya masalah yang begini niy sudah merebak di kalangan ikhwah. wah hati2… karena inilah awal sebuah kehancuran. karena liqo atau lebih tepatnya tarbiyah jama’i harus dilandasi keikhlasan dan kesadaran pribadi, bukan juga nafsi-nafsi. Tarbiyah yang tidak sehat, jangan salahkan murrobbi. mungkin ego pribadi yang muncul. karena sifat tarbiyah itu fleksibel, logikanya kalo kurang suka dengan cara ngajarnya pembina ya minta pindah aja, tapi dengan cara yang ahsan, tunjukkin kalo kita punya suluk yang baik meskipun pada orang yang tidak kita sukai. itu baru ikhwah. gimana akhi, mau gabung lagi?
kalo kurang puas, banyak diskusi aja dengan orang2 tarbiyah. tapi klo bisa ke ustadz2nya langsung aja,jgn cuma sama yang dibina, minimal emang yg ngerti betul konsep tarbiyah,mengenai murobbi itu pasti ada kriterianya ga sembarangan loh jadi murobbi, tapi murobbi juga manusia kadang2khilaf, disinilah fungsinya amal jama’i saling mengingatkan gitu….Wasslam. moga Allah menunjukkan jalan yang terbaik.

9. Jaka - September 6, 2006

Ya akhi, ane juga peserta tarbiyah. Yang wajib itu bukan liqo’nya tapi memenuhi janji untuk bertemu pada waktu yang disepakati. Bukankah janji itu hutang ? Dan hutang itu wajib dibayar. Pada pertemuan awal liqo’ itu ada kesepatan waktu, yang semua peserta dengan suka-rela bisa hadir (tidak ada paksaan). Waktu pertemuan memang dijadwal sesuai kesepakatan, bagi kader yang aktif dan sibuk bisa saja pertemuan itu sebulan sekali atau dua bulan sekali. Mungkin ini yg antum kesankan mereka tidak liqo’. Kesibukan mereka membuat mereka tidak bisa liqo sepekan sekali. Tapi kesibukan mereka ini biasanya juga terkait dengan amanah2 dakwah yang banyak bukan sibuk urusan pribadi2. Di tarbiyah liqo bicara dakwah bukan teror. Gak tahu diliqo yang lain. Bisa jadi yahudi itu juga liqo’ untuk membuat rencana2. Jangan2 yahudi2 itulah yang teroris!!! Ingat akhi! Berprasangkalah yang baik pada saudaramu insya Allah dosa2mu akan berguguran.

10. taufiq sur - September 6, 2006

g juga kak,yang penting gimana kita memandang sebuah liqo.kit merasa nyaman g dengan pertemuan itu,kita merasa bermanfaat gdengan pertemuan itu,kita meras ter-tarbiyah tidak dengan hadir di pertemuan itu…, semua kembali kepribadi masing-masing bisakah kita suudhzon terhadapmurabbi kita, bahwa tidak ada manusia tanpa kesalahan… karena kita hadir,mengikuti liqo harus timbul dari kesadaran pribadi, tanpa timbulnya kesadaran itu maka dengan murabbi sebaik atau sesempurna apapun yakinlah tidak akan ada pengaruhnya. karena sekali lagi yang ingin berubah adalah kita bukan muraabi, bukan ikhwah yang lain…

11. siti faridah - September 20, 2006

siti faridah september 14,2006
assalamu’alaikum wrbr,liqo adalah suatu gerakan yang menurut saya amat bagus metode pengajarannya,walaupun ana baru aja gabung di dalamnya,kita jangan berperasangka negatif kepada suatu organisasi sebelum kita tahu apa yang diajarkan didalamnya,kalaupun kita udah tau kita juga ga boleh negatif tingking,tapi dalam memilih organisasi kita harus pilah pilih tuh organisasi,jangan sampai organisasi tu bikin kita salah jalan

12. fairuz_nisa - Oktober 5, 2006

liqo’ tuh kebutuhan, jadi….soal wajib ato ga wajib itu ada pada diri masing2 orang yang butuh liqo’ bukan diwajibin sama pemandunya!trus soal nikah, tarbiyah tuh cuma ingin lebih hati2 aja…mungkin aja ada yg pacaran duluan getoo…jadi lewat pemandu.
satu hal….kita siih udah biasa diomongin gerakan ahli bid’ah cuma…mbok ya yg ngasi statement itu mikir dikiit aja…wong sama sodara sendiri kok begitu lagian…ga sembarangan orang bisa menentukan sesuatu itu bid’ah ato engga
afwan
wallahu’alam bishowab

13. Aisah - November 10, 2006

Assalammualaikum. Wr. Wb

Liqo itu….Subhanallah banyak manfaatnya…

Wassalammu’alaikum. Wr. Wb

14. Hady - November 15, 2006

Liqo’
ehm, ana sich enjoy banget ama liqo’ persaudaraan kita sesama jadi dekat, dan kita saling membantu bila ada kesusahan. Rosul bersabda bahwa iman seseorang itu fluktuatif, so, dengan liqo’ Insyaallah ke istiqomahan kita akan tetap terjaga, pada saat iman kita turun kita bertemu teman se liqo’ insyaallah akan naik lagi. soalnya kekuatan persaudaraan disini sangat erat sekali bukan hanya masalah dunia aja tapi masalah ibadah kita harus saling mengingatkan. Curhat, siapasih manusia yang gak ada masalah dalam setiap harinya? Allah menyukai hambanya yang berlaku hati hati pada setiap perbuatanya. jadi CURHAT pada setiap pertemuan sangat membatu keimanan kita. apakah yang telah kita perbuat itu sesuai dengan syariah atau nggak so kita bisa curhatin itu pada setiap saat.

Semoga kita tetap di jalan Allah sampai ajal menjemput.
Wassalam.
Hady

15. Jupri - November 18, 2006

ass.
ikut liqo’ ibarat men-charge(isi ulang) hp atau batu baterai, kalau secara kontinyu kita men-charge baterai itu , maka akan bisa terus bermanfaat, sama juga dengan halnya iman, k’lo kita terus memperbaharui iman dengan cara menghadiri halaqoh (minimal 1 minggu sekali) itu kan salah satu upaya kita agar iman kita nggak turun…betul gak?
masalah wajib atau tidaknya liqo’ bukan kita yang menentukannya atau murabi’ , tapi k’lo kita butuh liqo’ sebagai sarana untuk meningkatkan iman dan takwa kita maka kemanapun akan kia cari

16. Tiffany - November 22, 2006

Ikut Liqo itu buat saya adalah pengalaman yang keren banget. Ternyata kita tuh bisa belajar dari Liqo tentang, Apa seh itu islam?kita juga bisa kenal ma banyak orang yang satu dengan yang lain punya pengalaman-pengalaman yang keren banget dan kita juga bisa belajar dari pengalaman-pengalaman saudara-saudara kita.Liqo adalah hal yang baik,,tapi masih aja ada yang bilang kalau apa yang kita lakuin sama seperti apa yang dilakukan para teroris.bahkan gak jarang ada orang yang mempunyai kesimpulan bahwa untuk apa kita melakukan hal itu, karena para teroris juga melakukan hal yang berkaitan dengan agama, tapi mereka tetep saja menyilang apa yang mereka ketahui dan pelajari. Di usia saya yang dibilang masih sangat muda,,,saya merasa masa muda saya ini sangat menyenangkan dengan ikut liqo,toh gak selalu masa muda yang menyenangkan itu diisi dengan hura-hura saya tegasKan bahwa Liqo itu tidak seperti itu,Liqo adalah suatu pertemuan dimana kita bisa belajar dari apa yang kita tahu dan dari apa yang kita alami.

17. teh susy - November 25, 2006

Ya, benul itu kata temen-temen. Saya baru gabung liqo 1 tahunan. Alhamdulillah banyak perubahan dalam kehidupan. Dan, kalo boleh saya ingin nyesel kenapa masa muda (maksudnya waktu sekolah dulu) malah jauh dari hal seperti itu. Saya sibuk dengan naik gunung, trek trekan, poke yang bau hura-hura doang. Kalo tau bakal kaya gini hidup ini……….. Ah, katanya ga boleh ya nyesel. Ga papa, insya Allah hidup saya akan lebih baik dari kemarin. Amin. So…, ukh. Fauzansa, come back 2 liqo lagi deh. Daripada ntarnya nyesel lho !
Tarbiyah bukan segala-galanya tapi segalanya ga kan berarti tanpa tarbiyah.

18. Abu Shafy - Desember 15, 2006

Dalam Al-Qur’an kan disebutkan tuh “Bertanyalah kepada ahli ilmu jika engkau tidak mengetahui” Afwan, apakah para murabbi itu sudah bisa disebut ahli ilmu? Pengalaman ana ikut liqo’, para murabbi itu-kalo di tempat ana yang masih skala kecil tu disebut mentor, bener gak?- ketika mereka menjawab masalah mereka mendiskusikan terlebih dahulu beserta peserta liqo’, tidak merujuk pada kitab-kitab para ulama’. Apakah ini sistem tarbiyah yang baik?? gimana caranya kita mau dakwah ilal haq demi izzatul islam wal muslimin jika pengemban dakwahnya selalu berkompromi dan tanpa ilmu???

Afwan, ana juga tanya. peserta liqo’ itu kan dari berbagai golongan-bisa muhammadiyyah, NU dll-gimana mau mempersatukan mereka, orang NU bilang tahlilan sunnah-bahkan wajib- kalo orang muhammadiyyah bilang itu bid’ah, masak kita harus kompromi antara sunnah dan bid’ah??

Pengalaman ana, ketika murabbi dulu ditanya tentang Allah, dia masih bisa kompromi, bisa diatas langit, bisa dihati kita, bisa juga dimana-mana, masak masalah Allah aja berbeda-beda???

Murabbi ana juga bilang, kalo isbal tu gak apa2 selama gak sombong dengan dalil hadits Abu Bakar. Padahal Abu Bakar isbal karena gak sengaja dan kita tu sengaja banget, gimana nih… Sombong itupun harus dikembalikan maknanya yaitu: merendahkan manusia dan MENOLAK KEBENARAN. Kalo kita sengaja isbal, apa itu bukan berarti menolak kebenaran???

Bisa dijawab gak wahai para peserta liqo’, katanya dah ada perubahan dan rugi kalo gak ikut mentor… hati-hati jangan dakwah tanpa ilmu karena dakwah adalah perkara yang sangat besar, Ilmu, amal baru dakwah… Imam Bukhori dalam kitab shahihnya membuat bab Al-Ilmu Qoblal Qouli wal amali…

abu koding al meleki - Juli 9, 2010

setubuh gan, untung ana membelot dari halaqah di tempat ana,,,

19. l4tahzan - Desember 30, 2006

to abu shafy..

ga sengaja ‘seliweran’ didunia maya, ketemu blog ini..alhamdulillah

ana ga tahu akhuna abu shafy ini dapat dari mana pengetahuan tentang liqo? jika diawal dikatakan ada salah satu liqo seperti ini dan itu mungkin ana bisa pahami..tetapi yang ana baca justru ‘terkesan’ sedang menyerang ‘jamaah tarbiyah’ yang sejatinya adalah bagian kecil dari jamaah kaum muslimin..

bagaimana mau mempersatukan NU, muhammadiyah, dll?? memangnya kenapa dengan mereka??..toh selama orang-orang ini tidak memonopoli bahwa kebenaran adalah dari mereka dan diluar mereka adalah ahli neraka..maka mereka adalah bagian dari jamaah umat islam..tidak perlu khawatir..justru kita akan dipersatukan dengan islam..toh perbedaan itu tidak prinsipil..hanya karena qunut misalnya,apakah kita harus memutuskan silaturahiim?? toh itu hanya masalah ijtihadiyah..yang benar mendapat 2pahala yang salah mendapat 1 pahala..

Masalah jawaban Allah aja berbeda-beda?? mungkin..ketika dijawab dihati itu,hanya pembahasaan yang bermakna Allah itu Maha Tahu..bahkan apa yang tersembunyi didalam hati..salah satu dalilnya adalah dialog antara khalifah abu bakar dengan seorang pengembala kambing..atau bisa juga dijawab diatas langit..arsy..dalilnya perjalanan rasulullah sholallhu’alaihi wasalam yang melewati beberapa langit setelah itu baru bertemu Allah disinggasannanya(Arsy)..jadi jawaban tergantung pertanyaannya ingin diarahkan kemana..membatasi itu hanya pada satu jawaban..tentu perkara yang terlalu dipaksakan..

Ex-murobbi antum yang mengatakan isbal itu tidak apa-apa asal tidak sombong sejatinya adalah juga perkataan ulama-ulama dari umat islam juga..yang memahami fiqh dengan baik..yang telah menghimpun semua dalil yang ada untuk kemudian menetapkan hukum tentang hal itu..semata-mata menisbatkannya pada hadits ibnu umar saja tentu perkara yang mengada-ada(jika tidak dikatakan sebuah tuduhan)..ada baiknya bagi kita yang sedang-sedang bersemangat mengkaji dan belajar al islam, tidak terburu memahami suatu pendapat sebagai ‘sebuah harga mati’..apalagi pada masalah-masalah yang tidak prinsip seperti isbal, jenggot dll sebagainya..sesungguhnya masalah ini jelas diantara ulama-ulama fiqh yang berbeda pendapat, bahwa perbedaan ini tidaklah sampai saling merendahkan diantara mereka..dan sikap inilah yang seharusnya dimiliki oleh umat islam..bukan malah menjadi merasa yang paling benar sendiri..bahkan ‘menjatahkan’ neraka untuk jamaah ini dan itu..

seperti yang pernah ditulis oleh akh bahri..proses liqo itu hanya bagian kecil dari proses2tarbiyah..ada proses2 lain yang juga terkait dengan pendalaman ilmu al islam..liqo itu untuk melatih perasaan bersaudara diantara umat islam..serta membangun kerja jama’i yang lebih terarah dan lebih bermanfaat tidak hanya bagi diri, keluarga, tetapi juga jamaah dan masyarakat sekitar..

Kalo antum katakan ‘ilmu, amal, baru dakwah’ sampai kapan tuh akh baru dakwahnya? yang ada justru kita sering bertengkar hanya karena masalah isbal, jenggot, qunut, dll..sementara yang syirik ga berkurang, yang miskin makin miskin, yang remaja makin kehilangan identitas, anak-anak senang smackdown..dll..singkat kata banyak tugas-tugas yang ‘dihukumi’ wajib dipundak-pundak pemuda seperti antum untuk ‘mengurai’ benang kusut persoalan aqidah dan sosial secara efektif dan tepat sasaran..daripada hanya ‘sakit hati’ melihat saudaranya yang belum berjenggot atau berisbal..jadi pararel aja antara ilmu, amaliyah, dan dakwah sampai jiwa berpisah dari raga..insyaAllah

abu koding al meleki - Juli 9, 2010

afwan menyela, mungkin ada positif dan negatifnya aktivitas liqo itu. saya anggap positif jika :
1. yang diajarkan adalah tauhid, tidak masalah dalam liqo itu antum mengajak kuburiyun, syiah, murjia’ah, ldii, asyar’iyah (seperti persatuan yang antum kehendaki meskipun akidahnya jelas BERBEDA) asal yang diajarkan tauhidnya dulu,,,
2. pemateri atau dalam hal ini murobbi paham ilmu yang disampaikan dan dalam hal ini ilmu itu harus qolALLAH dan qolaRosul. bukan berarti murobbi harus mendalami semua ilmu dulu baru boleh berdakwah tetapi sampaikanlah apa apa yang dipahami. kalo sampai murobbi mengajarkan kesesatan kepada anak didiknya kemudian anak didiknya menjadi murobbi dan mengajarkan kesesatan yang dipelajarinnya kepada anak didiknya tentunya jadi sesat berjamaah bukan begitu?
catatan:
saya tidak setuju jika dikatakan ALLAH ada di hati, apakah antum bisa mengetengahkan dalil naql maupun hadits yang menyatakan ini untuk menyangkal Al A’raf 54, Al Hadid 5, As Sajdah 4.mohon dijelaskkan

20. Ady_jogja - Januari 10, 2007

ikutan nimbrung ya..saya juga ikut Liqo’ dan itu bagus,karena itu sarana dakwah yang saling mengingatkan,tapi yang nyebelin murobbi nya itu lho..sok tahu banget masalah agama,njawabnya dipaksa2in,padahal saya cuma ngetes dia aja..mbok klo jadi murobbi itu diseleksi dulu tentang keilmuannya tentang agama,makanya saya sekarang jadi males ikut liqo’ yang murobbinya sok tahu bgt…semangat dakwah itu bagus tapi harus dibarengi dengan ilmu donk…,dan yang nyebelin juga klo ada yang nggak datang berkali2,seakan2 dianggap sedang mengalami penurunan iman karena jarang ke liqo’…sehingga bertubi-tubi SMS dikirim terus agar hadir liqo’…ini kan kesimpulan yang salah dan seakan2 murobbi menganggap bahwa liqo’ itu wajib,dan yang paling nyebelin juga klo pas mbahas masalah gerakan dakwah,pasti kelompoknya yang merasa paling bener…dan yang nyebelin lagi gayanya itu lho yang sok menjadi tempat curhat yang hangat…waduh…buat sebagian para murobbi atau murobbiyah yang sebenarnya belum pantas jadi pemandu,banyak2 belajar dulu dech…jangan banyak belajar wacana doang,yang terpenting juga belajar dasar-dasar agama ini,agar suasana liqo’ menjadi sebuah majlis ilmu yang benar berkualitas dan dari situ akan muncul kader2 yang berguna bagi diri,keluarga dan agama…klo para murobbinya mendalam ilmunya,kan nggak perlu ngejar2 para kader untuk datang ke liqo’nya,bahkan para kader sendiri yang seakan menjadi butuh akan liqo’ tersebut…

21. pembaca budiman - Januari 10, 2007

to ;l4tahzan.
“Kalo antum katakan ‘ilmu, amal, baru dakwah’ sampai kapan tuh akh baru dakwahnya? yang ada justru kita sering bertengkar hanya karena masalah isbal, jenggot, qunut, dll..sementara yang syirik ga berkurang, yang miskin makin miskin, yang remaja makin kehilangan identitas, anak-anak senang smackdown..dll..”
tanggapan ;
ya klo dakwah terus juga kapan mendalam ilmunya,apa dengan dakwah tanpa ilmu yang dalam juga akan mengurangi kesyirikan,moral remaja jadi baik terus anak2 nggak terkena penyakit tayangan smack down,untuk itu semua juga perlu belajar ilmu bagaimana mengatasi itu semua,bukannya belajar terus,terus nggak dakwah2..tapi jangan sampai kita dakwah tapi kurang ilmu karena itu nggak akan nyelesaiin masalah,bukankah ciri dari seorang da’i itu semangat belajar mencari ilmu..

22. Agung Permana - Januari 13, 2007

Ilmu,amal dan dakwah itu menurut saya berlakunya hampir simultan, begitu kita dapat ilmu tentang suatu hal (yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya), maka harus langsung diamalkan dan diajarkan kepada orang lain…(maaf Mas fauzan sa agak menyimpang dari konteks liqo’)

Saya agak setuju dengan Mas Fauzansa, yang wajib itu menuntut ilmu dari sumber mana pun, liqo’ itu cuma salah satu sumber ilmu, bukan segala-galanya…

23. Abi Zahra - Februari 21, 2007

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS.Al-Isro’ : 36)

Jika di dalam liqo tidak menemukan sebuah jawaban atas suatu permasalahan yang syar’i dan hanya mendapatkan alasan “ijtihad” tanpa dasar dan penjelesan yang kuat, mengapa tidak beralih ke metode belajar yang lainnya?

Silahkan buka http://www.assunnah.or.id atau http://www.almanhaj.or.id dan cari dengan keyword permasalahan yang anda ingin tau. Insya alloh semua jawaban disampaikan dengan dasar dan dalil yang kuat. Semoga bermanfaat.

abu koding al meleki - Juli 9, 2010

sip gan,,, silakan dibuka linknya….

24. suaib sultan - Maret 19, 2007

Saya tidak suka tarbiyah.Bahkan kalo tiba hari H saya selalu kabur karena dicari-cari teman sesama mutarobbi.Udah banyak nyamuk, nongkong sampe ngantuk, dan tidak masuk ke hati sama sekali, bagi saya itulah tarbiyah.Waktu itu lagi aktif-aktifnya Partai Keadilan cari kader.Dan murobbi waktu itu aktivis PK.Tapi saya ikut aja tiap kali ketangkap basah mau kabur.My God!Bete banget!Saya lalu sering bolos tarbiyah, dan akhirnya di iqob.Iqob saya mulai tahun 2000 sampai sekarang 2007.Saya tidak tarbiyah lagi dan tidak tahu kemana teman-teman dulu di partai.Saya juga pernah diajak aktif sama teman-teman dari aktivis Salafy, Hizbut Tahrir, Wahdah Islamiyah, Jamaah Tabligh. Tapi sama!Semuanya bikin bete aja.Akhirnya sampe sekarang saya seperti sepohon kayu aja.Tidak ada yang bimbing, beri nasehat, atau apalah agar pemahaman Islam saya bertambah.Sebenarnya (ini bukan mengada-ada lho!) saya beberapa tahun ini sudah mengalami goncangan iman.Ada yang ngajakin masuk syiah, ikut tarekat, bahkan pindah agama.Iman saya sekarang lemah banget tanpa jamaah yang menguatkan.Saya yakin yang membuat saya bertahan adalah masih tetap sholat lima waktu tanpa bolong2, ngaji sehari selembar halaman Al-Qur’an,puasa ramadhan dan zakat.Dan yang membuat saya tetap bertahan dalam agama, adalah karena saya yakin bahwa apa yang dijanjikan Allah melalui Muhammad SAW adalah benar.Dan beliau bukan seorang pembohong.Itu saja

25. yossy - Maret 19, 2007

yang dimaksud wajib dalam liqo adalah menuntut ilmunya.antum tau kan hukumnya menuntut ilmu apa?

