Ustadz, kayaknya anda salah deh Oktober 25, 2005
Posted by fauzan.sa in Uncategorized.trackback
Suatu saat saya mengikuti kajian oleh Ustadz Anis Matta. Waktu itu dia bilang soal pembinaan. Ada beberapa hal yang harus dimiliki seorang pembina selain kemampuan fiqh, akhlaq, dan intelektual. Ilmu-ilmu yang menunjang pembinaan yaitu psikologi, filsafat, dan bahasa.
Ilmu Psikologi diperlukan, karena seorang pemandu atau pembina haruslah seorang yang memahami apa yang dihadapi oleh binaannya. Supaya, dia tidak salah bersikap terhadap binaannya. Ilmu Bahasa diperlukan, karena bahasa adalah yang mengikat makna dan menawan hati pendengarnya. Cerita sirah nabawiyah yang sama, jika diceritakan dengan bahasa yang berbeda, akan berbeda pula kesan penerimanya. Yang terakhir, adalah ilmu filsafat. Mengapa? Ilmu Filsafat adalah mengenai logika. Bagaimana serentetan fakta diuji dan dinilai. Bagaimana argumen-argumen diajukan dan ditolak. Ilmu Filsafat diperlukan, karena besarnya fitnah yang ditimbulkan ghazwul fikri terhadap umat ini. Kita tidak hanya memerlukan pemahaman tekstual, tapi juga pemahaman konseptual dan filsafat.
Tapi, bukan itu yang ingin saya omongkan. Ternyata memang, umat Islam agak alergi terhadap filsafat. Karena itu, jama’ah-jama’ah dakwah bisa berjalan tanpa hambatan di kampus orang-orang yang gak kenal filsafat, alias kampusnya orang sains dan teknik. Di kampus-kampus sosial dan yang deket-deket filsafat, kita agak susah liat Islam bisa berjaya di sana.
Dan ternyata, di forum itu juga, pak Ustadz Anis Matta ternyata juga melakukan kekeliruan logika. Dia bercerita, suatu saat, karena posisinya sebagai petinggi PKS, dia ditanya oleh seorang dari partai lain tentang syariah Islam. “Kenapa sih, PKS diam saja soal syariat Islam. Padahal khan partai-partai Islam yang lain sudah dengan demikian gigih memperjuangkannya”. Ust. Anis Matta menjawab, “Istri dulu tuh diurusin. Nggak perlu bilang-bilang kalau mau melaksanakan syariah Islam.” (maksudnya menyindir Pak Yusril).
Ada cerita lain yang diceritakan di forum itu. Suatu saat dalam suatu forum seorang pemuda dari Hizbut Tahrir bertanya mengkritik PKS mengenai syariah Islam (saya tidak begitu ingat apa pertanyaannya). Di forum itu ada Pak Anis Matta. Ust. Anis Matta menjawab, “Saya itu ustadz lebih mengerti ilmu syariah daripada anda. Anda belajar dulu ilmu syariah baru tanyakan hal itu pada saya”. Kalo nggak salah begitu. Saya nggak begitu ingat dialognya pak Anis Matta.
Nah, di sinilah juga ternyata Pak Ustadz sendiri telah melakukan kesalahan logika. Yang pertama ketika dia ditanya sama saudara-saudara dari PBB. Pak Anis Matta telah melakukan “Attacking The Person”, Khususnya ad hominem tu quoqe. Tidak berarti kalo seorang menyerukan syariat Islam, dia jadi salah karena istrinya tidak melakukan syariat Islam. Yang kedua, ketika dia ditanya seorang pemuda Hizbut Tahrir. Pak Anis Matta telah melakukan kesalahan logika yang namanya “Appeal to Authority”. Karena boleh jadi, banyak ulama yang lain yang lebih faqih dari Ust. Anis Matta sendiri menyetujui pendapat pemuda tadi dan menolak pendapat Ust. Anis Matta.
Yah inilah yang terjadi kalo kita terlalu ketakutan terhadap ilmu filsafat. Bahkan Ustadz sekaliber Ustadz Anis Matta pun jadi terjebak oleh kesalahan-kesalahan logika. Bahkan boleh jadi, selama ini kita banyak dipermainkan oleh rival-rival kira yang kiri dengan banyak sekali kesalahan-kesalahan logika. Bahkan apa yang saya tuliskan di sini mungkin merupakan sebuah kesalahan logika. Coba deh cari di artikel ini (atau artikel lain di blog ini) jika anda menemukannya. Ada panduannya kok. Coba saja kunjungi http://www.datanation.com/fallacies/index.htm
apakah anda juga tidak melakukan kesalahan filsafat ketika menyimpulkan bahwa orang-orang sains tidak kenal filsafat?? atau mencoba mengimplikasikan bahwa orang-orang sosial lebih kenal filsafat??
