Hari Gini Masih Percaya Sama Geosentris? Oktober 18, 2005
Posted by fauzan.sa in Uncategorized.trackback
Ada suatu cerita di salah satu SMA Favorit di Jogjakarta. Suatu saat, seorang alumni datang ke sana dan bercerita tentang penciptaan alam semesta. Dia bilang, yang benar itu matahari mengelilingi bumi, dan bukannya bumi mengelilingi matahari. Apa alasan dia bilang begitu? Ternyata dia berpendapat bahwa yang namanya teori heliosentris itu teori orang kafir. Dan menurut Al-Quran, yang benar adalah teori geosentris. Dalilnya? Yah ada ayat yang menyatakan bahwa matahari itu juga punya tempat berjalan atau orbit seperti bulan. Ah sayang saya lupa ayatnya. Kalo nggak salah Surat Yasin ayat 39 apa ya? Coba deh dicek sendiri.
Yang bikin saya heran, dia itu khan udah mahasiswa. Udah lulus SMA. Tapi, fikirannya masih beku sekali. Masak matahari mengelilingi bumi. Ini sih lebih parah dari ketika dewan gereja menghukum mati Galileo. Alasan dia tidak mempercayai hukum fisika yang sudah berlaku dan sudah dibuktikan secara empiris, juga tidak masuk akal. Hanya gara-gara ulama besar bilang begitu, dia ikut-ikutan. Maksudnya apa coba? Memangnya kalo ulama pasti bener? Dia khan bukan ahli astronomi? Apa haknya dia mengatakan sesuatu tanpa ilmu? Kayak nggak pernah baca Surat Al-Isra’ ayat 36 saja. Memangnya dia nggak berfikir? Pertanyaan yang terakhir terlalu kasar? Saya kira tidak. Saya ulangi lagi menurut bahasa Quran. Afalaa Ta’qiluun?
Pelajaran dari kasus ini adalah, kita harus menempatkan akal itu dengan benar. Jangan sampai kita kembali ke zaman purba karena kita tidak menggunakan akal kita dengan benar. Jangan mau jadi orang yang hanya ikut-ikutan. Fikirkan dulu apa yang mereka katakan. Apalagi jika itu adalah hal yang tidak masuk akal. Ingat, ini adalah contoh jika agama itu digunakan tanpa akal. Kita tidak bisa dengan jernih berfikir. Khilafiyah dalam masalah kayak gini? Jangan kebangetan dong. Ini sama saja bilang 1 + 1 = 3 dalam sistem bilangan desimal. Kagak Mungkin! Jadi, jangan sia-siakan akal anda, karena itu adalah hal paling berharga setelah iman kita, yang diberikan oleh Allah kepada kita. Jujur saja, kalo Islam nggak masuk akal, saya mendhing atheis saja kok. Ulama pun bisa salah. Akhirnya, seperti kata Pak Nono, “Kalo nggak ngerti ya nggak usah ikut-ikutan.”
Some things that might be of interest…
Kalau tentang gerakan benda, semua gerakan itu relatif terhadap “kerangka acuan” tertentu. Kita bisa menganggap benda apapun (misal bumi) sebagai kerangka acuan yang diam sedangkan benda lain bergerak di sekilingnya.
Dengan prinsip tersebut, mengatakan “bumi mengelilingi matahari” (matahari dianggap kerangka acuan, bumi yang bergerak) sebetulnya sama saja dengan mengatakan “matahari mengelilingi bumi” (bumi dianggap kerangka acuan, matahari yang bergerak). Toh bagi kita yang tinggal di bumi, kita memang lebih sering menganggap bumi sebagai kerangka acuan (misal saat melihat gerakan bulan, matahari, pesawat, dan burung).
Hanya saja… (dengan membatasi pembicaraan hanya pada planet-planet di sistem tata surya kita)
1) Kalau kita anggap matahari sebagai kerangka acuan, maka selain bumi planet-planet lain juga terlihat mengelilingi matahari dengan rapi. (ilustrasi kasar)
2) Kalau kita anggap bumi sebagai kerangka acuan, maka matahari terlihat mengelilingi bumi namun gerakan planet-planet lain akan sangat kompleks (relatif terhadap bumi). (ilustrasi kasar)
Sekali lagi, karena gerakan itu relatif, mengatakan “matahari mengelilingi bumi” itu bukan statement yang salah (statement tersebut 100% ekuivalen dengan “bumi mengelilingi matahari”).
Tapi dari point nomor 2, terlihat bahwa yang salah adalah mengatakan “bumi adalah pusat tata surya” (atau malah “bumi adalah pusat alam semesta” = geosentris). Ini karena planet-planet lain tidak mengelilingi bumi.
Btw, dalam skala yang lebih besar matahari kita mengelilingi black hole yang ada di pusat galaksi bima sakti (atau kalau ingin, “pusat galaksi bima sakti mengelilingi matahari kita”). Bisa jadi itu maksud dari ayat yang katanya menyebutkan “matahari itu juga punya tempat berjalan atau orbit seperti bulan”
Yah, begitulah. Sayangnya, yang dia percaya adalah secara mutlak bumi merupakan pusat tata surya
Yang jelas, ayat-ayat al-Qur’aan yang dijadikan dalil oleh ulama yang mengatakan bahwa matahari mengelilingi bumi adalah ayat yang Dhanni dilalah (maknanya masih memungkinkan terjadinya perbedaan pendapat), sehingga menurut Mahmud Syaltut dalam buku Aqidah wa Syariah-nya juga Imam an-Nawawi dalam Muuqaddimah Syarah Shahih Muslim-nya serta pendapat jumhur ulama, hal ini tidak dapat dijadikan dalil dalam masalah aqidah. Dan oleh karenanya, penafsiran yang beragam dari ayat tersebut merupakan hal yang dimaklumi. Pendapat anda salah tapi masih mungkin mengandung kebenaran, dan pendapat saya benar tapi masih mungkin mengandung kesalahan.
akal tdk selamanya dapat digunakan untuk memamahi suatu masalah atau proses, Seperti di gambarkan dalam Al-Quran, Salah satu tanda akhir jaman adalah terbitnya matahari dari sebelah barat dan manusia baru Yakin dan Percaya setelah melihat kejadian Itu tapi apakah mungkin terjadi bila Bumi yang sedang Berputar tiba-tiba berputar arah ? dapatkah manusia menyaksikan walau sesaat ?, dan itu jelas terdapat dalam Al-Quran, Dan kita selaku Muslim wajib percaya dan mengimaninya, Bagaimana akal akan digunakan Untuk memahami hal tersebut ?, Islam memang menjunjung tinggi akal pikirian manusia, tetapi jika Yang terdapat dalam Alqur’an itu diluar akal, bukan Al-quran yang harus mengikuti akal tetapi Akal Kitalah yang harus mempunyai Keimanan….