26. ezman alma - Maret 20, 2007

Hmm, dia ini komentator sejati!
ga tau ya, mungkin orang lain udah sampe ke jepang, ente masih jd komentator aja!
ya, paling tinggi statusnya diomelin orang… maklum, pemahamannya belum komfrehensif!

27. ARIVA - Maret 26, 2007

Ass……………..
Pertama Liqa itu perlu untuk mengefaluasi aktivitas kita,sudahkah kita sesuai dengan hak Allah kepada hambanya dengan menjalnkan segalaperintahnya dan tidak menyektukan-Nya.
Kedua Memang dalam liqa kadang murobi yang belum mukafaah menjadikan efek kebosanan dan menjenuhkan,tapi klau murobi yang mempunyai kemampuan yang oke….bikin kita ketagihan untuk bisa sering2 Liqa dan ngobrol banyak dengan gaya tidak menggurui tapi misi dan visi bisa mengena tanpa terasa.
dah ikut Liqa dulu,…………tar pasti bakalan ketagihan.tapi ingatmurabi itu bukan tuhan2 kecil yang harus dipatuhi segala yang diperintahkan,kita bisa dialog dngan enjoi jika tidak sependapat dengan murbi.NI MENURUT ANA SEBAGAI KADER.

28. aji - April 30, 2007

ass.
salam dan shalawat atas nabi muhammad saw dan puji syukur kepada rabb semesta alam.
komunikasi internet adalah komunikasi ujung jari kekeyboard, komunikasi langsung (tatap muka/bertemu) antar manusia adaha melalui lidah.
Abu bakar r.a suatu ketika pernahberteriak2 sambil memegang lidahnya sembari mengucapkan “inilah yang akan mencelakakan saya,…..inilah yang akan mencelakakan saya,…..inilah yang akan mencelakakan saya,.
ingat…!!! Allah berfirman “tidak ada satu katapun yang diucapkan seorang hamba melainkan itu dicatat oleh malaikat rqib dan atiq.
Rasulullah bersabda “katakanlah perkataan yang baik-baik atau diam”
Ingat…!jangan sampai buku catatan amal kita hanya dipenuhi dengan perkataan-perkataan yang tidak mendatangkan manfaat. so….berhati-hatilah dalam mengungkapkan sesuatu, boleh jadi apa yg akan disampaikan dirasakan baik padahal justru mendatangkan mudharat yang lebih besar dikarenakan cara penyampaian yang menyinggung perasaan sesma muslim.
syukran wa jazakallah
(antum bs sharing ke aku di hah082@yahoo.com)

29. sigid - Mei 23, 2007

kaidah fiqih: sesuatu yang wajib yang tidak akan tercapai kecuali dengan satu hal, maka satu hal itu menjadi wajib
wudhu itu sunnah, tapi menjadi wajib kalau mau shalat
kalau liqo sebagai sarana menata sebuah jamaah yang kokoh untuk perubahan besar menuju khilafah islamiyah, dari pada untuk sekedar merubah diri sendiri, maka hukum liqo akan mengikuti hukum melakukan perubahan besar itu.
wallahu a’lam, sebaiknya bertanya pada ustadz yang kompeten dari pada menganalisa pendapat teman.

30. mitra - Juni 13, 2007

Ass.
Sekedar sharing pengalaman…
Saya ikut liqo sekitar 2 tahunan, sudah ganti-ganti murobbi.
Ada murobbi yang dosen agama Islam di Perguruan Tinggi Islam, pemahaman ilmu agamanya baik, sering jadi khotib di mesjid2 dan sering ceramah di ta’lim2.
Kemudian ada murobbi yang dasar pendidikannya bukan dari agama, sehingga penguasaan ilmu agama Islamnya tidak terlalu ‘tinggi’.
Tetapi sama-sama dengan saya merupakan karyawan BUMN sehingga pembicaraan menjadi nyambung, dan merupakan tempat berdiskusi dan terasa menjadi keluarga sendiri- seperti dengan kawan-kawan seliqo yang lain.
Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing2, saya senang telah pernah berinteraksi dengan mereka.
Liqo bukan hanya sekedar untuk mencari ilmu, tapi untuk mendapatkan lingkungan dan pemandu/murobbi yang akan menjaga kualitas keimanan kita, liqo merupakan salah satu cara untuk berkumpul dengan orang-orang yang, Insya Allah, shalih, kalau untuk mencari ilmu, belajarlah langsung juga ke ustadz yang ahli agama Islam yang kompetensinya memang ilmu agama Islam.
Saya sendiri, untuk menambah ilmu agama, tetap mengikuti ta’lim2 rutin yang diisi oleh ustadz2 yang bergelar Lc.
Mungkin perlu dicatat, peserta liqo tidak selalu memiliki pemahaman fiqh yang sama dengan fiqhnya salafy/wahabi, sehingga isu-isu seperti isbal, jenggot dll, tentulah disikapi dengan berbeda.
Demikian.
Wss.

31. irhash - Juni 23, 2007

aslm…liqo’at…? saya rasa penting sekali kita mengikuti pertemuan halaqah or liqo’at. sekedar berbagi…! yang membuat saya tertarik dari halaqah ini bukan pada materinya saja (kadang materi dari pemandupun seadanya), yaitu setelah halaqah memang ada sesuatu yang membekas dalam batin, yaitu peningkatan ruhiyah (kekeuatan jiwa). kita jumpa kawan-kawan yang imannya bagus, baik ibadah, shaleh orangnya, dan yang membuat saya makin suka adalah pada saat kita berbagi cerita mingguan kita pada rekan-rekan halaqah. kemudian sama-sama menasehati. inilah yang membuat dia beda dengan pertemuan biasa. keakraban dan silaturrahim tetap terjaga selalu. demikian. wallahu”alam. wassalam

32. a little girl - Juni 26, 2007

assalamu’alaikum
ayo kita liqo.
liqo ayo kita mulai
yang ga liqo pasti ga punya murrobi
kalo punya murrobi pasti liqo
kenapa ga punya murrobi???
1) ga tau apa itu murrobi
2) ga tau kenapa kita mesti liqo dengan murrobi
3) yang pasti kagak nyari lah
4) kagak tau nyarinya dimana
nah intinya die ga tau liqo dan ga tau murrobi
kasiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhhhhhhhhaaaaaaaaaaaaaan deh lo?
zaman edan koq tetep aja lebih suka nongkrong.
lha mbok ya nongkrong aja sama temen2 yang pinter ngaji, sholeh, cakep – cakep, orangnya lemah lembut, IP nya 4. kan ga rugi tuh kalo besok KIAMAT atau malaikat Izroil dah kesengsem ama kita mo nyabut nyawa kita atau tiba – tiba dosen killer ngajak pre test. dah temennya cakep, sholeh, pinter lagi. kan bisa minta contekan (heheh salah) maksudnya suruh ngajarin. kan ga pa pa tuh sambil liqo minum air. eh salah lagi. sambil liqo bimbel intensif.
hehehe
gimana neeeh temen. kagak ada ruginya kan?
nah sesuatu yang tidak ada ruginya kan kita harus mendekatinya
nah cara mendekatinya gimana? ya karena mereka kelompok halaqah ya kita gabung lah sama kelompok tersebut.
ok gimana neh coy.
halaqah ok. gimana?? dah kesengsem sama liqo belum? wadoh jangan2 antum antuna belum punya kelompok liqo ya? mop dicariin? dicariinnya sma temen yang deket situ aja ya??
selamat liqo kader – kader dakwah.
wassalamu’alaikum wr.wb

33. Heri Setiawan - Juni 28, 2007

liqo’ emang gak wajib, tapi menuntut ilmu itu wajib boss…
ya mungkin untuk “awalan” menuntut ilmu biasanya dari liqo…
Dari liqo, orang akan tahu dasar2 islam…

Jadi ndak sepenuhnya Liqo itu salah dan tidak sepenuhnya liqo itu benar…

34. Erwin - Juli 5, 2007

Assalamlkm.Wr.Wb.

Liqo emang ga wajib, tapi menerapkan apa-apa yang anda dapatkan dari liqo itu merupakan suatu keharusan, sebagai hamba dJJI yang bertekad bulat meneriakkan gema takbir “allahuakbar…!!!”
dan menyampaikan berita gembira bagi seisi dunia bahwa islam itu indah.

Masih banyak saudara kita yang belum tersentuh hatinya untuk menjadi islam yang sebenar-benarnya islam. Bahkan saudara kita sendiri, entah mereka belum mengerti atau belum ada orang yang mengajak mereka. Untuk itu liqo ada sebagai sarana membentuk pribadi yang islami, agar ada generasi yang efektif menyebarkan berita gembira itu, sehingga Islam itu benar-benar dapat terwujud sebagai rahmatallilalamin.

Media yang sekarang anda kunjungi ini juga bisa menjadi media liqo yang efektif, tentunya dengan komitmen pesertanya.

So…
Meskipun liqo itu ga wajib, mari melestarikannya. Semoga dJJI memberikan kemudahan bagi kita semua. Amiiinn YRA.

Wassalam.

35. sofwan yahya - Juli 10, 2007

mungkin cuma liqo saya yang paling yahud….
gak ada yang namanya Murabbylah, pemandulah ataupun pembimbing, karena saya selalu melaksanakan liqo langsung dengan sang pencipta, Tuhan yang maha esa.

36. aufa salamah - Juli 11, 2007

yang jelas bg q cari ilmu agama itu kudu, liqo merupakan salah satu metode. bg q liqo terminal q. InsyAllah manfaatnya banyak. Memang liqo bukanlah segala-galanya tapi dengan liqo InsyaAllah qita bisa mendapat segalanya contohnya ilmu, ukhuwah dll.
Sungguh indahnya bila segalanya karnaNya.

37. lestari_89 - Juli 15, 2007

aslm.waduh nyasar ksini deh, ikutan bentar ya.aku dah ikut tarbyah 3 tahunan lebih. dan selama itu aku enjoy aja sih. tergantung niatnya kok, aku cuma pingin lebih mengenal Allah, cari ilmu agama,dll. kalo dalam sepekan 5 hari full kuliah, trus sibuk organisasi maka sehari itu waktunya memenuhi kebutuhan spiritual ya ga? emangnya ada yang ga suka dengan liqo ya?ga papa kok, siapa juga yang maksa untuk ikutan. yang cerdas tu akan sadar sendiri dengan kebutuhannya memenuhi tiga potensi dirinya. jasad(makan),akal(ilmu), dan spiritual(iman).gitcu…

38. raihan_jogja - Juli 15, 2007

tenang, si-jay sekarang dah merasakan nikmatnya liqo lagi kok… sudah taubat… hehehe ^_^

39. Toni Tegar Sahidi - Juli 19, 2007

setahu ana sih, apa yang disampaikan akh diatas yah.. kalau ana rasa pemahamannya tentang tarbiyah masihlah belum kaaffah. mungkin masih sebatas ngikut ma murabbi-nya aja.

Liqo’ wajib? secara syar’ii tidak. tanyalah pada para petinggi2 orang tarbiyah… (tahu kan cari dimana.. petingginya lho, bukan yang masih level bawah yang pemahamannya mungkin masih kurang).

disini ana ingin menyampaikan apa yang dilakukan saudara2 ana di tarbiyah. ini sebatas pengetahuan saya lho.

di mereka ada hal-hal yang secara Syar’i dan ada pula yang secara tandzimi (keorganisasian). Liqo’ itu secara syar’i (agama) tidak wajib. tapi untuk jenjang alur kaderisasi organisasi adalah wajib.

Sama halnya dengan nikah lewat pemandu/murabbi. secara syar’i mereka pun tahu bahwa tidak usah lewat pemandu, langsung lamar aja pun sah-sah saja. dan itu pun kadang juga dilakukan oleh beberapa diantara mereka. yang dilakukan oleh murabbi mereka hanyalah memfasilitsi agar terjadinya situasi ta’aruf yang syar’i dan mencarikan orang yang memang dirasa betul2 tepat, tidak subyektif dari si calon saja. itu yang saya tahu.

yah, kurang lebih sama seperti analogi saya jadi mahasiswa tapi saya juga ikut organisasi Pramuka. secara mendasar, ada aturan2 lebih yang mengikat saya sebagai anggota Pramuka. yah kasarnya sih sekali lagi secara tandzim dan yang syar’i. yang harus dijadikan catatan adalah jangan sampai batasan2 ini tidak diketahui sehingga yag tandzimi dianggap syar’i sehingga melahirkan bid’ah, dan yang syar’i dianggap tandzimi sehingga dilalaikan.

semoga bermanfaat
http://www.tonitegarsahidi.cjb.net

40. sugiman - Juli 20, 2007

Saudara wijaya.., semoga Alloh masih mencintai Anda..hingga hari ini.
Janganlah Anda menilai sesuatu itu dari kulitnya saja.

Barang kali, berkenan dengan lliqo/pertemuan tersebut tersandar sebuat tujuan yang mulia, dan penyatuan hati antar sesama mereka.

Mungkin juga Anda belum mengerti betul mengenai hal itu”liqo’ seperti halnya mreka memahaminya arti kata itu.

Kau ingat hai wijaya, ketika Rasul membina basis Islam ketika itu dengan pertemuan2 “liqo” yang didasari adanya pemahaman yang sama, tujuan yang sama yaitu nilai kemuliaan disis 4jji SWT. disinilah nilai da’wah dimulai.

bahkan dikisahkan, oleh para shohabat jika mereka tidak hadir dalam pertemua rasul ketika itu ibarat sudah tidak ada niat hidup lagi.subhanallah.

Namun hal ini tentu tidak menjadi sebuah nilai yang harus dibilang harus hadir, namun disinilah nilai / kadar tingkat kemimanan kita, kepribadian kita bahwa yang membuat kita perlu hadir(bisa dibilang saya harus hadir) kalo dalam kondisi iman kita memang bagus.

Barang kali dengan penilain Anda, sebaiknya di klarifikasi dan cobalah jangan sekali2 membuat penilain menurut pribadi Anda kalo tanpa didasari pengetahuan akan suatu hal.
Apalagi menilai seseorang mengarak kepada fitnah belaka..Semoga Alloh mengampuni Anda..Terima kasih.
maaf kalo tidak berkenan,dihati Anda, hal ini hanya sekedar sharing, agar kita bisa memahami siapa diri kita..

41. sugiman - Juli 20, 2007

Saudara Fauzan .., semoga Alloh masih mencintai Anda..hingga hari ini.
Janganlah Anda menilai sesuatu itu dari kulitnya saja.

Barang kali, berkenan dengan lliqo/pertemuan tersebut tersandar sebuat tujuan yang mulia, dan penyatuan hati antar sesama mereka.

Mungkin juga Anda belum mengerti betul mengenai hal itu”liqo’ seperti halnya mreka memahaminya arti kata itu.

Kau ingat hai wijaya, ketika Rasul membina basis Islam ketika itu dengan pertemuan2 “liqo” yang didasari adanya pemahaman yang sama, tujuan yang sama yaitu nilai kemuliaan disis 4jji SWT. disinilah nilai da’wah dimulai.

bahkan dikisahkan, oleh para shohabat jika mereka tidak hadir dalam pertemua rasul ketika itu ibarat sudah tidak ada niat hidup lagi.subhanallah.

Namun hal ini tentu tidak menjadi sebuah nilai yang harus dibilang harus hadir, namun disinilah nilai / kadar tingkat kemimanan kita, kepribadian kita bahwa yang membuat kita perlu hadir(bisa dibilang saya harus hadir) kalo dalam kondisi iman kita memang bagus.

Barang kali dengan penilain Anda, sebaiknya di klarifikasi dan cobalah jangan sekali2 membuat penilain menurut pribadi Anda kalo tanpa didasari pengetahuan akan suatu hal.
Apalagi menilai seseorang mengarak kepada fitnah belaka..Semoga Alloh mengampuni Anda..Terima kasih.
maaf kalo tidak berkenan,dihati Anda, hal ini hanya sekedar sharing, agar kita bisa memahami siapa diri kita..

42. Hudzaiyfah - Juli 20, 2007

Siapa tuh yang bisa bilang Liqa dengan Allah nggak butuh Murabbi seorang manusia… Takabbur antum….
Afwan….

Seorang Ali bin Abi Thalib aja Liqa’ sampai Murabbi-nya (Rasulullah SAW) wafat . Insya Allah Liqa’ itu nyar’i koq…. Nggak usah dibahas lagi, apalagi klo malah jadi menyudutkan ikhwah Tarbiyah. Soalnya ana juga simpatisan PKS…

Ana pernah denger ceramah2 ulama Makkah dan Madiinah. Setau ana mereka nggak tergabung dalam tandzhim Ikhwan. Tapi, antum tau apa isi2 ceramahnya?????
Semuanya tentang tarbiyah. Bahkan, klo antum perhatikan lagi, hampir sebagian besar ulama di seluruh dunia mendukung upaya tarbiyah-nya Ikhwan, walaupun nggak secara langsung. Coba cek aja ceramah2 mereka di islamway.com (yang pake bhs. Arab).

Syukran Jazakallah. Mudah2an Pa Adang bisa menang di Pilkada Jakarta dan memberikan secercah cahaya untukl pusat Indonesia. Allahu Akbar!!! Keep istiqamah and Stay on Da’wah….

43. alumni10itb - Juli 25, 2007

masya4WI ternyata di luar sana masih banyak orang2 yang memahami tarbiyah seenak maunya..
(jadi semakin semangat rekrutmen.. :D)

apa yang kau rasakan dari sesuatu hal maka belum tentu sesuatu hal itu buruk gara2 kau nikmat menjalaninya begitupun sebaliknya..
hanyalah dengan akal dan pemahaman yang benar, insya4WI kau dapat mengetahuinya..

jang.. eh akh.. antm boring menjalani liqo.. kadang ampe boring berat..
merasa garing.. ngantuk.. dll..
itupun bagian dari tarbiyah….
jangan maunya yang enak2 aja donk..

sungguh akh.. surga itu dikelilingi oleh kerja-kerja keras..
oleh karena itu biarkanlah 4Wi menempa jiwa2 ini agar menjadi jiwa yang kuat..
so.. kuat ya menerima cobaan.. biar naik tingkatnya..

44. alumni10itb - Juli 25, 2007

sorry ada salah ketik..
ralat:
apa yang kau rasakan dari sesuatu hal maka belum tentu sesuatu hal itu buruk gara2 kau TIDAK nikmat menjalaninya…. dst..

tambahan:
keterbukaan dalam halaqoh adalah salah satu obat mujarab untuk mencegah dan menyelesaikan permasalahan2 smacam ini..

wallahu’alam bissawab.

45. Shelling Ford - Juli 25, 2007

eheuheu…
orang2 yg komen pada ga baca artikelnya bener2…
keburu emosi liat judulnya :P

46. dudulz - Juli 26, 2007

Liqo dari dulu emang gak wajib, hanya Ahlul Bid’ah yang mewajibkan liqo. dah gak usah berangkat liqo aja, bikin sesat…

47. saipul - Agustus 6, 2007

aslm,
Cari ilmu tapi hanya dengan diskusi tanpa orang yang bemar2 tahu tentang apa yang dibicarakan hanya akan menghjasilkan sesuatu yang menggantung,kecil kemungkinan untuk mendapatkan hasil yang benar sesuai dengan ajaran yang Allah yang disampaikan melalui Rosulullah saw.Banyak cara yang dapat ditempuh nggak cuma liqo’ kok…. masih banyak cara yang lain, misalnya bisa saja dengan mengaji langsung dengan ustadz/kiyai pokoknya yang faham tentang agama deh…. Seperti yangn kita semua tahu bahwa ketika kita melakukan suatu ibadah nggak cuma taqlid tapi juga harus tahu dasarnya.
Lalu yang wajib tuh bukan liqo’nye tapi menuntut ilmunya, dan jangan extrem22 banget gitu masa cara menunut ilmu cuma dengan liqo’ azza,…………………………………

48. Ana....FeremFuan - Agustus 20, 2007

Kalo Cari Ilmu Sampe Ngelawan Orang Tua….Buat Apa..mending Orang Tuanya salah…Padahal Orang Tuanya dah bener2 Ngasih Tau Dari Al Quran Eh si anak yg Ikut liqo Bilang ”
Menurut Pemandu liqo saya ga begitu Pak….!!”
(nah Lohhh ????)

dah Gitu Ngajinya Pake Iuran 200rebu Sebulan Logikanya….yang ngaji Gratis Aja banyak Yang Kabur….mas /mbak…klo mau dakwah Tuhh yang Ikhlas…ga usah ngarepin bayarannya kalo gitu mah narik angkot aja..abis penumpang turun pada bayar…iya kan!!!!!”
(Btw mang Tuh Iuran buat APa…????)
klo ane tanya Ngelesnya pinter banget Etttt…..dahh!!!

Intinya Gini Lah “Bagimu agamamu dan Bagiku Agamaku”
Alhamdulillah walaupun ilmu ana ga banyak tapi ana Yakin…Sama yang selama ini Ana Jalanin…Buat Apa Ngomongin agama klo ngerasa dirinya paling Bener Cuman Bikin Ancur ukhuwah Doang…apa Itu yang di ajarin di LIQO..????

49. Bamz Al-akh - Agustus 25, 2007

“‘Tarbiyah” bukan hanya ‘liQo’ itu adalah benar..! Sebab inti dari tarbiyah adalah amal yang utuh untuk kemudian di aplikasikan dg niat yg ikhlas yg tidak hanya terbatas sampai bahasan dalam forum LiQo semata.
T A P I….!!!
”Tarbiyah”‘ tanpa “”LiQo”” adalah cermin dari konsep yg tidak jelas tanpa adanya batasan Evaluasi. Maka LiQo secara konsepsional sungguh telah berhasil menanamkan urgensinya dalam hal ini,maka mulai dari “”Gubuk Arkom”‘ dahulu untuk kemudian cahayanya menerangi dunia hingga masuk kedalam hati kita masing2 kini.
I N G A T….!!!
Dalam Tarbiyah”” cerdas”” saja tidak cukup.Dibutuhkan jg Loyalitas dan i’tikad beramal jama’i untuk mengisinya dan sungguh itu mesti ada pada LiQo.
M A K A…!!!
Esensinya adalah bagaimana membuat LiQo tersebut menjadi lebih Produktif lagi (Mumtizah) dalam mengisi pilar Tarbiyah. Lalu susunlah kembali LiQo yg teratur dan jg pernah meninggalkannya.
Allohuallam.