Saya tidak mengatakan hal itu salah, tapi tanggung jawab anda untuk membuktikannya.
aww
Tiada gading yang tak retak but keberanian ana untuk mengkritisi seseorang -bahkan ustadz sekaliber Anis matta- adalah hal yang luar biasa. setiap orang itu memerlukan kritikan walaupun ada yang suka atau tidak…..
n siapa bilang kampusnya orang sains dan teknik jauh dari filsafat?? sebagai anak Teknik informatika i juga ngalamin masalah-masalah yang berbau filsafat!! Jadi tantangan tuh untuk ngebuktiinnya!! semangat… siapa tahu mycomment bisa melecut anda untuk melakuakn penelitian… n siapa tahu berhasil dan memenangkan penghargaan dsb…? ayo SEMANGAT!!! FIGHT!! FIGHT!!!
setiap orang itu punya logika. setiap kita pun punya manhaj en pola pikir tersendiri. tkadang kita tidak bisa menilai logika en pola pikir orang lain. karena bisa jadi dia memiliki polapikir/sudut pandang berbeda dgn pola pikir kita.
saya pernah jadu panitia suatu kajian. di situ pembicaranya adalah ust. Rahmat Abdullah, almrhum. Setelah elesai, saya coba diskusi secara informal dgn seorang peserta ttg materi yg disampaikan ustadz. peserta tadi menilai bahwa contoh2 logika yg disampaikan ustadz tidak nyambung. dalam hati saya berbicara : “Bukan salah ustadznya, tapi logika berpikir kita yg belum bisa sehebat ustadz Rahmat. Logika en pola pikir kita masih cetek..”
ustadz anis matta juga pernah jadi pembicara di suatu kampus. temanya tentang seks dalam islam. audiense-nya umum. pembicaranya ada 2 : beliau & dr. boyke. sepertinya panitia ingin ada semacam “pertarungan” seorang ustadz+dokter (he..he..). tapi justru hal itu tdk terjadi. ustadz anis matta malah membeberkan bagaimana islam mengajarkan seks. ustadz malah bukan ngomongin soal syari’ahnya. sampe2 dr. boyke bilang : “Ternyata ada juga ustadz yg kayak gini.. Saya baru nemuin.”.
Bahkan ketika ada yg bertanya ttg boleh tidak seorang laki-laki menemui perempuan utk pacaran. beliau menjawab : “Silakan…” (bukan boleh). Di sini coba menjawab pertanyaan itu dgn logika dan pola pikir si penanya. beliau tidak mau terjebak oleh kondisi.
nama saya handri yanto agung saya m,inta tolong kirimkan semua berita atau info yang sangat saya butukan baik politik hukum maupun tausiyah nohp.08197930012
saya minta jadwal dan syarat2 untuk menjadikan bang anis matta pembicara di untirta serang banten oya no Hpnya juga untuk koordinasi
As. Akhi, ana minta tolong ke antum tentang hari, tanggal, bulan, dan tahun acara yang antum sebutkan tidak ingat pertanyaannya, Ana cuma ingin konfirmasi, apakah se-salah itu beliau mengungkapkannya ? Ana bukan ingin mem-pro kepada pak anis, namun ceramah yang pernah ana temui beliau tidak pernah se-kasar itu kepada audiens, mohon jadwal acara (kapan acara tersebut dilaksanakan) syukron
Sorry, pernyataan saudara banyak yang tidak saya ngerti. Membuat pernyataan tidak berdasar sama sekali. Jangan membuat-buat pernyataan yang tak logis kalau anda berbicara masalah logika. thk. kahade atuh kang ulah asa ceplos.
wah menarik bgt posted Fauzan, kebetulan aq pernah 3 kali ikut acara Anis Matta, d Malang ttg poteni pemuda n Surabaya aq lupa tema nya,wakt itu pembicara dari Hizbut Tahrir Pusat, Anis Matta n dari ICMI.sebagai org awam ttg Agama aq menilai kapasitasnya sbg pemateri bagus bgt, pemaparan history, pemakaian kata,alur materi walau tanpa teks berkualitas sekali..sepengetahuan aq, dia hanya lulusan LIPIA tp bidang yg dia kuasai ternyata luas bgt, jujur aja ke dua pemateri yg lain secara kualitas aq bs menilai masih di bawah Anis Matta, pdhal yg dr Hizbut Tahrir lulus S2, yg ICMI jg S2,..moga ga ada penilaian berdasarkan kebencian..Majulah Islam!!
“Kalo nggak salah begitu. Saya nggak begitu ingat dialognya pak Anis Matta”
***
nggak begitu ingat = agak lupa?
agak lupa = lupa 10%/50%/75%/90%/99%?
ini logika matematika atawa filsafat?
ga taulah, yang jelas ini gara2 saya besar di kampus sain n tek.