1.coba anda lihat di langit utara atau langit mana saja pada malam hari. bintang apa yang bertengger diarah sana pada jam anda melihat bintang tersebut. Ingatlah hari itu, kemudian lihatlah lagi pada langit yang sama pada malam hari tiga bulan berikutnya pada jam yang sama, bila kita bertemu lagi dengannya maka bumi kita tidak mengelilingi matahari, karena apa, bumi pada tiga bulan yang menurut teori bumi mengelilingi matahari berada pada posisi yang berbeda 90derajat, maka ototmatis bila teori bumi mengelilingi matahri benar, bintang yang kita lihat seharusnya sudah berbeda.
2.Tidak ada paksaan dalam beragama, bila Al-qur’an dan al-hadits sudah mengatakan bahwa matahari mengelilingi bumi, bahwa matahari selalu bersujud kepada Allah sebelum terbit, maka terserah kepada anda soal percaya atau tidak. Bagi saya saya lebih mempercayai Al-qur’an dan sunah daripada kedua mata dan telinga saya. Karena mustahil Allah berbohong.
3. Dalam tata bahasa arab, kata kerja dikenakan langsung keapada subyeknya. bila dikatakan matahari dan bulan memiliki garis edarnya, maka matahari dan bulan memilikinya. SEKALI LAGI! Allah takkan berbohong.
salah satu kebaikan bagi umat muslim dalam masalah ini adalah mengimani alquran dan sunnah, sekaligus mencari fakta or bukti yang dapat dimengerti oleh seluruh umat (baik muslim maupun non muslim). Seharusnya ketika kita ingin mengeluarkan statement terutama yang berkaitan dengan suatu hal yang sudah disepakati umum, alangkah baiknya kita semua mencari bukti yang mudah dimengerti oleh semua orang.. bukankah islam menjunjung tinggi akal yang dimiliki manusia, itu artinya bahwa manusia mampu untuk mengungkap segala ciptaan Allah swt.,sehingga tidak terjadi pro kontra di kalangan umat.
Ingat loh, bahwa yang namanya sains itu selalu berkembang dan berubah dan bukan tidak mungkin teori heliosentris akan dibantah berdasarkan bukti yang nyata yang dapat dimengerti olah semua orang, dan tugas kitalah (terutama umat muslim) untuk mengungkap itu semua..
wallhu alam bishowab..
Al-Qur’an adalah mukjizat nabi Muhammad SAW, Indah bahasanya, sangat dalam pengertiannya dan mutlaq kebenarannya. Al-Qur’an diturunkan pada saat sastra diagungkan, Alqur’an mepunyai nilai sastra yang tinggi. Banyak Bahasa kiasan (majas yg dipakai) dalam alqu’an. karena itu kita menafsirkan juga jangan langsung secara tekstual. Al-Qur’an diturunkan dimasa teori Geosentris berkuasa, Allah sangat tahu tentang apa yang Dia ciptakan, termasuk bumi, matahari, tatasurya, galaxy dan seluruh isi alam semesta ini. Manusia hanya secuil yg ia ketahui dari isi alam semesta ini. Dan mungkin bila Allah memakai bahasa yang menjelaskan langsung bahwa mataharilah yg mengelilingi bumi. Biasa-bisa kita tidak bias memeluk agama islam, karena nabi sebelum mensiarkan islam uda mati dihukum oleh pengikut teori Geosentris. Seperti apa yg dialami Galileo, padahal Galileo lahir pada tahun 1564. seribu tahun lebih setelah nabi Muhammad SAW wafat. Bayangkan jika bahasa Al-Qur’an menggunakan Bahasa langsung (bukan kiasan). Tentunya perjalannan Dakwah nabi bertambah berat. Inilah yang harus kita gali terus apa yang terkandung dalam Al-Qu’an. Benar adalah milik Allah semata, dan kita hambanya harus berusaha berbuat benar..
wallhu alam bishowab.
Mas-mase yang komentar,kalau bicara tentang bumi, bulan, matahari, yang lebih berhak bicara adalah para ulama ahli astronomi, bukan ulama ahli agama….camkan itu saja.Kalau dulu ada ulama yang bilang bumi dikelilingi matahari, itu karena keterbatasan ilmu astronomi saat itu. Kalau ulama itu hidup sekarang saya yakin dai kan meralat ucapannya. Lagipula tidak ada seorang pun yang bebbas dari kesalahan, apalagi orang yang bukan ahli di bidang astronomi, errornya dalam hal ini pasti lebih besar dibanding ahli astronomi. Sekarang sudah ada teknologi satelit, gps, dll kok masih percaya yang kayak gitu? Istighfar yang ngaku-ngaku bilang teori geosentris benar, bukan ahlinya kok berani ngomong.
Apakah Matahari Berputar Mengelilingi Bumi ?
Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin
Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ditanya: “Apakah Matahari berputar mengelilingi bumi?”.
Jawaban.
“Dhahirnya dalil-dalil syar’i menetapkan bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi dan dengan perputarannya itulah menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam di permukaan bumi, tidak ada hak bagi kita untuk melewati dhahirnya dalil-dalil ini kecuali dengan dalil yang lebih kuat dari hal itu yang memberi peluang bagi kita untuk menakwilkan dari dhahirnya. Diantara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa matahari berputar mengelilingi bumi sehingga terjadi pergantian siang dan malam adalah sebagai berikut.
[1]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Ibrahim akan hujahnya terhadap yang membantahnya tentang Rabb.
“Artinya : Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” [Al Baqarah : 258]
Maka keadaan keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.
[2]. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman juga tentang Ibrahim.
“Artinya : Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: ‘Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu terbenam dia berkata : ‘Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.’” [Al-An'am : 78]
Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi matahari niscaya Allah berkata: “Ketika bumi itu hilang darinya”.
[3]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka berada disebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu.” [Al-Kahfi : 17]
Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari, itu adalah dalil bahwa gerakan itu adalah dari matahari, kalau gerakan itu dari bumi niscaya Dia berkata: “gua mereka condong darinya(matahari)”. Begitu pula bahwa penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari menunjukkan bahwa dialah yang berputar meskipun dilalahnya lebih sedikit dibandingkan dilalah firmanNya “(condong) dan menjauhi mereka)”.
[4]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang,matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” [Al-Anbiya' : 33]
Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata:”Berputar dalam suatu garis peredaran seperti alat pemintal”. Penjelasan itu terkenal darinya.