50. fillah - Agustus 27, 2007

sesungguhnya setiap orang akan merasakan lezatnya liqo tergantung kebutuhannya dan pemahaman akan konsep dakwah..so don’t worry be happy liqo yes maksiat n0

51. bidin - September 13, 2007

assalamualaikum wr wb

menurut ane..

jangan menyamaratakan sebuah kasus..

menurut antum ngga wajib ya silahkan..

tapi bagi seseorang yang ingin merubah diri.. ya beda..

lagian secara tidak langsung sama dengan belajar, dan belajarkan kewajiban bagi setiap muslim..

dan satu lagi yang terpenting itu ikatan ikhwahnya..

hebat banget..

ya ngga…???

ane emang baru.. tapi memang ngga pernah bosan ane..
berkumpul dengan orang2 saleh kan obat hati..

af1 kalau ada salah2 kata.. maklum anak baru…

wassalamualaikum wr wb

52. praditya - September 17, 2007

Assalamualikum
Saudaraku….liqo itu memang tidak wajib, yang mewajibkan itu yang salah. Tetapi liqo adalah sebagai salah satu sarana untuk menuntut ilmu islam, tetapi bukan satu-satunya masih ada kajian umum dengan siapa saja(yang penting seorang muslim dan mengetahui kajian islam yang benar sesuai Al-Quran dan Sunnah), tidak harus dari kelompok-kelompok tertentu saja. Nah yang jadi masalah, dakwah dengan metode liqo itu menjadi milik salah satu kelompok islam yang kadang-kadang jeleknya digunakan untuk pengkaderan kelompok tsb. Dakwah itu harus lah ikhlas, memberikan ilmu dan teladan bagi orang yang didakwahi tanpa membawa nama kelompok apalagi kepentingan kelompok. Saya pernah ikut liqo, saat itu saya ditawari utk ikut mukhoyyam, katanya wajib, tp saya nggak ikut, kok wajib?menurut saya sih enggak…yang mau ikut ya silahkan yang nggak ya nggak berdosa kan ……. jika sampai murabbi mewajibkan itulah yang namanya berlebihan. Sampai sekarang saya masih bingung dengan istilah amal jama’i, seakan-akan saya harus terikat dengan kegiatan-kegiatan apa saja yang diadakan oleh jamaah tertentu. apakah seperti itu? saya sholat berjamaah di masjid dengan muslim-muslim lainnya dari berbagai macam latar belakang apakah bukan amal jama’i. Seakan-akan dengan amal jama’i tsb saya merasa akan dimasukkan ke dalam kelompok/jamaah tertentu. Saya hanya ingin menjadi seorang muslim saja yang bisa menuntut ilmu dan mengamalkan sesuai dengan kemampuan yang ada pada saya. Saya tidak ingin terlalu terikat dengan suatu jamaah atau juga tidak ingin tidak terikat sama sekali dengan suatu jamaah. Kadang pula dalam forum liqo’, murabbi memasukkan kepentingan-kepentingan politik kelompoknya kepada para peserta liqo’-nya. Tidak semua anggota liqo’ suka berpolitik, karena datang dari berbagai latar belakang. Sebenarnya berdakwah itu kan sederhana, anggota2 liqo’ yang datang dari berbagai latar belakang itu kan sebenarnya membutuhkan ilmu yang syar’i untuk memecahkan masalah sesuai latar belakangnya, sebenarnya itu sudah cukup, just majlis ta’lim(itukan intinya liqo’ menuntut ilmu), saling curhat dan terbebas dari kepentingan kelompok atau politik dll. Kalaupun ada anggota liqo’ yang tertarik politik ya silahkan, direkrut, dikaderisasi. Seakan-akan(dari anggapan saya pribadi) setiap anggota liqo’ harus mendukung segala keputusan dan kebijakan baik politik, sosial, budaya dll dari suatu kelompok tertentu, semua harus terlibat. Saya juga sudah pernah baca lho, bahwa jamaah yang saya ikuti liqo’nya itu ada aturan cara bermuamalah-nya, terus ada baiat-nya yang seakan-akan saya harus mengikuti aturan2 tsb dan memikul tanggungjawab yang besar. Wah, saya kurang sreg dengan hal seperti ini…..saya merasa belum bisa memikul tanggungjawab sebesar itu. Saya lakukan saja yang saya mampu, selama tidak bertentangan dengan syariat Islam. itu saja. Liqo adalah hal yang baik, tetapi tidak wajib dan jangan berlebih-lebihan hingga sampai mewajibkannya. Yang wajib itu sholat, zakat, puasa ramadhan, haji, menuntut ilmu untuk mendukung ibadah2 wajib tersebut, dan dalam berdakwah haruslah jangan membawa nama atau kepentingan kelompok tertentu.

53. zanif - Oktober 4, 2007

liqo uenak tenan

54. arif - Oktober 8, 2007

Pake helm jika naik motor wajib. Berhenti ketika lampu merah adalah wajib. Bid’ah dimana-mana ya..

55. tunjung - Oktober 18, 2007

Assalamualaikum…

Saya aktif di tarbiyah tapi secara terbuka mengundurkan diri dari gerakan ini salah satunya karena ketidak setujuan saya terhadap wewenang seorang murabbi.Apa jadinya bila kita menyandarkan otoritas penilaian tindakan kita pada penilaian SESEORANG yang disebut Murabbi.FYI,saya ikut dan aktif dalam pengajian tarbiyah selama 7 tahun,bukan waktu yg singkat.

Bukankah sebagai Murabbi beliau sangat rentan terhadap bias suka-tidak suka?Lagipula seberap besar kapasitas seorang murabbi sehingga beliau punya lewenangan yang sebegitu besarnya?

Mari kita simplifikasi permasalahan dengan searngkaian pertanyaan :

1.Bolehkah saya tidak sejalan dengan murabbi,termasuk ketika memutuskan siapa wanita yang akan saya nikahi?

2.Bagaimana bila ternyata saya mampu melebihi penguasaan materi sang murabbi??masihkah saya harus terpaku pada sesorang yg (maaf) penguasaan ilmunya sama atau masih dibawah saya?

3.Mana yang harus didahulukan taat atau paham??Bukankah Majmuatul Rosail menyebutkan prinsip pertama pergerakan adalah AL-FAHM (paham)??

FYI,pertanyaan2 fundamen inilah yg dulu gagal dijawab oleh murabbi maupun para ikhwah senior semasa saya aktif. Tolong balas tulisan saya ini dengan jawaban pertanyaan,bukan dengan pernyataan lain,itu saja permintaan saya.Terimakasih sebelumnya?

56. fauzan.sa - Oktober 20, 2007

Wah, biasanya saya gak pernah jawab komentar. Sekali-kali jawab ah.
Mas Tunjung, ada beberapa hal yang menyesatkan ketika kita bicara liqo’. Akibatnya, kita nggak dapat gambaran yang sempurna tentang bagaimana liqo’ itu sebenarnya.

Ketika mas Tunjung tidak suka liqo’, saya harus tanya balik. Anda ikut liqo’nya organisasi apa? Anda ikut liqo’ di mana? Terus, siapa pemandunya? Anda ikutnya kapan?

Karena, boleh jadi jawaban atas ketiga pertanyaan tadi tidak diperlukan. Boleh jadi, bahwa apa yang dianggap mas tunjung masalah dalam tarbiyah yang dulu sekarang tidak ada. Atau, mungkin di tempat lain bahkan tidak pernah ada.

Define liqo’! Liqo’ tuh artinya bagi mas Tunjung apa sih? Tempat menuntut ilmu? Kalo gitu, emang gak usah ikut liqo’ kalo pengen dapet ilmu. Tempat untuk kembali, menjaga dan refreshing ruhiyah? Kalo kita punya lingkungan atau cara lain yang bisa melakukannya, ya liqo’ itu nggak perlu.

57. abi-fathan - Oktober 24, 2007

Assalamu’alaikum.

Idealnya memang seorang murrobi itu bisa menjadi GURU, ORANG TUA dan TEMAN tergantung saat mana ia harus berperan.Tetapi kenyataan dilapangan memang seringkali tidk sesuai dengan tuntutan.Sehingga benar kata mas/mbak Tiyasmoro kita mesti hilangkan “pradigma ideal” & tidak terlalu ngotot menuntut kesempurnaan, karena murrobi juga manusia biasa seperti kita.

Yang saya rasakan,
banyak yg tidak kita dapatkan di liqo dengan keterbatasan murrobi tersebut.Karena beliau bukan Ustadz, bukan syekh dsb.

Liqo bagi saya sebagai re-charge…
Trigger untuk beramal jama’i.
Membangun dan membiasakan komunikasi 2 arah.
Ajang silaturahim, wadah untuk memperbaiki diri.
karena di dalamnya ada nasehat, target hafalan, target ibadah harian dll.

Memang liqo bukan segala-galanya.

Tapi, ana sendiri udah kadung cinta.
Insya Allah tetap semangat…

Kecuali ada methode yg lebih cocok dan lebih baik darinya.

wassalamu’alaikum.

58. Liqo’, Kaderisasi PKS « Catatan harian seorang muslim - Oktober 25, 2007

[...] Ada kesan2 pribadi tentang Liqo’ ini, di sini  [...]

59. izohg. - Oktober 25, 2007

. eh eh kok jadi ribut sih,
gara gara ributin liqo . kita jadi ngejelekin orang atawa golongan.

pokoke yang mo liqo ya udah liqo aja, yang nggak mau liqo ya udah ngga usah ngomongin orang.

nggak islam aja, nggak di paksa kok sama Allah.
konsekuensinya udah jelas , jalan yang baik dan jalan yang buruk,,

eh lupa yaaa.

nenek nggak liqo, pipinya peot
itu aja kok peot, eh repot,…..

60. v3 ayu - November 11, 2007

Liqo’..yang belum pernah ikutan nyobain deh ^^, Berbagai rasa ada disana. rasa persaudaraan, rasa keimanan semakin kuat pada Allah, ibadah kita semakin meningkat, pahit-pahitnya juga kalau kita lagi bosen aj^^, Tapi kan kita bisa usul ngadaon rihlah..Wuiihh, seru banget tuh Liqo’nya ^^..

61. Jundi_EastBorneo - November 13, 2007

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Mas-mas dan mba’-mba’ sudah ya debatnya tentang Liqo’. Cape’ deh…..! Beramallah kalian….! Maka Allah akan melihat siapa sebenarnya yang paling baik diantara kalian……. Buktikanlah bahwa yang sudah Liqo’ mampu membawa perubahan besar dalam dirinya, keluarganya, masyarakatnya dan juga negaranya. Begitu juga dengan mas fauzan yang gak liqo’ (Eks Liqo’er) dan siapapun yang tidak suka liqo’ dengan alasan apapun plii….s buktikan kalau jalan yang kalian pilih adalah jalan terbaik dan mengantarkan kalian menjadi orang yang terbaik. So…No Problem bukan, Jangan Rusak Ukhuwah karena Liqo’ dan non liqo’. Selamat Berfastabiqul Khoirot. Wassamu’alaikum. Wr. Wb.

62. danseketika - November 14, 2007

Saya pernah ikut liqo di SMA, kemudian pernah pula MEMBENCI liqo semasa di perkuliahan. Bukan itu saja, saya pun mulai meremehkan aktivis2 liqo dan menganggap bahwa mereka hanya orang-orang idiot, tapi kemudian ada peristiwa-peristiwa yg MENGETUK hati saya: liqo itu satu keharusan.Maka, insya Allah akan Liqo lagi :-)

63. amri - November 23, 2007

Saya dulu ikut liqo sewaktu kuliah.. sampe saya sadar.. ideologi pks ini berbahaya.. pks di indonesia sbnernya ikhwanul muslimin.. klo di Mesir, ikhwanul muslimin sudah sangat parah.. sampe ngebom2 segala.. di Malaysia ada jg.. sampe mengkafirkan kelompok yg laen.. sy liat pks di indonesia masih moderate (blm radikal) ya semoga aja tidak sampe separah di Mesir.. tapi harus diwaspadai krn ideologi mereka sama..

64. wira_jambi - November 23, 2007

liqa sarana evaluasi
guru-guru sd kita aja tahu
bahwa mengajar sedikit orang lebih memahamkan

semua terserah diripribadi
yang dak mau diperbaiki dan memperbaiki
get out

65. HAdi - November 24, 2007

Assalamualaikum..
Liqo adalah salah satu sarana dalam tercapainya perbaikan ruhiyah seorang manusia. Liqo hanyalah cara, essensinya adalah belajar jadi wajar-wajar saja kalau ada yang mewajibkan dirinya untuk liqo. pemerintah aja mewajibkan untuk belajar 9 tahun ( bukan 9 tahun gara-gara sering ngk naik kelas lho ya.. :) Dalam liqo kita mempelajari,mendalami dan mengkatualisasikan ajaran Islam. Dalam Liqo kita belajar banyak hal, karena Islam memang mencakup semua aspek kehidupan manusia. kita bisa bicara politik, sosial, ekonomi, psikologi dan lain-lain..
Dan dalam Tarbiyah tidak ada paksaan, apalagi niat buat menyakiti orang lain (terorisme)

66. Jaisy01 - November 26, 2007

Ada hal-hal yang lebih penting dari liqo’. Liqo’ wajib bagi yang mewajibkan “its oke” and liqo’ nggak wajib bagi yang nggak mewajibkan “it’s oke to”. Yang salah adalah saat kita merasa benar dengan mengeneralisasikan seluruh organisasi, harakah or gerakan Islam sesuai dengan pemahaman kita sendiri! Padahal belum tentu yang tidak kita temui, itu sama dengan yang biasa kita temui. Saya ikut beberapa gerakan Islam dulu, walaupun akhirnya terpaut ke tarbiyah. Mulai dari HT, Salafi, JT, MMI, NII, sampai tarbiyah. Insya Allah dah liqo’ di seluruh jamaah tersebut saat masih kuliah :)

Ini pengalaman Spiritual saya, yang berbeda dengan pengalaman spiritual orang yang disini, begitu pula sebaliknya bisa saja sama, namun beda harakah! Semua it’s ok. Yang penting kedewasaan diri kita yang akan menghantarkan kita, siap tidaknya kita untuk mau menerima orang yang beda pemahaman dengan kita!

kalau mau lihat pengalaman saya, silakan datang di http://suara01.blogspot.com

67. Rabbani Alghozi - November 28, 2007

Setuju dengan Jaisy01
Btw, untuk amri di komen #63, kalo ngomong mbok ya dipikir dulu.. Dan harus ada faktanya..Sekarang aku tantang kamu menunjukkan bukti2 ucapanmu.

68. amri - November 30, 2007

ikhwanul muslimin = muslim brotherhood. coba cek di wikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/Muslim_Brotherhood#Muslim_Brotherhood_in_Egypt
di Mesir sudah sangat radikal sekali sampe2 ada percobaan pembunuhan Prime Minister. Klo ikhwanul muslimin di Malaysia itu PAS(Pan Malaysian Islamic Party) oposisi dr UMNO(government party). PAS call some UMNO fellows kafir: http://fantrealika.tripod.com/Fatwa-Ulasan.htm

http://www.geocities.com/zek_my/news/ut235.html

gerakan (PKS) yg ideologi nya sama dgn ikhwanul muslimin ini harus diwaspadai.. liqo PKS jg ada tingkatan2.. untuk liqo yg level bawah tentu materi nya masih umum seperti materi2 keislaman umum ato bahkan curhat2 dr anggota pengajian.. tp untuk liqo yg tingkatnya atas (arah kaderisasi) ini hrs dicermati apakah ada yg menyimpang ato tidak.. dan tentunya yg diikutkan liqo tingkat atas ini adalah org2 yg sudah pro ato manteb dg pks shg mudah sekali diberi doktrin2.. ya sebagai sesama muslim sy hanya memberi nasehat aja biar kita hati2.. karena ketika kita masih muda sangat gampang terpengaruh oleh hal2 yang nampak nya baik tapi kita blm tau apa yg sebenarnya di dalamnya

69. mehnah - Desember 31, 2007

Thanks atas infonya mas amri. tapi kalo cuma bukti2 web saya jg bisa bikin berita bohong. apalagi kalo cuma wikipedia.

70. setiawan - Januari 5, 2008

kalo liqo ga wajib apakah ga liqo juga sesuatu yang wajib,jadi liqo yu supaya kita tau mana yang wajib, sunnah, mubah, makruh, bid’ah dll……..

71. Bunda Hanif - Januari 9, 2008

Aku menikmati liqo, karena hampir setiap minggu setor hafalan Qur’an (do’ain aku ya biar jadi hafidzah walau baca qur’anku masih terbata-bata and hanya setor satu dua ayat itupun ayat-ayat yang pendek). Murrabiyahku seorang ustadzah yang sangat lembut hati, bijak dan berwawasan luas karena banyak membaca dan supel dalam bergaul dengan siapa saja. Kendati aku S-2 ( Ilmu Komunikasi) dan dia lulusan SMA bahkan ia 3 tahun lebih muda dariku. Aku sangat menghargainya, aku menghormatinya. Kuyakin, ilmu Allah tidak dibatasi oleh strata pendidikan maupun usia. Murrabiyahku banyak memberikan keteladanan, bukan hanya kata-kata. Ya Illahi, semoga Engkau memberikan ganjaran yang setimpal untuk murrabiyahku atas segala kebaikannya dan keikhlasannya dalam berbagi ilmu dan kasih sayang dengan kami dengan surgaMU. Teman-teman liqo itu indah , kalo nggak mau liqo, ya..itu pilihan anda.

72. muslimahjpg - Januari 10, 2008

Saya tinggal di Jepang dan pernah juga mencari-cari liqo untuk belajar Islam. Anehnya liqo itu diatur para pesertanya oleh entah siapa, sehingga saya harus ikut liqo di luar kota tempat tinggal saya. Setelah saya coba ikut beberapa kali, dengan mengorbankan waktu pulang pergi 4 jam dan ongkos yang tidak sedikit, saya mengambil kesimpulan murabbi yang memimpin tidak begitu baik pemahamannya. Kalau saya bertanya tentang sumber materi, murabbi tidak bersedia memberi tahu. Katanya, kalau saya mau belajar terus, nanti juga tahu sendiri. Saya jadi ragu-ragu belajar ilmu yang tidak bisa dikonfirmasi tersebut.
Saya ingin pindah liqo namun saya tidak diizinkan memilih liqo lain oleh si murabbi. Aneh ya. Kok gak bebas. Memang sih liqo gratis, tetapi kan bukan berarti saya budaknya.

73. Jaisy01 - Januari 11, 2008

hehehe, ikut nimbrung lagi! Yah itulah, ketika bahan bacaan kita sedikit, dan pengetahuan tentang hal-hal juga sedikit. Pada akhirnya kesombongan yang lebih dominan didalam diri. Sehingga menganggap orang lain masih dibawah tingakatannya! Ini pernah terjadi terhadap teman saya. Marasa sudah pinter, dan sudah tahu segalanya. Hingga akhirnya menyangsikan keilmuan seseorang (Murabbinya). Maaf, kalau mau bicara kepintaran. Faktor dominan apa yang membuat kita merasa sombong dengan mengatakan “orang lain tidak mempunya pemahaman lebih dari pemahaman saya!” Ini kan dah sombong banget!

Maaf, saya memang pernah mengikuti kajian2 diseluruh jamaah. Namun saya bukanlah seorang yang mudah untuk mengikuti sesuatu! Ketika anda merasa nyaman di kajian tertentu, belum tentu ucapan anda itu sama dengan ucapan orang lain!

Bahkan yang membuat saya masih tetap ikut didalam Tarbiyah adalah, karena selama berganti-ganti murabbi, saya belum pernah mendengar seorang MR saya mengatakan “jangan ikut kajian manapun selain tarbiyah” malah MR saya mengatakan “Jangan hanya liqo’ saja kita jadikan sebagai sarana mencari ilum, liqo’ memang diperlukan namun jangan sampai berashabiah terhadap sarana dakwah ini!” nah kan berbeda sekali dengan ucapan anda! Demi Dzat yang ruhku berada di gengaman-Nya. Murabbi saya tidak pernah ada yang mengatakan pelarangan terhadap kajian2 manapun.

Walaupun kadang pertanyaan saya tidak dapat dijawab oleh MR saya, yah saya tetap harus memaklumi, mereka adalah manusia biasa, yang mereka bekerja sehari2nya sebagai pegawai! Sehingga sarana memperdalam Ilmu Islam pun tersita oleh pekerjaan tersebut. Namun, saya masih bisa bertanya dijajaran ustad2 Tarbiyah yang memang memfokuskan dibidang Akhidah, fiqh, dll.

Kalau dengan Ustad2 yang saat saya disalafi dulu memang berbeda kelasnya! Karena ustad sekelas mereka, di Tarbiyah lebih cenderung berada di jajaran dewan Syariah, dan pekerjaan mereka dalam dakwah tidak perlu dipertanyakan lagi! Kalau ingin bukti, silakan datang sendiri disetiap kantor PKS, yang penting tabayyun jangan hanya asal bicara! Anda bisa bicarakan dengan saya jika memang benar anda tidak diperlakukan baik oleh kader2 PKS! Insya Allah langsung saya kroscek jika pernyataan anda benar.

Kebenaran itu tidak perlu ditakutkan, tetapi ditunjukkan. Kalau ada orang yang mengatakan IM (Ikhwanul Muslimin) adalah organisasi teroris, maka mereka telah termakan isu-isu zionis murahan! Manamungkin IM bukan gerakan teroris bagi musuh-musuh Islam! Lah kalau anda merasa Islam, jangan belajar di antek2 penghujat Islam “wikipedia”. Hehehe, Jangan bicara doktrin jika anda tidak mengetahui definisi doktrin. Semua orang itu sudah terdoktrin, seperti orang yang membenci Islam, dia terdoktrin dengan pengetahuan2 mereka tentang kejahatan Islam, jadi seputar pengetahuannya hanya kejelekan Islam. Seperti juga, jika anda menjelek2an gerakan tarbiyah. Anda juga sudah terdoktrin untuk mencari kejelekan-kejelekan tarbiyah, dan anda tidak akan mau tahu apa kebaikan dari gerakan tersebut.