Saudara Harian jgn asal ngomong yaa…
aww
gua tuh mahasiswa dari FTUI mengenal tuh filsafat bahkan pemikiran2 filasat cukup berkembang di sini jadi jgn pake indikator kampus sains tek punya lu saja. bahkan gerakan2 baik yang islami maupun yg kiri jg cukup berkembang di sini. Bahkan bebera[pa kali anak2 teknik, mipa, fasilkom, kedokteran, dan ilmu2 sains tek lainnya punya kompetensi yg hebat di dalam LDK, BEM, dan organisai2 kampus lainnya. trus masalah ust. anis matta pernah melakukan kesalahan terus terang wajar aja dia bukan nabi. justru yg gw bingungin mengapa lu dan segelintiran orang yg dpt dikatakan “mengakui paham terhadap agama” seringkali mengatakan andalah yg benar dan yg lain salah. terus terang saya agak miris ketika membaca artikel salah satu kelompok islam yg menyebutkan SAUDARA LAINNYA adalah termasuk KELOMPOK BIDAH. bukankah kalo membuka aib orang (termasuk melalui blog ini) bukan bagian dari akhlak islam. maaf, saya pun termasuk yg awam ttg masalah agama tapi saya pernah mendengar hadis ” KALAU KITA MEMBUKA AIB SAUDARA KITA, MAKA DI AKHIRAT AIB KITA PUN AKAN DIBUKA OLEH ALLAH SWT”. wallahualam
to adi:
Yang tak boleh dibuka di depan umum itu aib pribadi, misalnya penyakit pribadi, kebiasaan buruk, dll. Lha kalau ceramah itu kan untuk konsumsi umum, bisa mempengaruhi pemikiran orang banyak. Kalau memang salah ya harus dibenarkan, biar orang-orang yang mendengarkannya tidak ikut-ikutan seperti itu. Ini kewajiban kita untuk mengingatkan (kalau kita tahu dan punya ilmu untuk membenarkannya). Ustadz juga manusia, punya salah punya lupa, bukan orang yang tahu segalanya dan ahli segalanya…
Harap maklum, artikel diatas hanya “asumsi” jawaban ustad anis matta. Saya orang hukum, masalah filsafat insya Allah ayo
. Dan Insya Allah saya sering dialog (berdebat) dengan teman2 dari ushuluddin fakultas filsafat (mulai dari liberal, sosialis sampai tingkatan paham komunis) saat masih kuliah dulu. Insya Allah temen2 nggak kalah kok kalau diajak berfilsafat. Hanya sering kali filsafat cenderung dibuat legitimasi untuk “membenarkan” pikiran kita sendiri, tanpa “membenarkan” pikiran orang lain. Intinya, tetaplah tersenyum saat fitnah-fitnah dakwah itu melaju kencang, karena banyak urusan penting daripada menjawab terus “ocehan2an” burung dijalan. 
Semoga bermanfaat.
Ustad. Anis matta bisa melihat makna di balik pertanyaan seseorang, apakah hanya ingin menjelekkan/nyindir/kritik destruktif
atau hanya ingin mencari sensasi/asal beda/narsis
atau hanya ingin mencari pembenaran
atau benar benar ingin mencari kebenaran.
karena Ust. Anis juga belajar Psikologi, sosiologi,humaniora, jadi bisa melihat bodi language, intonasi suara seorang penanya.yang tidak bisa dideskripsikan oleh si penulis artikel ini.
Ustad Anis Matta punya gelar Lc jelas dia menguasai Syariah, sedangkan penanya dari HTI….? tujuan jelas bukan mengejek si penanya tapi memotivasi dia untuk belajar lagi.
Pertanyaan Yusril adalah nyindir, yaa dijawab dengan nyindir.
kok judulnya pake “kayaknya”, ragu ragu yaah?, jauhi hal hal yg meragukan
akhiri dengan wallahu’alam
kasihan ya hal2 begini jd bahasan. cape dueh….
Ada beberapa kritikan saya khususnya kepada pak Anis Matta
1. orang-orang seperti pak anis yang bergerak dalam wilayah abu-abu perlu dalam sebuah partai. karena partai kita didirikan dengan kondisi keuangan yang belum mapan. namun pak anis terlalu reaktif dan tidak cantik bermain politik sehingga banyak orang yang tidak menyukai cara-caranya seperti yang akhir-akhir ini baru dilakukannya yaitu menyingkirkan orang-orang yang tidak sepaham dengannya dalam DPP kemudian mengambil gerak jama’ah dalam TPPN dengan mengikutsertakan orang yang loyal padanya.