[5]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat,” [Al-A'raf : 54]
Allah menjadikan malam mengejar siang, dan yang mengejar itu yang bergerak dan sudah maklum bahwa siang dan malam itu mengikuti matahari.
[6]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman
“Artinya : Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang banar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” [Az Zumar : 5]
FirmanNya: “Menutupkan malam atau siang” artinya memutarkannya atasnya seperti tutup sorban menunjukkan bahwa berputar adalah dari malam dan siang atas bumi. Kalau saja bumi yang berputar atas keduanya (malam dan siang) niscaya Dia berkata: “Dia menutupkan bumi atas malam dan siang”. Dan firmanNya: “matahari dan bulan, semuanya berjalan”, menerangkan apa yang terdahulu menunjukkan bahwa matahari dan bulan keduanya berjalan dengan jalan yang sebenarnya (hissiyan makaniyan), karena menundukkan yang bergerak dengan gerakannya lebih jelas maknanya daripada menundukkan yang tetap diam tidak bergerak.
[7]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengirinya,” [Asy-Syam : 1-2]
Makna (mengiringinya) adalah datang setelahnya. dan itu dalil yang menunjukkan atas berjalan dan berputarnya matahari dan bulan atas bumi. Seandainya bumi yang berputar mengeliligi keduanya tidak akan bulan itu mengiringi matahari, akan tetapi kadang-kadang bumi mengelilingi matahari dan kadang-kadang matahari mengeliling bulan, karena matahari lebih tinggi dari pada bulan. Dan untuk menyimpulan ayat ini membutuhkan pengamatan.
[8]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman
“Artinya : Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dan malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai tandan yang tua. Tidaklah mugkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa-Siin : 37-40]
Penyandaran kata berjalan kepada matahari dan Dia jadikan hal itu sebagai kadar/batas dari Dzat yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui menunjukkan bahwa itu adalah haqiqi (sebenarnya) dengan kadar yang sempurna, yang mengakibatkan terjadinya perbedaan siang malam dan batas-batas (waktu). Dan penetapan batas-batas edar bulan menunjukkan perpindahannya di garis edar tersebut. Kalau seandainya bumi yang berputar mengelilingi maka penetapan garis edar itu bukannya untuk bulan. Peniadaan bertemunya matahari dengan bulan dan malam mendahului siang menunjukkan pengertian gerakan muncul dari matahari, bulan malam dan siang.
[9]. Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam berkata kepada Abu Dzar radhiallahu anhu dan matahari telah terbenam.
“Artinya : Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi ?” Dia menjawab: “Allah dan RasulNya lebih tahu”. Beliau bersabda: “Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah arsy, kemudian minta izin lalu diijinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu tidak diijinkan. Kemudian dikatakan kepadanya: “Kembalilah dari arah kamu datang lalu dia terbit dari barat (tempat terbenamnya) atau sebagaimana dia bersabda [Muttafaq 'alaih] [1]
PerkataanNya: “Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari tempat terbenamnya” sangatlah jelas sekali bahwa dia (matahari) itulah yang berputar mengelilingi bumi dengan perputarannya itu terjadinya terbit dan terbenam.
[10]. Hadits-hadits yang banyak tentang penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari, maka itu jelas tentang terjadinya hal itu dari matahari tidak kepada bumi.”
Boleh jadi disana masih banyak dalil-dalil lain yang tidak saya hadirkan sekarang, namun apa yang telah saya sebutkan sudah cukup tentang apa yang saya maksudkan. Wallahu Muwaffiq.”
[Disalin dari Majmu Fatawa Arkanul Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah Dan Ibadah, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Terbitan Pustaka Arafah]
_________
Foote Note
[1] Dikeluarkan oleh bukhari, Kitab Bad’ul Khalqi, bab shifat asy syam wal qamar : 3199, dan muslim, kitab Al Iman, bab Bayan az Zaman al Ladzi la yuqbal fihil Iman : 159
===
sumber : http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1412&bagian=0
Buat As Sundawy, …
tanpa mengurangi hormat saya kepada Syaikh Utsaimin…saya mau tanya:
Syaikh Utsaimin itu ahli astronomi bukan? Apakah dia pernah melakukan penelitian atau percobaan tentang astronomi?
Saya takakan membuat kesimpulan, silakan dijawab dengan jujur dan bebas dari prasangka.
saya mau mengutip sebuah ayat:
Jika suatu urusan telah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.
Buat Mas Agung Permana …

Mas, maaf ya, gak boleh emosi gitu donk. Mas muslim khan ??
Jika Kita benar2 faham akan astronomi dan Al-qur’an, maka kewajiban Kita lah yang hrs menerangkan hal ini (teori geosentris/heliosentris) yg benar. Namun jika kita tak becus keduanya, mending cari tau dulu sumber2 yang kompeten, lalu sinkronkan jika itu bertolak belakang. Jika kita merasa bahwa orang memiliki pendapat yang salah, luruskan dengan argumen atau dalil, jangan esmosi , yang kayak gitu sifatnya munafik, betul gak ya ?? he2 …tapi Saya yakin mas agung tak emosi, mungkin penilaian sy saja yg salah…maaf ya mas …
Sebenarnya, saya tak yakin 100 % tentang kedua teori itu, karena sayapun blm tau pendapat masing2 beserta alasan2 nya, makanya sy pun bermaksud mencari tau hal ini. Namun sbg saran, alangkah baiknya jika kita berbicara berlandaskan dalil atau argumen yang kuat. Misal …Jika pengarang buku tadi atau sekaliber ‘ulama Syaikh Al-Utsaimin yang kita tak ragu akan keilmuannya berbicara tentang hal ini, dan bermaksud menyanggah teori bumi mengelilingi matahari, maka kewajibannya lah untuk membawakan asumsi atau pendapat orang yang mengatakan bumi mengelilingi matahari. Dan karena ini permasalahan IPTEK (astronomi), maka kewajiban Kita lah yang harus memahami astronomi terlebih dahulu, bertanya pada sumber2 yang kompeten thd hal ini. Karena bagaimanapun, yang sekarang kita anut adalah teori heliosentris. janganlah karena hal ini, menjadikan orang2 tak lagi percaya terhadap dakwah salafiyah, karena biasanya orang hanya percaya pada pembuktian yang real dan berdasarkan logika, karena bagaimanapun ini adalah masalah IPTEK yang memerlukam logika dan teori yang pasti, tidak berdasarkan prasangka dan perkiraan. Saya tak hendak menolak atau menyetujui kedua teori ini, Insya Alloh kita hrs sama2 cari tau. Saya yakin 100 % Alloh dan Rosul-Nya tak pernah berkata dusta, tak pernah berbohong, tak pernah berkata sesuatu yang bertentangan dengan kenyataannya. Jikapun itu terjadi (Rosul “seolah2″ berkata berlawanan dengan fakta), maka yang berlawanan itu, semata-mata adalah akal kita, atau penafsiran kita yang salah. Dan bagi orang yang berfikir jernih, tentu dia tak mendahulukan emosi atau perasaan, tapi akan mendahulukan kebenaran. Bagaimanapun, Kita tak boleh bermusuhan atau saling caci karena masalah ini. Berkatalah jika kita faham….kritisilah tanpa emosi, paparkan dalil ‘naqli’ dan ‘aqli’, jika masalah itu bersinggungan dengan keduanya.