Makanya, Islam datang dengan solusi “Proporsional”, jika kita melihat kejelekan, kita ingatkan. Jika kita melihat kebaikan, kita saling memberikan kemuliaan. Jika kita, mencari kejelekan dari gerakan Islam manapun, niscaya sangat mudah dicari!

Saya, pernah ditanya oleh seorang teman dari gerakan lain. Tentang hal ini sebenarnya! Jawaban saya cuman “af1 akhi, jika nanti akan menyakiti hati antum. Ana mengenal antum sejak kita berada di semester pertama. Begitupula antum mengenal ana. Tapi akhi, apakah antum sudah bisa menyaingi tingkat bacaan ana? Sehingga antum merasa lebih pintar dari MR ana! Sampai sekarang, berapa buku yang antum baca? Antum mengetahui ketika ana berdialog dengan Ustad (salah satu ustad dari “salafi” tidak perlu disebutkan namanya) tentang IM. Lalu apa jawaban ustad?” Dan akhirnya teman saya termasuk salah satu ustad dikalangan mahasiswa2, sampai sekarang jika bertemu dengan beliau (teman saya), beliau tidak mau lagi memperdebatkan masalah gerakan terabiyah dengan saya. Namun sayangnya, dikader2 binaannya ditanamkan rasa benci terhadap gerakan terbiyah! Masya Allah. Semoga ingat akan bahaya fitnah!

bagi yang ingin tahu tsiqoh terhadap sebuah jamaah, silakan anda merujuk kepada buku “Menuju Jamaatul Muslimin, telaah sistem jamaah dalam gerakan Islam. Oleh Hussain bin Muhammad bin Al Jabir, MA” Penulis adalah seorang mahasiswa magister di Qism al-Hadits di Madinah.Dan memperoleh derajat imtiyaz (excellent) oleh universitas tersebut. Hehehe, mungkin itu salah satu buku yang dilarang ustad anda? hehehe, semua dilarang untuk dibaca kecuali buku2 golongan sendiri, yah pantes rasa ashabiahnya tinggi sekali!

(BTW, blog ini dah masih menerima tulisan saya nggak yah?” hehehe) Oke, deh Wassalamualaikum.

74. Sniper Baghdad - Januari 23, 2008

Maz and mba, benar atw sesatnya liqo’,tergantung manhajnya!Klo anda liqo’ dgn jama’ah yg bermanhajkan bid’ah maka bid’ah and sesat pula liqo’ yg di adakan! Sebaliknya jika ahlussunah maka selamat pula liqo’ yang di adakan!Makanya jngan sembarang ikut2an!Ane kira anda berilmu dulu!Kalo dah siap baru deh ikut liqo’ sbgai tarbiyah intensif. Tapi ingat jgn liqo’ dgn ahl bid’ah!And jgn mentang2 se2orang pnya glar Lc. Ga perlu liqo’!Tdak ikhwah,dia btuh pngolahan!Agar drinya yg berilmu jelas tujuan apa yg mesti di amalkan dri ilmunya!Mngkin sja wktu dia blajar utk memahami dan mngamalkan buat prbadinya shngga dkwahnya pun tak ada arah tujuan bgi islam!Alhasil Halaqoh itu gak trcela koq!Rosulullah dan para sahabatpun berhalaqoh dalam mentarbiyah!Yg tercela itu manhajnya yg bid’ah.Maka jangan salah pilih!…Dari brbagai jama’ah.

75. isti - Januari 24, 2008

saya tidak kenal saudara. tapi, saya mau mengajak saudara untuk dapat mengatakan “liqo itu wajib”! bukan sebagai suatu keharusan, tapi kebutuhan. kayak misalnya makan. makan memang tidak wajib. tapi mau ga mau kita bakal ngomong, makan itu wajib.
analoginya seperti itu.

dan banyak mantan2 kader, yang berbangga ketika sudah tidak liqo. mereka menulis, berceramah, tentang “saya pernah liqo”. apaan siy?

kalau liqo nggak “wajib” (istilah lain “butuh”), mungkin liqo sdh ga da lg kali!

76. Syarif - Februari 6, 2008

Wah nih orang salah mengrtikan Liqo, Liqo itu cuman wasilah. Yang dimaksud untuk WAJIB itu bukan liqonya, tapi “MENCARI ILMUNYA” jadi anda salah mengambil kesimpulan yg katanya liqo itu bid’ah, Allah mewajibkan kita untuk cari ilmu sampai lianng lahat, itu maskudnya bukan liqonya wajib tau .Terus untuk hal yg membosankan ttg liqo bukan liqonya tapi orang, mau kayak apapun tuh bentuk pengajian tapi kalau orangnya bosenan ya tetap aja gak nyaman seperti kayak di neraka.
Jadi intinya, udah ngaji/liqo aja tuntut ilmu sebanyak2nya, liqo itu cuman satu wasilah dari sekian banyak wasilah dan lagi pula anda juga mengakui model pengajian liqo ini yg efektif, ini kutipan anda

“Sebenarnya, secara umum, saya menganggap metode ini baik sebagai salah satu upaya pembinaan. Kalo difikir-fikir, metode cukup efektif dan efisien. Bagaimana tidak. Dibandingkan dengan kajian umum mingguan misalnya. Kajian umum/rutin biasanya butuh orang banyak. Itu berarti, butuh lebih banyak tenaga untuk mengumpulkan mereka. Kemudian, dalam kajian umum/rutin, komunikasi berjalan tidak seimbang, dan kontrol ustadz terhadap mustami’nya sangat rendah.”

77. Ali "Jazz" Ramdhani - Februari 18, 2008

Wah mas klo saya mah ikut liqo buat cari siraman rohani mingguan aja, sama aja kya kita dengerin dakwah di TV atau ceramah di masjid ba’da subuh…..
Tapi Liqo punya sisi yang laen, yaitu pengkaderan, pengkaderan inilah yang jadi nilai tambah liqo
Tapi ya kita ga bole jadi ekslusif
Masa liqo dibilang wajib, ancur banget

Itu cuman salah satu sarana, ibarat kata batre laptop klo drop kudu di charge, gitu juga iman kita, entah kenapa klo abis liqo futur jadi ilang, rasanya penih semangat gitu….he….he….

78. tunjung - Februari 20, 2008

liqo itu kan cuma sistem…
baik buruknya tergantung para pelaksana… yaitu pemimpin group (murabbi) plus anggota…

kalo ada yang bete dengan liqo.. yaaa tinggal analisa ajah.. faktor mana yang bermasalah.. kalo murabbi ga ngijinin pindah group.. yaa tinggalkan saja, tentu dengan cara baek-baek jg… tanpa ada ekses ketersinggunan dll .. yang penting.. selama dalam koridor menuju kesholehan kenapa juga musti ngalang-ngalangi orang untuk jadi sholeh..

kalo ada yang lebih baik dari LIQO.. saya mau deh pindah sistem..

79. dicky kurniawan - Maret 4, 2008

apakah antm termasuk orang yang kecewa dalam jamaah ini ? ikhlaskan akhi hati antm, tarbiyah hanya memfasilitasi untk kt menjadi pribadi yang baik, dan itu sebuah pilihan bila antm tidak cocok dengan jamaah ini tafadol antm pilih yang baik menurut antm. 085234699388

80. Arah Madani - Maret 10, 2008

Assalamu’alaikum wr wb
Sepertinya akhi sangat tahu banyak tentang seputar kegiatan tarbiyah. Ana juga yakin bahwa antum seorang kutu buku yang penuh dengan logika. Begini akhi, dalam menuntaskan kebimbangan, ketidaktahuan, keraguan dan sebagainya diperlukan kepastian. Antum akan dapatkan itu semua dalam Liqo atau Halaqah. Balik kepermasalahan, ana mengatakan antum seorang kutu buku yang penuh dengan logika. Logika bukan jawaban dari segala hal yang antum analisis secara mendalam. Jika antum punya banyak buku, katakanlah sampai 1000 buku yang antum baca itupun tidak akan bisa antum aplikasikan. Karena antum tidak dapat Metoda Aplikatif. Metoda ini ada di Liqo. Metoda Aplikatif didalam Liqo adalah Mengamalkan Semua Nilai2 yang terkandung dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Murrabbi dalam Liqo bukan sembarang Pemandu. Dalam Wasiat Hasan Al-Bana, dalam Dakwah dimulai dari Diri sendiri-Keluarga-Lingkungan-Masyarakat-Bangsa-Negara.
Ana tahu benar karakter Antum dengan membuat Tulisan di Internet. Pesan Ana, Tetap Istiqomah Akhi.
Wassalamu’alaikum wr wb

81. dicky - Maret 11, 2008

Assalamu’alaikum wr wb
akhi sebelum antm menyalahkan atau membid’ahkan liqo maka antm harus tahu dulu dalam kaidah syariahnya jangan terburu2 untk langsung berijtihad. dalam hal liqo yang dikatakan wajib ini bukanlah dalam hal rububiyah tp ini adalah dalam hal fiqh.
dalam kaidah ushul ada yang menyebutkan “asal dari perintah hukumnya wajib, kecuali ada dalil yang menyebutkan sebaliknya”
dan akhi antm harus tahu bahwa ada dalil qur’an yang menyatakan “taatilah allah, rasulullah, dan ulil amri” kata “taatilah” disini ialah mgandung fiil amr yang berarti sebuah perintah sehingga hukumnya dari ayat ini ialah kita wajib untuk mentaati allah, rasulullah, dan ulil amri(pemimpin). maka dlm hal liqo dari referensi buku yg antm punya seorang murrobi ialah pemimpin di antara para madwunya yg wajib ditaati perintahnya dan tdk slh bila LQ dikatakan wjb dalam ketaatn kepada ulil amri(murrobi)

82. jamie assalam - Maret 12, 2008

assalamu’aliakum………
saya Jamie Assalam (22th) prnh beberapa bulan ikt liqo’ yang diwadahi PKS di sungai penuh kab.Kerinci prop.Jambi dan saya sgt merasakan manfaatnya bt kebutuhan ruhani saya. Tp, sejak saya di Jakarta sebulan yang lalu saya ga’ prnh lgi ikt, saya ragu utk lgsg k kntor2 PKS krn saya bukan kader dan saya ga’ bawa rekomendasi dari Murobbbi saya ayg dsna dulu sebab saya brgkt buru2, saya hanya orang yang ingin blajar agama lwt wadah yg dibentuk PKS. jujur, skrg iman saya semakin rapuh, sprtinya saya blm sanggup bljr sendiri dan saya mhon bntuan dari ikhwan dan akhwat yg ada d jabodetabek utk mncarikn saya t4 liqo’ yg sesuai dg saya.
Jika ada tlg surati saya ke mr_j_clinic@yahoo.com
Sebelumnya saya ucapkn trm ksh
Jazakallah khairan katsiran…..
wassalam….

83. Priyonggo87 - Maret 13, 2008

Assalamu’alaikum

Msya Allah..masih dbhas jg.

Smwny.. klo mo kasih comment hrp dbc dlu yg bnr tuh tulisanny, trs dbc jg tuh comment-comment ya ud msuk. Knp? biar g ngulang commentnya(basi tau..!) trs biar bhasannya g mlencong-mlencong smpe m’klaim grkn ni ahli bid’ah atw kfir atw troris..yg kmudian grkan&smw p’ikutnya prlu dwspdai atw dfatwa kfir or ahlul bid’ah shingg divonis tmpatnya adlh nraka jhannam (siape lo bisa seenaknye aje melakukan ftnah&pmbnuhan krkter juga mvonis tempat orang di neraka jahannam..? emangnya lo punya kuasa apa bisa berbuat itu..? udah kayak mama loren aja lo bisa ngeramal).

saya pikir, semua komen itu sudah cukup mewakili, knp gak disudahi..? Trus, saya sjalan dgn pkiran tmn saya akh Arah Madani..sbnarny antum bkin tulisan ni mksdny ap..? cri sensasi, mhimpun pndapat para jundi trbiyah tuk dianalisa, mnydiakn arena pdebatan antar antek-antek suatu harokah tuk msing-msing m’unggulkan harokahnya, atw antum ingin mkumpulkan orang-orang yg sjalan dgn antum tuk antum stukan dlm barisan sakit hati..? (bkn su’udzon,tp kkhwatiran..bedakan ya..! krn tulisn ntum lbh bnyk mnuai pdbtan drpd dialog mcri solusi&kbnran)

klw mmang antum(&yang lainnya jg, ga tbatas hny pd akh fauzan aja lo saya nulis ini) kcw dgn trbiyah krn liqo’ny yg g se-ideal idealisme antum dlm memaknai liqo, mk sdh.. tinggalkan sj.. Trlepas dri kckwaan krn kpsitas pmandu yang tnyata “levelnya” dibawah kita, atau kcw krn otoritas pmandu yg tlalu blebihan; misalny dlm mntukan wnita yg boleh dnikahi, atw kcw krn dimanfaatkannya srana LIQO sbg ajang rekrutmen atw apapun itu yang bhubungan dgn suatu partai politik yg ktanya mpjuangkan Islam, atau kcw krn lain-lain,,hmm.. itukan bs dikomunikasikn dgn pmandunya, bkn tau-tau kabur gitu aj g ngasih kbar, lantas mnumpahkn kkecewaan dgn mhujati mantan ustadnya tersebut beserta metode manhajnya juga harokahnya melalui internet..

toh sprti sdh dkatakan d komen-komen tdahulu bhw liqo tu hny srana, krn mnurut saya yg utama adlh tarbiyah dzatiyah – baca “pmbinaan diri sendiri“ (khsus bg mrk yg kupingny agk-agk sensitif mndngar kta-kta “tarbiyah” )-. Liqo itukan pling banternya cuman 1minggu 1X, nah apkh slama 6hri lainnya itu kita g ngapa-ngapain slain kuliah/kerja/mlakukan aktifitas rutinitas sbgai s’org mkhluk normal&makhluk sosial..? kalo yg saya rsakn, ddlam halaqoh tu lbih kntal suasana ukhuwwahnya jg program-program tuk mengntrol proses pmbinaan diri itu.

WONG MASIH BANYAK MASALAH YANG LEBIH PELIK UNTUK DISELESAIKAN DARIPADA NGOMONGIN WAJIB TIDAKNYA ATAU BID’AH TIDAKNYA LIQO ITU..Msh bnyk tuh gerakan sesat&menyesatkan yg mnjamur dngn m’atas namakan Islam (yg sjatinya lbih b’hak tuk digelari kafir/ahli bid’ah/nraka). Brantas tuh tmpt-tmpt pjudian&placuran,binasakn budaya korupsi yg bkin rkyt smkin mdrita, tgkkan keadilan dan sejahterakan negri ni dgn cr msing-msing, slma itu gak mlah mhncurkan Islam krna ashobiyahny ktinggian. Bsatulah umat Islam, tlepas dr harokah-harokah yang mnaungi kalian jg grakan underbow yg mnyokong klian, krn sjatiny kita tuh seaqidah..,kok mlah sling mmkan dging antara kita..?(pantesan amerika bangsat dan israel bajingan gampang banget mhncurkn Islam..wong Umat islam msih sling mnghujat stu sm lain..)
Sdhlah..jgn sling mhujat, jgn mbuang-buang sumbr dya. msing-msing plih jlannya sndiri, mna yg drasa pling sreg tuk drinya mnimba ilmu agama, ya monggo tuk diikuti sistemnya, tnp prlu m’unggulkn lantas mrendahkan sistem lain.

Makasih banyak..
Was.

84. sHe@uR - Maret 23, 2008

Saudara-saudara
itu semua pilihan…

pilihan yg salah… ya.. yg ga memilih

yang mau liqo ya… liqo
yang ga sempet liqo ya silahkan…

jangan sungkan-sungkan lo jeng…
meng up-grade diri sendiri

eh..pasti dah pada tau ya….
syurga itu ga murah

peace.. *_*v

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

regards

orangyan gram ahdansu kamen olong

85. alhikmah99 - Maret 28, 2008

Bismillah

hari gini masih membahas masalah beginian
ya, ampun… tolong dech :-) Tolooooooooomng

sementara Al-Aqsha dinistakan, Darah Umat ISLAM menggenang dimana-mana. IRAQ, AFGHANISTAN, MORO,dll
Sementara tetangga kita (ibu hamil) mati kelaparan di Makasar, anak-anak busung lapar dan mati kelaparan di berbagai kota karena KEMISKINAN STRUKTURAL (karena SISTEM (DEMOKRASI – SISTEM KUFUR), PENGUSAHA dan PENGUASA BEJAT maka RAKYAT MELARAT :-(.

untuk teman-teman yang ngaku-ngaku SALAFY, dll
masalah MAULID, ISBAL, QUNUT dan lainnya bukankah sejak zaman Salaf sudah berbeda. contohnya :
MAULID diperbolehkan oleh sebagian kalangan Syafii’ dan diharamkan oleh Ibnu Taimiyah, dkk
Walaupun saya merasa cocok dengan pemikiran Ibnu Taimiyah, nggak membabi buta saya ikuti.
jadi tolong dimana-mana jangan saling sesat-menyesatkan…

Jadi yang memegang liqo wajib silahkan diikuti dan dikaji
dan yang mengatakan liqo nggak wajib silahkan diamalkan dan juga dikaji lagi :-)

86. Junadi - April 10, 2008

Bismillah
Assalamualaikum
Akhi, banyak sekali pekerjaan yang harus kita selesaikan, bukan cuma masalah bagaimana kita membina kader (Liqo), tapi kalau hal ini (Liqo) yang ingin akhi bahas, ane ada sedikit masukan, kebetulan ane juga sering ikut ta’lim di beberapa halaqoh, akhi, keimanan seseorang itu mengalami pasang surut, ketika keimanan kita dalam posisi pasang (lagi semangat – semangatnya), tanpa teman teman yang memberikan motivasipun kita bisa melalui tahapan ini, tapi ketika keimanan kita dalam kondisi surut, kita butuh teman yang dapat memberikan motivasi agar kita jangan larut dalam kesurutan keimanan kita, Akhi ketemu (Liqo) sesama muslim (sefikroh) untuk menuntut ilmu itu wajib, karena dalam pertemuan itu (liqo) diharapkan kita dapat menjalin tali silaturrahmi dan menambah keilmuan kita, rasulullah bersabda menuntut ilmu itu diwajibkan atas muslim laki – laki dan muslim perempuan. akhi dari hadits diatas rasululloh mewajibkan kita untuk menuntut ilmu, dan Liqo adalah salah satu sarana bagi kita (para kader untuk menuntut ilmu)

Akhi, jika engkau mempunyai senjata pergunakanlah untuk menghadapi musuh, jangan engkau gunakan senjatamu untuk menikam saudaramu sendiri.

87. Inhole Delay 500 ms - April 12, 2008

Mari berpikir jernih…

88. me - April 25, 2008

klo bicara tentang wajib ato sunah atau mubah terkait dgn LIQO…kayaknya gak nyambung klo persepsi kita masih memakai kacamata Fiqih.
adanya persepsi LIQO WAJIB tidak bisa disandingkan dengan adanya keWAJIBan sholat, puasa, zakat dsb.
kewajiban u LIQO merupakan konsekuensi dari komitmen terhadap suatu jamaah ato organisasi.

sama seperti suatu perkumpulan organisasi misal KOPERASI yang meWAJIBkan anggotanya u punta KTA dan mbayar iuran WAJIB.

Apakah apabila ada 1 orang yang merupakan anggota koperasi tsb gak mbayar iuran WAJIB terus kita katakan dia BERDOSA???

Logika yang sama kita pake u LIQO.
dimensi WAJIBnya berbeda dengan sholat n zakat yang apabila kita tinggalkan berDOSA.

89. mahrizal - April 26, 2008

aku ngga tahu massalah liqo
yang aku tahu
istriku aku larang lagi ikut itu
bukan apa-apa
aku yakin itu baik
namun kayaknya ada yang sedikit kurang sreg dengan dasarku
yang dari pesantren
bagi yang mau ikut ikut aja terusin
biar makmurin islam

90. cuweks - April 26, 2008

nomer 90 euy

kesimpulan…? nggg… bikin judul baru.. ke kantor itu tidak wajib…. (dipecat / ga dapet hak ya.. resiko sendiri atuh) hehe

91. Alifia - April 29, 2008

Assalamu’alaikum,

Kita lagi bicara tentang sarana perjuangan ummat Islam, kan? Ini menarik. Nah, liqo’ atau halaqah menurut saya memang bisa jadi salah satu jawabannya. Paling tidak sebuah ikhtiar, ini sejalan dengan thesis doktoral yang telah mendapatkan predikat setara cum laude di Univ. Madinah. Hasan Al Banna sendiri, pencetusnya, telah lama merintisnya lewat gerakan Ikhwanul Muslimin di negeri Mesir.

Liqo’ dijalankan dengan efisien oleh Partai Keadilan/PKS di negeri kita. Ormas-ormas lain seperti HTI juga punya semacam sarana yang sama. Tak luput pula sempalan-sempalan Islam sesat juga mengambil manfaatnya. Bisa dikatakan, ber-Islam-nya seseorang memang peluang yang paling tepat dalam mengorganisir kekuatan.

Prediksi saya, PKS akan pula dengan mudah (seperti FIS dulu di Aljazair, IM di Mesir) merebut hati para pemilih kaum muslimin lewat basis-basis liqo’ pemuda/pemudi yang dibangun dan dirangkai sedemikian apiknya sehubungan dengan sistim demokrasi yang dianut negara. Ada pula link antara halaqah-halaqah yang telah didirikan. Demikian pula struktur organisasinya, sudah mapan.

Kemenangan PKS dalam pilkada-pilkada di daerah terus akan membuktikan hal ini. Kalau sekarang masih harus menggandeng artis kerean, begitu saatnya datang nanti, mereka akan berdiri sendiri. Kita juga akan melihat pergeseran posisi-posisi eksekutif/legislatif yang bakal diramaikan oleh figur-figur Ustadz suatu saat nanti. Kita simpan dulu pertanyaan apakah mereka memang orang yang tepat (ahlinya/berilmu) dalam forum ini.