2. pak anis jangan terlalu tercebur dalam lumpur dunia, misalnya ketika berdebat dengan DR Sohibul iman bahwa peran di partai dihitung dengan berapa sumbangan uangnya kepartai dan mobil yang diberikan ke pak Anis (harier) oleh Adang
3. Pak anis hendaknya berani menerima kritik dan berani berdiskusi secara fair dengan orang-orang yang tidak sepaham dengan beliau
4. catatan terakhir pak Hilmi sebagai koordinator di PKS jangan berdiri pada kubu pak anis saja, hendaknya beliau mampu menjadi penengah konflik ini
ah biasa …. baik komentarnya maupun tentang ustadz anis mattanya. Untungnya aku orang pinggiran,gak perduli dengan apa-apa yang penting tsiqoh aja … toh yang mikir lebih pinter dari saya. kalaupun salah, ya wajar saja, biasa aja … selama masih orang, salah sih umum aja.
tapi jujur saya khawatir, jangan sampai organisasi kecil yang masih muda ini kemudian rusak dan pecah hanya karena hal-hal yang remeh dan prasangka-prasangka yang tidak beralasan
siapapun bisa terjebak ke dalam fallacy, yang penting itu dibiasakan saja akhi
*alah sok menggurui nih saya*
ASS…STIAP KITA PERNAH SLAH LALU KENAPA GAK NGAMBIL SISI FOSITIPNYA SAJA.PEACE..PEACE MEN. TORANGKAN BERSAUDARA…
Allah akan memberikan pertolongan bagi kita yang tetap komitmen di jalan dakwah menuju-Nya
Mudah mudahan apa yang antuk ceritakan tentang ana tidak disalah artikan bahwa ana orang yang angkuh , sombong dlsb… seperti menjawan pertanyaan dari saudara kita HT.. mungkin ( pendapat pribadi) terkadang jawaban seperti yang saya ungkapkan tersebut memang diperlukan saat itu.. Wallahu’alam
Ass.saya melihat dalam pernyataan saudara ada keraguan. dimana ketika saudara memetik pernyataan ustad Anis Matta.
Ust. Anis Matta menjawab, “Saya itu ustadz lebih mengerti ilmu syariah daripada anda. Anda belajar dulu ilmu syariah baru tanyakan hal itu pada saya”. Kalo nggak salah begitu. Saya nggak begitu ingat dialognya pak Anis Matta.
kalimat anda mengatakan kalau nggak salah begitu, saya nggak begitu ingat dialognya pak Anis Matta. adalah bukti keraguan saudara.
saya sarankan kepada saudara, sesuatu yang meragukan jangan dijadikan dasar untuk memvonis seseorang. meskipun Ustad Anis menyatakan bahwa hal yang seperti itu kondisional sekali bagi beliau.
terimakasih, semoga Allah mengajarkan kearifan dalam menjalani kehidupan ini. wassalam..
untuk sementar rehat dulu deh… BBM mau naik laghi niiih, ancaman gagal panen juga mulaiu muncul…yah perut kenyang juga perlu kok….
Dalam Alqur’an banyak cara Allah menjawab pertanyaan yang di ajukan umat maupun kafir quraisy kapada nabi.. begitu juga ketika nabi menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan oleh para sahabatnya…
Kadang2 Allah menjawab dengan jelas.. kadang2 jawabannya bukan hal yang ditanyakan, kadang pertanyaanx satu jawabannya mencakup berbagai hal.. begitu juga dengan nabi.. begitu juga dengan para ulama..
Seorang yang alim bukan hanya yang faham tentang ilmu deangan cabang-cabangnya.dia juga harus mengetahui harus tentang sipenanya.. kondisi, sikon, dan efek yang di timbulkan dari jawaban tersebut.. kalau seorang ulama ditanya tentang suatu perkara, dan apabila di jawab akan meninggalkankan fitnah maka tidak menjawab adalah suatu yang sangat bijak..
Ana sangat teringat ketika salah seorang ikhwan dari “salafi” bertanya keseorang ustadz yang bermanhaj salafi juga di kelas (LIPIA).. ikhwan itu bertanya pendapat sang ustadz tentang isi sebuah buku yang di karang oleh seorang tokoh “ikhwan” yang banyak di keritik oleh para Ulama “Salafi”.. suatu hal yang sangat bijak dari sang ustadz, dia justru tidak menjawab pertanyaan si penanya tapi justru menasehati para mahasiswa untuk tidak menghukumi seseorang, apalagi seseorang itu telah diakui oleh dunia islam…
wallahu’alam.
saya fikir kalau benar yang anda rekam mengenai dialog ust anis dengan para penanya, maka saya pun sepakat bahwa itu tidak bagus untuk kedewasaan berfikir karena terkesan menjustifikasi.
tapi saya fikir mungkin karena sejak awal logika anda menempatkan ust anis sebagai seorang yang penuh dengan nilai sempurna maka saat beliau keliru kecil maka bagi anda itu adalah kesalahan besar. boleh jadi begitu karena ust anis adalah seorang ustadz yang paham mengenai agama. tapi bagi saya itu adalah hal yang biasa bagi seorang manusia.
terakhir saya sangat mencintai anda karena Allah.