Wallohu’alam
manhaj yang aneh dan terancam neraka
Eko….teman2 sudah memberikan cara membuktikan tentang bumi tetap diam pada tempatnya sesuai dengan Al-Qur’an (baca kembali Al-Qur’an), bukti yang sangat jelas terlihat saat malam hari itu benar. Semoga Allah membuka jalan pikiran anda. Amiin
Nek bumi tettap pada tempatnya satelit geostasioner pad aberjatuhan seperti air hujan, dan berarti internet ini tidak ada.
jangan mengatsnamakan al Quran untuk kebodohan kalian, itu bukan Quran yang bicara tapi syaikh2 kalian yg jumud dan jago klaim kebenaran. hanya tafsir merekalah yang sah…
Buat Mas/Mbak Qful:
Anda tidak percaya seratus persen keduanya, lalu anda ada dimana? menganggap bumi itu kadang-kadang bergerak mengelilingi matahari dan kadang-kadang diam dan dikelilingi bumi? wah, anda aneh kalau begitu, kalau anda bilang tak mengakui keduanya, seharusnya anda punya solusi untuk non geosentris dan heliosentris itu, anda punya alternatif itu?
Saya tidak emosional, cuma tidak suka pada orang yang sembarangan mengutip ayat dan dalil untuk melakukan pembenaran. Mas/Mbak Qful orang terpelajar kan? saya yakin orang terpelajar itu mampu berpikir secara ilmiah, jernih, kritis, tidak mudah ikut arus dan bebas prasangka. Saya kira itu cukup untuk membuktikan heliosentris, buka mata anda di malam hari, bintang-bintang itu selalu terbit lebih awal 6 menit, artinya……….
Saya setuju juga dengan Mas? penggemar Pacaran, yang kita bahas disini adalah tafsir Al-Quran, dan ulama ahli tafsir itu banyak sekali….. Apakah semua bersepakat tentang geosentris…apakah cuma ulama “golongan anda saja” yang demikian, yang lain yang berbeda dianggap bukan ulama…
Saya pernah baca buku Matahari Mengelilingi Bumi, disitu juga disebutkan bahwa umur bumi itu 6000 tahun….anda percaya? kalau percaya sih kebangeten….
Kalo surat Al Kahfi ini ntar bagaimana tafsir para penganutbumi yang tetap ??
86. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: “Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka”.
Dimana ya lautnya ???????????
Serahkan urusan pada ahlinya …klo ngak ya kacau balau, apa lagi kalo udah bilang yang ngak percaya pasti KAFIR ….
ya, kita harus menelaah lebih dalam mengenai hal ini. saya juga telah memahami bahasan kalian. kalau nalar saya mengatakan bahwa yang benar adalah QS yasin ayat 38-40. namun, manusia harus bisa berfikir dengan nalar, sains, dalam menafsirkan surat-surat dalam Al Quran. bukan hanya ahli astronomi saja, tapi dari banyak sumber bisa kita dapatkan untuk mempertajam bahwa bumi itu mengelilingi matahari. Sudah banyak astronot yang membuktikan ke luar angkasa sana. coba pikirkan,apa mereka berbohong tentang tata surya? yang perlu dipikir, direnungi, dan saya garis bawahi di sini adalah: mengapa planet2 mengelilingi matahari? mengapa planet2 kok tidak mengelilingi bumi? apakah inti dari galaksi itu? coba pikir dari sudut mana anda berfikir? ego? atau nalar?
yaa..kalau aku sih sempat bingung mikirin tentang apa yang sebenarnya jadi pusat alam semesta…. cz matahari jg dikatakan mengelilingi black hole di pusat galaksi. tapi ada 1 hal yang membuatku terus berpikir tentangnya yaitu tentang rotasi bumi… bayangin aj ya! klo bumi benar-benar berotasi.. kalu kita mau ke Amerika, kita tinggal naik ke atas pake pesawat aj abiz itu diam di atas kalau bumi benar-benar berotasi pasti ntar Amarika bisa di bawah pesawat itu, ngak perlu kita terbang jauh-jauh… bayangin 1x deh? biz tu para astronot juga pa benar2 kht bumi b’putar???
wah,, masalah perang manhaj-nya Ma lewatin ya,, tapi Ma ketemu quote bagus disini,,
Hmm,, kaya kata kata blogger yang Ma lupa namanya tapi Ma inget tulisannya,,
Jangan mendewakan akal, tapi jangan juga meninggalkannya,,
Komentar no 18: Anda belum pernah belajar Fisika dasar ya?
Pernah nggak Anda perhatikan mengapa nyamuk yang terbang di dalam mobil yang tertutup gak ketabrak kaca depan mobil? Pernah nggak Anda meloncat kecil di atas kereta api? Apakah Anda akan jatuh di titik semula atau beberapa cm di belakang titik semula?
Jadi mengapa Anda bingung tentang pesawat terbang? Mengapa Anda masih tidak percaya bumi berputar?
Teman-teman, satu hal yang harus kita camkan:
- Al Quran itu adalah 100% benar.
- Tafsir Quran (dari siapapun) belum tentu benar.
Saya ingin mengutip dua bagian dari buku ‘Panduan Mencari Ilmu’, karangan Al Utsaimin. Yaitu:
- Allah mengkategorikan bicara tanpa ilmu sebagai dosa besar, seperti syirik.
- Beliau mengutip Ibnu Hajar, yang mengatakan: di dunia ini tidak ada kitab yang selamat kecuali Al Quran. Jadi tidak ada yang tidak lepas dari kesalahan, meskipun kitab itu adalah sebuah tafsir Al Quran sekalipun (bukan Al Quran).
Jadi kalau Al Utsaimin menafsirkan Quran seperti fatwa di atas, tentunya kita harus menghormati ulama seperti beliau. Tapi juga kita harus menggunakan akal untuk mencerna dan tidak menerima begitu saja. Karena sekali lagi, yang beliau katakan itu bukanlah Quran, tapi tafsir atas ayat-ayat di Quran.