Seperti apakah format Islam di Indonesia ke depan? Prediksi saya, Islam Indonesia akan bergeser sedikit ke format ‘militan’. Itu begitu PKS sukses besar dalam dua-tiga kali lagi Pemilu, ditandai dengan lahirnya eksekutif muda kota-kota besar hasil binaan Liqo’ yang punya perhatian besar thdp. majunya Islam, meski pokok perhatian mereka berbeda-beda sebenarnya ketika ditanyakan mengenai suatu perihal yang bahkan sangat mendasar misalnya. Namaun, dalam konteks menilai hasil suatu perjuangan, ini sudah suatu prestasi besar yang ternyata bisa dicapai Islam dengan sangat cepat dan modal yang minim.

Nah, kalau berbicara tentang dakwah Islam yang sesungguhnya, liqo’ yang menjamur sekarang itu tentu saja bukanlah jawaban tuntasnya.

Direkomendasikan Hasan Al Banna, liqo’ tak lain adalah metoda dakwah yang bermula tatkala dakwah yang sesungguhnya belum mungkin berjalan sebagaimana mestinya seperti karena kondisi politik suatu masyarakat/bangsa (liqo’ awalnya bergerak sembunyi-sembunyi, bukan di masjid justru rumah ke rumah atau kampus, dan harus dalam suatu kelompok-kelompok kecil dengan kurikulum yang katakanlah akseleratif). Karenanya ada plus dan minusnya, dan juga karena dengan terdapatnya agenda yang memberikan pemahaman untuk mengutamakan menyatukan kekuatan segenap kaum muslimin terlebih dahulu, persis sebagaimana yang diamanatkan Hassan Al Banna dalam mencapai suatu jami’atul muslimin. Tarbiyah atau pembinaan, inilah yang menjadi fokus utama gerakan. Resikonya, tasfiyah atau ikhtiar yang terus menerus dalam menjaga kemurnian pemahaman agama agak kurang mendapat tempat.

Adapun dakwah yang sesungguhnya, kalau mau berhasil, mesti dengan sabar mengikuti manhaj yang benar yaitu manhaj rasulullah (manhaj salafus shalih). Bolah-boleh saja ada kelas-kelas bahkan dibarengi dengan kultur menyetor hafalan Qur’an, namun tasfiyah harus terus berjalan bersamaan dengan tarbiyah. Majelis-majelis ilmu haruslah terbuka untuk umum, diadakan di masjid-masjid atau public area lainnya serta diisi oleh narasumber yang diakui berkualitas kadar keilmuannya, membahas kitab-kitab yang banyak jadi rujukan ummat, terutama kitab-kitab hadits dengan mengutamakan pembenahan (koreksi) aqidah di atas pembahasan-pembahasan lainnya.
Ironi sekiranya aktivis harakah sibuk membahas situasi politik melupakan peningkatan pengetahuan dirinya, atau anggota keluarganya.

Terakhir, patut kita bersyukur, di Indonesia tidak ada halangan untuk dakwah Islam. Sejarah harus kita jadikan pelajaran. Bagaimana FIS di Aljazair setelah menang telak dalam Pemilu yang berarti tinggal selangkah lagi yang diidam-idamkan rakyat Aljazair bakal terkabul, malah pecah berantakan di tengah jalan. Militer bukan sistem khilafah yang mengambil alih akhirnya. Bagaimana pula partai IM Ikhwanul Muslimin di Mesir tak kunjung sukses membawa perubahan besar dalam negeri Mesir. Apa sebenarnya yang jadi permasalahan? FIS dan IM terlalu cepat membesar, dan itu pun saja rapuh. Yang didapat selama ini justru Persatuan Islam yang semu, akibat kurang mendapat tempatnya unsur tasfiyah dalam dakwah yang merupakan dasar dari persatuan kaum muslimin.

Saya kira, meski dalam perspektif yang lain, komentar saya ini (saya harap) lebih proporsional. Silakan komentar balik buat yang berkenan.

Sekian,
Wassalam

92. djodjo - Mei 13, 2008

kacang goreng…kacang goreng…..
ada yang mau kacang goreng? soalnya disini lagi rame mbahas cara membuat kacang goreng…he…he…

93. nhy_nha - Juni 1, 2008

aku juga SMA liQo’, tspi semenjak kul, jadi jarang bnGetZ. padahal disana Lah temN2 ygpengertian, memahami, temen-temen super, temen2 terbaik that I ever had. G tau nih.jadi males datang gini. Padahal ada silaturahmi eN ilmu, doa-doa malaikat, kucuran keberkahan Allah.. Gak cukup kalo cari materi ilmu lewat buku aj!!!

mdh2n aq LiQo lagi ya!^)
TrimS..

94. indra - Juni 13, 2008

alhamdulillah, ketika search di Google tentang Tarbiyah, begitu banyak link yang keluar di situ. dari blog sampai situs profesional, dari yang memuji samapi yang menghujat. Dalam sejarah Bangsa ini baru kali ini ada sebuah organisasi yang hampir mayoritas orang di republik ini tertuju padanya. saya bersyukur berada dalam jamaah ini, bersama-sama ikut merybah kondisi bangsa disaat yang lain masih sibuk menghujat. dari kata Liqo ini saya alhamdulillah saya menjumpai orang-orang hebat yang mungkin selama ini hanya ada dalam imajinasi atau buku.Saya menjumpai dari liongkaran kecil itu menghasilkan kerja-kerja dan hasil besar bagi umat, bagi bangsa. amat banyak orang bisa menuliskan bahkan mengeluarkan ide maupun gagasan-gagasan cerdas. tapi amat sedikit orang yang mampu merealisasikannya, amat mudah untuk menghujat, tapi jarang saya melihat para penghujat yang memberikan kontribusi besar.

95. bayu - Juni 24, 2008

tulisan yang bagus. menarik. dan yang paling penting, saia ga merasakan adanya sikap fanatik di tulisan anda. sekedar sharing…suatu saat, ada ikhwan tertarik dan ingin melamar seorang akhwat. nah, yang jadi ‘masalah’, akhwat itu ikut (dalam istilah anda) Gerakan Tarbiyah dan seringkali ikut liqo; sementara sang ikhwan tidak masuk dalam gerakan tsb. akhwat itu lalu meminta saran pada murobbi-nya. murobbi menyarankan agar mengajak ikhwan itu untuk ikut liqo. tapi sang ikhwan hanya sekali atau dua kali saja ikut liqo. karena menurutnya, sang murobbi sama sekali ga kompeten dalam masalah syariat. akhirnya, si murobbi ‘melarang’ (saia ga th kata2 yg tepat untuk menggambarkannya) akhwat itu untuk menikah dg ikhwan tsb.
dari gambaran kisah itu, ada beberapa pikiran buruk yg berkelebat dalam benak saia. apakah demikian hebat pengaruh seorang murobbi pada mad’u-nya sampai2 masalah nikah pun murobbi itu seolah punya kewenangan mutlak?
klo dalam masalah nikah, si murobbi sampai bs mengeluarkan putusan yg berpengaruh begitu besar pada mad’u, bagaimana pula dalam masalah yg lebih kecil? apalagi klo seperti dalam tulisan anda, pada orang2 yg beranggapan liqo itu wajib, tak dapat dibayangkan bagaimana besar pengaruh seorang murobbi pada mad’u
mungkin ada yg menyangkal, bahwa itu sekedar meminta saran pada orang yg lebih tahu (fas aluu ahladzdzikri inkuntum la ta’alamuun)
namun saia benar2 ragu, apakah orang2 yg ikut liqo itu masih mampu berpikir sendiri, ataukah sudah seperti kerbau dicucuk hidungnya…
adalagi pikiran lain yg lebih buruk dari itu. dari pengalaman teman saia, bahwa larangan, atau minimal himbauan untuk tidak menikah dengan orang di luar gerakan tsb (terutama pada akhwat, seperti dlm cerita saia di atas) adalah karena ada semacam kekhawatiran gerakan tsb akan kehilangan kekuatan dalam perjuangan mereka (?). jika seorang akhwat menikah dg ikhwan di luar gerakan, hampir bisa dipastikan akhwat itu akan mengikuti suaminya. dan jika suaminya tidak masuk gerakn itu, melainkan manhaj lain, hampir pasti akhwat itu akan dilarang untuk ikut liqo lagi. nah, hilanglah satu kekuatan (baca: suara) dalam perjuangan (?) gerakan mereka itu.
fiuh…pikiran ini memang jahat sekali, namun lebih jahat lagi jika itu memang benar2 terjadi.
dan sepertinya itu memang terjadi…
betapa memuakkannya….

96. Mahasiswa Untuk bangsa - Juni 29, 2008

orang bilang liqo wajib karena dia merasa butuh untuk dirinya,
nah ente cuma bisa ngehujat..,,, kasian bener ente ini,,, gak tau tapi sok tau..

lanjutin lagi deh liqo ente, biar gak kebanyakan berprasangka

97. Ibnu - Juli 14, 2008

Assalamua’alaikum
Akh saya tu baru ikut liqo belum genap 8 bulan…Sebelum ikut liqo’ saya ga pernah sholat. Ikut liqo’ awalnya karena cari jalan baru setelah lama berma’siat. Dalam perjalanan liqo’ ini ane bener2 merasakan manfaat yang besar. Ada suatu waktu ane males liqo’, jadinya apa, ane ga sholat lagi, ga baca Al Qur’an lagi, ga belajar agama lagi. Terus diingatkan oleh ALLAH SWT Sang Murabbi Agung kita. Dari hal yang sangat sederhana itu saya menyadari, betapa pentingnya liqo’. Sepandai-pandai seorang manusia dalam hal agama, pasti akan terperosok juga bila tidak ada yang mengingatkan dan mengontrol, nah itulah yang terjadi dengan anggota DPR yang ngakunya Ustadz dari PPP, PBR dan PBB, mereka ngakunya partai islam, tapi kelakuannya ga beda ma orang sekuler. Kadi gini akh, ane ga ingin menjustifikasi mana yang bener dan salah, ane cuman menegaskan ada hal yang lebih baik untuk dilakukan untuk menjaga perilaku dan ibadah kita di dunia, yaitu LIQO”.
Syukron akh, semoga akhina Fauzansa bisa memilih mana yang terbaik untuk ente. Jazakallah.

98. lek yo - Juli 15, 2008

sedikit komentar dari saya, bagi kalian yang ikut liqo’ kemudian karena liqo’ anda jadi rajin sholat, bahkan sholat malam atau anda jadi semangat menghafal Quran atau amal ibadah yang lain.
cobalah anda muhasabah sendiri dalam kesendirian apakah amalan yang kalian lakukan karena ikut liqo’ ataukah karena anda muslim yang berusaha menjadi sholeh.
tanyakan pada diri anda apakah anda sudah ikhlas karena mengharap wajah Allah, jika anda merasa ikhlas insyaAllah anda belum ikhlas, jika anda merasa belum ikhlas insyaAllah anda telah ikhlas. Wallahu a’lam.

99. Tia - Agustus 11, 2008

assalamu’alaikum…

liqo memang bukan sesuatu yg wajib dilakukan. Namun, saya meniatkan mengikutinya karena tekad memperbaiki diri. Liqo mempertemukan saya dengan teman-teman yg subhanalloh menyemangati untuk lebih baik. Kejenuhan dalam liqo akan terjadi jika tidak ada pengubahan baik dalam metode, tempat, meupun pemberi materi. Liqo harus menjadi penyemangat untuk selalu bertaqorub kpd Allah Swt.

100. peace - Agustus 13, 2008

lek yo… masih ngerokok ga lek?

101. Adi Suciatma - Agustus 21, 2008

Saya Setuju sama pendapat saudara Fauzan…

Saya sekarang ikut liqa, tetapi saya TIDAK SETUJU bila :

1). Liqa dikatakan wajib bagi setiap muslim

2). Muslim yang mengatakan: yang ikut liqa lebih baik daripada yang tidak ikut liqa

Tetapi dalam perjalannya, sebagai muslim kita selalu ingin
menambah ilmu agama dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, Cara belajar agama antara lain :

1). Belajar mandiri, dari buku bertanya teman / orang yang lebih tau, atau zaman sekarang bisa melalui internet…
(saya sendiri senang belajar islam melalui internet, soalnya langsung ke bab tujuan yang diminati / sedang jadi tanda tanya besar.. ada tanya jawab-nya lagi).

2). Ikut pengajian / kajian seperti : mendengarkan tausiyah, baik secara langsung / radio / majalah dsb.

3). Belajar secara terstruktur seperti di sekolah islam:
MIN, MTsN, MAN, IAIN, Pondok Pesantren dsb.

TETAPI APAPUN CARANYA, Belajar Islam HARUS SESUAI dengan AL_QUR’AN & HADITS…

kalau belajar sendiri kelebihannya :
cepat, praktis, cepat dipahami sesuai bab yang sedang diminati / sedang menjadi pertanyaan / sedang akan diaplikasikan ….

belajar sendiri kekurangannya :
tidak ada yang mengontrol sewaktu2 kalau menyimpang dari AL-QUR’AN & HADITS, karena banyak hadits, pengajian, golongan yang ajarannya sedikit banyak tidak sesuai dengan QUR’AN dan HADITS shahih.. sehingga ada fenomena bid’ah, syubhat dsb…

sehingga setidaknya kita memerlukan PENGONTROL / GURU.. yang kita yakini ajarannya sesuai QUR’AN & HADITS shahih…

Nah di usia dewasa dan sudah sarjana ini.. tidak
mungkinkan saya masuk MTsN lagi, MAN lagi, ndaftar di IAIN lagi, masuk pesantren lagi.. sedangkan saya sudah hampir berkeluarga dan sedang memikirkan mencari kerja / nafkah saya.. oleh karena itu saya perlu belajar islam yang :

1). ada pengontrolnya (guru)

2). diyakini guru/golongan/institusi tersebut sesuai QUR’AN & HADITS

3). forum yang lebih interaktif, supaya :
- bisa tanya ajaran yang belum jelas / beda pendapat
- bisa curhat sesuai dengan ajaran sehubungan dengan aplikasi dalam kehidupan sehari2 saya
- bisa dibantu masalah ibadah sosial yang sesuai sebaik2nya menurut ajaran: pernikahan, zakat dsb.

OLEH karena itu Liqa lah salah satu jalan keluarnya…
kelebihan liqa:
- tidak perlu forum besar / repot
- lebih interaktif
- materi lebih terstruktur / berurutan
- guru dan sesama anggota berasal dari lingkungan yang sama (tempat tinggal/ lat belakang pendidikan / bidang pekerjaan) sehingga saling memahami kegiatan sehari2 sehubungan dengan ibadah sosial..

Jadi sementara ini, yang praktis yang dapat saya jalani di lingkungan saya,.. belajar islam sesuai QUR’AN dan HADITS adalah dengan liqa..
Kalau ada yang lebih baik dari liqa tentu saya akan mengikutinya.. cuma sementara ini yang mudah di lingkungan saya ya liqa ini.

JADI LIQA merupakan salah satu sarana belajar islam yang benar dan mudah dilakukan.

JADI LIQA adalah salah satu bentuk yang kita pilih yang menurut kita anggap benar BUKAN YANG TERBAIK menurut kita secara subyektif..

BOLEH MENGANJURKAN LIQA TAPI JANGAN SAMPAI MENDOKTRIN WAJIB (takut bid’ah) dan TIDAK BIJAK bila mengatakan:

- LIQA adalah yang paling baik
(memandang remeh yang lain)

- yang ikut LIQA lebih baik dari yang tidak ikut LIQA
(kan yang penting BELAJAR ISLAM-nya bukan LIQA-nya)

Mohon maaf atas kekurangan-kesalahan saya.
Astaghfirullahaladziim.

Wassalam

102. fulan bin fulan - Agustus 21, 2008

asslm, sy setju dengan mas adi suciatma dan mas fuzan…
sy juga orngny yg ikut liqa, tapi saya sangat paling tidk setuju sekali kalau liqa itu wajib..knapa??? karena dalam menuntt ilmu agama tidaklah baik jika hanya 1 sumbersaja dikarenakan takut salah paham dan mnjdi lbh ekstreem lagi..alangkah baiknya qt menntt ilmu agama lebih kepada seorang ulama ataupun kiyai yang lebh menguasai ilmu agama secara dalam dengan kitab2 islam jga agar tidak salah tafsir dan menyimpag dalam pemikiran yang ekstreem…
baik ikt atau g, YANG LEBIH BAIK ITU ADALAH IMAN SESEORANG DIMATA ALLAH SWT bkn di mata manusia…BELUM TENTU DIA TERLIHAT HAFIDZ DAN IBADAH RAJIN DI LINGKUNGAN ATAU DIMATA MANUSIA SEPERTI ITU, TAPI ALLAH MALAH MENILAINYA BURUK..BAHKAN LEBIH BURK DENGAN ORANG YANG AWAM…NAUDZUBILLAH…
lagi pulA banyak orang2 yang ikut liqa atau mentoring tapi malah tetep GHIBAH, SU’UZAN, BERMUSUSH-MUSUHAN KARENA SLG BERBEDA PAHAM, DLL…
DAN IT SEMU DILAKUKAN BAIK DISENGAJA ATAU TIDAK ISENGAJA KARENA KEALPAAN DAN FAKTOR LAINYA..
intinya jdalilah seseorang yang perbuatan, perkataan, dll slaing sesuai baik ada atau tidak ada yang melihatnya dalam kehidupan…

103. the_curious - Agustus 21, 2008

Maaf mas, boleh tanya ga, di postingan di atas ada baris yang bikin gua penasaran.

“Apa yang dimiliki manusia tapi Allah tidak punya?” dan “Apa yang bisa dilakukan manusia tapi Allah tidak bisa?”

Kira2 ada yang tau jawabannya ga ?, teserah deh mau versi liqo atau bukan…

Thanks

104. dedy - Agustus 22, 2008

Yusuf Qardowi berkata:
seseorang yang tidak mengikuti harokah/jama’ah bagai domba yang sedang diincar serigala.

105. fauzan.sa - Agustus 23, 2008

Hehehe…
Akhirnya ada juga yang senada dengan saya. Kalo sebelumnya ada juga yang senada pasti saya kelupaan atau kelewatan. Maksud saya memang seperti komentar 101 dan 102. Orang-orang nanggepinnya nggak serius sih. Kalo nggak, pasti bacanya gak lengkap.

Bocoran nih…
Di situ khan ada kalimat, “… saat ini saya tidak sedang liqo’ …”. Jelas aja, wong pas nulis saya ada di depan komputer, tidak sedang liqo’ sama murabbi saya hehehe…

Saya sendiri heran kenapa artikel usang kayak gini bisa dapet komentar sampai 100 buah. Lebih bahkan

106. Adi Suciatma - Agustus 23, 2008

Assalamualaikum

Tau gk kenapa hal seperti ini sering banyak yg ngomentarin :
(gk cuma di forum ini)

1). perasaan subyektif
karena biasanya ada yg SAKIT HATI/TERSINGGUNG..
dikatai kalau gk liqa.. gk sempurna islamnya..
atau yg gk liqa.. image/kesannya kalah ‘suci -keren islamnya-’ dibanding yg ikut liqa
ATAU sebaliknya
Yg Liqa tengah bangga2nya merasa lebih baik dari yang ngga Liqa

2). Niat tulus MELURUSKAN SYARIAT (INI YANG LEBIH BAGUS)
Orang-orang ini yang niatnya hanya benar2 ingin meluruskan
ajaran2 islam agar sesuai QUR’AN dan HADITS
dan tidak DIKURANGI atau DILEBIH2KAN (Bid’ah)

3). Orang yang patuh dengan GOLONGANNYA / JAMAAHNYA
- Yang jamaahnya bilang wajib / sunnah kuat,
- Yang jamaahnya bilang ngga perlu / bid’ah

Saya lebih senang kalau jadi yg no.2 (mudah2an bisa… amiin)

Wallahu allam

Wassalam,

107. putra - Agustus 27, 2008

Assalamu alaikum,
Bang Fauzan..mau nimbrung nih,pendatang baru.., saya pernah denger dari seorang temen di jamaahtarbiyah bahwa katanya kajian mereka yg namanya liqo’ itu lebih banyak membahas strategi politik (PKS) daripada masalah ilmu agamanya ? Betul gak sih ? Kalo betul berarti jamaah ini cuma perpanjangan tangan partai politik dong..

Wassalamu alaikum

108. Santi - September 5, 2008

Assalamu’alaikum,

Salam kenal…
Afwan mas, sy cm ingin tanya u/ liqo’ ataupun halaqoh itu antara laki2 dan perempuan di pisah atau gabung jadi satu?

Syukron,-

109. putri_tarbiyah - September 15, 2008

salam kenal!!!
kalo hanya ingin mengkritik suatu harokah, sebenarnya pikir2 dulu y bung. karena tidak semua orang bisa menerima pikiran anda. kalo anda merasa tidak sreg dengan jamaah tarbiyah, jangan diekspos kayak gini lah… itu mah hanya untuk mengadudomba umat islam. gimana mo bersatu, toh ternyata orang2 islam itu sendiri tidak mengakui kebenaran islam. yach, walaupun orang kayak anda ini banyak berseliweran di mana2, tanpa kalian pun kami akan tetap menang kok. karena kami masih punya ALLAH !!!

110. fauzan.sa - September 15, 2008

Memangnya cuma jama’ah anda saja yg ngakunya punya Allah bersama mereka? Bahkan Ahmadiyah juga ngaku kalo mereka didukung Allah. Jangan sok gitu ah.

Teliti kembali tulisan saya. Jangan asal marah karena merasa golongan anda diserang. Kalo anda asal marah seperti itu, sudah pasti bukan Allah yang bersama anda, tapi syaithan. Kalo anda sudah abai terhadap benar salahnya golongan anda secara objektif, apa bedanya anda dengan orang kafir?

111. atik s - September 20, 2008

Ya Allah…jangan sampai artikel ini membuat kita saling mengecilkan satu sama lain…yang penting bagi kita satu tuntunan yaitu Al-Qur’an dan Hadist. Kita jangan sampai merasa paling benar dan merendahkan keislaman orang lain/kelompoklain. mari kita bersatu padu untuk memperjuangkan dan memajukan islam.
mohon maaf bila ada ada yang salah..