“janganlah kamu banyak berprasangka, karena berprasangka itu lebih banyak tidak benarnya dari pada benarnya”
smoga Allah memberikan ketabahan bagi orang yang sedang difitnah.
masalah penegakan syariah bukan cuma ngobral ngomong harus ditegakkan, tapi kan harus ada strategi nya!
saya sering dicap kiri, jay, hahahaha…
ad hominem tu quoqe.
dan
Appeal to Authority
sebagaimana yang telah anda paparkan tidak menunjukkan pada yang anda sebut dengan “melakukan kesalahan logika”.
and…
ad hominem itu tidak melanggar hukum (legal) dan logika. hanya saja sesuatu yang kurang etis. ya hanya sebatas kurang etis. karena alih-alih menjawab pertanyaan malah mengacu pada pernyataan lain.
btw, cara berpikir itu ada banyak loh. selain logika, ada juga cara berpikir secara dialektika, analogi, cara berpikir lateral, six hats thinking, dsb.
Dan adalah hal praksis menjawab pertanyaan berdasarkan kondisi (atau kapasitas) orang menanyakan pertanyaan tersebut.
saya heran karena banyak sekali yang komen di sini. Padahal ini cuma eksperimen pertama dari tulisan saya, yang bisa salah dan bisa benar.
Banyak orang akan menganggap apa yang saya tulis di sini sebagai suatu kesembronoan dan kecerobohan. Tidak dipikir panjang dulu. Tidak hati-hati. Padahal, menurut pendapat orang-orang tersebut, saya bisa saja menyesatkan orang banyak karena hal ini.
Yang sebenarnya terjadi adalah orang tidak mau memahami untuk apa blog ini ada. Orang tidak mau membaca “Tentang Blog Ini” di http://fauzansa.wordpress.com/about/. Jadinya malah salah arah. Komentar-komentar yang mengatakan saya ngawur itu nggak perlu ada. Soalnya, saya udah bilang kalo saya memang ngawur. Bukan ngawurnya ngawur ato ngawur total. Tapi, ngawur sebagai first grip on reality and the truth. Itu cuma bagian dari cara saya memahami sesuatu.
Apa yang dikatakan norie ada yang saya setuju dan ada yang saya tidak setuju. Mungkin anda menganggap itu bukan kesalahan logika karena memang tidak secara langsung menjadikan apa yang dibahas sebagai kontradiksi. Tapi, kesalahan logikanya terletak pada penggunaannya untuk menjadi pembenaran bagi pendapatnya. Dan, masalah melanggar hukum ato melanggar etika ndak penting buat saya di sini karena saya tidak bicara filsafat etika. Saya bicara tentang benar dan salah.
BTW, model berpikir yang anda katakan berkaitan dengan pemanfaatan praktis suatu cara berpikir untuk mencapai tujuan. Mereka mencoba mengoptimalkan otak untuk mencapai solusi yang lebih baik. Itu bagus dan memang saya sangat tertarik. Tapi, jadi no point jika diungkapkan di sini. Sekali lagi, saya bilang tentang benar dan salah. Makanya, logika harus dipakai di sini.
Dan memang benar kita harus menjawab pertanyaan berdasarkan kondisi dan kapasitas seseorang. Tapi, itu bukan jadi alasan untuk seenaknya menjawab pertanyaan tidak pada konteksnya yang tepat. Apalagi, jawaban seenaknya tadi digunakan sebagai pemutus diskusi dan pembenaran atas pendapatnya. Salah ya salah, benar ya benar.
Bagi yang tidak cermat, kata-kata kayaknya harusnya sudah cukup jelas untuk menggambarkan ketidakmutuan blog ini. Harusnya saya mengingat lebih jelas lagi. Tapi, saya tidak bisa ingat acara itu kecuali bahwa itu diadakan bagi murabbi Dakwah Sekolah dan acaranya dilakukan di dekat jembatan di bara SMP 9 Yogya. Bahkan nama gedungnya pun saya lupa.
Bahkan nama gedungnya pun saya lupa. wong lupa kho ditulis..takutnya namanya lupa juga…anis martijan kale………preeettttttt…….wis turu ae cak.
diskusi itu emang mengasyikan, apalagi bila qt punya banyak teori segala macem. but, apa hanya masalah ini yang qt diskusikan? bagus sih, ada nilai tawashaunya, tapi… kenapa harus banyak diskusi ttg kesalahan seseorang. mendingan (fauzan.sa/siapa ja) diskusikan ttg syariah Islam yang belum tegak di negeri kita niiiih…
“… tapi… kenapa harus banyak diskusi ttg kesalahan seseorang. mendingan (fauzan.sa/siapa ja) diskusikan ttg syariah Islam yang belum tegak di negeri kita niiiih…”
lagi-lagi logical fallacy…
sedih… orang Indonesia pada parah kamapuan logikanya
astaghfirulloh! hayo fastabiqul khoirot aja. wis ganti topik ae sing luwih joss ngono lho.
Thinker samadengan Gunawan…hayo ngaku!