Weh… Mas DOS turun gunung…
Fisika itu khan buatan orang kafir,isinya pasti penuh rekayasa dan kebohongan untuk menyesatkan orang Islam… (poake gaya satire-nya Wadehel alm.)
Begitulah Mas, ada orang ngaco yang mengatasnamakan agama dan Tuhan. ini yang bikin aliran komunis muncul, dimana kekecewaan atas dominasi ngawur agamawan sudah memuncak sehingga orang menganggap bahwa agama ini adalah candu yang menipu dan meninabobokan… sudahalah, biar sang syaikh kelak mengetahuinya sendiri bahwa tafsirnya salah.
Geosentris sesat….
Heliosentris yang benar….he he he…
Hanya orang bodoh yang percaya geosentris…..he he he lagi….
Mau marah, mau membela, silakan…
Gampang saja…
Anda lebih percaya kepada Allah apa kepada orang – orang kafir ?
Allah cinta kepada makhluk yang mencintai dan beribadah kepada-Nya.. Insyaallah para ulama-ulama lebih dicintai dan diberi hidayah oleh Allah dalam memperoleh dan membenarkan ilmu-ilmu dari pada orang – orang kafir yang tidak beribadah kepada-Nya
@BS
Akal yang benar adalah akal yang telah penuh dengan keimanan.. Bagaimana anda benar dalam menggunakan akal jika anda tidak memiliki keimanan ? Bagaimana orang memperoleh keimanan tanpa dilandasai kepercayaan dan agama yang benar ? Sedangkan anda berkata ” ini adalah contoh jika agama itu digunakan tanpa akal. Kita tidak bisa dengan jernih berfikir” Pemikiran andalah yang salah.. karena iman andalah yang masih lemah… Karena iman yang lemah itulah.. para ilmuwan-ilmuwan menggali ilmu dengan tujuan atau niat yang berbeda.. Contohnya.. Orang kafir membuat senjata api untuk perang.. Bukankah itu karena ilmu / akal yang tidak dilandasi dengan iman ? Lihat.. Bom Atom Amerika yang telah menghancurkan hiroshima dan nagasaki.. Coba renungkan dalam hati… Saya tidak bermaksud mengejek atau lainnya..
Saya percaya pada Allah dan saya tidak percay apada penafsiran nagwur ulama aneh tentang ayat-ayat suci Allah.
Yang lebih ngawur lagi adalah orang2 yang menganggap bahwa penafsiran ulama (tertentu) terhadap AlQuran adalah sebuah kebenaran mutlaq itu sendiri. kenapa mereka tidak bikin Quran sendiri saja?
Mereka akhirnya bilang bahwa bumi itu bulat setelah secara EMPIRIS mereka melihat dan mengilmui bahwa bumi itu bulat sehingga mereka MENAFSIRKAN bahwa ayat yang berbunyai “…bumi dihamparkan…” tidak bermakna lughawi tapi harus ditafsirkan dengan makna yang berbeda.
namun sayangnya merek atidak mau percaya pada orang lain yang sudah secara EMPIRIS melihat danmengilmui bahwa bumilah yang mengelilingi matahari, sehingga mereka ngotot menyatakan bahwa ayat yang berbicara tentang matharai yang beredar harus diterima secara teks (nash) an sich. mereka itu perlu dibawa ke wahana antarikasa, sepulang dari sana baru mereka (ulama konyol itu) akan meralat fatwanya. kira2 bunyinya akan seperti ini:
“… sebagaimana telah dimaklumi bahwa kenyataan bahwa bumi ini mengelilingi matahari dan bahwa bumi itu berputar pada porosnya sehingga nampak seperti matahari yang mengelilingi bumi adalah sudah terbukti nyata, maka sesuai hukum ilmu fiqh, bahwa jika nash berbeda dnegankenyataan, maka harus ada tasfir atas nash tersebut, tiak bisa diartikan secara langsung…”
masalah orang2 yang mengatakan bahwa matahari mengelilingi bumi adalah masalah ilmu, mereka belum bisa menaganggap bahwa bumi itu berotasi dan bumi mengelilingi matahari adalah sebuah kenyataan empiris.
ini persis sama dengan kasus bumi itu datar. saat orang2 belum mampu melihat (baca: mengetahui) kenyataan bahwa bumi ini seperti bola besar, maka orang2 tidak akan percaya bahwa bumi ini adalah bulat. susah memang,kalau ada orang yang ilmunya kurang tapi ngeyel dan sakpenake dhewe menafsirkan AlQuran.
bahwa bumi berotasi dan berevolusi adalah sebuah KENYATAAN EMPIRIS, bukan sebuah teori atau khayalan orang kuffar. ini bukan masalah kewahyuan yang bersifat ghaib. bahwa bumi itu berotasi dan bahwa bumi mengelilingi matahri adalah sebuah KENYATAAN, sudah terbukti, dan tidak bisa disangkal lagi, seperti kenyataan bahwa ka’bah itu ada di Makkah, seperti bahwa orang tidak akan tenggelam di Laut Mati, bahwa minum air garam itu semakin haus, ini sebuah kenyataan. tidak bisa ditolak dengan nash. karena bahsa Quran bukan bahasa sains yang leksikal.
Halo No name…
Anda beriman dulu atau berakal dulu…?
Kalau anda orang waras pasti berakal dulu baru beriman…
Mengapa…?
Karena orang bisa beriman kepada ALLAH kalau dia berakal…
Orang yang tidak berakal/akalnya rusak/akalnya ditutupi kesombongan takkan percaya kepada ALLAH atau menerima kebenaran.
Mau contoh…?
Iblis, dia itu beriman luar biasa, tapi karena sombong dia dikeluarkan dari surga.Ya anda itu.
So, jangan jadi orang sombong yang menolak kebenaran meskipun akal anda membenarkannya. Apa yang membedakan manusia dengan hewan? Apa yang membuat manusia lebih mulia daripada malaikat? Ya akal itu, bukan hati, bukan jantung, bukan otak….
Anda gak percaya heliosentris? Gapapa, tapi konsekuensinya:
1. Anda tidak boleh menggunakan telepon seluler
2. Anda tidak boleh menonton televisi
3. Anda tidak boleh main internet (Nah lo…!)
4. Anda tidak bisa membalas tulisan saya ini…hi hi hi…
Mengapa demikian:
Karena hp, tv, internet, semuanya pakai jasa satelit, satelit itu bisa melayang di angkasa menggunakan prinsip heliosentris.
Jangan taklid buta ya, jangan juga pakai standar ganda. Untuk hal ini anda menolak pendapat ilmuan kafir, tapi untuk hal lain (yang menguntungkan anda) anda menerima tanpa reserve….kaya’ Amerika aja, atau semangat standar ganda Amerika sudah menjalar ke tubuh seorang muslim…???