112. fauzan.sa - September 21, 2008

Coba mbak atik baca komen no 109 terlebih dahulu.

“yach, walaupun orang kayak anda ini banyak berseliweran di mana2, tanpa kalian pun kami akan tetap menang kok. karena kami masih punya ALLAH”

Itu tandanya dia menganggap artikel saya ini negatif dan saya tidak bersama Allah. Setiap orang berhak untuk berpendapat bahwa dirinya yang benar, sehingga ucapan di atas jelas-jelas arogan. Suatu sikap yang dibenci Allah.

Kalo dia benar-benar baca tulisan saya, nggak akan keluar kata2 seperti ini:

“kalo anda merasa tidak sreg dengan jamaah tarbiyah, jangan diekspos kayak gini lah… itu mah hanya untuk mengadudomba umat islam.”

Dia tidak bisa menerima jama’ahnya dikritik. Itu bisa jadi penyakit akal yang sangat berat. Ketaqlidan ada di hadapannya. Kalo suatu saat pimpinan jama’ahnya salah gimana? Apakah akan diikuti juga? Jangan sampai liqo’, salah satu hasil rekayasa dakwah di abad sekarang, disalahgunakan oleh orang-orang yang hanya ingin memanfaatkan Islam demi kepentingannya sendiri.

113. Intrusi Batugamping - September 28, 2008

Ada yang tidak mau dikritik..hehehe…

114. muas - Oktober 4, 2008

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Islam itu adalah agama yang sesuai fitrah manusia. Keingianan untuk hidup selamat dan bahagia dunia akhirat adalah termasuk fitrah manusia, sehingganya hal-hal yang diwajibkan oleh islam sesungguhnya adalah jalan bagi manusia untuk memperoleh keselamtan dan kebahagian dunia akhirat. Ternyata Liqo….itu dapat bermanfaat untuk mengantarkan manusia ke gerbang jalan keselamatan dan kebahagian dunia akhirat. Gak percaya…..?
cobain deh indahyna liqo…..

115. cah jogja - Oktober 6, 2008

salam ukhuwah..
saya jadi ingin segera liqa lagi, lebih sejuk-hangat-mencerahkan-membangkitkan-menggerakkan.coba dech mas fauzan rasakan, saat sma dulu ketika liqa… ini bukan masalah wajib atau tidak namun berkaitan dengan ikhtiar.mungkin saja Allah menjadikan itu sebuah forum yang berkah dan diliputi rahmat… wallohu alam. tapi mungkin saja mas fauzan tidak memerlukan liqa, karena sudah punya metode, forum, kyai atau cara lain yang lebih efektif-hebat dan lebih meyakinkan masuk surgaNya. sungguh!,saya minta doa dari mas fauzan agar tetap keadaan iman dan istiqomah di jalan Allah dan Rosulnya.

116. Ubaidillah - Oktober 20, 2008

GERAKAN AYO LIQO
jangan terpengaruh dengan hal-hal kecil yang menghambat da’wah, itu hanya akan memperkeruh suasana.
dan mereka adalah orang-oranng yang sebenarnya belum mengerti hakikat da’wah sesungguhnya.

117. GOONG - Oktober 21, 2008

SAYA SEKARANG GA LIQO 100%
Klo ga MAU NGAJI YA GA USAH SAKIT HATI GITU DONG…!!! JELEK JELEKIN JAMAAH LAIN…
coba intrpeksi diri belajar tawadu dunk. apa yang lo utarakan sama jamaah liqoan. cerminan pribadi loe yang sakit hati terhadap jamaah liqo. mungkin loe punya masalah ama diri elo dan jamaah yang loe ikutin, klo elo bahas masalah nikah di atur ama guru ngaji apa yang di pertentangkan dengan hati elo, sama juga nurutin hawa nafsu. nafsu itu ibarat kuda yang lepas dari tali kekangnya mungkin sekarang nafsu bang fauzan kaya gitu… kaleee…. cewe atau akhwat bukan masalah di anggap enteng buat islam, masalah pacaran jelas dilarang masalah jodoh adalah masa depan elo.
klo elo bener bener ngajinya merasa bagus dan bener ga ada gunanya klo niat elo, ingin di lihat orang lain atau lebih hebat dari guru ngaji elo, klo merasa lebih hebat dari guru ngaji elo dan merendahkan guru ngaji, artinya hati kotor karena udah terserang penyakit hati, karena merasa diri lo udah bisa mengatasi masalah pribadi. ilmu lo lebih pintar daripada orang lain, padahal islam ntuh… ngajarin tawadu. rasulullah sendiri aje… punya hati yang tawadu shabatnya punya hati yang tawadu. semua masalah yang di alami bang fauzan cerminan keimananya dan hatinya yang kudu di poles dengan pemahaman keimanan dan hal hal yang merusak keimanan seorang. klo iman kita udah rusak hati kita terserang penyakit. klo orang yang udah sakit buru buru bawa kedukun atau bawa kerumah sakit jangan di biarin bisa bisa nanti efeknya bisa mati hati…. SAKIT HATI NIYE………??????
NGAJI ITU WAJIB BUAT SAYA..? SAMPE KE LIANG LAHAT…
LIQO YANG BILANG BID’AH yang NGOMONG AJA SALAH…
Cariin murobi dong…???

118. slamet darmuji - Oktober 25, 2008

Asslamu’alaikum wr-wb.

Mas Fauzan…..
Afwan saya sendiri belum begitu faham dengan yang namanya Liqo. Seumuranku sekarang 26 th, baru denger kata-kata Liqo ketika ahir-ahir 2005an.
Mulai belajar ngaji di kampung guru saya hanya mengajari tajwid, juz amma sampai al-qur’an diteruskan kitab2 fiqih. Terlepas dari wajib dan tidaknya Liqo kalo menurutku tergantung masing2 orang.

Saya tidak berani mengatakan kalo Liqo itu wajib. Tetapi saya setuju ketika menuntut ilmu itu wajib, sesuai dengan hadist – tuntulah ilmu walau sampai ke negeri china.
Liqo dalam pemahaman saya sama seperti orang tua saya yang mengikuti Tariqah-tarikat-yang diadakan sebulan sekali ato sering di jawa disebut SELAPANAN. Dalam Tariqah-tarikat, itu ada aturan main yang wajib diikuti oleh pesertanya. Apabila dia tidak mampu menjalankan maka dia akan mengalami kesusahan – ketidak enakan dalam beribadah yang sepertinya datang karena dia telah melanggar apa2 yang sudah disyaratkan.
Karena itu orang-orang yang mengikutinya haruslah orang yang sudah dan bener2 ngerti tentang ilmu agama bukan sekedar mengikuti ato ikut-ikutan.

Memang beda dengan Liqo yang intinya adalah proses pembelajaran tentang keislaman. Jadi kalo menurut saya mendingan belajar dulu pahami ilmu2 islam kalo belum juga paham, Liqo bisa dijadikan salah satu tempat untuk belajar ilmu islam.

Pengajian2 lain pun juga bisa dijadikan tempat untuk menimba ilmu islam. Intinya belajar terus untuk kemajuan islam tanpa harus mengatakan Liqo wajib atopun Liqo tidak wajib. Selama tujuannya Allah ta’ala kenapa mesti di perdebatkan Wajib dan Tidaknya Liqo.

Saya sekarang tidak ber-Liqo, bukan berarti saya tidak suka ber-Liqo. Siapa tau kedepan saya ber-Liqo, saya juga tidak tahu. Bismillah, Proses Menuntut Ilmu, serta Memperbaiki Diri Tetap Terjaga dan itulah yang sekarang saya jalani.

Ayo……. yang Pro dan yang Kontra dengan Liqo sama2 bergandeng tangan Rapatkan Barisan satukan umat demi Islam yang rahmatan lil alamin….

Matur nuwun

119. ayune - Oktober 25, 2008

Ass. boleh ikutan nimbrung ya……
saya seorang ibu rumah tangga biasa, sudah 2 thn ini saya ikut liqo dan murobbinya adalah teman saya sendiri. awalnya kelompok liqo ini terbetuk dari obrolan teman teman sesama orang tua murid di sekolah anak saya di sekolah. Sebelum ikut liqo ini saya hanya ikut pengajian di lingkungan rumah saja yang biasanya isinya baca yassin, baca sholawat Nabi dengan irama lalu mendengarkan tausiah.Bagi saya pribadi ini masih sangat kurang , Ahamdulillah teman saya mengajak untuk membuat liqo dan anggota nya ada 15 orang (kebanyakan ya ? ) . Program di liqo bervasiasi , tapi yg paling di senengin ibu ibu ya apalagi kalau bukan rihlah. Dengan berjalannya waktu ada beberapa anggota kami yang berhanti liqo, alasan nya katanya berat, terutama kultum , setoran dan hafalan. Bagi saya, Alhamdulilah saya dipertemukan dgn teman teman yang soleha .Banyak perubahan pada diri saya setelah ikut liqo. Kalau dalam sepekan sy tdk liqo wah saya rugi, seperti ada yang kurang gitu lho dan ada rasa kangen juga dng teman teman.Dan Alhamdullilah anak saya yg pertama kelas 3 SMP juga sdh punya liqo sendiri yang anggotanya teman sekelas semua. Bagi saya liqo adalah tempat menuntut ilmu dan menuntut ilmu adalah ibadah.

120. syafrudin - Oktober 27, 2008

hhik

121. doni - November 14, 2008

menurut saya PKS itu bukan jamaah malaikat, yang selalu benar, tapi apa yang dilakukan PKS sudah banyak manfaatnya dibanding partai lain, pun jamaah lain..
kalau mainset nya udah ga suka, (co: sistem liqo mirip teroris) kita nanggepinya jadi susah…karena jadi debat kusir

baiknya anda perbaiki diri anda sendiri dulu, SEBAGAIMANA PKS JUGA BERBENAH, baru…

INI SEKEDAR USUL,SIAPA TAU ANDA BISA BERPIKIR JERNIH

122. SALEH - November 14, 2008

fauzan sa
MENDINGAN KAMU BERSIHIN TU TAI DIMULUTMU SUPAYA NGOMONGNYA GA BAU SAMPAI KESINI

SAYA GA SUKA LIQO, DAN MINIM PENGETAHUAN AGAMA
TAPI TEMEN-TEMENKU YANG LIQO ORANGNYA BAIK-BAIK, ga sombong, suka berderma

JADI AKU TERSINGGUNG KALAU KAMU JELEK-JELEKIN ORANG YANG LIQO,, PAKAI NGATAI KAYA TERORIS LAH,,KALAU KAMU KECEWA AMA LIQO ATAU GA TAU LIQO MENDING MULUTMU DIJAGA DEH… GA USAH BIKIN ORANG SAKIT ATI, TAR LOE DIDOAIN NYUNGSEP, NYUNGSEP LOE

SALEH, preman pasar senen

123. Rhido jogja - November 14, 2008

hebat kamu fauzansa
bisa memancing emosi orang-orang tarbiyah (PKS)…

tapi mestinya orang lain (selain tarbiyah) juga kamu kritik dong supaya adil, misal : tawasulnya beberapa kalangan NU, atau komersialisasinya pendidikan di muhammadiyah..

jangan-jangan kamu sakit hati sama orang tarbiyah…
atau mungkin kamu dibayar ama rival PKS

saya salut ama PKS, DIANTARA PARTAI LAIN, PKS YANG BELUM MASUK DALAM LEMBAH KORUPSI

PKS ga usah denger kata orang satu (fauz) ini, kupilih kamu karena sampai saat ini kamu berhasil membongkar kasus korupsi, co : korupsi Alamin nasution. itu kan karena ada anngt DPR PKS yang lapor KPK terlebih dulu…

PKS SIPP
PKS OK

ga usah denger lolongan anjing di malam bolong, itu cuma suara pocong melihat kuntilanak

tetaplah berjuang mengentaskan kemiskinan, memberantas korupsi…ITU YANG LEBIH BERHARGA

124. fauzan.sa - November 15, 2008

Buat Doni (121):
Kayaknya anda harus membaca tulisan saya benar-benar deh, soalnya anda telah salah paham. Lebih dari 90% tulisan yang ada di sini telah salah paham. Padahal, saya sudah menyampaikannya dengan cukup baik. Saya sudah cek berulang-ulang, satu-satunya kemungkinan salah paham yang saya tahu karena para pembaca tidak mencermati tulisan ini baik-baik.

Buat Goong (117):
Lagi-lagi saya harus bilang, TOLONG BACA LAGI ARTIKEL SAYA!!!

125. malik - November 17, 2008

Assalamualaikum wr.Wb
aredun uy harebring kayak di felm get merriid menandakan ciri khas orang indonesia senengnya papanas-panas hebat hal seperti ini bisa mengundang banyak Simpati, Empati sampai ada yang bilang TAI.
ckckckckckckckckk
waduh-waduh di film the message antonio quinn ada ga berantem or berdebat kayak gini wakakakwakakwakakk
klo dipertandingan bola so pasti banyak yang berantem hihihhihiihii
Liqo or ga liqo kan ga menentukan kita masuk surga or neraka emang surga dan neraka ditangan manusia????
Jangan ambil pusing pada ngaji ga coy hehehehe
Quran nya udah pada tamat dikaji belum klo saya sih belum semua tapi berusaha mengkajinya kan pengen jadi ulul albab orang yang berpikir bukan karena syahwat nafsu belaka but karena wahyu.
my friend tong lieur2 semua jawaban ada di Quran bahkan kata quran at – taubah 31. Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah[639] dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
[639]. Maksudnya: mereka mematuhi ajaran-ajaran orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan membabi buta, biarpun orang-orang alim dan rahib-rahib itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal.
hehehe simkuring mah pami pusing sok curhat ka Allah melalui quran da sagalarupi permasalahan urang-urang aya sadaya diquran cuma kita memang terkadang merasa tidak mampu untuk mengkaji padahal kita sama manusia rasul manusia para imam mazhab manusia cuma yang membedakan mereka para alim ulama dan imam mazhab mau mengkaji al-quran imam hasan al banna mau mengkaji al-quran imam takiyudin mau mengkaji al-quran nah kite-kite nih masih enggan masih pilih-pilih dalam melaksanakan quran yehyehyeh ah urang ngaraji quran nyuk biar segala permasalahan back to quran n asshunah
cek quran nih one more
al-baqarah 177. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
nah loh kata quran aja begitu waduh jangan2 ampe deh qite taklid ama manusia yah so yang betul yah kata quran toh pedoman allah yang diturunkan melalui rasul muhammad saw.
yuk ah kita bersatu mau di nu, muhammadiyah, pks, hti, salafi de el el sebenerna bisa ngahiji ku aqidah nu leres mah nyaeta kalima tauhid da nu di ajarken dina perjuangan rasul jaman kapungkur mah nya eta tauhidullah hingga akhirnya sebuah karunia akan hadir yaitu sebuah negara islam yang tak hanya islami tetapi bersyariat islam berwawasan islam peace madani cita-cita kita semua bahwa sejarah akan berulang kembali the glory ada di depan mata yaitu di negara kita tercinta Indonesia bravo-bravo so buat yang masih suka pada debat alihkan menjadi sahabat yang masih pada ngejek mending ngojek yang suka nyela mending sakola heheheheheh yu ah brow urang majuken atuh ie aqidah mugi diparengken deui ke di jannah na nyak amiin.

126. PKS Watch - November 18, 2008
127. sekedar baca - November 20, 2008

Assalamualaikum wr.Wb..

saya kok malah jadi ngeri yah ngeliat komen2 diatas….
banyak sekali orang yang nggak rela dikritik…

apakah memang di tarbiyah, salafi (atau apapun namanya) itu nggak boleh ada kritik???

soalnya saya membaca postingan mas fauzan ini ga ada satupun kalimat yang menghujat atau menyalahkan liqo….

bahkan beliau secara objektif “meluruskan” pernyataan temannya (bahwa liqo itu wajib) dengan analogi perkuliahan beliau…

tapi saya melihat 80% komen (atau lebih) nggak nyambung dengan isi postingan…… alias waton suloyo (jawa=asal mendebat)
ayo dong baca dulu yang jelas, fahami dengan kepala dingin,, baru berpendapat…

saya orang yang baru belajar … dan belum termasuk dalam gerakan atau jamaah manapun…. dan setelah saya membaca komen2 diatas (saya membaca SEMUA) saya malah jai sama sekali tidak tertarik!!!!

128. auf - November 21, 2008

“soalnya saya membaca postingan mas fauzan ini ga ada satupun kalimat yang menghujat atau menyalahkan liqo….

bahkan beliau secara objektif “meluruskan” pernyataan temannya (bahwa liqo itu wajib) dengan analogi perkuliahan beliau…

tapi saya melihat 80% komen (atau lebih) nggak nyambung dengan isi postingan…… alias waton suloyo (jawa=asal mendebat)
ayo dong baca dulu yang jelas, fahami dengan kepala dingin,, baru berpendapat…”

SETUJU!!!
saya pun berpendapat sama dgn “SEKEDAR MEMBACA”, komentar2 diatas terlalu terburu2 dan akhirnya beremosi, bahkan sangat kasar.
Hati2, jgn taklid terhadap suatu pemahaman, belum tentu benar.

129. tommy pandiangan - Desember 12, 2008

yeahh,,,ana setuju sama ikhwah2 di atas,,,yang wajib ntu adalah menuntut ilmu dalam rangka meningkatkan dan kapasitas diri dan liqo’ lah salah satu medianya.. yang buat artikel harusnya mikir,,,jangan cuma melontarkan kritik aj tapi action jg dunk…biar paham sama keadaan di lapangan bahwa liqo ntu emang is the best for ummat… Allahuakbar

130. Leny - Desember 15, 2008

assalamualaikum..
ko komentarnya macem2 bgt ya…
saya sebagai orang awam…jd bingung,
padahal saya saat ini sudah ada niatan untuk liqo..
liqo atau ga liqo… kita sama2 muslim, kita smua bersaudara,,,
jadi lebih baik jg saling menahan emosi dan mengcontrol kata2
be Better…dont be angry n Keep Smile (^_^)

131. musafir - Desember 18, 2008

tabiat iman itu yazid wa yanfus. kadang naik dan kadang turun. Qita butuh nuansa yang mengingatkan qita tentang akhirat. Yang sifatnya rutin. Qita butuh terminal untuk berhenti sejenak.

Tarbiyah (liqo) memang bukanlah segalanya tapi segalanya brawal dari tarbiyah.
Akhlaq qita, ibadah qita, tawadhu qita, rasa simpati dengan orang lain, amal yaumi qita,, etc jadi lebih terkontrol semua berawal dari tarbiyah yang terjaga

luruskan niat.. ayo brlomba-lomba dalam kebaikan!

demi massa
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
(Qs.103:1-3)

132. Izzu - Januari 8, 2009

ada yang bilang liqo itu wajib, ada yang bilang enggak. itu semua kan bergantung pada diri masing-masing. kalo sudah terikat pada suatu jamaah yang metode charging ruhiyahnya adalah liqo, maka pastinya ia akan bilang liqo itu perlu( agaknya harus ada pemilihan diksi yang tepat,bukan wajib, karena kalo dikatakan wajib,maka nggak liqo kan kena dosa, sementara yang wajib itu kan shalat, shaum, dan ibadah mahdhah lainnnya). sementara teman-teman yang berasal dari jama’ah yang metode charging ruhiyahnya bukan liqo maka akan mengatakan hal yang sebaliknya.

so its depend on who gives the opinoin..

tapi, kenapa ya, yang ana rasakan bahwa liqo sekarang sudah nggak kerasa “ruh” nya lagi.substansi liqo sudah mulai kabur, dari yang awalnya mendalami mengenai dinniyah, sekarang sudah membahas hal-hal yang duniawiyah. bahkan menjadi sarana penyebaran informasi/kebijakan suatu partai. mending kalo yang duniawiyah itu bener, nah ini ada aja yang menyimpang dari apa yang telah digariskan syariat. ana sendiri sangat nggak interest dengan liqo yang tema-nya politik/penyampaian kebijakan partai yang kebijakan itu malah bertentangan dengan fatwa Dewan syariah Pusat partai tersebut. ini kan bikin keder para liqomania yang baru mulai..(bukannya ingin sombong, tapi ana yang liqonya udah tahunan aja ngerasa aneh, apalagi yang baru mulai liqo,kan kasian tuh mereka). sebenrnya liqo ini buat ngaji agama atau ngaji demokrasi siih..

pernah suatu kali leader di LQ an menyampaikan suatu ta’limat untuk nggak boleh menghadiri kajian di suatu mesjid yang diadakan suatu forum yang isinya ikhwah-ikhwah juga, dengan mengatakan bahwa itu adalah KAJIAN TERLARANG.nah lho..
pernah juga menyampaikan bahwa jabat tangan dengan non mahram itu bisa dimaaafkan( baca: BOLEH ) kalo ada sisi kemanfaatan disana. terus beliau juga menyampaikan platform partai yang isinya jelas-jelas tidak berpihak pada rakyat indonesia.
ketika ana kroscek dengan FATWA DEWAN SYARIAH partai tersebut, ada yang nggak singkron dengan apa yang disampaikan pada kami para liqomania.

ana pikir, perlu ada restrukturisasi LIQO agar tidak menyimpang dari apa yang menjadi substansi awal diadakannya liqo. terlepas dari polemik masih perlukah LIQO atau nggak. nah bagi yang merasa liqomania, silahkan antum kritisi, jangan mau disuapi and antum telan mentah-mentah. bagi yang merasa liqo itu nggak wajib, silahkan antum isi ruhiyah antum dengan suatu kegiatan yang memang benar-benar bisa bermanfaat (atau bahkan lebih bermanfaat daripada liqo) bagi diri antum sebagai hamba yang berbakti.

sampe sekarang ana masih mencari LQ yang tak membahas masalah politik dan tak dijadikan sebagai sarana penyebaran informasi politik.

untuk mengguncang keimanan antum pada liqo(bukan pada tarbiyah lhu..!!)silahkan antum buka pkswatch.blogspot.com atau antum hadiri kajian FORUM KADER PEDULI setiap bulannya pada KAJIAN ISLAM KONTEMPORER di masjid al-Hikmah(bagi para liqomania/kader tarbiyah yang udah bertahun-tahun mendalami tarbiyahnya, nama masjid ini pasti nggak asing, ya kaan)

afwan yee kalo agak-agak out of topic..