Mas adhi, kalo aku sih, sudah bosan dengan gaya calm. Terkadang kita perlu sedikit sporadis sebagai bagian dari proses pendewasaan. Dan pak anis, aku kira masih cukup muda untuk berada pada barisan anti kemapanan pks. Justru semakin beragamnya karakter pemimpin di pks, akan semakin memperkaya figur tauladan. Tinggal kita pilih, atau beri comment juga boleh. Yang penting jangan sampai jadi barisan sakit hati. OK, peace…
Agree with pak idris. menurutku ustad anis itu representasi dari generasi muda pks yg agresif. Dan keagresifan itu akan menambah semangat untuk tetap selalu a-live.
Allaahu Akbar, wa lillaahil hamd
iya benar juga. kalau ente bisa membuktikan ke kita tentang kekeliruan yang dilakukan Anis Matta.kita bisa menerima dengan lapang dada. boleh juga tuh, tanggal, bulan, tahun, tempat, panitia dan CP panitia kalau perlu. supaya semua bisa clear.
jujur, kita sama sekali gak ingin mengagungkan Anis Matta. kalau memang keliru ya kita bilang keliru. tapi harus jelas apa yang jadi kekeliruannya.
peace, love..keep fighting!
GOPAL
Assalaamu ‘alaikum,
Ikhwati fillaah, saya bukan bermaksud membenarkan yang salah atau anti kritik. Namun saya rasa sebagai jamaah sebuah pergerakan kita harus dewasa dalam menyikapi perbedaan dan hal yang baru. Kalau dipikirkan secara matang, sebenarnya banyak ide -ide Ust. Anis Matta yang brilliant dan innovative, pola pikir beliau adalah pola pikir praktisi, kita tidak hanya berkutat dengan buku dan teori namun seaplikatif mungkin untuk memberikan solusi terhadap problema yang ada di tengah masyarakat. Dan perlu diingat dalam sebatas kapasitas beliau sebagai MANUSIA, bukan malaikat. Kesalahan tentu bisa terjadi dengan tingkat kesulitan (komplikasi) kondisi yang ada seperti di Indonesia. Namun bukan berarti kita membesar-besarkan kesalahan dan mengecilkan kebaikan dan manfaat yang beliau telah lakukan. Coba-lah untuk selalu bersabar dengan fitnah dan gonjang-ganjing yang sedang terjadi, gunakan selalu husnudzhan dan jangan mengecilkan/menghinakan orang yang mulia.
Tapi, koreksi terhadap kesalahan tetap harus dilakukan.
Filsafat boleh saja dalam Islam asalkan tidak keluar dari koridor AlQur’an dan Hadist…..Mungkin Filsafat Sufiisme contohnya
artikelmu bagus. justru sikap kritis (pada anis matta) macam ini lebih baik dari sanjungan-sanjungan padanya.
teruskan semangat kritismu!
permasalahan yg sederhana ini mari kita maknai bersama, merenung, dan berzikir. yang terpenting adalah bagaimana kita sering2 saling mengingatkan. ukhuwah lebih penting. n…
satu pesan saya. untuk menegakkan Kepemimpinan Islam di negeri kita ini, memang perlu strategi. kadang orang melihat strategi ini tidak tepat. tetapi sebenarnya jika diteliti dan dipahami strategi ini memiliki harapan yang cerah.
majulah islam, bersatulah saudaraku kaum muslimin…..
Hmmm……….
Politik aja dulu terus syari’at baru istri…
gimana?
assalamu’alaykum. . ?
siapa bilang mhs kampus sains dan teknik nggak belajar filsafat? mrk belajar logika lebih kuat drpd kampus lain, cuma nggak bilang kl belajar lgika pake filsafat. Logika mrk pake utk ngurusi yg lain. Coba deh kl mau nge-test logika sama mrk, dijamin nggak kalah sama kampus sosial.
menurut sy Pak Anis benar,
1) ketika menjawab pertanyaan sdr dari PBB.. Syariat Islam itu jangan hanya dikampanyekan, kalau dikampamyekan terus jangan-jangan hanya untuk kepentingan komoditas politik saja, meraih suara gitu…sebaiknya Pak Yusril memberi contoh dari dirinya terlebih dulu, nanti orang akan percaya kalau dia serius melaksanakan syariat Islam..kan ga lucu kalau Syariat Islam sudah terlaksana tapi penganjurnya belum melaksanakan..kasian Syariat Islamnya..menurut saya PKS lebih Islami (dalam beberapa hal, co: kehidupan sehari-hari, kehidupan politik yang anti korupsi) daripada PBB..kecuali kalau anda anti PKS, ceritanya lain,..