Jangan jadi orang yang ramutu….gimana mau jadi khlifatu fil ardh kalau pengetahuan tentang tempat dia tinggal masih seperti itu… menyedihkan….
Bukankah akal sudah didapatkan sejak kita lahir ??
Sementara iman ?
Kecuali orang yang kehilangan akal yaitu orang gila…
Benarkah orang yang akalnya rusak tidak akan percaya kepada Allah ? Bagaimana jika Allah berkehendak lain ? Derajat iblis dan manusia tinggi mana ? Manusia dengan iblis sempurna mana ?
InsyaAllah… Manusia dengan akal yang sangat buruk sekalipun.. masih dapat mendapatkan hidayah dari Allah… Allah Maha Adil…
Bukannya tidak percaya.. apakah teori tersebut benar ? Demi Allah.. Allah tidak pernah salah dan lupa… Kalau anda berkata tidak boleh nonton tv… Apakah seorang peneliti tidak boleh memeluk agama ?? Apa hubungannya gak percaya heliosentris dengan ga boleh nonton tv dan sebagainya itu ? Ingatlah 1 hal… apapun di dunia ini yang mengatur adalah Allah… Teknologi yang maju itupun yang mengatur adalah Allah..
1. Anda tidak boleh menggunakan telepon seluler
Ya.. Jika digunakan untuk ke musyrikan.. seperti pacaran dan sms asal2an yg membuat orang bingung
2. Anda tidak boleh menonton televisi
Ya.. Jika digunakan untuk menonton hal yang di haramkan untuk d tonton
3. Anda tidak boleh main internet (Nah lo…!)
Ya.. Jika digunakan untuk melihat yang dilarang oleh Agama
4. Anda tidak bisa membalas tulisan saya ini…hi hi hi…
Ya… Jika saya tidak memiliki suatu kebenaran…
Kita di wajibkan menuntut ilmu… Kamu tahu sumber ilmu dari mana ? Sumber Ilmu adalah semua yang ada di dunia ini… Kamu tahu sumber keburukan dari mana ? Sumber keburukan adalah semua yang ada di dunia ini.. ( jangan berpikir terlalu jauh jika kamu penuh dengan kedengkian )
“Jangan taklid buta ya, jangan juga pakai standar ganda. Untuk hal ini anda menolak pendapat ilmuan kafir, tapi untuk hal lain (yang menguntungkan anda) anda menerima tanpa reserve….”
Ingat.. penemuan dan pendapat itu berbeda… Kamu ndak pernah belajar PKN yah ?? Pendapat orang itu bisa di terima dan bisa saja di tolak… Apakah hanya menolak itu berarti aku tidak boleh menggunakan penemuannya ? Kemudian.. sama dengan halnya orang kafir.. apakah dengan menolak pendapat para ulama.. dia tidak boleh mempercayai Al-Quran , Tuhan dan hadist2 ?
Ya, anda menolak pendapat orang tersebut tapi anda mengambil hasil (manfaat) dari hal tersebut, berarti anda orang tidak jujur….!Pembohong….
Seperti halnya anda menolak miras tapi anda menjadi pengedarnya dan mendapatkan uang darinya.
Heliosentris bukan pendapat, tapi penemuan nyata..anda belum pernah belajar fisika dasar ya? belum pernah belajar astronomi? belum pernah belajar geologi?belajarnya apa…?belajar taklid pada…
ulama golongan tertentu..?PKN…? apa itu…?Pendidikan KetaklidaN…? wakakak…
jangan mengubah subjek kalau berdiskusi mas/mbak…kita berdiskusi dengan data dan fakta, jangan dengan asumsi…
Ketika saya sodorkan bukti-bukti empiris dengan contoh-contoh diatas anda berkelit dengan tafsir (asumsi) ulama tertentu (tidak semua ulama setuju geosentris)…
Intinya satu, saya beranggapan heliosentris itu kebenaran empiris, anda menganggapnya pendapat… yang salah….
Semoga Allah membuka hati anda agar mau berpikir dengan jernih dan mau menerima kebenaran.
Kang Danilus, si no name itu memang aneh, di atidak percaya sapi itu ada, tapi seneng banget makan bakso daging sapi.
“Emang kalau saya tidak percaya kalau sapi itu ada, saya gak boleh makan daging sapi?”
wakakakaka… ngawur bin asal, wong sapinya saja dia tidak eksis kok mau makan dagingnya, daging apa? daging sapi, lho emang sapi tu apaan sih? saya khan tidak percaya sapi itu ada…
itulah ruwetnya, kenyataan empiris kok dilawan pakai asumsi orang yang tidak tahu. Ah ada contoh lagi, dalam Quran disebutkan bahwa matahari tenggelam di laut yang berlumpur, nah monggo kita bersama2 nyari laut itu…
Halo No name, kutunggu jawabanmu….
Mas Nadalus, jangan emosi…santai aja
Beginilah kalau orang bicara bukan pada ahlinya. Ngawuuur…
Bikin orang semakin binung saja.
Coba .. lihat video ni,
http://orgawam.wordpress.com/2007/08/24/matahari-mengelilingi-bumi/
Apa masih ngotot juga bahwa Matahari Mengelilingi Bumi?
Siapapun yang pernah belajar ilmu gravitasi tahu kalau bumi tidak mengelilingi matahari demikian juga matahari tidak mengelilingi bumi tapi mengelilingi suatu titik yang berada di antara titik pusat massa matahari dan titik pusat massa bumi. Nah karena massa matahari jauh lebih besar dari massa bumi maka titik ini berada sangat dekat dengan titik pusat massa matahari. Tapi tetap saja tidak ada apa mengelilingi apa.
al quran tidak mengungkapkan teori geosentris, surat yasin yang berbunyi wassyamsu tajri limstaqorrin laha……. bukan di artikan bahwa matahari berjalan tapi berputar pada porosnya karena ada kalimat limustaqorrin yang artinya pada tempatnya dari sini jelas kemungkinan teori heliosentris lah yang sampaikan alqur’an…
Anak geografi nec! Jangan bingung2 ama teori kayak geto! Kita sebagai mahasiswa harus tahu mana yang benar dan yg ga! Gunain pikiran dan otak lo, bro! jangan ampe dibodohin ama org yg ga berkepentingan yaaa????????Intelektual tinggi aja,belom cukup utk tau isi dunia,makanya lo harus beriman!!!!!!!!!jangan jual tampang aza, sebagai mahasiswa!!!!Oke,bro??????????????????????????