133. Jokaw2000 - Januari 12, 2009

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Wah2.. saya kok malah jadi takut ya untuk LIQO coz makin gk jelas aja neh… padahal saya sedang mencoba mencari pencerahan untuk mencoba LIQO, tp blum apa2 sudah banyak komentar seperti ini… Gimana dong? Apasih LIQO? Awalannya seperti apa? perjanjian2 apa aja yang ada d dalamnya?

Mohon pencerahannya… terima kasih sebelumnya untuk semua saudaraku…

Assalamu’alaikum.

134. Oqie Murwanto - Januari 13, 2009

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Saya mau meramaikan diskusi yang menarik ini boleh ya….boleh dong…

Saya juga mengikuti aktivitas liqo sudah agak lama disamping itu saya juga mengikuti beberapa pengajian yang lain. Saya banyak berkumpul dengan beberapa orang yang bisa dibilang pemahaman mengenai agamanya cukup tinggi. Memang ada beberapa perbedaan pemahaman mengenai dasar ilmu fiqih yang saya pegang.

jujur saja saya memegang faham dan mazhab Syafi’i yang memang orientasi dasar kitabnya banyak, dari beberapa kitab fiqh yang saya pelajari adalah Fathul Mu’in yang merupakan dasar pemahaman ilmu di beberapa pesantren sedangkan sebagian besar yang mengikuti liqo’ adalah anti mazhab.

Saya pernah dibilang ‘Ahli Bid’ah’ dikalangan mereka (yang liqo’) saya hanya senyum-senyum saja waktu itu karena mereka bilang bahwa ada beberapa ajaran yang saya pelajari merupakan bid’ah-bid’ah yang tidak perlu dilakukan oleh umat Islam tetapi pada saat saya menjelaskan apa arti bid’ah itu baru mereka mengerti

Saya memang mengacungi jempol dengan beberapa kader-kader mereka yang senantiasa memberikan informasi kegiatan-kegiatan keagamaan yang diadakan oleh beberapa organisasi Islam, pertemuan, Tasqif dan sebagainya makanya saya ikut liqo.

Tapi untungnya mereka menghormati saya sebagai pemegang salah satu mazhab. misalnya saya melakukan qunut pada waktu Shubuh tetapi mereka tidak, tetapi itu bukan masalah yang membuat umat Islam saling membenarkan pendapatnya masing-masing, tapi memang itulah yang terjadi pasa masa sekarang ini.

Menurut saya dimana saja kita bisa menuntut ilmu tidak harus diliqo’
bisa di Majelis-majelis ilmu yang lain tapi yang orientasi pemahamannya jelas dengan guru yang memiliki pemahaman yang cukup dalam masalah agama, karena takutnya kita taqlid semata, karena kita awam terhadap masalah agama kita meng-iyakan saja beberapa pendapat mereka yang tidak didasari dengan ilmu yang benar bisa-bisa menjadi suatu bid’ah yang sesat

Jarang sekali yang saya temui dikalangan mereka yang mengerti pemahaman ilmu fiqh sedangkan masalah ilmu fiqh itu sangat penting dan kebanyakan materi yang diberikan banyak orientasinya mendekati dengan kepartaian.

135. Oqie Murwanto - Januari 13, 2009

Saya boleh bantu ya jawab pertanyaan Buat Jokaw2000

Untuk mengetahui lebih jauh makna Tarbiyah dan Liqo`

begini ceritanya

Secara bahasa Tarbiyah itu maknannya adalah pendidikan atau pembinaan dan liqo` artinya pertemuan. Selain dua istilah itu ada lagi istilah lainnya ang terkait kuat yaitu halaqah. Secara istilah halaqah berarti pengajian dimana orang-orang yang ikut dalam pengajian itu duduk melingkar (kebanyakan seperti itu). Dalam bahasa lain bisa juga disebut majelis taklim, atau forum yang bersifat ilmiyah.

Istilah halaqah ini sangat umum di timur tengah dan biasa dilakukan di banyak masjid. Materinya bisa berkaitan dengan kitab tertentu seperti qidah, fikih, hadits, sirah dan seterusnya. Contoh yang paling mudah bisa kita dapati di dua masjid Al-Haram, Mekkah dan Madinah. Setiap hari selalu dipenuhi dengan halaqah yang diisi oleh para masyaikh / ustaz yang merupakan akar di bidangnya.

Sedangkan isitlah liqo` lebih umum dari halaqah, karena isinya bisa saja bukan merupakan kajian ilmiyah, tetapi bisa diisi dengan rapat, pertemuan, musyawarah bahkan bisa cari jodoh lho.

Istilah halaqah dan liqo di Indonesia umumnya sering dikaitkan dengan pengajian dalam format kelompok kecil antar 5 s/d 10 orang, dimana ada satu orang yang bertindak sebagai nara sumber yang sering diistilahkan dengan murabbi / pembina. Secara umum, format halaqah dengan jumlah terbatas ini memiliki kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya adalah bahwa anggota dari halaqah itu biasanya adalah orang-orang yang sudah terpilih melalui semacam seleksi. Sehingga lebih mudah untuk penanganannya ketimbang bila jumlahnya terlalu banyak. Sehingga kontroling dari murabbi bisa lebih sempurna.

Kekurangannya adalah apabila kemampuan sang murabbi ini terbatas baik dari sisi waktu, ilmu dan kemampuan dalam membina, sehingga menimbulkan kebosanan dan kejenuhan. Dari sisi ilmu dan wawasan, halaqah kecil ini akan sangat tergantung dari wawasan sang murabbi. Bila kemampuannya baik, maka umumnya anggotanya pun punya wawasan yang baik. Sehingga meski pada beberapa sisi ada kelebihannya, tapi halaqah kecil ini perlu juga dilengkapi dengan penambahan ilmu-ilmu ke-islaman secara lebih lanjut dan lebih luas, bila ingin mencetak orang-orang yang ahli dalam bidang syariah Islam. Sekedar ikut halaqah yang jam pertemuannya hanya 2-3 jam sepekan tentu sangat kurang bila tujuannya adalah mendalami ilmu-ilmu keislaman. Apalagi bila sang murabbi terbatas ilmu dan kemampuan bahasa arabnya.

Tapi umumnya, halaqah yang banyak diselenggarakan itu memang tidak bertujuan
mencetak ahli syariah, tetapi lebih kepada membentuk wawasan dan kepribadian yang Islami. Untuk bisa menelurkan ahli syariah, yang dibutuhkan adalah kuliah di fakultas syariah. Dan untuk melahirkan aktifis yang memiliki wawaan fikrah Islam serta memiliki kepribadian yang islami, sarana halaqah umumnya lumayan bermanfaat. Namun semua itu tidak lain hanyalah wasilah (sarana) yang bisa dimanfaatkan dalam rangka dakwah kepada Allah dan melahirkan generasi yang islami.

136. ad tama - Januari 19, 2009

Ini tulisan kan sudah lama, sudah beberapa tahun. kenapa masih ada saja yang menanggapi. Masih banyak diskusi up date yang layak dikomentari.

137. haris - Februari 7, 2009

assalamualikum wr.wb.

semua yang skrang dilakukan adalah sudah kehendak Alloh, dan yang merasakan adalah hati kita nyaman atau gelisah, mungkin ana adalah orang yang haus akan ilmu, sampai saya ikut yang namanya Jamaah Tablig, Darus Islam, ngaji kitab, dan tarbiyyah ternyata saya mendapat manis beribadah di jamaah tarbiyyah.

138. shabrina - Maret 21, 2009

ASS…

ehe, masya, knp sprt itu pak

WASS…

139. imamassyuhada - Mei 12, 2009

Asww..

Saya juga udah liqa.. dari SMA(dan sekarang masih SMA).. dan saya dapet manfaat..
Bagi saya liqa emang wajib secara dalam hal harakahnya. Karena dalam liqa bisa dimonitoring secara berkelanjutan.
Mau gerakan Tarbiyah atau ga, tapi liqa itu penting… Di dalamnya saya bisa memunculkan militansi saya.

Wass..

140. na - Mei 21, 2009

yakinlah kita bagain dari kebenaran bukan orang yang paling benar…

141. na - Mei 21, 2009

“Apa yang dimiliki manusia tapi Allah tidak punya?” ialah kekurangan..manusia punya kekurangan tetapi Allah Maha Sempurna.
dan “Apa yang bisa dilakukan manusia tapi Allah tidak bisa?” meminta dan memohon…manusia meminta dan memohon kepada Allah dan Allah adalah Maha Pemberi. allahualambi showab

Ibnu Saud - Desember 10, 2009

SEGALA YANG MUSTAHIL BAGI ALLAH ITU , ADALAH CIPTAAN ALLAH JUGA YAITU MAKHLUK SEPERTI ANDA , DAN ALLAH SWT ADALAH AL KHALIK PEMILIK DAN PENGUASA ATAS MAKHLUKNYA .

142. Untung - Juni 10, 2009

Terima kasih & standing Aplous buat fauzan, banyak pahalanya ente, kenapa? karena dengan tulisan ini, gue jadi banyak tau tentang liqo or halaqoh, terserah yang masih mau berdebat, silahkan aja kan jadi tambah banyak informasi yang dikeluarkan, bisa juga jadi bahan evaluasi buat para liqoner’s. intinya perubahan diri sekaligus perbaikan untuk kedepan.

143. Arief - Juli 4, 2009

assalamualaikum……………..
saudara-saudaraku semuanya
apapun yang kita pilih sebagai ajang mencari ilmu itu adalah hal yang mulia (aslkan tidak melanggar syariat)
waqila: tuntutlah ilmu sampai kenegeri cina
waktu itukan islam belum menyebar sampai kesana, tapi sudah dianjurkan untuk menuntut ilmu sampai kesana.
saya pernah mendengar ustadz saya berkata: jika kamu ingin mengetahui tentang sesuatu maka (yang dimaksud menuntut ilmu) mka datanglah kamu kpd ahlinya.
tentunya inti dari liqo adalah kita ingin tau lebih dalam tentang islam, jadi itu berarti kita berbicara masalah haq, jadi jika kita bebicara masalah haq kita harus benar-benar tahu sumber yang kita ambil, bahkan menurut saya kita bukan hanya tahu tapi kita harus mempelajari sumbernya itu sendiri.
tapi aku suka, aku seneng aku masih punya saudara-saudara yang berjuang keras untuk tetep menegakkan islam
waALLAHua’lam bishowab………

144. awam - Juli 6, 2009

Asw, boleh nanya ga? berkumpul dgn orang sholeh bukannya disuruh sama Allah? bukankah iman seorang manusia naik turun tidak seperti malaikat yang konstan tidak naik tidak turun? nah kalau iman kita bisa naik bisa turun, perlu ga kitaa jaga keimanan kita dengan ‘mengecas’ pemahaman kita tentang Islam, menambah wawasan kita tentang agama yang dipilihkan Allah bagi hamba2-Nya yang beriman? setau saya inti dari liqo adalah kajian thd islam itu sendiri, kita belajar untuk sholeh dan juga belajar untuk mensholehkan orang lain. emang kita mau masuk sorga sendirian. nah, kalau dah faham semua yuk liqo’ pengetahuan tentang islam bakal kamu dapetin gratis dah, asal meluangkan waktu aja daripada nonton yg ga baik, main game, dan kegiatan yg ga nambah pundi pahala kita. terkahir, ingat kita ga tau kapan kita menghadap-Nya (dead), jagalah itu dan semoga hamba Allah yang meninggal dalam rangka menuntut ilmu bernilai syahid di sisi Allah mien. Salam perjuangan . Wassalam

145. boleh nimrung - Juli 7, 2009

sahabat – sahabakuu sekalian wajib dalam hal ini, ya wajib menuntut ilmu, cause liqo salah satu media majelis ilmu yg dalam agendanya kita smam – sama mentadabburi ayat – ayat Allah, jadi jangan salah persepsi dulu ding

146. nembe Sinau - Juli 21, 2009

wajib ..itu….hehehe..
orang sekolah WAJIB belajar….
orang mo belanja WAJIB punya uang
Orang mo ngajar WAJIB punya ilmu
orang mo kirim surat elektronik WAJIB punya email (nunutjuga boleh)
gitu aja koq repot…!
tentang wajib-mewajibkan….pelajari, pikir,..baru omong…!

147. ricky_eka - Juli 22, 2009

subhanalloh, november 2005

masih terus d komentarin ampe juli 2009.. dasyatttt.. heuheu

dalam kerangka harokah, liqo itu kewajiban dasar yang utama..
dalam kerangka syari’ah liqo bisa masuk slah satu kewajiban, krena liqo sbagai salah satu sarana tholabul ilmi, tp bukan liqonya yang wajib tholabul ilminya yg wajib.

kader” tarbiyah kan banyak yang baru belajar, mencoba memahami tentang Islam yang benar, kadang yang disampaikan oleh pemandu(murobbi) ditangkap dengan pemahaman yang berbeda, atau bahkan sang pemandu sendiri belum memahami masalah tersebut sehingga apa yang disampaikan pun pemaknaannya ada hal” yang belum sesuai.

tetapi yang saya lihat bahwa harokah ini mempunyai mekanisme yang cukup baik, ada dewan syari’ah hingga tingkat daerah yang dapat dijadikan tempat bertanya tentang hal” seprti ini. namun setiap hal tidak akan mampu sempurna.
karena ” yang dimilki manusia dan tidak dimiliki Alloh adalah ketidaksempurnaan”

klo banyak hal yang dianggap kurang sesuai dari para kader harokah, tegurlah, ingatkanlah,.
krena semua orang yg beriman mengharapkan kebaikan, mengharap ridho Alloh dan kenikmatan perjumpaan dengan sang Kholiq, ingatkanlah orang” yang berbuat keburukan dan ajaklah manusia untuk berbuat kebaikan..
ingatkanlah manusia, dengan semangat kebaikan dan mengharap ridho Alloh, jangan karena dasar ketidaksukaan..

semoga kita semua mendapat ridho Alloh dan mendapat janji Alloh akan surga yg mengalir sungai” di bawahnya, serta kenikmatan perjumpaan dengan-NYA.
AMIN..

wallahu’alam..

148. lina nurlina - Juli 29, 2009

saya orang awam, saya pengin ikutan kumpul – kumpul gitu ( liqo mungkin namanya) tapi gimana cara nya Ya…? profesi saya sebagai seorang perawat status PNS, posisi di kota bogor barat, tolong bantu saya, saya dah punya niatan baik, pengin lebih baik agamanya, pengin jadi aktifis dakwah, teman – teman yang pengin bantu saya, tolong kasih tau pertama – tama kalau pengin gabung ke hal yang gituan, soalnya saya lihat mereka pada cuex banget terhadap orang yang belum berjilbab, please help me….

149. ary - Agustus 30, 2009

assalamualaikum,, mav comment dikit,, cm mw blg Liqo itu bagus bgt,, dengan Liqo,, hidup sy jd lbh tratur, lbh dkt sm Allah&bs mndptkan ktenangan..selain itu bs mengontrol iman agar ttp stabil…
slama ikut Liqo,,udah 3 kali ganti Murrobi, ,Alhamdulilah Mreka smua baik&sgt memotivasi sy.. walaupun msg2 brbeda cara penyampaian. tapi sy suka dgn Liqo..
dalam Liqo, sy bs bergaul sm tmn2 yg sholeh, smakin dlm pngetahuan ttg islam,, & bs sharing papun dgn Murrobi&tmn2 yg lain…
pokonya…,LIQO IS THE BEST^_^

150. satufikr - September 7, 2009

Masalah ini pernah menjadi bahasan heboh aku dan temen-temen yang sama-sama menganggap Liqo’ itu gak wajib versus yang getol n fanatik Liqo’ itu wajib. Aku dan teman2ku plus orang Salafy versus Tarbiyah. Hasilnya tetap meyakini Liqo’ tu gak wajib, bahkan dipertanyakan apakah di jaman rasululloh ada Liqo’?

151. POSTING AJA - Oktober 8, 2009

assalamualaikum, HEBAT dah 3 tahun masih d komentari, hebat fauzan.sa ato komentatornya ya yg hebat. af1 mungkin dikit menyimpang dari bahasan
Allah menciptakan sekian banyak manusia tidak ada yang sama, tentunya dengan kemampuan yang berbeda pula, termasuk kemampuan menafsirkan sesuatu berbeda pula, tidak ada masalah dengan perbedan, so apa yang jadi masalah?
yang jadi masalah itu yang ingin memaksakan untuk menyeragamkan semua menjadi sefaham, merasa dirinya paling benar
jadi yg menyakini perlu liqo’ silakan megikuti kegiatan tersebut
yg tidak ya monggo cari yang cocok
saya tidak melihat di tulisan mas fauzan yang memojokkan, larangan mengikuti, mengharamkan liqo’, tp komennya kok sepanas ini ya
marilah kita (khususnya saya) bercermin lah, apa si yang sudah kita perbuat, untuk kita, untuk tetangga, untk orang lain, untuk negara ini, jangan asal koment menghujat sana -sini,(jangan2 aku sendiri yg asal koment)
buat yang liqo’ wajib, tunjukkan d masyarakat kita, bahwa liqo’ itu perlu, eit tp jngan maksa, buat perubahan d negeri ini lebih baik ya, jngan koment doang ya
buat mas fauzan. hebat lho, bikin orang kepanasan..
afwan jk ada yang tersakiti..tdak ada maksud untuk menyakiti hati kalian
wassalamu’alaikum

152. eks-liqoers - Oktober 11, 2009

Assalamu’alaikum
luar biasa sudah hampir tahun posting ini umurnya tetapi tetap menarik diperbincangkan
Saya eks-liqo-ers, sudah seumur postingan pertama ini saya nggak ikut liqo lg, hasilnya sekarang saya pacaran,.. tapi satu hal saya menikmati hidup saya saat ini (dengan tidak liqo) sewaktu liqo saya merasa seperti memakai topeng karena tampak luar saya seperti kader dakwah lainnya, tapi didalamnya jauh berbeda dengan apa yg diberitahukan dalam liqo. Pada saat itu saya cukup tertekan dengan situasi tersebut. Tetapi ada satu hal yang bikin saya rindu yaitu rasa ukhuwah yang kadang2 saya rasakan. Terlepas dari wajib atau tidaknya liqo, saya rasa itu baik selama liqo tersebut sehat.

153. musti - Oktober 28, 2009

Ila Liqo’ ma’a Salamah… bye bye………

154. novan - November 7, 2009

ass….,
hebat juga wacana ini…boleh berbagi sedikit….dulu saya termasuk orang yang agak alergi dengan istilah liqo’…karena alasan kebebasan yang menjadi utama. Walaupun hidayah (liqo’) sudah didepan mata, karena kebebasan lah yang menyebabkan sy menolak. Pada awalnya sy berprinsip selama sy bisa menjaga diri dari perbuatan yang allah larang itu sudah cukup, sy merasa tidak memerlukan “nasehat dr org lain”….Cukuplah shalat dan shalat aja menjadi tameng…sy merasa masa itu adalah masa jahiliyah bagi saya……
Dan kini, seiiring dengan waktu dan usia,…ternyata liqo’ itu indah….benar kata kawan diatas ukhuwah takkan bisa kita temukan dalam dunia yang hanya mencari materi dan materi…..skrg sya benar-benar merasakan nikmatnya ibadah….ternyata qt memerlukan kawan dan sahabat sekaligus yang bisa mengontrol sosial dan bermuamalah….paling tidak ada yang selalu mengingatkan bahwa ada dzat yang Maha agung dan Maha Melihat yang selalu mengawasi apa yang sedang qt kerjakan…..
Dan waspadalah dengan tipu syaithan yang maha dahsyat, krn manusia takkan mampu melawan, kecuali minta pertolongan pada dza, al malik, ar rabb dan illahnya manusia….
Pengalaman adalah guru yang terbaik,…..smoga hikmah hidup bisa merubah qt menjadi insan yang terbaik….

sukses untuk semua
wassalam…

155. fafa - November 13, 2009

liqo yes partai no

Perindu Berkumpul Dgn Orang Sholeh - November 13, 2009

Partai bukan segala-galanya.. ada atau tidak adanya partai,, dakwah akan tetap berjalan…

156. Perindu Berkumpul Dgn Orang Sholeh - November 13, 2009

Liqo bukan suatu yang luarbiasa… Tapi suatu yang luarbiasa bisa di hasilkan dari liqo….

157. Sani - Desember 21, 2009

Liqo mungkin bukan segalanya,tapi segalanya tak akan didapatkan dari Liqo…

158. khansa - Desember 24, 2009

bukannya menuntut ilmu itu wajib bg muslim/ah?

159. dina - Januari 1, 2010

bagus pengunaan kata2nya ga begitu berat mudah dimengerti..
pendapatnya saya setuju asal masih dilingkaran alqur’an dan as-sunnah.. yah sah2 aja..