2) Anda sendiri tidak terlalu paham dengan pertanyaan sdr dari HT, tetapi anda sudah memberi tanggapan,.. sebaiknya anda jangan terlalu sentimen ama Pak Anis..baiknya anda mengenal lebih dekat kehidupan dan pemikiran Pak Anis agar komentar anda didasarkan pada argumentasi yang tidak dangkal…
assalamu alaikum…da yang mo aqiqah ya?
coba buka link ini:
http://pkswatch.blogspot.com/2008/02/mengulas-anismisme-nasehat-untuk-pak.html
wasalam,
http://pkswatch.blogspot.com/
ass..wr..wb..,buat saudara2ku yg mungkin mencoba memojokkan / mendiskreditkankan pak Anis Matta, berhentilah untuk bersu’uzhon : bukan berlebihan klo memuji beliau, yg saya tahu beliau adalah salah seorang tokoh muda berbakat yang memiliki pandangan2 yang sederhana tapi menakjubkan. punya iman dan pemahaman islam yang insya Allah.. Subhannallah…, beliau pembelajar yang cepat, pemateri yang hebat, menyentuh hati dan logika…, jadi maaf ya..buat saudara2 yang tidak senang dengan pernyataan beliau, sebaiknya introspeksi diri dulu. jangan mungkin ketidak sukaan anda terhadap partainya, berimbas pula pada ketidak sukaan anda pada individu. soal syariah islam saya setuju tidak perlu bilang2. kita harus melihat isu terbesar yg kita hadapi skrng apa. ? ketidak adilan dan kitidaksejahteraan merajalela dimana2. jadi tolong ya saudaraku, tidak perlu diributkan syariat islam untuk saat ini. ….
qta bisa menilai seseorang, apa saja. tapi qta tidak bisa menghakiminya. sy sering menilai org lain a, b, c…. alhamdulilah, sy tdk pernah mengungkapkan apa yang ada di pikiran sy ttg org tsb. bkn tdk berani tetapi lebih kpd bgm kalo salah ?
sy bkn org yg pandai dlm beragama, tp yg sy tau islam menjunjung tinggi kehormatan org lain, apalgi sesama muslim.dan tentunya kehati-hatian dlm mengungkapkan sesuatu.
kenapa qta tidak berdiskusi ttg pencerdasan masyarakat? mangkritisi pemerintahan ? berbuat lebih baik?kenapa qta mesti mendiskusikan seorg anak manusia yang memang tempatnya salah (bgn dgn anda?) tidak ada keuntungan yg qta dpt, dan tdk ada kebaikan yang bertambah…
segala amal tergantung niatnya….mengungkapkan sesuatu yang itu menurut pemikiran anda, sangat disayangkan…..wallahu alam
lihat diri kita sendiri, sebelum menghakimi seseorang. bisa jadi ada ketidak arifan kita dalam menilai sesuatu yang tidak kita sadari. memang “susah melihat bintik hitam di pelupuk mata kita”
interospeksi diri, belajar dari sekitar, bekerja, berusaha, tawakal,ikhlas……..”benar salah akan menjadi ilmu apabila kita mau berfikir”
Another “red herring”….
Saya cuma ingin menanggapi tentang kenapa dakwah lebih mudah diterima oleh kalangan ilmu pasti. Saya dan temen2 sempat mengamati dalam lingkup sempit dan mendiskusikan hal ini. Mengenai hal ini tulisan ini akur dengan hasil pengamatan kami. Mungkin faktanya memang demikian. Hipotesa kami, orang-orang ilmu pasti kerjaannya mempelajari alam semesta yang sangat tunduk kepada hukum2 Allah, sedangkan orang-orang sosial kerjaannya mempelajari, membuat, memperbaiki, membatalkan, hukum2 buatan manusia, yang seringkali tidak sejalan dengan hukum2 Allah.
kalo anda sendiri tidak yakin dengan yang anda dengarkan tetntang apa yang dikatakan oleh ust, anis, bgaimana mungkin anda bsa menuliskan tentang apa yang dikatakan oelh ust, anis, logika ane sedikit perubahan kata bahkan susunannya sekalipun, bisa mengubah makna bahkan kesan kita terhadap seseorang, ane cuma tidak mau terjebak terhadap apa yang antum cerita barusan, logika ane apa yang ane lihat dan ane dengar dari ust, itu yang ane terima secara kritis, bukan malah mngkritisi bahkan menjats tapi kayaknya antum juga ragu-ragu, deh tabayyun dulu dengan banyak mendiskusikannya dengan Ustad Anis, Ok itung -itung antum bisa lebih mengenal beliau
Orang HTI itu memang kalau bertanya rata-rata cuman menguji..kayak dia yang paling benar aja…padahal pengajiannya itu cuma bahas politik…sodara ane ikut HT malah kita serumah jadi repot…pengajian kok di rumah…malah bahas BUSH lah…Teroiris lah…Pas giliran solat lohor ane udah seneng banget soalnya kirain mereka pada langsung ke masjid…ternyata malah duduk…gak ada yang protes karena saat itu pada ngebahas uang kasnya…..trus ustadnya bilang…ini lebih mendesak dibanding sholat berjamaah dimasjid…ngurusin Uang Kas..sama dengan UMMAT…masya Allah…malah ane yang islamnya pas-pasan solat duluan dibanding mereka…mereka solat jam 2…
Paling lucu pas anggotanya ditanya..kenal dengan IMAM IBNU TAIMIYAH gak…dia bilang siapa tuh?…padahal ane yang pas-pasan aja tau kalo dia itu salah satu pembaharu islam..ulama salaf yang terkenal….yang mereka tau cuman pendirinya ..karena otak mereka cuman dijejalin dengan buku2 pemimpinnya….
Kalo Anis Matta…no comment deh…banyak yang bilang begini-begitu…tapi husnudhon aja deh…siapa tau dia memang lebih baik dari saya…dan dari yang komentarin jelek…
ya udah…, kite bahas yang lain aje ye… tentang masa depan indonesia … berani ?…
berani! cuma ngebahas tentang masa depan indonesia.
Yang susah tuch masa depan bumu kita, coz sudah
banyak musibah yng menimpa bumi kita cotoh, lapisan
ozon ne bolong, gara2 manusia sendiri..!betul…!?
Anis Matta bukanlah manusia super apalagi tanpa salah dan dosa..walau ia seorang ustadz yang katanya aktivis dakwah..perlu ada seorang syeikh yang ikhlas, faqih dan arif untuk menasehati Anis Matta, agar dia terjebak pada sikab gurur, takabur, bangga diri, merasa paling pintar dan benar.bahkan Anis Matta lebih cenderung pada orientasi duniawi ketimbang ukhrowinya. Anis Matta juga sangat minim pemahaman dan pengetahuannya pada sejarah. Anis Matta adalah pengamat sejarah bukan pelaku sejarah jadi terkadang ia melakukan kesalahan fatal dan kontroversial dalam manuver politiknya yang justru akan merugikan jama’ah dan dakwahnya.
Kepada Anis Matta Kami menganjurkan untuk lebih mendekatkan diri pada Allah Tabaroka Wata’ala dan lebih mendekat lagi pada para fuqoro wal masakin, dhuafa, orang-orang yang tertindas, orang-orang yang terbaring dirumah sakit, anak-anak yatim, dan orang – orang yang kemalangan, dan jangan malah sebaliknya. perbanyaklah muhassabah dri dan jangan malah sebaliknya, agar hati mu tidak lalai dari mengingat Allah Jalla Jalaluh yang Maha Besar. agar hatimu tidak terus terlena oleh kehidupan duniawi yang akan terus menggerogoti niat, orientasi dan ruhiyahmu.Kami tahu hatimu penuh dengan euforia dunia dan segala kemewahan dan kenikmatannya dan sedikit sekali untuk terenyuh dan tersentuh oleh penderitaan orang -orang yang malang. Wallahu a’lam
KALAU KITA MEMBUKA AIB SAUDARA KITA, MAKA DI AKHIRAT AIB KITA PUN AKAN DIBUKA OLEH ALLAH SWT”. wallahualam <<<
bingung dengan ungkapan ini
kalo aib korupsi boleh dibuka engga?
kalo sodara kita melakukan aib zina, boleh dibuka engga?
aib tu yg gimana sih?
@penulis
artikelmu bagus, saya gak melihat adanya kesan memojokkan atau membahas aib, yang saudara bahas adalah sesuatu yang belum tuntas terbahas di forum itu, sejak awal 100% saya yakin, akan ada pendapat yang beragam, dan masing-masing pendapat mencerminkan kwalitas dan kepribadiannya. Justru tanggapan saudara terhadap komentar teman-teman terkesan membenarkan pendapatmu, dan itu juga mencerminkan kepribadianmu
@kometator
mari berfikir dengan tenang, komentarlah dengan bijak dan arif, yang kita bahas bukan syariah, tapi pelajaran bagi yang mau berfikir, pelajaran bagi objek yang di bahas, bagi penulis dan bagi kita semua, pembahasan yang sesungguhnya justru ada pada komentar teman-teman, kenapa harus marah kalau orang yang kita kagumi di kritik orang lain?. saya yakin objek yang di bicarakan akan sangat berterima kasih dengan tulisan ini, karena saya juga yakin dia bukan orang yang dangkal pemikirannya. justru dengan ini dia dapat pelajaran. kalau dapat pelajaran kenapa harus marah?. kenapa justru kita yang membahas harus marah?. kenapa saya omong kelihatan sangat serius?. senyum dulu ah…… hi hi hi
teruskan diskusi ini, selamat berjuang, semoga kita semua bisa memetik hikmahnya
@ saya
tulisanmu mencerminkan kepribadianmu, kamu bukan mahasiswa, karena kata-katamu gak ada yang ilmiah dan modern, kamu bukan orang salaf, ataupun orang yang tau hukum islam, karena kata-katamu gak ada yang menggunakan istilah agama maupun kearab2an dan kebarat2an, siapa kamu?
arang bodoh ada banyak
1. orang bodoh yang merasa bodoh
2. orang bodoh yang tidak merasa dirinya bodoh
3. orang bodoh yang tau dirinya bodoh
4. orang bodoh yang tidak tahu dirinya bodoh
kamu termasuk yang mana ??
salam