Cool…jangan emosi…
wow, seru banget sih masalah “geosentris vs heliosentris” ini? yang pasti benar, kedua teori itu masih ada dan masih didukung oleh para pendukungnya. sebagai orang awam, gak perlulah kita ikut-ikutan sewot dengan perdebatan antara kedua teori itu, pa lagi kalau gak di dukung dengan keahlian dalam bidang itu. mending diambil sisi positifnya saja.
secara fisika memang “gerak benda itu relatif”(relatif terhadap acuan). kalau bahasannya secara fisika, setahuku, sampai saat ini teori yang diakui adalah heliosentris. tapi kalu diantara kita ada yang mau mengadakan penelitian dan mampu meyakinkan bahwa teori geosentrislah yang benar, ya………silakan saja!
kalau bicara tentang al qur’an, wah……….harus hati-hati tuh! bahasa al qur’an berbeda dengan bahasa arab sehari-hari. kita dapat dengan mudah mengartikan sebuah ayat al-qur’an, tapi kita tidak dapat semudah itu menafsirkan ayat al-quran. kalau bukan ahlinya, jangan coba-coba deh! apalagi menggunakan ayat-ayat al-qur’an sepenggal-sepenggal gitu, bisa jauh artinya.
so……geosentris vs heliosentris, biarlah dibahas oleh para ahli saja.
sementara yang mendasarkan argumennya pada ayat al-qur’an, coba deh di cek lagi asbabun nuzulnya, tu ayat sebenarnya ngebahas masalah apa?
hmmm, bahwa bumi mengelilingi matahari dan berputar pada porosnya bukanlah sebuah teori, tetapi kenyataan empiris
Kita udah ketinggalan berapa abad nih, masih bahas geosentris aja… gimana mau maju… Sekarang gampangnya deh, ada gak bukti empiris yang bisa dijelaskan oleh model gesentris yang gak bisa dijelaskan di model Heliosentris atau A-sentris?
jangan emosi…
kalau kita terus2an saling berselisih paham karena suatu hal, kapan kejayaan islam ini akan tercapai?
sya sedikit mengutip beberapa pernyataan yang menyatakan ketidak percayaan mereka pada para ulama!
kalo kita ga percaya sama ulama yang notabennya lebih ngerti daripada kita, terus kalo kita mau belajar agama ke siapa donk? janganlah kalian saling berselisih paham!
kalian percaya kan kalo Allah itu Maha mengetahui?
kita coba satukan sudut pandang kita semua!
karena perbedaan itu timbul karena perbedaan sudut pandang!
kalo saya sependapat dengan pernyataan yang menyatakan bahwa gerak bumi ini relatif tergantung dari acuannya. begitu juga gerak matahari. coba baca lagi dibagian atas.
Saya juga yakin bahwa Al Quran itu Benar dan tiada kedustaan sedikitpun didalamnya. apa yang dikatakan Allah dalam Al Quran sudah pasti benar, namun ga semua orang bisa menafsirkannya dengan benar.
coba kita cari lagi referensi yang lebih banyak mengenai masalah ini. dan jangan hanya terpaku pada penjelasan satu ulama saja biar pengetahuan kita semakin luas.
dan jangan saling menyalahkan!
tapi kita harus saling memberikan solusi dan pemecahan masalah!
Karena sesungguhnya kebenaran itu datangnya dari Allah swt dan salah itu dari manusia.
semoga Allah memberikan kita hidayah atas semua permasalahan ini amin…
Wallahualam bishawab.
coba perhatikan bintang2 di setiap malam. tidak pernah berubah dari dulu hingga kini. nelayan selalu menjadikannya sebagai kompas.
mengapa kita melihat bintang sama persis setiap malam? boleh jadi inilah pertanyaan yang menjawab kontrovensi geosentris selama ini. coba renungkan ! kalau memang bumi yang bergerak (berrotasi & berevolusi terhadap matahari), kenapa kita melihat bintang yang sama setiap malam?
sekiranya benar bahwa seluruh galaksi mengelilingi bumi, alangkah dahsyatnya kecepatan bintang2 itu mengitari bumi 24 jam nostop. apalagi jaraknya yang begitu jauh dari bumi, sekian juta bahkan milyar tahun cahaya. tak terkira! SUBHANALLOH !!!
geo sentris?? itu dulu!!
mengapa orang percaya adanya geosentris karena bumi ini berotasi!! akibatnya kita melihat matahari yang mengelilingi kita bintang yang mengelilingi kita!!! tapi coba kita keluar angkasa alias keluar objek bumi!!! pasti bumilah yang mengitari matahari dan matahari sebagai pusatnya!! itu sering disebut hukum 1 kepler!!! contoh!! bila kita naik kereta api kita lihat keluar tapi kita tidak benar2 keluar!! kita akan melihat bahwa pohon lah yang bergerak berlawanan arah!!! coba kita lihat penumpang yang lain mereka tidak bergerak berlawanan malahan diam!!! itu sebabnya kita mengalami rotasi!!
Saya tidak percaya dengan heliosentris karena ada beberapa keganjilan di dalamnya sebagai berikut:
1. Kalau memang benar bumi berotasi dengan kecepatan 30 km/detik maka naikkan saja helikopter 100 m dari tanah dalam posisi diam di tempat (standby). Dalam waktu sepuluh menit helikopter akan melewati beberapa kota tanpa gerakan maju atau mundur. Apakah itu terjadi? Ternyata tidak. Helikopter tetap dalam posisi semula tanpa bergeser sedikit pun. Itu artinya bumi diam atau tidak berotasi. Geosentrislah yang benar.
2. Orang heliosentris berpendapat tidak hanya bumi tetapi atmosfer bumi juga ikut berotasi. Kalau memang benar atmosfer ikut bergerak bersama bumi dari barat ke timur, mengapa burung, nyamuk, kupu-kupu dan belalang bisa terbang dari timur ke barat, dari selatan ke utara dan dari arah mana saja? Mana mungkin hewan sekecil itu bisa melawan kecepatan atmosfer 30km/detik?
3. Kalau memang benar bumi berotasi dari barat ke timur maka aliran air yang berada di dalam atau di permukaan bumi juga mengalir dari barat ke timur. Sebagai contoh ambillah sebuah ember yang diisi air, tanah atau pasir. Lalu kita putar dari barat ke timur maka segala isi ember juga ikut berputar dari barat ke timur. Sekarang kita lihat apakah semua aliran sungai, laut, waduk mengalir dari barat ke timur? Ternyata tidak. Aliran air terjadi karena perbedaan elevasi dan tiupan angin, bukan karena rotasi bumi.
Jadi kita bisa simpulkan GEOSENTRIS LEBIH MASUK AKAL DARIPADA HELIOSENTRIS.
buku yang jadi biang keroknya adalah karangan “Ahmad Sabiq Bin Abdul Latif Abu Ayuf” Judulnya “Matahari mengelilingi Bumi” kata pengantar Ust Aunur Rofiq Ghufron, Lc.
sebaiknya yang perlu dikoreksi pengarangnya, apa dia sengaja atau ketidaktahuannya, atau punya maksud tertentu misal menjaring anggota yang taat (taklid buta) atau bahkan ingin menjerumuskan, atau memang termasuk ulama bodoh yang menyesatkan, kita bantu do’a agar dibukakan pintu ilmu baginya, wa Allahu a’lam
Dalam ilmu Astronomi, teori Geosentris dipopulerkan oleh seorang ilmuwan Yunani bernama Ptolemy. Teori inilah yang dulu dipercayai oleh orang-orang Yunani kuno (lihat: Geocentrism). Walau begitu, ada juga di antara mereka yang tidak mempercayainya.
Pada masa-masa kejayaan Islam, para cendekiawan Muslim mulanya mengadopsi dan menggunakan konsep Geosentris-nya Ptolemy tersebut. Nah di sinilah, cendekiawan-cendekiawan Muslim tersebut menemukan ketidakcocokan teori Geosentris terhadap fakta empiris yang ada. Salah satu ilmuwan yang memberikan kritik terhadapnya adalah Ibn al-Haytam. Kemudian berkembanglah berbagai perhitungan astronomis yang didasarkan pada konsep Heliosentris (lihat: Islamic Astronomy).
Konsep Heliosentris itu sendiri dikenal dipopulerkan oleh Copernicus (ilmuwan Eropa). Namun tidak dapat dipungkiri, dalam merumuskan konsep tersebut ia turut mengadopsi pemikiran dan perhitungan para ilmuwan Muslim sebelumnya.
Hingga saat ini konsep Heliosentris-lah yang terbukti benar secara empiris dan tidak ada fakta yang bertentangan dengannya. Adapun mengenai dalil-dalil Al-Quran yang telah disebutkan pada komentar #9, maka dalil-dalil tersebut merupakan dalil yang bersifat zhanni dilalah — yang memungkinkan perbedaan penafsiran terhadapnya.
Sains bukanlah buatan orang Kaafir; ia adalah Sunnatullah, yang dengannya terbukti bahwa alam ini berjalan dengan keteraturan yang luar biasa, yang dapat mengantarkan kita kepada bukti akan adanya Sang Pencipta.
Wallahu a’lam wa musta’an..
Wahai Kaum Muslimin
Demi Allah Swt, Demi Rasullulah dan Demi Kebenaran Al Qur’an, janganlah mentafsirkan sesuatu atas sesuatu jika kamu tidak mengetahuinya…..
Apakah kamu meyakini bahwa udara itu ada bahwa udara itu bisa dilihat bahwa ruh itu ada…..Sama halnya dengan bumi berputar tetapi kita tidak bisa melihat perputaran….
Janganlah kalian meyakini sesuatu kesesatan……
Sungguh sesat dan menyesatkan, tahukah kamu bahwa tanda tanda akhir kiamat adalah banyak Ulama yang bergelar ulama, Ulama yang pandai menyesatkan ummat, ulama yang mencari kenikmatan duniawi tetapi orang yang bergelar ulama adalah Ulama yang tawadhu, Wara, qona’ah, istiqomah dan memiliki sanad ilmu sampai ke Rasulullah SAW seperti Tuan Guru Sekumpula Al Arif Billah Syech Muhammad Zaini Abdul Ghani.
Mereka (Ulama Busuk red:) yang menyitir ayat Al Quran demi kepentingan sendiri apakah kamu tidak takut akan laknatullahi…Ketahuilah Di Bumi dan Di Langit adalah Tanda2 Kekuasaan Allah.
Ulama yang Wara, Tawadhu dan mendapatkan Hidayah dan Allah SWT memelihara akan dia adalah Ulama yang perlu kita ikut dan teladani seperti Tuan Guru Sekumpul Martapura.
Janganlah Kamu mentafsirkan atau menyitir Ayat Al Qur’an tanpa ilmu baik Ilmu nahu, bhalagoh, dll Orang yang mempelajari, memahami dan mendalami Ilmu Alquran dan Hafal Al Qur’an dan menafsirkannya sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah SAW (sanad ilmu sampai ke Rasulullah).
Wahai Kaum Muslimin janganlah mempercayai Ustad ustad yang menyesatkan…..
Banyak Buku yang berkedok Islam yang Menyesatkan dan Banyak pula Ajaran Kristen yang menyerupai ajaran Islam padahal sesat dan kafir.
Berhati hatilah dan datangilah majelis Ilmu……..
Majelis Ilmu Yang diasuh oleh Tuan Guru atau Ulama yang berlandaskan Al Quran dan Hadist.
Jangan Taklid Buta Saudaraku Kaum Muslimin.
Visit My Blog rifafreedom. wordpress.com
No 44 itu gak pernah belajar fisika dasar ya?
No 41 tidak tahu gerak harian bintang ya? bintang selaluterbit 4 menit lebih awal setiap malamnya. cek saja. bintang yang tampak pada jam 12 malam di bulan januari akan sangat berbeda dengan yang tampak pada jam 12 di bulan juli… belajar dulu ya Neng
tapi klo helikpternya 100 m diatas atmosfer mngkin jatuhnya bisa ditempat laen..
bner ga?
aslm.
semuanya.
kok pada parah gini yah….hehehehe
ooiii…yang beriman (ato yang mengaku beriman)
yang jelas adalah seperti ini aja.
relativitas tentang sudut pandang adalah yang terbenar.seperti yang dijelaskan tadi yang kedudukan relatif bumi, matahari dan alam semesta.
tapi yang jelas bumi dan planet lain mengelilingi matahari dengan orbitnya sendiri, bulan mengelilingi bumi dengan orbitnya sendiri.
dan yang paling akhir.matahari juga punya orbit yang lebih besar dari tatasurya ini. dan begitu seterunya.
dan semuanya berputas (berotasi dan saling tarik menarik antar planet-bulan-matahari)
udah gt!
mengenai matahari tenggelam dilau hitam tadi…bertanya dilaut hitamnya (bisa banyak dalil mengatakan laut hitam…laut mati,ato mungkin black hole)
wallohu allam bishowab.
semoga orang2 beriman selalu dalam lindung Allah SWT.
jangan jadi kafir karena memperdebatkan yang sudah ada ketetapnnya(ketetapan yang benar).
intinya…adalah relatif terhadap apa yang kita pandang dan dipandang!!!!!!!
MENGERTI………