160. Bee.L_Ant - Januari 16, 2010

SubhanALLAH…
Ini baru media t4 berbagi iLmu :D..
Sekarang ngerti sudah, kenapa ada yg berpendapat Liqo’ itu wajib, ada yg biLang nda’…

“Sebuah Pencerahan” :D

161. afifah hifdzillah - Februari 7, 2010

“Kalo liqo saja sudah dibuat menjadi kewajiban, maka sudah masuk pada bid’ah”

kalo antum bisa menyamakan, harfiah ‘LIQO sama dengan Menuntut Ilmu’
dan Allah mengatakan bahwa menutut ilmu itu wajib hukumnya, karena liqo itu termasuk melaksanakan kewajiban syar’i.
Menuntut ilmu itu wajib hukumnya, apalagi yang dituntut ilmunya adalah ilmu Islam. cara yang paling efektif untuk menuntut ilmu Islam adalah dengan halaqah seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. menurut kaidah fiqh, jika pelaksanaan kewajiban membutuhkan sarana, maka sarana itu menjadi wajib untuk diadakan. Logikanya, jika menuntut ilmu Islam itu lebih efektif dengan sarana halaqah, maka halaqah itu wajib untuk diadalakan.
Halaqah tidak akan berjalan efektif tanpa adanya kedua belah pihak, taitu murabbi’ (pemandu) dan mad’u (peserta). karena itu menjadi murabbi’ dan mad’u pun menjadi wajib juga. Allah SWT berfirman :”…Hendaklah kamu menjadi orang-orang yang Rabbani, karena kamu selalu mengerjakan alkitab, dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya” (QS:3:79). Pada ayat tersebut Allah menyuruh setiap muslim menjadi murabbi’ (mengajarkan alkitab) dan mnjadi mad’u (memplajari alkitab). Jadi kesimpulannya setiap muslim wajib untuk liqo, karena liqo itu sarana pembelajaran bukan hanya untuk mad’u, tapi juga untuk murabbi’ itu sendiri.

162. tisman nawawi - Februari 12, 2010

sepanjang tidak di sisipi dengan kegiatan politik saya kira sih Liqo itu sih bagus-bagus saja…….. asal memang murni untuk menambah wawasan atau menuntut ilmu islam… Nilai wajibnya itu menurut saya tidak bisa disejajarkan dengan shalat 5 waktu, puasa, zakat…. tapi wajib dalam pengertian menuntut ilmu…ya.. sedangkan sarananya bisa bermacam-macam, bisa dengan group liqo, majelis ta’lim, group tarbiyah, jamaah tablik dan lain-lainya…. Jadi….. tidak perlu diperdebatkan telalu jauh. Bagaimanapun tentu berbeda sangsinya secara syariat kalau kita tidak melaksanakan shalat dibandingkan bila kita tidak hadir Liqo karena tidak siap memberikan materi yang menjadi giliran kita…. Jadi menurut saya selama kegiatan itu dapat menjadikan jama’ah itu selalu beramal sholih, berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta menghindarkan diri dari mencela jama’ah-jama’ah yang lain, saya rasa OK-OK aja, apapun metodenya.

163. eem srikandi - Maret 16, 2010

kenapa liqo itu dikatakan wajib? JAWABANNYA : :-))
1. IBADAH (wajib Lho..)
2. AMAR MAKRUH NAHI MUNGKAR (wajib juga khan)
3. MEMENUHI JANJI (Bukankkah JANJI adalah HUTANG? dan HUTANG itu WAJIB di BAYAR? bukankah diawal pertemuan liqo kita telah membuat komitmen/perjanjian tentang agenda-agenda kita apa-apa aja? kapan harinya.. jam berapa mulainya.. apa agenda tiap minggunya. BUKANKAH begitu LOGIKANYA. So GA ada yang BID’AH ya.. HATI-HATI lho kalau bercakap.. bicara yang salah dan orang-orang jd salah PERSEPSI dosa lho. banyak ISTIGFAR… ASTAGFIRULLAH..

abu koding al meleki - Juli 9, 2010

afwan menyela:
saya setuju ibadah hukumnya wajib, tetapi jika ibadah itu sudah diperintahkan bukan? antum tau hukum dasar ibadah itu kan haram, kemudian menjadi wajib ketika sudah diperintahkan oleh ALLAH dan Rasul…

lalu dengan dasar apa antum mengatakan liqo itu ibadah WAJIB?

164. Muhammad Al-Hadid Abdurrauf - Maret 17, 2010

Masha Allah :D

165. wazid - April 2, 2010

Alhamdulillah dengan diskusi ini mereka sudah Liqo, liqo dan yang penting dakwah tentang memahami Islam mulai timbul, jika demikian kita dan mereka mulai tahu pentingnya pendidikan dari buaian sampai liang lahat.
Betapa kita mudahnya bermaksiat disetiap detik lintasan pikiran kita jika kita biarkan tidak ada yang mengingatkan atau mengajak kepada kebaikan maka bisa jadi lintasan pikiran maksiat itu menjadi amalan, nah kalau sudah demikian sesal kemudian tak ada gunanya kecuali bertobat dan kembali.
Pada kenyataanya adakah bedanya mereka yang aktif dalam liqoan dan tidak sama sekali ?
JZK.

166. ASEP NURJAMAN - Mei 29, 2010

Menurut saya dengan adanya liqo, kita bisa lebih mendalami ilmu agama, tapi menurut saya liqo tidak wajib……… tapi dianjurkan………

167. ZAKARIA - Juli 17, 2010

TARBIYAH BUKANLAH SEGALA-GALANYA… TAPI TANPA TARBIYAH KITA TAK KHAN MENDAPATKAN SEGALA-GALANYA…………

168. Fatihah - Juli 22, 2010

saudara-saudariku gue jadi tambah semangat rekrutemt nihh…makasih ya atas sentuhan ‘kalian” yang pasti tak sengaja…mari tegakkan kalimat Allah di bumi ini…Allohuakbarrr……………….

169. islam selalu dihati (pks bae lah) - Juli 22, 2010

balek yokk….banyain lagi baca bukunya….segala sum ber…jangan pernah menganggap diri paling benar..namun tetap yakin dengan apa yang kita pilih…ukhuwah sesama muslim lebih wajib (berhusnuzon dan kasih sayang)..ketimbang mencari kesalahan saudara…

170. ikh-1 - Juli 24, 2010

Assalamua’laikum,,,,,!!!
afwan sebelumnya,,,,ana cuma mw numpang ngsih pndapat ^^
ana seblumnya org yg anti bgt utk sholat dimasjid (astaghfirullah),,,,namun, ana selma bebrpa thun tak thu harus kemna,,,,>>
ana berdo’a bisa mendaptkan tmn2 yg sholeh&a>,,,
alhamdulillah setelh,,ana ngerantau nyari kerja di daerah laen,,
ternyata Allah menjawab doa2ku<>>
So buat antum sekalian yg belum pernah liqo,,,,yuk ikutan,,,,(mulai dari diri sendiri dulu)

171. Yoga - Agustus 5, 2010

Pro dan kontra itu selalu ada,,
emosi diri jangan dikedepankan,,
Yang mewajibkan dengan berbagai alasan boleh saja,selama punya pegangan yang jelas..
Yang tidak mewajibkan tentu juga punya alasan kenapa mereka tidak mewajibkan..
Itulah Indahnya Agama Islam..
(maaf jika saya sok tahu,karena saya yakin,saya yang paling rendah ilmunya dibanding komentator” yang terdahulu)

172. Abu Faaiqa - Agustus 26, 2010

Assalamualaikum, sahabat. mungkin yang dimaksud liqo itu wajib adalah bukan setara dgn wajibnya syahadat, shalat, puasa, zakat,haji dan ibadah lainnya yang diwajibkan oleh Allah dan Rasun-Nya. tapi liqo ynag dimaksud wajib kinteksnya sama dengan perkataan bahwa seorang pegawai wajib tepat waktu masuk kantor. sesuai peraturan kantornya ato seoarang warga negara wajib membayar zakat. mohon dimaafkan

173. ibnu fauzy - September 26, 2010

ane punya tulisan ttg mentoring / liqo’ sok atuh dibaca sbg perbandingan.

http://ibnufauzy.wordpress.com/2010/08/07/ada-apa-dibalik-mentoringpendampingan-agama-islam-bagi-mahasiswa-baru/

eh tulisan ini dan berumur 4 tahun ya.. tp tetep laris ya…

174. Ipunk - November 20, 2010

liqo sapo takuttttttttttttttttttttt. . .

175. dony - November 23, 2010

liqo

176. Aldo11 - Januari 21, 2011

ass.
Liqo adalah menuntut ilmu dengan membentuk kelompok kecil. ada juga menuntut ilmu dgn kelompok yang agak besar di sebut taklim. lalu dengan massa yang banyak yaitu tabligh akbar.
Didalam islam memang tidak ada satu dalilpun yang mewajibkan liqo. Tetapi Rasulullah pernah mewajibkan kepada umatnya untuk mencari ilmu. “siapa yang ingin dunia wajib dengan ilmu, syp yg ingin akhirat wajib juga dengan ilmu, dan yang ingin dunia akhirat, Fa’alaihi bil ilmi.

Mungkin ini yang teman anda maksudkan wajib. Dalam kesempatan2 yang lain pun banyak sekali guru2 dan ustad2 kita menyebutkan bahwa mencari ilmu berhukum wajib seprti wajibnya shalat 5 waktu.

wallahualam bissawab

177. sugeng - Januari 27, 2011

CUkupkan perdebatan saat ini juga ,Ummat Tidak akan MUlia Dengan Perdebatan . mari kita jawab dengan amal Sholeh.

Forum Ummat Muslim Blitar.

178. Tonang-tonangsaja - Juli 12, 2011

liqo’ penting tapi jgn menganggap wajib…

179. Tonang-tonangsaja - Juli 12, 2011

prinsipnya kita harus selalu meningkatkan kualitas diri kita, bisa degn liqo’ ato kegiatan yang lain yang syar’i alias tidak bertentangan dgn ajaran agama. dan yg penting jgn saling menghina muslim satu dgn yang lain..

180. akun klonengan - Agustus 21, 2011

Artikel bagus nih,
Numpang copas ya bro…
Semoga umurnya berkah… :D

181. liqo itu tidak wajib. - September 22, 2011

Rasulullah Muhammad saw adalah teladan kita (umat muslim). jadi teladanilah Rasul. kalau Rasul tidak mewajibkan liqo, yasudah jangan sekali-sekali berani memberikan predikat bahwa liqo itu wajib. selesai kan?

182. rindu Rasul - Oktober 2, 2011

buat yang pengen terus ada perpecahan teruslah liqo karena dengan liqo kita mencintai orang2 seliqo, orang2 yang liqo dan gak menyukai orang yang gag liqo.
tapi kalo yang cinta persatuan umat Islam, carilah golongan yang pemimpinnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang dibahas kitab Al-Qur’an dan Sunnah (bukan risalah pergerakan, bukan fadhailul ‘amal dst), pilihlah golongan yang nggak ada lambang golongannya, bendera partai dst karena kalau sudah punya lambang, bendera, tokoh dan semacamnya akan lebih mencintai yang ia pilih dari pada yang dipilih /diikuti orang lain kalau tidak membenci.

183. vi2e - Oktober 4, 2011

bagi ana liqo sangat urgen sekali,,,,,dmna dengan pertemuan yg cuma satu kali seminggu,,,,subhannallah bisa menetramkan jiwa,,,contohnya bertemu saudar2 yg sholeh dpat mengembalikan jiwa ghiroh kita,,,,,bukannya jama’ah itu rahmat

184. neney - Oktober 20, 2011

Assalamu’alaikumwrwb. .
Alhamdulillah saya mendapatkan banyak ilmu dari artikel dan komen2nya. .
saya berniat untuk liqo, tp dlm hati ini masih ada rasa minder karena yg saya tanggap yg ikut liqo itu calon2 kader dakwah yang cukup kompeten (mungkin anggapan yg salah. . hehe) sdangkan saya masih awam dan berniat liqo untuk belajar untuk dterapkan pada diri sendiri dulu. . maaf ya jd curhat gini hehe

185. Endi Munzhori Bin Hambali - Oktober 25, 2011

Saya punya teman yg ikut liqo, dan yg bikin saya heran, para anggotanya diharuskan melaporkan amal ibadah yg telah dilakukan secara berkala. Bukankah ini riya…? Apa dasarnya si murobi (guru agama dlm liqo) menyuruh para muridnya berbuat yg demikian..? Apakah Rasulullah juga pernah memerintahkan para shahabatnya untuk melakukan hal yg serupa dengan itu..? dan ketika dia mengeluarkan suatu pendapat, saya bertanya, “apa dalilnya?”, dan dia hanya menjawab “ngga tau, tp murobi ak bilang begitu”. Kemudian ketika saya mengajaknya pergi atau melarang/menyuruhnya ini-itu dgn dalil Al Quran dan Hadist, dia selalu bilang, “tunggu ya, ak tanya murobiku dulu”. Begitu dalamnya ketergantungan dirinya kpd sang murobi hingga melupakan bahwa dirinya masih punya org tua, org yg lebih tepat untuk dimintai izin daripada si murobi.
Aneh…sungguh aneh. . InsyaAllah, ak akan mengeluarkan dia dari perkumpulan liqo nya itu secepatnya..!! La haula walaa quwwata illa billaah.

anonim - Mei 3, 2012

saya rasa bukan masalah riya’ mas kayak gitu. tapi melaporkan itu untuk mengawasi saja gimana keadaan ruhaninya sekarang? untuk menjaga ibadahnya juga biar nggak turun dan lebih baik.. itu aja.
kalau yg ini itu tanya murabbi kan soalnya murabbi itu semacam pemandu, yang lebih paham masalah Islam. Analoginya kayak anda ngasi tau ke orang 2+2=4 lhoo, tp dy kurang percaya terus tanya ke gurunya bener ga sih 2+2=4?
Wallahua’lam

186. maman - Desember 24, 2011

setuju…liqo adalah metode yang digunakan suatu harakah, wajib bagi mereka sebagai komitment pada harakah tersebut. Tapi ingat komitment pada islam tidak hanya dari komitment harakah…tertutama bagi kasus mereka yang diluar harakah. Banyak kog yang komitmen pda islam tapi gak ikut liqo..

187. iqbal - Desember 28, 2011

ada yang tau liqo untuk daerah cibinong…saya mau liqo lg nih

188. novi triani putri fi - Mei 20, 2012

liqo di daerah serang timur atau balaraja barat ???

189. preman pasar - Juni 17, 2012

maaf.

—Thread Closed—

~preman pasar~

190. April Lia - Oktober 30, 2012

pusing2 amat debat mslh liqo,ente tau sndri,sesuatu yg mngjrkn kebaikan adlh ilmu.ikut liqo brti cari ilmu,cari ilmu wajib hukumnya..

191. Ika - Januari 19, 2013

saya suka liqo :)

liqo itu majelis dzikir..

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki beberapa malaikat yang tugasnya berkeliling untuk mencari orang-orang yang sedang berdzikir (kepada Allah). Maka, ketika mereka mendapatkan kaum yang sedang berdzikir kepada Allah, mereka saling mengingatkan, “Tempati posisi kalian masing-masing.’ Mereka pun mengepakkan sayapnya lalu mengelilingi orang-orang yang berdzikir. Setelah itu, mereka kembali kelangit dunia. Lalu tuhan mereka bertanya kepada mereka – sedangkan Allah lebih mengetahui daripada mereka, ‘apa yang dibaca oleh hamba-hamba-Ku?’ para malaikat menjawab, ‘mereka bertasbih, bertakbir, bertamjit ‘mengagungkan’, dan bertahmid kepada-Mu.’ Allah bertanya,’ Apakah mereka bisa melihat-Ku?’ para malaikat menjawab, ‘Tidak. Demi Allah mereka tidak dapat melihat engkau.’ Allah bertanya, ‘Bagaimana jika mereka bisa melihat-Ku? ‘Para malaikat menjawab, ‘jika mereka bisa melihat engkau, niscaya mereka akan lebih rajin beribadah, ber-tamjid, dan bertasbih kepada engkau,’ Allah bertanya,’ apa yang mereka harapkan dari-Ku? ‘Para Malaikat menjawab,’surga,’ Allah bertanya,’ Apakah mereka bisa melihat surga?’ Para Malaikat menjawab,’Demi Allah mereka tidak melihatnya,’Allah bertanya bagaimana Jika mereka bisa melihat surga?,’ Mereka akan semakin semangat, rajin, dan ambisi untuk selalu mendapatkannya. ‘Allah bertanya, ‘Mereka hendak mendapatkan perlindungan dari apa? ‘para malaikat menjawab, ‘dari neraka.’ Allah bertanya, ‘Apakah mereka bisa melihat neraka? ‘Para Malaikat menjawab, ‘Tidak, Wahai Tuhan, Mereka tidak bisa melihat neraka.’ Allah bertanya, ‘Bagaimana jika mereka bisa melihat neraka? ‘para malaikat menjawab, ‘seandainya mereka bisa melihat nereka, niscaya mereka akan semakin takut dan semakin menghindar dari neraka.’ Allah berfirman, ‘Aku jadikan kalian sebagai saksi bahwa aku telah mengampuni dosa-dosa mereka.’

Salah seorang Malaikat melaporkan bahwa salah seorang yang hadir di dalam majlis dzikir itu tidak ikut berdzikir. Allah berkata mereka itu tidak ternodai oleh teman duduk mereka di dalam majlis dzikir itu.” (HR. Bukhari:6408)

192. zr_uci@Yyahoo.com - Maret 19, 2013

Ya ampun mbak,kalo bicara wong dijaga yo…….hmm:(

193. yuhdi - Maret 28, 2013

saya juga salah satu yang berhenti liqo, saya pernah jadi kaka mentoring untuk kelas 1 SMA, sebenarnya bagus liqo itu, perkumpulan pemuda yang niatnya untuk menuntut ilmu, tapi yang saya mau fokuskan adalah sumber ilmunya. sistem liqo ini gk jelas kiblat arah ajarannya, gak ada imam besarnya, jadinya saya juga bingung, kita seakan” harus berguru pada kurikulum dan buku” islam. saya pada akhirnya berhenti liqo dan memberikan mentoring, dan saya sekarang aktif hadir ke majelis ta’lim al hawi dondet tiap minggu pagi jam 8, disana memang orangnya banyak, komunikasi 1 arah, tapi saya senang karena majelis ini punya guru besar yang bisa dipertanggung jawabkan ilmunya, guru saya selain di al hawi itu adalah habib ali bin abdurrahman assegaf, ilmu yang beliau sampaikan tentunya ilmu yang rujukannya jelas dibandingkan liqo saya dulu yang bermodalkan sebundel modul bahan tarbiyah yang diberikan kakak mentor senior, dalam hati ya apa apaan gitu, ngajarin orang ko modalnya cuma buku” n modul”, gak jelas itu modul” bikinan siapa, dalam hati sih takut kalo modul” itu disusun sama sumber yang enggak jelas -_-

194. Alif - Desember 27, 2013

Liqo itu istimewa

195. pujay - Agustus 30, 2014

Assalamu’alaikum Mas. Saya minta maaf ya sebelumnya. Pemikiran dari Mas itu bener. Liqo itu ngak wajib. Yang wajib adalah mengikutin majelis Ta’lim.

di Indonesia liqo justru salah pengertian, liqo malah dijadikan sebuah media belajar, padahal di arab sendiri istilah liqo itu untuk bermusyawarah.

nah disini banyak anak smp, sma dan mahasiswa yang ikut2an… dari mana mereka bisa ikutan liqo-liqo? yaitu dari suatu exkul yang bernama rohis…

sebenarnya tidak ada masalah dalam hal ini jika memang diniatkan untuk belajar, ambil yang positif buang yang negatifnya… tetapi sebaiknya dirubah kata halaqah atau liqo’ ini menjadi Majelis Ta’lim…
di jaman Rasulullah itu ngak di sebut liqo atau halaqah tetapi Majels Ta’lim (orang yang duduk menuntut Ilmu).

untuk masalah jumlah muridnya itu tidak ada syarat yang pasti

tetapi untuk jadi seorang gurunya ada syaratnya yakni dia harus masuk kedalam Aulia Allah (Kekasih Allah) seperti Abu Bakar & Umar Bin Khattab.

est tetapi yang terjadi di Indonesia hal itu tidak diperhatikan. sesudah tamat SMA di suruh megang menjadi murobbi liqo untuk adik kelasnya….. nah yang baru lulus sarjananya malah jadi murrobi anak-anak SMA… inilah yang salah !!!

ada tingkat dan ujian untuk menjadi seorang Guru… bukan dilihat dari umurnya tua ato tidak.. alumni ato bukan !!!

196. Widyastuti Rasyid - Oktober 10, 2014

menuntut ilmu ada banyak jalan, salah satunya bisa dalam liqo’, masuk pesantren, ikut majelis ta’lim, ikut kajian keislaman, seminar keagamaan, dll. Nah sesuaikan dengan kebutuhan kita saja, seandainya kita seorg anak yg blm msuk sekolah msuklah di pesantren, yng terlanjur masuk sekolah negeri/umum ikut majelis ilmunya di rohis (mau namanya liqo halaqoh dll), nah bagi kami para mahasiswa yah cari majelis ilmu yang sesuai kebutuhan, bisa ikut liqo’, organisasi intra/ekstra yg bnyak memberikan ilmu/pengalaman yg bermanfaat, nah bagi pekerja n ibu2 rumah tangga yah cari majelis ilmu yg sesuai kebutuhan, bisa ikut majelis ta’lim dll. yang penting jangan menyerah untuk menuntut ilmu yg bermanfaat dari arah dan pintu manapun… jangan menutup diri dari sumber ilmu dengan alasan-alasan yang sebenarnya bisa diluruskan ! kalo memang ada yang keliru soal anggapan liqo’ itu seperti apa yah tinggal luruskan saja… kalo belum masuk di hati yah tinggal cari pintu ilmu yang lain :) gitu saja kok repot. yang jelas masing2 telah menawarkan banyak pintu ilmu. dan menurut saya. Alhamdulillah krna Allah SWT jugalah yang membuat saya dlm jama’ah ini sehingga ada yang bisa mengingatkan kala iman menurun dan ada yang bisa saling menyemangati agar tetap stabil…. ^_^ yang saya cintai bukan liqo’nya tapi orang – orangnya. begtupun dengan org2 yg ada di majelis ilmu lainnya. Jika telah nampak cinta dalam hati – hati manusia yang berkumpul karena-Nya maka mereka akan senantiasa rindu ingin selalu bertemu, maka sesungguhnya yang mereka cintai bukan nama perkumpulannya sprt (liqo’,majelis ta’kim, majelis ilmu,dll) tapi orang-orang di dalamnya ^_^

197. asri - Oktober 21, 2014

alhamdulillah sudah tidak liqo dan memilih mengaji di pengajian umum, yang lokal indonesia…saya malah jadi membnci jamaah lain karena liqo dan mengalami disorientasi studi ketika kuliah


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: